Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 37. Penyesalan Yu Qiujie


__ADS_3

Rumah sakit LinCheng


Dalam bangsal VIP rumah sakit, terbaring seorang gadis muda lemah dengan wajah yang pucat.


Bulu matanya sedikit bergetar dan matanya perlahan terbuka, wajahnya terlihat sangat terkejut ketika melihat ruangan serba putih.


Saat dia akan mengeluarkan suara, tidak ada suara apapun yang keluar.


Wajahnya yang pucat menjadi lebih pucat dan tidak berdarah.


'Aku tidak bisa mengeluarkan suara apapun, artinya aku bisu'


Yu Qiujie tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa lagi mengeluarkan suara dan berbicara.


Yu Qiujie terus menerus berusaha untuk mengeluarkan sepatah kata, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


Kemudian dia teringat Hua Chenran yang telah melakukan ini semua kepadanya, matanya menjadi lebih dingin dan dipenuhi kebencian.


'Ini adalah salah Hua Chenran, dia harus membalas dendam'


Saat dia akan menggerakkan tangan kanannya, dia melihat jari-jari tangannya menjadi bengkok, matanya menjadi ngeri dan horor.


Yu Qiujie sangat takut untuk melihat jari-jari tangan kanannya, lalu dia melihat jari-jari tangan kirinya juga sama dengan jari-jari di tangan kanannya. Ketika dia berusaha keras untuk menggerakkan jari-jari itu hanya rasa sakit yang tersisa.


Juga sekarang dia merasa seluruh tubuhnya juga terasa sakit, ini pasti Hua Chenran yang melemparnya ke tanah beberapa kali. Juga, ini pasti karena laki-laki brengsek itu, kesuciannya sekarang sudah diambil. Yu Qiujie rasanya tidak ingin hidup lagi, ini Hua Chenran! Pasti dia!!!


Tiba-tiba kalimat terakhir dari


Hua Chenran terlintas di benaknya.


'Ini hanya hukuman ringan untuk mereka yang berani memprovokasi Hua Chenran, biasanya mereka menjadi mayat, vegetatif atau pun dimakan oleh binatang buas, jadi jadilah bijak, jika tidak hukuman akan lebih buruk. Mungkin bukan hanya kamu, tapi juga seluruh keluarga Yu juga akan terseret'


Yu Qiujie jelas merinding dalam jiwanya, melihat senyum iblis di wajah Hua Chenran saat mengatakan membuat orang menjadi mayat, vegetatif atau pun dimakan oleh binatang buas. Hua Chenran jelas mengatakan membunuh seseorang, seperti menjadi mainan di tangannya.


Yu Qiujie juga yakin, jika Hua Chenran ingin membunuh nya,


dia pasti sudah mati sekarang.


Dilihat dari ekspresi wajah Hua Chenran jelas tidak berpura-pura,


Seperti membunuh itu adalah hal yang paling sering dia lakukan.


Mengingat semua hal itu air mata perlahan mengalir di pipinya.


Dia menyesal, sangat-sangat menyesal sekarang karena telah memprovokasi Hua Chenran. Jika saja dia tidak bodoh untuk terus muncul di depan Hua Chenran dan terus menerus memprovokasinya, juga menyuruh orang untuk mempermalukannya.


Yu Qiujie tidak akan terbaring di rumah sakit sekarang, juga menjadi bisu dan kedua tangannya jadi cacat.


Keinginan balas dendamnya untuk Hua Chenran sepenuhnya hilang,


Hanya tersisa ketakutannya, terhadap


Hua Chenran yang sudah masuk ke


dalam jiwanya.


Keinginan nya sekarang hanya satu dan sangat sederhana, yaitu menjauh dari orang seperti Hua Chenran,


dia harus pergi dari kota A ini. Bagaimana nanti jika Hua Chenran sengaja datang untuk bertemu dengannya lagi dan membunuhnya.


Pintu bangsal perlahan terbuka dan seorang wanita tampak berusia Sekitar 30'an masuk dengan wajah penuh kesedihan.


"Qiujie sayang, kamu sudah dianiaya. Sekarang katakan siapa yang sudah melakukan hal ini kepada kamu?"

__ADS_1


Tanya nyonya Yu dengan suara yang terdengar sedih.


Yu Qiujie membuka mulutnya dan berusaha untuk berkata,


'Bu bawa aku pergi, pergi ke tempat yang jauh. Jauh dari iblis bernama Hua Chenran'


Tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya sama sekali, hanya mulutnya yang terbuka menutup dengan air mata mengalir.


"Qiujie, jangan bicara dulu ok, tenggorokan mu pasti tidak nyaman sekarang, minum air dulu"


Kata Nyonya Yu sambil menuangkan air ke dalam gelas dan memberikan kepada Yu Qiujie.


Setelah meminum air putih, tenggorokan Yu Qiujie terasa sedikit lebih nyaman, tapi ketika dia berusaha membuka mulutnya untuk berbicara, tidak ada suara apapun yang keluar dari mulut Yu Qiujie.


Merasakan tenggorokannya menjadi sedikit lebih nyaman, Yu Qiujie merasa masih memiliki sedikit harapan untuk berbicara lagi.


Tapi ketika telinga nya, hanya  mendengar suara deru angin dari jendela bangsal rumah sakit, harapan Yu Qiujie sepenuhnya lenyap dan air mata penyesalan jatuh dan mengalir perlahan di kedua pipinya.


"Qiujie sayang, ibu ingin melihat dokter dulu. Tenang saja kamu pasti bisa berbicara lagi, ini pasti hanya karena trauma dan ibu yakin rumah sakit terbaik, pasti bisa menyembuhkan pita suara mu lagi. Juga tanganmu pasti sembuh seperti semula dan ibu pasti mencari dokter terbaik"


Kata Nyonya Yu dengan lembut, tapi matanya memerah hampir ingin menangis. Juga Nyonya Yu tidak mengatakan bahwa putrinya sudah diperkosa oleh seorang penculik.


Kata-kata ibunya membuat Yu Qiujie sedikit tenang, dia juga berpikir teknologi sekarang sudah maju, apalagi di bidang kesehatan. Sekarang Yu Qiujie juga diyakinkan oleh ibunya dan kembali melihat harapan. Jadi setelah mendengarkan kata-kata dari ibunya, Yu Qiujie menganggukkan kepalanya dengan ringan.


Melihat putri nya, yang terlihat sedikit masuk akal sekarang, membuat nyonya Yu terpana untuk sementara waktu, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan pergi keluar dari ruang bangsal putrinya, untuk menemui dokter.


Rumah Sun


Hua Chenran sedang bermain game


di ponselnya, sambil berbaring di kasurnya dengan nyaman.


Tiba-tiba terdengar suara yang keras Lin Huayu menggema di seluruh area rumah Sun ini.


"Xio ran kamu tahu apa?"


"Hush... Yi'er dan Yan'er sedang tidur, katakan saja, jangan terlalu heboh"


Kata Hua Chenran sambil menyipitkan matanya.


"Ekhm...xio ran jangan lihat aku seperti itu. Membuat ku merinding


di seluruh tubuhku"


Kata Lin Huayu sambil berpura-pura membuat tatapan takut dan badan yang gemetaran.


Menghela nafas ringan, akhirnya


Hua Chenran bertanya


"Huayu, apa sebenarnya yang tidak aku tahu?"


Mendengar pertanyaan dari Hua Chenran, segera Lin Huayu membuat seringai licik di wajahnya.


"Kamu masih ingat dengan Yu Qiujie?


Tadi saat aku baru membuka Weibo, ternyata Yu Qiujie masuk berita panas, masih dengan foto-foto nya yang sangat vulgar. Aku rasa anak


itu akan tahu apa artinya retribusi"


"Benarkah? Ya, aku rasa itu seharusnya menjadi retribusi untuk Yu Qiujie, seharusnya pelajaran seperti itu cukup untuk Yu Qiujie"


Pertama Hua Chenran membuat wajah yang terkejut, kemudian dia kembali berkata dengan nada dingin.

__ADS_1


Lin Huayu mengubah topik pembicaraan dan bertanya


"Xio ran sepertinya kamu juga tidak kembali dengan supir Zhang?"


"Ya, itu karena ada yang mengunci ku di toilet saat pulang sekolah. Untungnya Sichu masih ada di sekolah dan menolong ku"


Kata Hua Chenran dengan senyum dingin tersungging di bibirnya.


"Apa?"


Lin Huayu sangat terkejut ketika mendengar perkataan Hua Chenran.


"Untunglah ada Wei Sichu, tapi apa kamu tahu siapa yang mengunci mu di toilet? Sepertinya yang membenci kamu di kelas hanya Jiang Shaoning"


"Ya, itu dia"


Mata Hua Chenran menjadi dingin, ketika menjawab pertanyaan dari


Lin Huayu. Jiang Shaoning lihat saja besok, kamu pasti akan sangat senang dengan kejutan yang ada di ponselku.


"Jiang Shaoning!!"


Kata Lin Huayu sambil menggertakkan giginya.


"Xio ran itu pasti karena dia mengira kamu merebut Wei Sichu darinya"


"Apakah otaknya Jiang Shaoning sakit!, Aku dan Sichu bersama?


Jangan bercanda, kami berdua hanyalah teman"


Jawab Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak, kemudian dia menutup mulutnya, sampai-sampai perutnya sakit karena menahan tawanya sendiri dan takut untuk membangunkan kedua bayinya.


"Kurasa Jiang Shaoning itu benar-benar sakit, tapi dia juga sangat gigih untuk mengejar Wei Sichu"


Lin Huayu sedikit mengagumi rasa malu dari pengejaran Jiang Shaoning.


"Oh...Xio ran aku akan kembali ke kamar ku sekarang, sangat lelah berlatih tari tadi, selamat malam!"


Setelah mengatakan itu Lin Huayu keluar dari kamar Hua Chenran.


"Selamat malam"


Kata Hua Chenran dengan tenang.


Meletakkan ponselnya di samping, Hua Chenran berbaring terlentang dan matanya menatap langit-langit kamar nya. Hua Chenran memikirkan beberapa masalah yang muncul dalam minggu pertama sekolah ini.


Dia sebenarnya hanya ingin tinggal


di bumi dengan tenang, menjadi ibu yang baik bagi kedua putranya dan dapat lulus dari sekolah menengah Luocheng dengan nilai yang baik.


Hua Chenran mencoba untuk menjadi lebih lembut dan dia juga berusaha mengendalikan amarahnya untuk membuat orang tidak mudah tersinggung. Sebenarnya apa yang membuat Yu Qiujie membencinya begitu banyak?. Di Benua Surga Suci, jika ada yang melakukan hal-hal itu padanya, dia pasti akan langsung mengeluarkan pedangnya dan bertarung. Sehingga akhir mereka bisa dibayangkan menjadi sangat tragis.


Karena sekarang dia ada di bumi,


jadi jika ada yang memprovokasi dirinya, dia akan mencoba untuk membalas dendam dengan tidak membunuh orang tersebut dan tidak melanggar hukum.


Apakah mereka pikir dia hanyalah kesemek lembut yang bisa dicubit dengan mudah? walaupun dia berusaha untuk menjadi wanita


yang lembut untuk kedua putranya, tapi jika ada yang menyinggungnya dengan menyentuh garis bawahnya,


dia pasti akan membuat mereka menjadi tidak lebih baik dari pada


mengalami kematian.

__ADS_1


Tidak ada dokter yang bisa mengobati kebisuan Yu Qiujie, juga jika tangannya dioperasi pun bentuknya menjadi seperti semula, urat-urat tangannya sudah putus. Jika pun diperbaiki, uratnya tetap akan putus seperti semula, karena dia sudah menaruh serangga diuratnya.


Jadi Yu Qiujie selamat menikmati  hasil dari memprovokasi seorang iblis.


__ADS_2