
Sementara itu di dalam kamar mayat, setelah keluar dari ruang Xuantian Hua Chenran langsung mengunci pintu kamar mayat, supaya tidak ada yang menganggu pemeriksaan nya.
Kemudian Hua Chenran memeriksa beberapa mayat yang tanggal matinya adalah semalam dan hari ini.
Setelah mengeluarkan hampir lima mayat dari loker, wajah Hua Chenran sedikit jengkel karena sampai saat ini belum ada mayat perempuan.
Beberapa saat kemudian, Hua Chenran berhasil menemukan dua mayat wanita, dan tidak yakin karena dua-duanya itu usianya sama. Lalu dia teringat mayat wanita itu sedang hamil saat dia di bunuh.
Hua Chenran melihat ke salah satu mayat wanita yang perutnya agak cembung, senyum muncul di wajah Hua Chenran, akhirnya ketemu.
Langsung saja Hua Chenran mulai memegang tangan mayat wanita, dan dia langsung tersenyum lebih cerah.
Karena mayat wanita itu adalah tubuh yin murni, sekarang dia yakin wanita ini dibunuh oleh pria itu.
Melihat tangan mayat yang terkepal Hua Chenran heran, bukankah rumah sakit sudah mengurus semua nya, tapi kenapa tangan ini tidak di luruskan.
Lalu Hua Chenran mencoba untuk meluruskan tangan kanan nya yang terkepal tanpa usaha apapun.
Jika para perawat yang mengurus para mayat ini, mereka pasti akan sangat berterimakasih. Karena sudah berbagai macam cara mencoba untuk membuka tangan yang terkepal itu, tetapi tidak bisa dan sangat tidak mungkin, untuk memotong jari nya hanya karena alasan ini.
Ketika tangan yang terkepal itu terbuka, mata Hua Chenran menjadi dingin dan wajahnya menjadi gelap.
Giginya terkatup dan wajahnya itu sekarang di penuhi dengan amarah.
Karena ada tulisan di tangan gadis itu, yaitu 'Hua Chenran' ini semacam tantangan. Akhirnya ular itu berani untuk keluar dan memperlihatkan dirinya lagi. Terakhir kali di grand Canyon Zhangjiajie dia hampir saja bisa setidaknya, melihat siapa orang yang sudah menghancurkan seluruh hidup nya dan juga keluarga nya.
Mata dingin itu kembali menjadi jernih dan tajam, tidak ada lagi kilatan dingin seolah itu hanya ilusi.
Lalu Hua Chenran kembali tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Kebetulan saat Hua Chenran mulai tertawa, orang itu terbangun dengan linglung. Akhirnya dia berdiri, tanpa sadar sekujur tubuhnya merinding, karena dia kembali ingat bahwa ada hantu di kamar mayat, sekarang dia mendengar suara hantu perempuan yang tertawa begitu menakutkan, sekali lagi orang itu pingsan.
Di dalam kamar mayat Hua Chenran berhenti tertawa, lalu dia segera ingat sesuatu yang penting, melirik ke arah sudut dinding itu adalah kamera CCTV, sial! Untuk Mao, dia sekarang benar-benar melupakan hal yang penting seperti itu.
Segera Hua Chenran masuk dalam ruang Xuantian kembali, lalu saat keluar, dia melihat ada seorang pria yang pingsan di depan kamar mayat.
Hua Chenran hanya melirik sekilas, lalu dia mencari jalan ke arah ruang keamanan rumah sakit.
Sesampainya di sana, Hua Chenran merasa sangat aneh kenapa tidak ada orang satu pun yang menjaga dipintu.
Melihat tidak ada orang sama sekali, Hua Chenran segera keluar dari ruang Xuantian, lalu dia mulai membuka pintu tersebut.
Betapa terkejutnya Hua Chenran begitu melihat wajah tiga orang yang duduk di depan layar keamanan kamera CCTV.
Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan juga Wei Sichu, yang tidak dapat menemukan Hua Chenran, langsung pergi ke ruang keamanan. Tentu saja dengan menggunakan identitas diri mereka bertiga, jika tidak bagaimana mungkin mereka bertiga bisa masuk dengan mudah ke sana.
Mereka bertiga yang sedang duduk dengan tenang, dan menonton apa saja dilakukan oleh Hua Chenran di dalam kamar mayat. Mereka bahkan tidak menyadari Hua Chenran yang sudah berdiri dibelakang mereka.
Mereka bertiga langsung terkejut, Ketika melihat Hua Chenran sedang berdiri di belakang mereka bertiga.
"Ran'er, seharusnya aku yang harus bertanya kepada mu, kenapa pergi kamu pergi ke rumah sakit?"
Tanya Lan Yueshang dengan tenang, tapi dalam hatinya dia merasa senang karena Hua Chenran tidak bertemu dengan pria itu. Dulu Lan Yueshang tidak peduli jika Hua Chenran jalan dengan siapa pun, tapi sekarang itu berbeda dia menyukai Hua Chenran, bahkan sekarang sudah punya anak.
Tentu saja akan merasa cemburu.
Menghadapi pertanyaan dan juga tatapan mata dari tiga orang anak laki-laki yang ada di depannya, dia entah kenapa merasa sedikit bersalah karena tidak memberi tahu mereka.
Tunggu! Ini aneh kapan dia seperti ini? Biasanya jika ada orang yang suka ikut campur dalam urusan nya, pedangnya akan keluar untuk pergi menangani nya. Sepertinya dia harus menjauh dari ketiga anak laki-laki di depannya, emosi seperti ini sangat tidak nyaman dan mengganggu nya.
__ADS_1
Tujuan hidupnya sekarang hanya untuk membalas dendam, membuat geng Blood Shield menjadi nomor 1 di Huaxia, baru setelah itu hidupnya dan juga kedua bayinya bisa hidup aman di bumi. Jadi Hua Chenran segera menjawab dengan santai nya
"Pergi bermain"
Garis-garis hitam memenuhi dahi mereka bertiga, sudut mulut mereka bertiga bergerak-gerak. Selain syok dan terkejut, apalagi ekspresi wajah mereka sekarang.
Gadis-gadis lainnya bermain-main di taman hiburan, ke pantai ataupun tempat rekreasi lain nya. Baru kali ini mereka bertiga tahu bahwa orang juga bisa bermain di kamar mayat.
Hanya Hua Chenran saja seorang gadis yang berusia 14 tahun, berani seperti ini, jika yang lain tidak ada yang menjamin bisa tenang dalam menghadapi mayat. Hua Chenran hari ini mengeluarkan hampir lima belas mayat dalam loker, sebenarnya apa yang di selidiki oleh Hua Chenran?
Mereka tidak bertanya lagi, karena setiap orang punya rahasia sendiri.
Melihat mereka bertiga tidak lagi bertanya tentang urusan nya, Hua Chenran cukup puas.
"Karena kalian sudah tahu, siapa yang bisa mengedit rekaman CCTV tadi?"
Karena mereka sudah melihat dia memeriksa kamar mayat, jadi nya Hua Chenran tidak akan bertindak bersembunyi dari mereka.
"Tunggu saja tidak akan lama, ini adalah hal yang mudah" jawab Wei Sichu dengan senyum di wajahnya.
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng menatap tajam ke arah Wei Sichu, dasar tukang cari perhatian!
"Ran'er yang kamu katakan terakhir kali benarkan?" Tanya Leng Yuesheng dengan sedikit hati-hati.
Lan Yueshang juga melihat ekspresi wajah Hua Chenran dan menunggu jawaban nya.
Mendengar pertanyaan ini dari si cabul Leng Yuesheng, Hua Chenran tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, Yi'er dan Yan'er tetaplah anak mereka berdua, jadi tidak mungkin Hua Chenran membiarkan mereka tidak dapat saling bertemu.
"Tentu saja itu benar, aku tidak berbohong. Ini juga baik untuk pertumbuhan mereka berdua"
__ADS_1
Hua Chenran berkata dengan suara yang tenang dan agak pelan. Lagi pula ini adalah hal antara diri nya, Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng.
Leng Yuesheng sangat senang hingga ingin mengatakan sesuatu, tapi dia kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dan hampir saja mengatakan tentang formasi Yi'er dan Yan'er. Dia baru ingat bahwa ada si pencari perhatian di sini.