Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 67. Kasus Pembunuhan Berantai (2)


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang diterangi oleh cahaya lampu. Di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah tempat tidur. Di tempat tidur itu, terbaring seorang gadis muda dengan wajah yang pucat, terdapat banyak luka sayatan di wajah dan tubuhnya. Yang paling mencolok adalah, gambar setangkai bunga mawar merah di lengan kanannya. Jika diperhatikan lebih teliti gambar setangkai bunga mawar merah terlihat seperti dijahit rapi dengan benang.


Ya, gadis pucat itu adalah mayat Jiang Shaoning.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara beberapa langkah kaki menuju ruangan tempat mayat Jiang Shaoning.


Pintu ruangan perlahan terbuka, dari pintu masuklah dua orang pria yang tampak berusia sekitar 26 dan 35 tahun.


Mereka berdua terus berjalan ke arah mayat Jiang Shaoning berada. Setelah melihat sebentar, mereka berdua lalu berjalan ke sisi timur ruangan dan kemudian memakai masker dan juga sarung tangan. Setelah itu mereka berdua mengambil beberapa  peralatan, dan berjalan kembali ke tempat mayat Jiang Shaoning ditempatkan.


Proses otopsi mayat Jiang Shaoning dimulai, mereka berdua melakukan tindakan mereka tidak cepat atau lambat, bahkan bisa dibilang teliti.


Setelah hampir satu jam kemudian, mereka berdua menghentikan proses otopsi mayat Jiang Shaoning.


Sentuhan emosi rumit terlihat di mata kedua orang ini, keheranan, tidak percaya! dan tercengang.


Dokter Qin akhirnya tidak tahan untuk tidak mengutuk


"Sial! Penjahat tercela! Bagaimana mungkin tidak ada satupun sidik jari orang lain di tubuh mayat putri keluarga Jiang, tapi hanya ada sidik jari Jiang Shaoning sendiri, apakah perlu bagi Jiang Shaoning untuk membunuh dirinya sendiri, dengan menyayat seluruh wajah dan tubuhnya"


"Iya, ini sangat aneh, tidak mungkin untuk tidak meninggalkan satu pun sidik jari saat pemerkosaan dan pembunuhan terjadi? Apalagi sulaman benang di lengan kanannya ini bukankah akan setidaknya tertinggal satu sidik jari didekatnya?" Tambah Dokter Li dengan wajah heran dan tidak percaya sama sekali.


Namun, walaupun mereka tidak mau percaya pada hal ini, tapi ini adalah kenyataannya. Mereka berdua sudah mengecek berulang kali, tentang hasil otopsi yang sangat absurd dan aneh ini.


Betapapun frustasinya mereka berdua memikirkannya, mereka berdua tidak bisa mendapatkan jawabannya.


Dalam keputusasaan, Dokter Li dan dokter Qin hanya bisa menyerah untuk memikirkan, tentang bagaimana bisa pelaku mampu, untuk menghapus semua sidik jarinya dari tubuh korban dan hanya meninggalkan sidik jari Jiang Shaoning sendiri di tubuhnya.


Kemudian mereka berdua keluar dari ruang otopsi, dan segera menyusun laporan untuk segera diberitahukan kepada Kepala Huang.


Mereka berdua berjalan keluar dari ruang otopsi, lalu saat mereka akan masuk ke dalam ruang untuk menulis laporan, mereka berdua melihat dua orang polisi berjalan ke arah mereka.


"Kepala Huang sungguh kebetulan"


Kata dokter Qin menyapa sambil tersenyum sopan.


"Oh..ini dokter Qin, benar-bernar kebetulan" kepala membalas sapaan dengan senyum di wajahnya.


"Kepala Huang, bagaimana jika kita masuk ke dalam dulu, untuk membicarakan masalah ini"


Saran dokter Li.


"Kalau begitu mari kita bicarakan di dalam" kata dokter Qin sambil membuka pintunya.


"Baiklah, dokter Qin dan dokter Li sopan" kata kepala Huang.


Melihat pintu yang sudah terbuka, keempat orang itu segera masuk ke dalam ruangan.


setelah itu mereka berempat duduk saling berhadapan satu sama lainnya.


Mata dokter Qin menatap ke arah kepala Huang dengan serius

__ADS_1


"Kepala Huang untuk hasil otopsi pada tubuh korban, kami berdua hanya bisa meminta maaf"


Ketika Dokter Qin mengatakan hasil seperti ini, kepala Huang langsung merasakan perasaan tidak enak.


"Kenapa meminta maaf?"


"Kami berdua tadi tidak berhasil untuk menemukan bukti apapun, yang dapat menemukan pelaku pembunuhan ini"


Tambah dokter Li berusaha untuk menjelaskan.


"Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin tidak ditemukan bukti apapun pada tubuh korban?"


Tanya kepala Huang berturut-turut dan dia jadi bingung.


"Kami baru saja selesai melakukan otopsi tadi pada tubuh korban, tapi hasilnya nihil! Juga hasil ini sangat mengejutkan kami berdua. Karena tidak ada satupun sidik jari yang ditemukan di seluruh tubuh korban"


Kata dokter Li menjelaskan kepada Kepala Huang.


"Padahal tadi kami kira kasus ini akan segera terpecahkan, apabila ada beberapa petunjuk sidik jari pelaku yang ada di tubuh korban" kata polisi muda sambil menghela nafas ringan.


"Ternyata kasus ini malah menjadi semakin rumit"


Tambah kepala Huang sambil mengernyitkan dahinya.


"Ada petunjuk lain, yaitu gadis kecil Jiang Shaoning itu, dia diperkosa oleh si pembunuh dulu sebelum dibunuh"


Kata dokter Qin.


Kata Kepala Huang sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian mereka terus berempat terus berbicara mengenai hasil otopsi yang menurut mereka berdua aneh dari mayatnya Jiang Shaoning.


Taman Sekolah,


"Karena diinterogasi oleh polisi tadi, aku masih sedikit merasa takut dan jantungku masih berdetak kencang karena ketakutan" kata Yun Xi sambil mengelus dadanya, untuk berusaha menenangkan jantungnya.


"Ini agak keterlaluan untuk interogasi bagi murid yang tidak tahu apa-apa, mereka masih bertanya dengan semua pertanyaan yang rumit. Bukankah kita tidak dekat dengan Jiang Shaoning? Kenapa kita harus diinterogasi seperti penjahat?"


Mu Yaning berkata dengan amarah yang jelas terlihat di wajahnya.


"Apakah kalian menghitung jumlah pertanyaan yang diajukan oleh polisi tadi?" Tanya Lin Huayu penasaran.


"Aku 15 pertanyaan"


Jawab Yun Xi


"Aku 20 lebih, ini tidak adil"


Jawab Lin Huayu dengan sedikit keluhan di wajahnya.


"Aku sama dengan Yun Xi"

__ADS_1


Jawab Yan Jina dengan sedikit senyum di wajahnya, dia melanjutkan


"Tampaknya Yun Xi, kita berdua punya keberuntungan senasib"


"Aku juga hanya 15 pertanyaan"


Jawab Mu Yaning dengan sedikit senyum di wajahnya.


"Hai....ini benar-benar tidak adil! Seharusnya aku protes saja dan tidak menjawab pertanyaan polisi itu"


Kata Lin Huayu dengan kesal.


"Jika kamu tidak menjawab, bukankah sama saja untuk membuat polisi curiga dengan mu? Lalu kamu pasti akan dicurigai untuk menjadi tersangka utama"


Kata Mu Yaning dengan serius.


"Oh... tampaknya aku tidak berpikir sejauh itu" kata Lin Huayu sambil menjulurkan lidahnya agak malu.


"Juga jika aku jadi Chenran, aku pasti sudah pindah untuk duduk di kursi lainnya. Aku tidak tahan duduk di depan meja orang yang meninggal secara tidak wajar karena dibunuh"


Kata Yun Xi dengan badannya yang sedikit gemetar karena takut.


"Banyak yang mengatakan mereka melihat hantunya Jiang Shaoning muncul di rekaman CCTV, hanya supaya orang bisa menemukan mayatnya di toilet"


Kata Yan Jina dengan tubuhnya yang jelas merasa merinding.


"Kalian sudah menonton video itu?"


Tanya Lin Huayu kepada mereka.


"Aku tidak ingin menontonnya, jika aku diteror nanti, bagaimana?"


Kata Yun Xi dengan keras.


"Sama aku juga belum, bagaimana jika kita menonton berempat, jadi tidak terlalu menakutkan"


Kata Mu Yaning memberi saran.


"Bagus"


Kata Lin Huayu, Yan Jina dan Yun Xi secara bersamaan.


Mu Yaning mengambil ponselnya dan mulai mencari video rekaman CCTV.


Video itu hanya berdurasi 32 detik, jadi Mu Yaning memutar video dengan tangan yang agak gemetar.


Di video CCTV, pertama hanya terlihat pintu masuk ke toilet masih tertutup, beberapa detik kemudian seperti ada bayangan putih melintas dan pintu toilet terbuka dan tertutup dengan sendirinya. Beberapa detik kemudian bayangan putih melintas sekali lagi, pintu itu terbuka dan tertutup lagi dengan sendirinya.


Wajah mereka berempat menjadi pucat setelah melihat video CCTV.


mereka takut jika hantu Jiang Shaoning juga akan ikut menghantui di dalam kelas nantinya.

__ADS_1


__ADS_2