Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 125. Pedang Yaotian


__ADS_3

Mereka berempat hanya bisa untuk menghindari, sulur sialan ini juga sangat sulit untuk dihindari. Jika begini terus energi spiritual mereka akan terkuras habis, hanya untuk menghindari serangan 'AnYan' saja.


Sambil terus menghindari, dia juga berpikir cara menyerang inti dari makhluk 'AnYan' ini. Tetapi pikiran itu terganggu dengan suara keras, suara keras itu berasal dari tubuhnya Wei Sichu yang terlempar ke dinding.


Melihat Wei Sichu yang terlempar ke dinding, Hua Chenran segera berteriak keras dan merasa khawatir


"Sichu..!!"


Wei Sichu berusaha keras untuk dapat memotong sulur itu, tapi ternyata sulur itu benar-benar adalah asap, jadi bagaimana bisa memotong kumpulan asap? dengan pisau lipat yang ada di tangan nya. Karena terlalu terfokus pada sulur yang ada di depan nya, dia tidak melihat sulur yang ada di belakang nya. Akibatnya dia dililit oleh sulur asap, kemudian dia di banting ke dinding.


Wei Sichu hanya merasa dadanya terasa sangat sesak, lalu seteguk darah keluar dari mulutnya dan juga wajahnya saat ini terlihat pucat.


Bau darah Wei Sichu segera tercium oleh 'AnYan', jika mulutnya saat ini sudah terbentuk, pasti akan ada banyak air liurnya yang mengalir di sudut mulut nya sekarang. Karena jelas darah seorang kultivator punya bau yang berbeda di hidung 'AnYan', karena mengandung energi spiritual yang dapat membuat 'AnYan' ini bisa merubah bentuk sempurna nya.


Merasakan mata serakah 'AnYan' saat melihatnya, Wei Sichu merasa ingin muntah dan hatinya merasa sangat jijik. Lalu dia segera perlahan berdiri dan berkata dengan dengan tenang.


"Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil"


Setelah mengatakan itu dia kembali menghapus darah yang mengalir di sudut bibir nya.


Melihat bahwa Wei Sichu baik-baik saja, Hua Chenran lalu melemparkan sebotol pil penyembuhan ke tangan Wei Sichu dari jauh, lalu dia kembali menghindar dari serangan sulur asap hitam 'AnYan' yang hampir saja mengenainya.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang sedang melawan 'AnYan', juga melihat ke arah Wei Sichu yang baru saja terluka, tetapi mata mereka berdua melihat ke arah Wei Sichu penuh dengan tatapan kecemburuan.


Rasanya mereka berdua juga ingin terluka, dengan begitu mereka berdua akan mendapatkan perhatian dari Hua Chenran.


Wei Sichu juga balik menatap ke arah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, dengan senyum provokatif. Setelah memakan pil penyembuhan, tubuh Wei Sichu terasa lebih baik dan ada juga aliran energi spiritual yang mengalir di dantian nya, membuat tenaga di tubuh nya kembali lagi.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng akhirnya marah dan melampiaskan amarah nya, dengan menyerang  'AnYan' secara membabi buta.


Walaupun 'AnYan' ini adalah suku iblis tingkat rendah, iblis ini adalah yang paling sulit untuk di bunuh. Karena tubuh utamanya itu adalah asap, jika dia bahkan bisa melemparkan granat pada 'AnYan', tetap saja yang hancur adalah rumah sakit dan 'AnYan' ini masih akan terus berubah menjadi asap dan selamat.

__ADS_1


Jadi untuk membasmi 'Anyan' ini sepenuhnya, adalah dengan  menghancurkan inti merah, yang merupakan inti dari hidup 'AnYan'.


Jika terus menunda-nunda, inti merah dari 'AnYan' semakin lama akan semakin tertutup, dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sama sekali. Maka akan lebih sulit untuk memusnahkan 'AnYan'.


Hanya satu cara yang tersisa untuk dapat mengalahkan dan membasmi 'Anyan' ini sepenuhnya, dengan cara menggunakan pedang yang selalu di impikan oleh setiap kultivator di benua Surga Suci, pedang Yaotian.


Tetapi kejahatan yang ada di pedang Yaotian ini, hanya bisa di kendalikan jika pada tingkat kekuatan tahap ini, yaitu pada tahap YuanYing. Untuk menggunakan pedang ini dibutuhkan energi spiritual yang sangat besar, tidak dapat mengendalikan setelah menggunakan pedang Yaotian hanya memiliki dua akhir, yaitu mati atau pun menjadi seorang pemborosan, yang tidak bisa berlatih keabadian lagi seumur hidupnya.


Bahaya dan harapan ini saling berdampingan, tapi dia bukanlah orang yang suci apalagi perawan maria. Apakah mungkin dia harus mengorbankan masa depan dan kehidupan nya sendiri? untuk dapat menyelamatkan seluruh kehidupan yang ada kota A.


Hua Chenran mengalami dilema dalam hatinya sekarang, hanya ini satu-satunya cara sekarang yang bisa dilakukan untuk memusnahkan 'AnYan'ini sepenuhnya. Apa yang harus dilakukan sekarang? Keluarkan pedang atau.....


Kemudian Hua Chenran teringat dengan kedua bayinya, Lin Huayu, seluruh orang di rumah Sun dan juga semua teman-teman nya di sekolah menengah Luocheng. Juga sekarang jika dia tidak mengeluarkan pedang Yaotian, hidupnya dan ketiga orang yang sedang bertarung bersama dengan nya sekarang, juga tidak bisa di jamin sama sekali.


"Ran'er kami bertiga akan mencoba mengalihkan perhatian 'AnYan', jadi cobalah untuk menyerang inti merah 'AnYan', saat ini kita tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi"


Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin, tetapi nada suara itu dipenuhi dengan kecemasan. Dia tidak sengaja melihat wajah Hua Chenran, yang terlihat seperti sudah mempunyai rencana untuk dapat memusnahkan 'AnYan' sepenuh nya.


Tanya Hua Chenran dengan suara yang tenang, seperti nya Hua Chenran sudah membuat keputusan.


"Dengan kondisi kami bertiga sekarang, mungkin kami hanya bisa mengalihkan perhatian 'AnYan' itu sekitar lima belas menit saja"


Jawab Leng Yuesheng sambil saling mengangguk satu sama lainnya.


"Yuesheng ini bukan hanya mungkin, tapi sebuah kepastian! Jadi jika itu pasti berapa lama?"


Tanya Hua Chenran sekali lagi, karena ini sangat penting, apalagi sekarang nanti yang akan dia gunakan adalah pedang Yaotian.


Wei Sichu melihat ke arah Leng Yuesheng, lalu dia mengangguk


"Sepuluh menit, ini pasti!"

__ADS_1


"Baiklah! Sepuluh menit ini cukup, Aku punya cara untuk memusnahkan 'AnYan' ini, yang akan kalian lakukan cukup hanya untuk bisa mengalihkan perhatian 'AnYan' ini selama sepuluh menit, selama kalian bertiga sedang mengalihkan perhatian, jangan sampai melihat ke belakang, Ok!"


Kata Hua Chenran dengan suara yang dipenuhi keseriusan dan tajam.


Sepertinya hanya cara ini yang bisa dia lakukan, untuk menyelamatkan seluruh kota A. Sial! Ya ampun, kapan dia menjadi orang yang baik?


"Baiklah!"


Jawab mereka bertiga secara bersamaan, kenapa tidak bisa melihat ke belakang? Mereka bertiga merasa aneh, tapi dalam situasi seperti ini lebih baik berpikir bagaimana cara untuk mengalihkan perhatian iblis 'AnYan'.


Kemudian mereka bertiga maju sambil mengembunkan energi di telapak tangan mereka, lalu mereka langsung menembak ke arah 'AnYan', dengan energi yang ada di telapak tangan ketiganya, target mereka ada pada mata dan juga inti merah. Tapi hanya mata kanannya yang rusak, hanya beberapa saat kemudian mata itu kembali terbentuk seperti semula.


Mereka terkejut dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang, jadi tidak ada yang dapat merusaknya lagi jika tubuhnya terbentuk. Jika pun itu rusak hanya beberapa saat kemudian kembali seperti semula.


Mereka bertiga menjadi sangat penasaran, dengan apa yang akan di lakukan oleh Hua Chenran untuk menghancurkan inti merah 'AnYan'.


Sementara itu di sisi Hua Chenran, melihat Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu sudah mulai bergerak, Hua Chenran kemudian masuk ke dalam ruang Xuantian. Inilah kenapa Hua Chenran mengatakan untuk tidak melihat ke belakang, karena dia tidak ingin ruang Xuantian ini di ketahui oleh mereka bertiga. Di dunia ini yang bisa dipercaya hanya dirinya sendiri dan kedua bayinya saja.


Begitu dia masuk ke dalam ruang Xuantian, dia lalu berjalan ke arah ruang fantasi dan terdapat 3 pintu, dengan 3 warna yang berbeda.


Hua Chenran kemudian memilih warna merah darah, lalu dia mulai memutar kenop pintu nya. Begitu pintu terbuka, qi jahat yang tebal memenuhi seluruh ruangan ini dan pedang Yaotian dirantai tepat di tengah-tengah ruangan itu dikelilingi oleh kabut berwarna merah darah.


Dia terus berjalan menuju ke arah pedang Yaotian yang tersegel dengan rantai langit suci, tangan kanannya terulur ke bilah pedang yang tajam.


Hua Chenran menggenggam bilah pedang itu, lalu darah kental mengalir dari tangan Hua Chenran.


Darah itu kemudian diserap oleh perang Yaotian, tidak tahu sudah berapa lama tapi pedang Yaotian terus saja menyerap darah nya.


Wajah Hua Chenran semakin lama terlihat semakin pucat, tapi dia tetap tidak memindahkan tangannya dan membiarkan pedang Yaotian terus menyerap darahnya. Semakin tinggi tingkat artefak itu, berarti semakin tinggi pengorbanan yang akan dilakukan. Tidak ada makan siang gratis di dunia ini, semua nya itu membutuhkan harga yang pantas.


Tidak semudah itu untuk dapat mengendalikan kejahatan, yang ada pada pedang iblis legendaris ini.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, akhirnya dia merasa pedang Yaotian tidak lagi menyerap darahnya, lalu dia segera meminum pil penyembuhan dan juga pil penambah darah. Setelah itu wajah Hua Chenran kembali terlihat lebih baik dan tidak lagi pucat seperti sebelum nya.


__ADS_2