
Bel masuk berbunyi
Satu persatu murid mulai masuk ke dalam kelas, Tapi tidak dengan kelas inti karena tidak ada pelajaran setelah jam istirahat.
Murid memang tidak diizinkan ada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung, tapi tidak apa-apa jika ada kegiatan klub.
Mengingat kegiatan klub, Hua Chenran sekarang bingung....
Masuk ke sebuah klub atau tidak.
"Sichu, kamu sekarang sudah masuk ke dalam klub apa?"
Tanya Hua Chenran penasaran.
"Em..aku bergabung dengan klub musik. Memangnya sampai sekarang kamu masih belum memutuskan untuk bergabung dengan klub apapun di sekolah?"
Bakatnya ada di permainan piano, makanya Wei Sichu bergabung dengan klub musik.
"Belum...., Aku masih belum memikirkan untuk bergabung dengan sebuah klub di sekolah. Aku rasa itu sedikit membuang-buang waktu ku"
Hua Chenran mengatakan pendapat nya dengan jujur.
"Setiap murid wajib bergabung dengan klub apapun di sekolah, ini kan penyalur hobi kita! Apanya yang membuang-buang waktu?"
Wei Sichu tidak menyangka alasan kenapa Hua Chenran belum bergabung dengan klub apapun, adalah karena membuang-buang waktu nya.
"Wajib bergabung? Baiklah aku akan memikirkannya sebentar.....
Em... menurut mu klub apa yang cocok untuk ku?"
Tanya lagi Hua Chenran Kepada Wei Sichu di sampingnya.
"Dengan wajahmu itu, aku yakin pasti banyak klub yang akan mengajak mu untuk bergabung"
Jawab Wei Sichu sambil mengelus dagunya yang mulus.
"Jawaban mu tidak bermutu! Tidak berhubungan dengan pertanyaan ku sama sekali..."
Hua Chenran merasa makin pusing dengan jawaban Wei Sichu.
"Baiklah... kali ini aku serius, bagaimana dengan klub drama?
Apa kamu punya bakat akting?"
Wei Sichu merasa klub drama sangat cocok untuk Hua Chenran.
"Aku sudah memutuskan"
Kata Hua Chenran sambil berdiri dengan tangan kanannya mengepal dan terangkat ke depan.
"Apa yang ku katakan! Klub drama memang sangat cocok untuk mu"
Wei Sichu berkata dengan nada penuh semangat.
"Iya...aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan klub seni beladiri, karate" kata Hua Chenran dengan penuh semangat dan antusias.
"Nani..., Tunggu!!! Klub seni beladiri karate? Jadi untuk apa kamu bertanya kepada ku tentang klub apa yang cocok untuk mu?"
Wei Sichu hanya bisa menangis tanpa air mata, setelah mendengar keputusan Hua Chenran.
"Hanya bertanya saja...apa?"
Jawab Hua Chenran dengan wajah acuh tak acuh.
"Aku tidak yakin dengan pilihan mu!"
Wei Sichu agak skeptis dengan klub pilihan Hua Chenran. Lihatlah wajahnya yang imut dan badannya yang mungil, sangat tidak cocok dengan gambaran seni beladiri.
"Tidak yakin? Kenapa wajahmu terlihat sangat skeptis ketika melihat ke arah ku? Aku sebenarnya lebih kuat daripada yang kamu kira!"
Kata Hua Chenran dengan senyum dingin di wajahnya.
"Apapun yang kamu katakan, tetap saja aku masih sangat skeptis jika kamu bisa mengalahkan beberapa orang di klub seni beladiri karate"
Wei Sichu tetap menjawab dengan keyakinan berdasarkan logikanya.
"Kalau begitu sekarang ikut aku ke klub seni beladiri karate, aku akan menunjukkan padamu"
Kata Hua Chenran dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Tidak ingin menghancurkan kepercayaan diri Hua Chenran, jadi Wei Sichu memilih untuk mengikuti Hua Chenran ke klub seni beladiri.
"Ok... baiklah aku ikut"
Melihat persetujuan dari Wei Sichu, dia segera menarik tangan Wei Sichu sambil berjalan dengan cepat ke arah klub seni beladiri.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di depan pintu klub seni beladiri. Lalu Hua Chenran melepaskan tangan Wei Sichu dan mengetuk pintunya.
"Masuk"
Suara perempuan yang jernih terdengar di telinga mereka berdua.
Hua Chenran membuka pintunya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih menarik tangan Wei Sichu ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan ada seorang gadis yang mungil sedang duduk di meja pendaftaran klub seni beladiri.
"Selamat siang kak, saya ingin bergabung dengan klub seni beladiri"
Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.
Melihat ukuran badan Hua Chenran yang mungil, Lu Ran'er tidak ingin meremehkannya. Karena dia sendiri berbadan mungil, tapi dia sendiri dapat mengalahkan beberapa teman laki-lakinya.
"Tolong isi formulir ini dulu"
Jawab Lu Ran'er dengan ramah, lalu dia melihat ke arah Wei Sichu yang di belakang Hua Chenran dan bertanya
"Adik junior yang dibelakang...?"
"Tidak! Kakak senior saya hanya menemaninya untuk bergabung dengan klub seni beladiri. Saya sendiri sekarang sudah bergabung dengan klub musik"
Jawab Wei Sichu dengan cepat.
"Oh... bekerja keras, tahun ini banyak diadakan lomba di bidang musik"
Kata Lu Ran'er dengan ramah sambil menyemangati.
"Pasti! Terimakasih kakak senior"
Kata Wei Sichu sambil tersenyum.
Sementara itu Hua Chenran sudah selesai mengisi formulir pendaftaran untuk bergabung dengan klub seni beladiri, kemudian dia menyerahkan kertas formulir itu ke Lu Ran'er.
Lu Ran'er mengambil formulir pendaftaran dari tangan Hua Chenran
Kemudian membacanya dengan cermat dan Lu Ran'er agak terkejut dengan pilihan Hua Chenran yang memilih karate sama sepertinya.
"Karate? Pilihan bagus!"
Kata Lu Ran'er sambil tersenyum dan memberikan jempol ke Hua Chenran.
"Datang 3 hari kemudian untuk seleksi penerimaan, karena kami memilih yang benar-benar berniat"
"Baik kakak Lu"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
Hua Chenran tidak tahu harus memanggil apa, melihat nametag yang ada didepannya Lu Ran'er, jadi dia memanggil kakak Lu.
"Permisi kakak Lu"
Kata Hua Chenran dan Wei Sichu dengan sopan, melihat Lu Ran'er mengangguk lalu mereka berdua berjalan keluar ruangan.
Setelah keluar dari ruang klub seni beladiri, mereka berdua berjalan ke arah taman sekolah.
"Akhirnya masalah bergabung dengan klub teratasi" kata Hua Chenran sambil tersenyum dan menghela nafas lega. Lalu dia berjalan ke depan dengan langkah kaki yang lambat.
"Bukannya akhirnya teratasi, tapi kamu sendiri yang tidak ingin bergabung dengan klub karena membuang-buang waktu"
Jawab Wei Sichu di sampingnya dengan ejekan dalam kata-katanya.
"Ya..ya.."
Jawab Hua Chenran sambil memutar matanya dengan malas. Kemudian dia melihat bunga dan mulai memetiknya dan membuat sebuah mahkota bunga.
Setelah itu dia memakai mahkota bunga cantik yang sudah dirangkai olehnya sendiri. Hua Chenran membalikkan badannya dan melihat ke arah Wei Sichu di depannya
"Bagaimana....?"
Wei Sichu tidak menjawab, tapi dia mengambil ponselnya lalu memotret Hua Chenran beberapa kali.
__ADS_1
Memeriksa beberapa foto yang sudah diambil oleh ponselnya, Wei Sichu berkomentar sambil tersenyum kecil
"Jelek..., Tidak fotogenik sama sekali"
"Apa? Benarkah? Wei Sichu biarkan aku memeriksanya"
Kata Hua Chenran mendekat.
"Tidak! Ini akan menghancurkan kepercayaan diri mu"
Jawab Wei Sichu dengan wajah yang serius, sambil berlari supaya foto di ponselnya tidak dapat dilihat oleh Hua Chenran.
"Tunggu!! Kenapa kamu lari..?
Wei...Si..Chu.. berikan ponselmu aku ingin melihatnya"
Kata Hua Chenran sambil mengejar Wei Sichu.
Akhirnya mereka berdua berakhir dengan main kejar-kejaran.
Tidak diketahui oleh mereka berdua, ada seorang gadis yang melihat dan memfoto mereka berdua di ponselnya. Ada senyum aneh di wajah gadis itu yang bisa membuat semua orang merinding jika melihatnya.
Melihat beberapa foto Hua Chenran dengan Wei Sichu di ponselnya, gadis tertawa puas. Lalu dia pun segera pergi dengan cepat, takut perbuatan baik nya nanti diketahui oleh mereka berdua.
Di sisi lain taman, Hua Chenran berhasil menyusul Wei Sichu dan dia berkata kepada Wei Sichu
"Berhenti, Wei Sichu!!!"
"Tidak mau, aku tidak bodoh..."
Jawab Wei Sichu sambil melambaikan tanganya dan terus berlari mengitari taman sekolah.
"Baiklah, Wei Sichu ini yang kamu mau" kata Hua Chenran dengan senyum aneh di wajahnya.
Hua Chenran melepaskan sepatunya, lalu dia melemparkannya ke arah Wei Sichu. Sepatu itu kemudian terkena di punggung Wei Sichu.
Wei Sichu pun terjatuh dengan wajahnya menyentuh rumput.
"Chenran... bagaimana kamu bisa begitu kejam kepada orang tampan"
"Aku memang kejam untuk orang yang tampan" jawab Hua Chenran dengan membungkuk di depan Wei Sichu, lalu dia mengambil ponsel itu.
"Kenapa ponselnya yang ditolong? Lihatlah yang tampan di samping mu"
Kata Wei Sichu dengan wajah yang menyedihkan. Dia masih mempertahankan posisinya yang terlungkup di samping Hua Chenran.
"Bangun sendiri! Masa cowok lemah"
Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak dan matanya masih sibuk mencari fotonya yang tadi di ponsel Wei Sichu.
"Kapan aku mengatakan bahwa aku lemah!!" Balas Wei Sichu dengan marah, kemudian dia langsung berdiri dan duduk di samping Hua Chenran dengan tenang. Lalu dia pun mulai mengeluh kepada Hua Chenran
"Kamu sangat kejam, lihatlah punggung ku masih sangat sakit"
"Makan ini"
Kata Hua Chenran dengan tenang, sambil memperlihatkan permen yang ada di tangan kanannya.
Tapi jangan salah ini bukan permen biasa,
yang ada di tangan kanannya adalah pil penyembuhan tingkat 2.
Tidak menunggu Wei Sichu setuju atau tidak, Hua Chenran langsung memasukkan pil penyembuhan itu ke dalam mulut Wei Sichu.
Wei Sichu pun kaget, jadi pil penyembuhan tingkat 2 berhasil tertelan oleh Wei Sichu. Lalu dia hanya merasa manis di kerongkongan, setelah itu rasa sakit di punggungnya menghilang dalam sekejap, benar-benar ajaib.
Wajah Wei Sichu menjadi bodoh dan terpana saat bersamaan, ada permen ajaib di dunia ini.
"Sichu!!! Kamu membohongi ku, lihat foto-foto ini sama sekali tidak jelek"
Kata Hua Chenran dengan marah.
"Oh.." Wei Sichu tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara marah Hua Chenran.
"Ok..ini semua salahku, semua fotomu sangat cantik dan fotogenik"
Kata Wei Sichu sambil melambaikan tangannya bertanda menyerah.
"Bagus, kamu tahu huh..."
__ADS_1
Kata Hua Chenran sambil mendengus.