
Leng Yuesheng sedang duduk di sofa ruang tamu, sambil bermain game di ponselnya. Juga ada senyum cerah di wajahnya yang tidak hilang.
Kemudian dia meletakkan ponsel nya di samping, bersandar di sofa, terus memejamkan matanya.
Memikirkan pertama kali dia bertemu dengan harimau betina nya, Leng Yuesheng sedikit ketakutan. Jika tendangan nya lebih keras malam itu, bukankah kesempatan untuk masa depan nya akan sangat suram?
Selain itu Leng Yuesheng memikirkan ketika dia menemukan bahwa dia ternyata jatuh cinta pada Ran'er, dan pada saat dia mengetahui bahwa mereka adalah saudara tiri, betapa hancur hatinya. Serangkaian kejadian tidak terduga, membawanya kepada kebenaran yang sangat tidak terduga.
Kedua bayi kembar adalah anaknya dengan si biru, tentu saja dia sangat terkejut! Berapa umurnya? Dia sudah memiliki bayi berumur empat bulan.
Leng Yuesheng nya baru berumur 15 tahun, Ok? Apa yang harus dilakukan? Tetapi laporan DNA itu menunjukkan bahwa Hua Chenran adalah ibu dari kedua bayi, maka kedua bayi adalah anaknya dengan Hua Chenran dan juga si biru. Betapa gembiranya dan bersemangat di dalam hatinya, jika Yi'er bukan anak dari Ran'er, jujur dia sangat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa?
Karena terlalu gembira, Leng Yuesheng dan Lan Yueshang hampir lupa untuk berpikir. Bagaimana cara nya kedua bayi itu kembar, tetapi dengan ayah yang berbeda? Ketika memikirkan ini, dia seperti melihat dunia baru. Secara bersamaan dia menemukan bahwa, penerimaan nya terhadap hal-hal seperti ini semakin meningkat. Apakah karena ini adalah putranya?
Akhirnya pada saat itu Ji Lang memberitahu nya tentang rahasia yang lain, ternyata itu karena balas dendam mereka berdua satu sama lain, pada malam itu Hua Chenran yang sudah dijebak, bertemu dengan mereka berdua yang sudah minum anggur bercampur afrosidiak dan terjadilah tragedi malam itu.
Dulu dia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa Hua Chenran membencinya? Sekarang dia sudah tahu alasan nya. Dalam beberapa hari ini dia dan Hua Chenran sudah tidak terlalu terasing, walaupun juga tidak seperti teman. Setidaknya Hua Chenran tidak memperlakukan dia seperti orang asing, dia akan terus berusaha membuat Hua Chenran memaafkan dirinya, setelah itu dia dan Hua Chenran akan menikah.
Senyum konyol dan matanya melihat ke langit-langit dengan linglung, dan Lan Yueshang yang baru saja selesai mandi melihat senyum konyol dan tampilan linglung Leng Yuesheng, hanya mencibir, karena dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Leng Yuesheng sekarang.
"Ini sudah hampir jam sebelas malam, pergi bersama atau tidak?"
Tanya Lan Yueshang kepada Leng Yuesheng. Sebenarnya dia juga tidak mau untuk pergi dengan Leng Yuesheng, tapi risiko pergi berdua lebih rendah dari pada pergi sendiri.
Leng Yuesheng tersadar dari lamunan nya, Setelah mendengar pertanyaan dari Lan Yueshang. Lalu dia melihat ke arah Lan Yueshang dan dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, ayo!"
Kata Lan Yueshang dengan suara yang penuh semangat, karena dia sekarang sangat senang untuk bisa melihat putranya dan tentu saja dia ingin bertemu dengan Hua Chenran.
__ADS_1
Leng Yuesheng mengambil ponselnya, setelah itu dia berjalan mengikuti Lan Yueshang, menuju ke arah Rumah Sun. Dia berharap setidaknya dia bisa mengobrol dengan Hua Chenran.
Semakin dekat ke rumah Sun, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng merasa jantung mereka berdua berdetak kencang, padahal baru satu hari tapi mereka berdua sudah merindukan Hua Chenran.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah berada di balkon kamar Hua Chenran, lalu mereka bergegas masuk ke dalam untuk melihat Yi'er dan Yan'er, karena mereka berdua tahu bahwa Hua Chenran sedang tidak ada di kamar malam ini.
Walaupun mereka berjalan dengan cepat, tapi tidak ada suara yang bisa terdengar karena mereka berdua memakai energi spiritual dan juga teknik penyembunyian nafas.
Setelah itu mereka berdua melihat ke arah box bayi, mereka berdua melihat dua bayi sedang tertidur dengan manis dan sangat nyenyak. Senyum lembut muncul di wajah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.
Mereka berdua hanya menyentuh pipi Yi'er dan Yan'er, gerakan nya lembut karena takut membuat kedua bayi itu bangun matinya.
Setelah mereka berdua duduk di sofa, seperti sedang menunggu seseorang.
Mereka berdua terus melihat ke arah balkon kamar.
Yang mereka tidak tahu adalah, Yi'er dan Yan'er sudah terjaga. Mereka berdua saling melirik seolah-olah sedang berbicara satu sama lain.
Kata Hua Junyan sekali lagi untuk mengkonfirmasi.
"Lalu mata biru mu itu bukankah juga sama?" Kata Hua Junyi lagi.
"He..he...Benar juga"
Kata Hua Junyan dengan agak malu.
Melihat ini Hua Junyi hanya bisa mendengus dingin dan tidak terlalu peduli dengan Hua Junyan yang terus saja mengoceh.
"Saudara Yi, karena kita berdua kembar, apakah kedua ayah itu juga kembar seperti kita berdua?"
__ADS_1
Tanya Hua Junyan dengan sangat penasaran.
"Aku juga tidak yakin"
Kata Hua Junyi dengan ragu-ragu, karena dia juga tidak tahu. Dia menjawab seperti ini karena dia tidak ingin citra kakak tertua nya runtuh.
Lalu Hua Chenran berkata lagi
"Hei...itu mungkin saja, ya kan"
"Ini berarti kakek kita juga kembarnya sama seperti kita, wah.... sepertinya banyak yang kembar"
Kata Hua Junyan dengan kagum.
Sementara itu di sisi lain, Hua Chenran baru saja sampai di depan lorong rumah Sun, kemudian dia turun dari mobil dan mengatakan beberapa patah kata lagi dengan Qiang Xie. Setelah itu dia bergerak seperti bayangan menuju ke arah rumah Sun.
Begitu Hua Chenran masuk ke dalam kamarnya, dia terkejut dan hampir berteriak keras, karena dia melihat ada dua orang yang duduk di sofa.
Hua Chenran perlahan berjalan mendekat, melihat itu adalah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, dia tidak terkejut sama sekali.
Hua Chenran melihat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng dengan emosi rumit di mata nya. Sebenarnya reaksi pertama Hua Chenran adalah menendang mereka berdua agar segera terbangun, tapi entah kenapa kakinya berhenti bergerak.
Lalu dia berjalan menuju ke arah lemari, dia mengambil dua selimut.
Setelah itu dia menutup Lan Yueshang dan Leng Yuesheng dengan selimut. Hua Chenran menguap dan dia juga mengantuk, dia sudah bekerja dari tadi pagi dan juga banyak menggunakan energi spiritual, tubuhnya juga sedikit lelah.
Masuk ke dalam kamar mandi, Hua Chenran menikmati mandi bunga.
Setelah seluruh tub
__ADS_1
uhnya terasa rileks dan lebih segar, dia segera keluar dari bak mandi. Membilas seluruh tubuhnya sekali lagi, lalu Hua Chenran memakai baju piyama nya.
Keluar dari kamar mandi, Hua Chenran langsung berbaring di kasurnya dan pergi ke alam mimpi.