
"Yah... terserah kamu!"
Kata Hua Chenran dengan ringan, lalu dia mulai menarik tangannya dari genggaman tangan Leng Yuesheng.
Tetapi bagaimana Leng Yuesheng bisa membuat Hua Chenran berhasil, jadi Leng Yuesheng mulai memeluk tubuh Hua Chenran menjadi lebih erat lagi.
"Hanya sebentar lagi saja"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dalam dan terdengar agak bodoh di telinga Hua Chenran.
Hua Chenran ingin keluar dari pelukan Leng Yuesheng, tetapi setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Leng Yuesheng, apakah itu bisa di percaya? Hanya sebentar? Dia sama sekali tidak yakin! Tapi karena Hua Chenran tidak bisa melawan, ya sudahlah.... hanya sebentar saja.
Dari kejauhan, Lan Yueshang melihat semua interaksi dan kata-kata yang di ucapkan oleh Leng Yuesheng dan juga Hua Chenran. Melihat mereka berdua tampak terlihat rukun, Lan Yueshang merasa iri dan tentu saja cemburu.
Lihat itu adalah saudara dan saudari tirinya yang penuh kasih berpelukan bersama, sial! Hatinya terasa sangat rumit sekarang. Dia sangat membenci orang ketiga, bahkan anak nya dia lebih membenci nya lagi.
Sekarang Lan Yueshang tidak tahu harus bagaimana untuk menghadapi Hua Chenran, dia mencintai nya juga membenci nya. Ini terasa sangat rumit dan kontradiktif bagi nya, tidak tahu yang mana harus dia pilih dan akhir nya tetap saja tidak bisa untuk bersama hingga rambut memutih.
Kemudian begitu Lan Yueshang mendengar perkataan Leng Yuesheng, bahwa dia tidak akan menyerah pada Hua Chenran. Lan Yueshang seperti tercerahkan, ya... Pasti masih ada harapan yang tersisa untuk bersama.
Lan Yueshang memikirkan sebuah ide dalam kepala nya, kemudian senyum cerah muncul di wajahnya. Walaupun rencana ini juga memerlukan mereka berdua untuk bekerjasama, hasilnya mungkin sepadan dengan yang dia inginkan. Pasti masih ada harapan!.
Kringgg......
(Suara bel masuk berbunyi)
Suara bel masuk terdengar begitu keras, tetapi sampai bunyi bel masuk berakhir, Leng Yuesheng belum juga melepaskan pelukan nya.
"Sudah 6 menit"
Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin, ini sama saja memberitahu Leng Yuesheng bahwa sudah 6 menit, jadi sudah cukup lama, bukan?
"Sebentar lagi, nyaman seperti ini"
Kata Leng Yuesheng sambil terus mengeratkan pelukan nya. Jantung nya berdegup kencang dan seperti nya pipinya terasa panas.
Lihat dan dengar, tadi Leng Yuesheng berkata hanya sebentar saja. Dan ini juga sebentar lagi, jika Hua Chenran percaya perkataan Leng Yuesheng lagi, maka tentu saja dia lebih percaya babi betina itu bisa memanjat pohon. Apalagi ketika Hua Chenran mendengar kata-kata nya, yaitu nyaman seperti ini! Dia sangat marah sekarang!
"Kamu Cabul! Nyaman nenek mu!"
Kata Hua Chenran dengan marah, lalu dia segera mencubit pinggang Leng Yuesheng dengan keras.
__ADS_1
Leng Yuesheng merasakan sakit di pinggang nya dan lalu melepaskan Hua Chenran dari pelukan nya. Jadi Leng Yuesheng tersenyum jahat danĀ "Ah....ah... Ran'er..itu sakit..."
Suara Leng Yuesheng agak keras dan terdengar ambigu, untungnya tidak ada orang lagi di sekitar taman. Lalu Hua Chenran segera menutup mulut Leng Yuesheng dan memelototinya dengan penuh amarah "Diam!!"
Kemudian Leng Yuesheng segera mengangkat kedua tangan nya, sebagai tanda menyerah dan setuju.
Melihat ini Hua Chenran menarik tangannya dari mulut Leng Yuesheng.
Suara perut Leng Yuesheng terdengar lagi, pipinya segera memerah lagi karena malu dan segera berkata
"Kamu masih punya sandwich lagi?"
Sepertinya masih ada sisa dua, jadi Hua Chenran membuka kotak bekal itu lagi dan mengambil roti sandwich daging ayam, lalu dia berkata
"Ini untuk mu!"
Saat Leng Yuesheng ingin mengambil roti sandwich daging ayam itu, yang dia raih hanyalah angin belaka dan Leng Yuesheng sangat terkejut ketika melihat sudah ada Lan Yueshang di samping kanan nya Hua Chenran, dengan tersenyum hippie dan sambil roti sandwich daging ayam di tangan kirinya.
Lan Yueshang memeluk pinggang Hua Chenran dan menariknya untuk duduk di pangkuan nya, lalu dia memakan roti sandwich daging ayam itu dan segera berkata dengan emosi
"Aku tidak pernah tahu bahwa memakan sandwich seperti ini ternyata sangat enak"
Hua Chenran sangat marah dan ingin memarahinya dengan sengit, tapi sebelum bahkan dia memarahinya...
"Lan Yueshang!! Apa yang sedang kamu lakukan? Lepaskan Ran'er!"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dingin dan penuh amarah, ini salahnya sendiri untuk tidak waspada terhadap si biru di depannya ini.
"Kenapa? Penggoda, kamu marah? Mengapa aku tidak bisa memeluk?"
Saudari ku sendiri... Untuk kata yang terakhir Lan Yueshang tidak ada suara yang terdengar, dan juga Leng Yuesheng juga tahu apa yang sedang dikatakan oleh Lan Yueshang, dengan bahasa bibir nya.
Pupil coklat itu terlihat menyusut, ya Hua Chenran bukan saudari tirinya seorang diri masih ada Lan Yueshang. Lalu Leng Yuesheng juga ikut duduk di samping Hua Chenran, dan lalu dia memeluk lengan kiri Hua Chenran, sambil menatap tajam Lan Yueshang.
"Sebenarnya apa yang membuat kalian berdua menjadi sangat aneh hari ini?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang tenang, sial! Hua Chenran berusaha menenangkan amarahnya, mungkin jika bertanya baik-baik ini akan cepat selesai. Ada yang terjadi?
"Tidak ada apa-apa!"
"Tidak ada apa-apa!"
Jawab Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng, secara bersamaan dan raut wajah yang terlihat sangat serius. Tapi mereka tidak berani menatap wajah Hua Chenran.
__ADS_1
Wajah Hua Chenran serasa dipenuhi dengan garis-garis hitam, apanya yang tidak apa-apa? Ini pasti ada iblis!
Mata kedua orang ini mengelak dari matanya, ada rasa bersalah dan juga seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Apakah mereka berdua sudah mengingat nya?
Kemudian perhatian mereka bertiga teralihkan, Ketika mendengar suara yang terdengar gemerisik dari balik semak-semak, di belakang tempat mereka bertiga duduk. Mereka bertiga penasaran dan ingin pergi untuk melihat......
Bahkan sebelum mereka bertiga bergerak, mereka melihat ada dua orang yang keluar dari balik pohon besar, di samping semak-semak.
Laki-laki dan perempuan yang baru saja keluar, baju mereka berdua itu terlihat berantakan dan terlihat tanda merah di leher sang perempuan.
Melihat sekilas, bahkan orang bodoh tahu apa yang baru saja terjadi di balik semak-semak itu.
Tentu saja kedua orang itu juga melihat Hua Chenran yang sedang duduk di pangkuan Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng yang ikut memeluk lengan kiri Hua Chenran.
Mereka berdua terpesona dengan pandangan yang aneh di depannya.
Apalagi yang perempuan itu masih berkata dengan penuh emosi
"Kapan aku juga bisa memeluk kanan dan kiri seperti adik kelas ini?"
"Sayang! Kamu mau selingkuh?"
Kata sang laki-laki dengan wajah yang terlihat sangat marah.
"Tidak sayang! Aku mencintaimu, jadi bagaimana mungkin, aku selingkuh!"
Kata sang perempuan dengan nada membujuk untuk menenangkan pacarnya yang marah dan matanya menatap dengan penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu"
Kata sang laki-laki yang percaya dengan kata-kata sang perempuan.
Lalu dia segera berkata lagi, sambil menarik pacarnya.
"Ayo pergi! Sudah terlalu lama keluar, nanti guru nya curiga lagi"
Jika bukan karena mereka berdua terlihat oleh tiga adik junior, dia tidak ingin masuk ke dalam kelas secepat ini, mungkin dia masih bisa pergi ke Kafetaria untuk makan.
Walaupun agak jauh, tetapi mereka bertiga dengan jelas mendengar, dengan apa yang sudah dikatakan oleh senior perempuan itu.
Hua Chenran, Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng saling melirik, dan benar saja sekarang posisi mereka bertiga memang agak ambigu dan terlihat sangat canggung. Wajah mereka bertiga segera memerah dan tangan yang memeluk Hua Chenran juga agak mengendur, jadi dengan cepat Hua Chenran melepaskan diri, mengambil tasnya dan segera berlari dengan cepat, seperti menghindari Leng Yuesheng dan Lan Yueshang.
__ADS_1