
"Ketua!"
Suara dingin dan dipenuhi oleh rasa hormat terdengar dari ujung telepon.
"Qiang Xie dalam dua minggu ini, saya akan pergi ke suatu tempat, jadi tolong urus rencana yang akan kita implementasikan dengan baik, setelah pulang saya akan memeriksa"
Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang, tapi nada suara nya dipenuhi dengan keseriusan.
"Tentu saja, Qiang Xie akan mengurus semua nya, sesuai dengan instruksi yang dikatakan oleh ketua"
Suara dingin Qiang Xie yang dipenuhi dengan keseriusan, terdengar lebih jelas dan serius dari ujung telepon.
"Bagus"
Ucap Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya, lalu dia segera menutup panggilan nya.
Lan Yueshang yang disamping nya, menjadi semakin marah ketika dia mendengar Hua Chenran berbicara dengan seorang laki-laki, dan sangat akrab dengan laki-laki itu, jadi botol cuka yang sudah ditutup kini tidak lagi terbuka, tapi benar-benar pecah.
Udara asam dan tekanan udara yang dingin memenuhi seluruh mobil dan Lan Yueshang bertanya kepada Hua Chenran dengan suara yang dingin
"Siapa laki-laki itu?"
Hua Chenran yang baru saja senang, karena telah menyerahkan tugas kepada Qiang Xie, terganggu oleh pertanyaan dari Lan Yueshang. Jadi Hua Chenran bertanya balik.
"Laki-laki apa?" Dia bingung dan tidak mengerti, mengapa tuan es ini meledak lagi. Ada apa dengan nya?
"Ran'er...!!!"
Teriak Lan Yueshang dengan suara yang dipenuhi dengan kemarahan.
Wajahnya saat ini segelap dasar pot.
__ADS_1
"Apa yang kamu teriakkan! Aku tidak tuli!" Lalu dia mulai menyentuh dahi Lan Yueshang dan berkata dengan nada suara yang tenang "tidak panas"
jadi apa yang membuat Lan Yueshang marah tiba-tiba? Bisa-bisa tiket untuk melihat lelang gratis menghilang! Uh, apa yang harus dilakukan supaya marah es balok ini mereda, Lalu dia menatap Lan Yueshang lagi dengan hati-hati, dia mulai mengerti. Ternyata Lan Yueshang menanyakan tentang suara laki-laki, yang terdengar di ponsel nya, Lalu dia berkata dengan nada acuh tak acuh "Itu hanya temanku"
"Benarkah?"
Lan Yueshang bertanya dengan tidak percaya, karena pria yang bernama Qiang Xie itu terlihat akrab dengan Hua Chenran.
Hua Chenran mengangguk dengan serius, tetapi dalam hatinya dia terus berpikir tentang apa yang membuat Lan Yueshang marah, walaupun dia penasaran, dia tidak akan pernah berinisiatif untuk menanyakan nya.
Melihat anggukan serius dari Hua Chenran, rasa marah menghilang dalam sekejap, tapi rasa cemburu tertentu masih saja tetap ada, karena Qiang Xie itu adalah laki-laki yang lebih tua dari dirinya dan dia juga mendengar perempuan itu suka dengan laki-laki yang lebih dewasa.
Diam-diam Lan Yueshang khawatir.
Hua Chenran memutar matanya dengan malas, begitu melihat balok es yang linglung. Setelah itu Hua Chenran memejamkan matanya, dan tidak ingin melihat versi T-rex dari seorang seperti es batu, merepotkan!
Beberapa saat kemudian, mobil tiba di depan rumah keluarga Leng. Leng Yuesheng yang sudah menunggu di depan pintu gerbang dengan wajah muram, tapi begitu melihat Hua Chenran ada di dalam mobil, Leng Yuesheng tersenyum dan menyapu semua ketidaksenangannya. Lalu dia segera naik ke dalam mobil dan dia berkata sambil tersenyum
"Em....selamat pagi"
Jawab Hua Chenran dengan canggung, karena sekarang dia duduk di tengah-tengah antara Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.
Lama kemudian, mereka bertiga pun sampai di bandara internasional A City, tujuan mereka bertiga sekarang adalah pergi ke ibukota dulu.
Menunggu jadwal pesawat berangkat, mereka bertiga memutuskan untuk makan siang di bandara. Datang ke sebuah restoran, mereka bertiga pun langsung memesan makanan.
Pada saat makan, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng mengambil lauk dan sayuran ke mangkuk Hua Chenran dari waktu ke waktu, Hua Chenran agak kesal tapi dia tidak berdaya, karena mereka berdua terlalu keras kepala. Sekarang dia ada di sebuah restoran yang ramai dan tidak baik untuk berkelahi, jadi Hua Chenran memilih untuk berkompromi.
Tetapi dari kejauhan ada seorang gadis, yang melihat Hua Chenran dengan tatapan iri dan cemburu.
Melihat orang tua yang ada di depan nya, Li Ya'er merasa ingin muntah dan sangat menjijikkan dalam hatinya. Kenapa tuhan tidak adil pada dirinya? Lihatlah gadis kecil itu di rawat dengan baik oleh kedua anak laki-laki cantik dan lihatlah dia yang harus menemani orang tua Bangka setiap harinya dan bahkan bertingkah genit di pangkuan nya setiap saat.
__ADS_1
Muntah...dia merasa ingin muntah!!
"Ya'er sayang, aku punya hadiah untuk mu" kata orang tua itu dengan senyum lembut di wajahnya, lalu dia mengambil sebuah kotak berwarna merah muda dan kemudian berkata
"Sayang lihatlah ini, apakah kamu suka?" Setelah mengatakan itu dia membuka kotak dan terlihat sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
Mata Li Ya'er berbinar saat melihat cincin berlian sebesar ini, berapa banyak uang yang dihasilkan jika menjual cincin berlian ini, walaupun Li Ya'er sangat senang, tetapi dia tidak terlalu menunjukkan di wajahnya.
Li Ya'er tersenyum dan berkata dengan hati-hati dan tidak puas.
"Sayang....ini tidak terlalu pantas kan?" Ya... ampun dia menginginkan cincin berlian cantik ini.
Li Ya'er tahu bahwa Lu Quang yang ads di depannya adalah manajer di perusahaan Lan di ibukota, jadi dia berusaha mati-matian untuk dapat menarik perhatian nya, supaya dia juga mendapatkan uang cuma-cuma, mobil dan juga apartemen yang dia tempati sekarang ini adalah hadiah dari orang tua Lu Quang ini. Dengan bantuan Lu Quang karirnya di dunia perfilman juga sangat lancar, juga sekarang banyak sutradara yang ingin dia menjadi pemeran wanita kedua.
Jika bukan karena dia ingin dapat pemeran utama wanita, dia tidak akan menemui Lu Quang hari ini.
"Sayang, ini sangat cocok untuk mu, pasti sangat cantik di jari mu. Tapi sebelum itu kamu tahu...."
Mengucapkan kata-kata di kalimat terakhir, suara Lu Quang menjadi lebih pelan dan nafsu di matanya semakin meluap, tapi Lu Quang ini dengan cepat menghilangkannya.
Senyum Li Ya'er membeku di tempat, lalu segera dia memulihkan wajah nya dan berkata dengan menggoda
"Tentu saja, sayang aku juga punya kejutan malam ini" sebenarnya di hotel dia sudah menyiapkan segala sesuatunya, karena hanya dengan menyenangkan Lu Quang di tempat tidur, semua keinginan nya pasti akan tercapai dan menjadi kenyataan. Ada rasa jijik dalam hatinya, tapi dia tetap bersabar untuk tujuan besar nya.
Hua Chenran yang kesal, tentu saja tidak tahu ada orang yang sudah memusuhi dirinya, karena saat ini dia tidak ingin menghabiskan banyak energi nya, untuk memarahi mereka.
Rasa makanan yang lezat, segera saja membuat perasaan Hua Chenran tadi kembali membaik.
Setelah makan siang, Hua Chenran berjalan ke arah toilet. Kebetulan saat ini Li Ya'er juga melihat Hua Chenran yang berjalan ke arah toilet, senyum jahat muncul di wajah Li Ya'er dan ada kilatan cahaya kejam di matanya.
Saat dia berdiri, wajah Li Ya'er juga kembali seperti biasanya, karena dia tidak hidup dengan baik jadi untuk apa membiarkan orang lain hidup dengan baik.
__ADS_1
Melihat kedua anak laki-laki cantik, yang duduk di meja hampir beberapa meter jauhnya. Wajah Li Ya'er sedikit merona, dia yakin dengan kecantikan dan bakat nya, dia dapat merayu kedua anak laki-laki cantik itu dan setelah itu mengendalikan mereka berdua di telapak tangannya, pasti akan sangat menyenangkan. Jadi untuk tujuan ini gadis yang bersama dengan laki-laki cantik harus menghilang dari dunia ini, karena merusak matanya.