
Setelah lelah menangis Hua Chenran segera kembali ke kamarnya dan mulai tidur, supaya tidak terlambat untuk bangun tidur besok.
Paginya, sinar matahari menyinari
Suara burung-burung bernyanyi menyambut indahnya pagi hari.
Hua Chenran bangun dengan perasaan segar. Dia pun langsung mulai membersihkan Yi'er dan Yan'er dan menyusui mereka berdua.
Setelah itu Hua Chenran mandi dan mulai memakai seragam sekolah, melihat masih sangat awal, dia baru teringat memasak makanan untuk Wei Sichu, jadi saat melihat Mei dan Sun Lili masuk ke dalam kamarnya, Hua Chenran menghela nafas lega.
Hua Chenran berbicara beberapa kata dengan Mei dan Sun Lili, lalu dia pun pergi ke dapur untuk memasak.
Lin Huayu tidak sengaja lewat dapur dan melihat Hua Chenran sedang memilah dan memotong sayuran.
Lin Huayu segera tersenyum cerah dan segera berkata dengan keras
"Xio ran jangan lupa bagian ku, aku juga ingin membuat bekal hari ini.
Sungguh kebetulan kamu juga sedang memasak, jadi tolong masak lebih"
"Tenang saja!"
Jawab Hua Chenran yang sedang memotong sayuran. Lalu dia segera menghela nafas lega, untungnya dia lebih awal di dapur, jika Huayu yang berada lebih awal entah bagaimana makanan itu jadinya.
Beberapa saat kemudian, makanan pun sudah matang. Jadi Hua Chenran membawa sarapan ke meja makan dan Lin Huayu juga membantu untuk mengatur piring.
Setelah sarapan mereka berdua mengambil kotak makan yang sudah dikemas oleh bibi Lin, kemudian segera turun, masuk ke mobil dan berangkat ke sekolah.
Sekolah Menengah Luocheng
Turun dari mobil, mereka berdua berjalan santai dengan gembira.
"Apa pestanya nanti malam tidak terlalu terburu-buru?" Tanya Lin Huayu dengan ekspresi wajah sedikit kesusahan dan kecemasan.
"Memang pesta ini terburu-buru, tapi lebih cepat untuk membuat ular itu keluar, lebih baik lagi bagiku"
Jawab Hua Chenran dengan tenang, tapi kilatan dingin berkedip di matanya yang cemerlang. Melihat
Lin Huayu, dia segera mengatakan
"Huayu ini hanya pesta sederhana untuk mengenalkan ku sebagai adik dari nyonya Sun"
"Iya, aku tahu. Tapi siapa keluarga Sun itu? Kamu juga tentu tahu, keluarga Sun, kakak Lili adalah nomor 2 di kota A, jadi sekali kakak Lili mengundang tentu saja mereka akan datang. Hei.... tunggu dulu, bukankah jika ada pesta pasti ada banyak makanan enak"
Kenapa dia tidak ingat banyak makanan di acara pesta seperti itu.
__ADS_1
Mendengar kata-kata Lin Huayu, Hua Chenran hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak berdaya, bisa-bisa di masa depan, temannya ini akan diculik hanya dengan makanan.
Kelas inti 1,
Ketika Lin Huayu dan Hua Chenran masuk ke dalam kelas, mereka berdua langsung duduk di bangku mereka masing-masing, karena ini hampir waktunya bel masuk berbunyi.
Hanya 3 menit kemudian, bel masuk berbunyi, beberapa saat kemudian guru pun masuk ke dalam kelas.
Murid-murid mengeluarkan buku pelajarannya dan mencatat atau pun mendengar penjelasan dari guru.
Pelajaran selesai dan guru pun keluar dari kelas, karena masih ada waktu sebelum pergantian guru, mereka menarik bangku mereka untuk berkumpul dan mengobrol.
"Xio ran apa yang kamu tahu, ternyata Yu Qiujie itu sekarang keluar dari sekolah menengah Luocheng"
Kata Lin Huayu dengan sedikit terkejut.
"Tidak perlu terkejut dengan hal itu, skandal Yu Qiujie terlalu berat untuk umurnya, jadi keluar dari sekolah adalah pilihan yang bagus"
Kata Hua Chenran dengan tenang, karena dia tidak terkejut dan bahkan seperti sudah mengetahuinya.
"Ada juga yang mengatakan Yu Qiujie pergi ke luar negeri" Tambah Yun Xi di samping Lin Huayu.
"Lebih murah untuk nya"
"Guru sudah datang..."
Tentu saja ada satu yang mengawasi pintu, jadi mereka tenang.
Kelas inti 1 pun menjadi berisik dan mulai menarik kursi mereka ke meja masing-masing, ketika guru masuk ke dalam kelas, mereka semua sudah duduk dengan rapi dan tenang.
Pelajaran pun berlanjut hingga bel istirahat berbunyi.
Teman sekelas lainnya sudah keluar untuk pergi ke kafetaria, tapi Yun Xi, Mu Yaning, Yan Jina dan Lin Huayu, mereka berempat menarik bangku mereka ke meja Hua Chenran, lalu mereka mengeluarkan bekal yang sudah dipersiapkan dari tadi malam.
Hua Chenran melihat ini agak terkejut dan ingin bertanya, tapi Lin Huayu lebih dulu berkata padanya.
"Xio ran, ini karena mereka bertiga merasa membawa bekal ke sekolah, tidak perlu capek-capek lagi untuk mengantri untuk membeli makanan di kafetaria, jadi muncullah ide ini untuk membawa bekal ke sekolah"
Kata Lin Huayu dengan dagu terangkat, seolah berkata pujilah dia karena telah menjelaskan dengan sangat baik.
Melihat ini, Yun Xi, Mu Yaning dan Yan Jina memutar mata mereka dengan malas, oh.. jelas bukan teman mereka.
"Ini bagus, kita bisa makan bersama-sama" kata Hua Chenran dengan senyum lembut di bibirnya.
"Chenran, tolong cepat! Dimana bekalnya? aku sudah merasa sangat kelaparan sekarang" kata Wei Sichu sambil membuat wajahnya menjadi semakin menyedihkan.
__ADS_1
Hua Chenran merasa merinding dalam hatinya, bisakah Wei Sichu tidak membuat ekspresi wajah yang sangat menyedihkan seperti ini.
Jadi Hua Chenran segera mengeluarkan kotak makan merah mudanya, membuka kotaknya dan kemudian dia mulai memakannya.
Melihat ini Wei Sichu mengambil sumpitnya dan terus memakan makanan lezat.
Yang lain juga mulai makan makanan mereka sendiri, beberapa menit kemudian makanan tersapu habis.
Jadi mereka mulai mengobrol sebentar sampai bel masuk nanti.
"Kringgg......."
Bel masuk berbunyi,
Mereka mulai menarik bangku mereka ke meja masing-masing.
Guru Shen sudah masuk, murid hanya terdiam dan terus berdoa untuk 4 jam kedepannya, semoga mereka bisa dilalui dengan mudah.
Lama kemudian bel pulang berbunyi, semua murid kelas inti 1 sangat senang dan langsung mengemas tas mereka, kemudian segera pulang.
Di gerbang sekolah menengah Luocheng, Hua Chenran melihat mobil yang menjemput mereka berdua, jadi Lin Huayu dan Hua Chenran segera masuk ke dalam mobil.
Rumah Sun
Ketika sampai di rumah Sun, semua orang terlihat sibuk mengurus dekorasi, membersihkan rumah, menyebarkan undangan dll.
Jadi tentu saja Hua Chenran dan Lin Huayu membantu beberapa yang mereka bisa.
Malam harinya,
Tamu mulai berdatangan ke rumah Sun, banyak dari mereka yang merasa penasaran siapa yang suci, siapa yang cukup beruntung hingga dia bisa diangkat menjadi adik yang saleh oleh nyonya Sun.
"Kenapa orang itu harus disebut beruntung untuk bisa diangkat menjadi adik yang saleh oleh nyonya Sun?"
"Tentu saja orang itu beruntung, jika diangkat oleh nyonya Sun menjadi adiknya yang saleh, dia tidak perlu khawatir tentang makan dan minum seumur hidupnya"
"Aku mendengar rumor, dia bisa diangkat menjadi adik yang saleh nyonya Sun, adalah karena dia telah menolong nyonya Sun dari kematian"
"Hei ini benar-benar keberuntungan"
"Mungkin saja ini hanya konspirasi dari adik angkat yang saleh, siapa yang tahu apa yang direncanakan oleh adik angkat yang saleh ini"
"Hush... jangan terlalu banyak berbicara, ada banyak reporter TV disini, juga jangan sampai kamu dihancurkan oleh Sun hanya karena kata-kata mu sendiri tidak dijaga"
"Mungkin juga, kita semua kan tidak tahu bagaimana kebenarannya"
__ADS_1