Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 149. Tunangan Lan Yueshang..??


__ADS_3

Di sebuah ruang tamu, di sana duduk seorang pria yang tampak berusia sekitar 37 tahun, gadis yang tampak berusia sekitar 14 tahun dan dua anak laki-laki yang berusia sekitar 15 tahun, dengan warna pupil mata yang berbeda.


"Maaf untuk tuan muda Lan, tuan muda Leng dan gadis Hua dan juga terimakasih atas kerjasama nya selama penggeledahan hari ini"


Kata kepala polisi dengan sopan.


Kepala polisi berpikir, dia tidak tahu bahwa ini akan menjadi sebuah jebakan dari seseorang, ini sangat tidak tertahankan bagi dirinya, yang selalu bertindak jujur dan sopan pada hari kerja, tapi tetap saja ada orang yang membenci dirinya. Untuk kasus laporan palsu ini, dia harus menyelidiki semua ini dengan cermat, karena ini mungkin dilakukan oleh orang yang membenci dirinya.


"Tidak apa-apa! pemimpin Wu hanya menjalankan tugasnya. Dan juga Sepertinya ini adalah jebakan dari seseorang"


Kata Leng Yuesheng dengan suara yang tenang, tampak seperti sedang berpikir sesuatu, tapi kata-kata nya sangat langsung.


"Secara alami saya juga berpikir seperti ini, apalagi kedua tuan muda dan gadis ini baru tiba di Ibukota, jadi saya juga berpikir bahwa yang akan menjadi korban adalah anda bertiga.


Tapi dari surat penangkapan tertulis bahwa Hua Chenran telah melakukan penyiksaan, dan Pembunuhan masal pada tujuh belas orang di villa ini.


Tapi karena ini adalah tugas yang di berikan oleh atasan saya, jadi saya harus tetap mengambil alih tugas penggeledahan ini" kata Wu Lauji kepada Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, berusaha untuk menjelaskan semua nya yang dia tahu kepada mereka bertiga, karena dia juga tahu tentang identitas dari tuan muda Lan dan Leng, tidak bisa untuk menyinggung sama sekali. Identitas nya ada di sana, jadi tetap dia harus berbicara dengan sopan di depan patriak berikut nya keluarga Lan dan juga patriak berikut dari keluarga Leng, dia bertemu dengan kombinasi ini hari ini, dia penuh dengan keringat dingin di punggungnya.


"Pemimpin Wu, Sepertinya lebih cepat menyelidiki kasus ini akan menjadi lebih baik"


Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin, seperti biasanya. Matanya jelas menatap tajam ke arah Wu Lauji, seolah sudah waktunya untuk segera pergi dari villa.


Bagaimana mungkin Wu Lauji tidak mengerti maksudnya, ini adalah ritme untuk mengusir tamu. Jika dia tidak pergi sekarang, dia yakin bisa saja pangkat nya dilucuti. Jadi dia dengan cepat mengucapkan selamat tinggal kepada mereka bertiga.


Setelah itu semua polisi segera keluar dari villa, dan segera villa pun menjadi hening dan tenang lagi.


Hua Chenran yang dari tadi terus mengecilkan tingkat keberadaan nya masih memikirkan keluarga Yue, yang dia tahu adalah keluarga Yue adalah yang ketiga dari tiga keluarga besar di Ibukota, dan posisi nya adalah yang kedua setelah Lan.


Jadi pertanyaan nya, dari mana yang namanya Yue Qing ini mengenalnya, bahkan ingin membunuh dirinya dan terlihat bahwa Yue Qing ini terlihat sangat membenci dirinya. Kusut...!


Sangat menjengkelkan di benci oleh orang lain, yang tidak diketahui apa alasan dan penyebab nya. Bahkan dia tidak mengenal yang namanya Yue Qing ini. Marah....penuh kebencian!


"Ran'er..... Ran'er....!!"


Mendengar seseorang memanggil nama nya, Hua Chenran kemudian segera tersadar dari lamunannya. Tapi tetap saja Hua Chenran memilih untuk diam dan tidak menjawab, dia tidak ingin kehabisan energi untuk hal yang tidak penting, baru kali ini dia merasa sangat marah.


"Ran'er... Ada apa? Katakan saja"

__ADS_1


Tanya Leng Yuesheng dengan suara yang cemas, melihat Hua Chenran tidak merespon panggilan nya untuk waktu yang lama.


"Ran'er sekarang sudah waktunya kita berangkat, bersiaplah.."


Kata Lan Yueshang dengan suara yang tenang, tapi masih terdengar kekhawatiran dalam nada suaranya.


Hua Chenran tiba-tiba seolah terbangun, yang penting sekarang adalah pergi ke lelang, tinggalkan pikiran rumit untuk nanti saja.


Mereka bertiga kembali ke dalam kamar nya masing-masing untuk bersiap-siap, Setelah itu mereka bertiga naik mobil lagi dan pergi ke dermaga, karena untuk bisa pergi ke pulau Cangyun, mereka harus naik kapal pesiar untuk menuju ke sana.


Sesampai di dermaga, mereka bertiga segera naik ke atas kapal pesiar mewah, dan Hua Chenran sangat terkejut melihat ada kenalan nya juga di dalam kapal pesiar mewah ini.


Melihat dia dikelilingi oleh banyak orang, untungnya kami bertiga memakai masker dan topi, jika tidak kami bertiga akan dikepung oleh banyak orang.


Hua Chenran ingin menyapa, tapi kami masih harus mengurus kamar karena perjalanan ini membutuhkan waktu selama 2 hari untuk sampai ke pulau Cangyun ini.


Masuk ke dalam kamar, Hua Chenran mandi kemudian dia mengeluarkan ponselnya lalu dia segera menelepon Lin Huayu, dan menanyakan kabar Hua Junyi dan Hua Junyan. Setelah memastikan bahwa Yi'er dan Yan'er nya baik-baik saja, hati Hua Chenran merasa lega. Kemudian dia juga tidak lupa menghubungi Qiang Xie untuk memantau bagaimana perkembangan Geng Blood Shield.


Karena dia tidak merasa mengantuk, Hua Chenran memutuskan untuk keluar menikmatinya pemandangan di lautan, juga menyapa kenalan.


"Shang, aku tahu kamu pasti akan menemui ku, sayang bagaimana kabarmu selama tiga bulan ini?"


Suara perempuan itu terdengar sangat penuh kasih sayang.


"Em...baik"


Hanya jawaban dingin dan ringkas suara laki-laki yang terdengar.


"Sayang ku Shang, kenapa kamu begitu dingin~~" suara manis dan nyaring gadis itu terdengar lagi, membuat Hua Chenran merasa sangat tidak nyaman.


"Ingat! Jangan pernah ganggu Ran'er lagi! Jika tidak..... konsekuensi nya bukanlah sesuatu yang bisa kamu bayangkan, Yue Qing!!"


Suara dingin itu terdengar dengan penuh kemarahan dalam nadanya.


"Shang...!!! Jadi kamu menemui ku dan juga berbicara panjang lebar dengan ku... hanya untuk ini? Untuk memperingati ku?"


Suara dingin dan tajam yang dipenuhi dengan kesedihan terdengar oleh Hua Chenran di lorong.

__ADS_1


Suasana hati Hua Chenran sangat baik kali ini, entah kenapa dia sangat senang bahwa Lan Yueshang segera memperingati Yue Qing ini.


"Itu benar!"


Jawab Lan Yueshang dengan dingin, masih dengan wajah es nya. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya.


"Shang!!! Tapi kamu adalah tunangan ku, kenapa kamu tetap membela Vixen itu?" Tanya Yue Qing dengan heran, seolah-olah dia tidak percaya bahwa Lan Yueshang melakukan nya.


Tunangan? Mendengar kata-kata ini, Hua Chenran seperti dikhianati oleh Lan Yueshang dalam hatinya. Tidak!


Mengapa hatinya menjadi sakit, begitu dia mendengar bahwa bajingan itu punya tunangan, ini sangat tidak nyaman, hatinya seperti ditusuk oleh pisau, menyakitkan!


"Tunangan?" Kata Lan Yueshang dengan suara yang menghina.


"Itu hanya angan-angan mu sendiri! Ingat jangan sampai kata tunangan ini terdengar lagi ditelinga ku".


Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin dan tajam. Memang sudah saatnya, dia menyingkirkan Yue Qing ini yang terus mengganggu hidupnya selama dua tahun ini. Jika bukan karena Yue Qing, bagaimana mungkin dia datang ke kota A dan masuk ke sekolah menengah Luocheng, tapi di sanalah ia bertemu dengan Ran'er nya.


Ternyata hanya angan-angan dari Yue Qing saja, Hua Chenran menghela nafas lega, hatinya seperti jatuh ke neraka, lalu perlahan jatuh ke surga. Senyum cerah muncul di wajah Hua Chenran. Untungnya bukan tunangan orang, Hua Chenran menghela nafas lega. Tunggu...!! Apa yang dia pikirkan sekarang, tidak jangan biarkan emosi ada di dalam hatimu, ini pasti akan menghambat kultivasi nya.


Ketika memikirkan Hua Chenran, mata dingin Lan Yueshang itu melembut dan lengkungan kecil samar muncul di sudut mulutnya.


Hati Yue Qing menegang, ketika melihat mata dingin Lan Yueshang melembut seperti memikirkan seseorang, ini pasti si Vixen itu!


"Shang...."


Panggil Yue Qing dengan lembut.


Mendengar nama panggilan dari Yue Qing, Lan Yueshang merasa sangat marah dalam hatinya, sudah berapa kali dia memperingatkan


"Juga.... Aku adalah tuan muda Lan"


Implikasinya adalah, panggil dia sama seperti yang lainnya dan jangan panggil dia dengan nama yang akrab.


"Baiklah....Shang, kamu kejam!"


Kata Yue Qing dengan suara yang keras, dipenuhi dengan keluhan dan air matanya pun sudah mengalir seperti hujan. Setelah itu dia kembali menghentakkan kakinya dan pergi dari sana dengan wajah yang dipenuhi dengan air mata, tapi ekspresi wajahnya kali ini sangat kejam, seperti ingin membunuh seseorang dan yang pasti tujuan dari niat membunuh di matanya akan di tujukan pada Hua Chenran.

__ADS_1


__ADS_2