
Di dalam kamar, Hua Chenran terus berteriak dengan suara yang sedih dan sangat putus asa. Beberapa saat kemudian matanya terbuka, dia tahu bahwa tadi dia bermimpi buruk dan sekarang dia berkeringat di sekujur tubuhnya. Melihat ini masih subuh, Hua Chenran berjalan menuju ke arah kamar mandi, setelah mandi dia berjalan ke arah dapur dan melihat Leng Yuesheng yang sedang memasak dengan sangat terkonsentrasi.
Hua Chenran menghentikan langkah kaki nya, lengkungan kecil muncul di bibirnya, lalu berbalik dan berjalan menuju kamar Wei Sichu. Menurut kata dokter, seharusnya Wei Sichu ini sudah bisa bangun hari ini.
Membuka pintunya, Hua Chenran saat ini melihat Wei Sichu dengan wajah yang agak pucat terbaring lemah di tempat tidur. Perasaan bersalah terlintas di dalam hatinya, lalu dia mengeluarkan obat salep herbal dan mulai mengoleskan di beberapa luka goresan pedang yang mencolok. Kemudian Hua Chenran mulai mengoleskan salep di luka tusuk di dada Wei Sichu, dengan sedikit lebih lembut.
"Hm....."
Mendengar suara erangan rendah dari Wei Sichu, Hua Chenran segera terkejut dan tidak sengaja menekan luka tusuk nya.
"Hiss....."
Merasakan sakit di bagian dadanya, Wei Sichu terbangun dan membuka matanya, lalu melihat Hua Chenran yang terlihat agak linglung, di depan dirinya sekarang. Senyum muncul di wajah Wei Sichu dan dia berkata
"Chenran.... sakit"
"Oh.....Sichu maaf, aku akan lebih lembut" kata Hua Chenran dengan suara yang agak canggung, tetapi dia tidak tahu seberapa ambigu suara dan isi percakapan kedua nya.
Di balik pintu, Lan Yueshang yang ingin memanggil Hua Chenran untuk sarapan mendengar semua kata-kata yang diucapkan oleh mereka berdua, pikiran Lan Yueshang sudah traveling ke mana-mana, wajah Lan Yueshang menjadi gelap, mata Lan Yueshang berubah menjadi lebih dingin.
Lan Yueshang segera membuka pintu dengan marah, dan berkata
"Ran'er.... kamu....ka..."
suara Lan Yueshang menjadi agak tergagap karena yang dia lihat, ternyata tidak seperti yang dia bayangkan dalam pikirannya.
Hua Chenran yang baru saja selesai mengoleskan salep pada Wei Sichu, menoleh dan melihat wajah Lan Yueshang yang gelap dan kata-kata yang diucapkan yang gagap, merasa agak aneh, kapan dia memprovokasi Lan Yueshang pagi ini?
"Em.... Shang, ada apa?"
"Oh... Ok, aku akan turun sebentar lagi" kata Hua Chenran sambil berjalan sedikit, ternyata hanya untuk mengatakan hal ini, Hua Chenran mengira ada masalah yang besar.
"Chenran...aku haus"
Kata Wei Sichu agak manja sedikit, ada kilatan licik di mata Wei Sichu dan melihat ke arah Lan Yueshang dengan senyum penuh provokasi.
"Sebentar...."
Kata Hua Chenran, lalu dia segera pergi menuangkan air ke dalam gelas dan memberikan nya pada Wei Sichu.
Lan Yueshang yang melihat semua nya, wajahnya menjadi lebih gelap.
__ADS_1
Lan Yueshang mendengus dingin, lalu dia segera keluar dari kamar tidur Wei Sichu, dia tidak akan bertarung dengan anak kecil! Huh...!
Setelah membantu Wei Sichu minum air, Hua Chenran berkata
"Sichu, kamu pasti lapar. Tunggu sebentar, aku akan mengambil bubur untuk kamu"
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran, membuat pupil ungu itu berkilau dengan cemerlang, kilatan kegembiraan di mata ungu itu tidak bisa disembunyikan. Wei Sichu segera mengangguk seperti anak-anak yang patuh. Melihat bahwa Wei Sichu mengangguk, Hua Chenran berjalan keluar dan menuju ke dapur untuk mengambil bubur.
Pada saat sampai di ruang makan, dia melihat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sedang duduk di meja makan, sepertinya mereka berdua menunggu dia untuk makan bukan?
"Uh....Shang, Yuesheng aku akan makan dengan Sichu di kamarnya"
Kata Hua Chenran dengan sedikit permintaan maaf di matanya, dia merasa sedikit bersalah karena mereka berdua menunggu nya, untuk sarapan bersama.
"Oh....aku mengerti"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang lembut, nadanya seringan angin, tetapi Hua Chenran merasakan angin dingin di belakang punggung nya.
"Ya, aku juga mengerti"
Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin, wajahnya menjadi gelap seperti saat masuk ke dalam kamar Wei Sichu sebelumnya. AC yang dia lepaskan membuat suhu di ruang makan itu menjadi rendah.
"Xiao Ran, kenapa menyalakan AC di ruang makan pagi-pagi sekali? Bibi tahu kalian bertiga adalah kultivator, tetapi lihat kedua pelayan itu?"
Kata Rong Lin dengan suara yang keras, dan nada suara terdengar agak tidak berdaya.
Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng melihat ke arah dua orang pelayan wanita yang sudah pingsan karena tekanan dan suhu dingin yang dilepaskan oleh mereka berdua, jadi ketiganya agak malu. Hua Chenran lalu kemudian memelototi mereka berdua, kemudian dia berkata pada Rong Lin dengan suara khawatir
"Bibi, bagaimana dengan Huayu?"
"Xiao Yu, anak itu sudah lebih baik, luka cambuk di tubuhnya sudah mulai mengering dan sudah mulai mengeropeng sebagian. ***** makan nya sudah kembali normal dan juga bahkan lebih ceria lagi dari masa lalu, mungkin ini karena simpul di hatinya sudah dipecahkan" Jawab Rong Lin dengan suara yang lembut dan tanpa sadar ada senyum memanjakan dan bangga di wajahnya, ketika dia bicara tentang Lin Huayu.
Melihat ini, Hua Chenran juga sangat lega dalam hatinya. Bibi keduanya Hua Xilan, meninggalkan Lin Huayu di tangan yang tepat. Untungnya cinta buta nya tidak membuat bibi kedua nya meninggalkan Lin Huayu di tangan ayah kandungnya.
"Baguslah jika begitu, Huayu sangat tidak cocok dengan ekspresi sedih dan melankolis di wajahnya, ekspresi konyolnya bahkan lebih baik"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum, juga sedikit mengolok-olok.
"Kamu nak"
Kata Rong Lin sambil menggelengkan kepalanya tidak berdaya, ketika dia mengingat bagaimana Lin Huayu. Ibunya lembut dan baik hati, penuh dengan kebenaran dan kebenciannya juga sangat jelas. Ayahnya di luar sangat lembut dan perhatian, tetapi di dalamnya itu adalah binatang buas sama sekali! Tetapi Lin Huayu......
__ADS_1
Hua Chenran hanya tersenyum kecil, lalu menjulurkan lidahnya sedikit, kemudian dia segera pergi ke dapur untuk mengambil bubur. Melihat ini, Rong Lin tersenyum tidak berdaya lagi, lalu juga pergi mengambil bubur untuk Lin Huayu.
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng melihat ke arah dua orang yang pingsan, kemudian melanjutkan sarapan pagi mereka yang tertunda.
Di dalam kamar, Hua Chenran sedang menyuapi bubur untuk Wei Sichu, sambil mengobrol dan juga tertawa.
Sementara Lan Yueshang mendengar dari luar pintu, sambil mendengus dingin. Memang yang tersenyum begitu cerah, adalah orang yang paling berperut hitam!
Lan Yueshang masuk ke dalam kamar dan berkata pada Hua Chenran
"Ran'er setelah kamu sarapan nanti, kami berdua akan mengantar kamu pulang. Soalnya Yi'er dan Yan'er pasti sudah sangat merindukanmu!"
Setelah mengatakan itu Lan Yueshang tersenyum kecil, lalu melihat ke arah Wei Sichu dengan senyum provokatif.
Lalu dia segera keluar dari kamar, tanpa mendengar jawaban apapun dari Hua Chenran, karena dia tahu Hua Chenran pasti akan terburu-buru bila menyangkut masalah Yi'er dan Yan'er. Di antara mereka semua, yang paling dipedulikan dan nomor satu di hati Hua Chenran, tentu saja itu adalah Yi'er dan Yan'er!.
Hua Chenran juga berencana untuk pulang siang nanti, tetapi begitu dia mendengar bahwa Yi'er dan Yan'er sudah sangat merindukan nya dari Lan Yueshang, Hua Chenran sekarang hanya ingin bergegas segera pulang untuk melihat kedua putranya. Walaupun kemarin dia sudah tahu kabar kedua bayinya dari Jian Zi dan juga Jian Liu.
"Yi'er dan Yan'er?"
Kata Wei Sichu sambil bergumam rendah, setelah mengingat dengan hati-hati, Wei Sichu bertanya
"Oh.. apakah itu kedua adikmu?"
"Em...ya tentu saja!"
Jawab Hua Chenran dengan ekspresi wajah yang agak tidak wajar. Maafkan ibu Yi'er dan Yan'er, ibu harus terus berbohong seperti ini supaya kalian berdua tidak diejek ataupun dihina sebagai anak haram, maupun benih liar nantinya. Tunggu saat ibu punya kekuatan dan pijakan nyata di bumi, tidak akan lama lagi!
Walaupun ada keluarga Lan dan juga Leng, Hua Chenran hanya ingin dari hasil jerih payahnya sendiri untuk mendapatkan pijakan, daripada gadis yang memanjat cabang giok menjadi burung Phoenix (Maksud nya dengan dia menikahi salah satu dari mereka berdua).
"Kalau begitu Sichu aku pulang dulu, besok aku pasti akan pergi ke sini lagi, dan tenang saja dokter di villa ini adalah dokter dari keluarga Lan, dan seharusnya baik-baik saja"
Kata Hua Chenran dengan senyum menenangkan di wajahnya.
"Em.. terimakasih Chenran"
Kata Wei Sichu dengan senyum cerah di wajahnya.
"Hei... seharusnya aku yang harus berterimakasih pada mu Sichu"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu setelah itu Hua Chenran turun ke bawah dan berbicara dengan Rong Lin dan Lin Huayu beberapa patah kata, lalu dia bersiap untuk segera pulang ke rumah, bersama dengan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.
__ADS_1