Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 93. Pergi Ke Bioskop


__ADS_3

Tidak lama kemudian mereka berdua sampai di depan gedung bioskop. Lalu Hua Chenran dan Wei Sichu segera turun dari mobil, dan terus berjalan masuk ke dalam gedung bioskop.


Wei Sichu mulai membeli popcorn dan minuman, setelah dia melihat ke arah jam tangan nya, ternyata hanya lima menit lagi film nya dimulai. Jadi Hua Chenran dan Wei Sichu langsung berjalan menuju ruangan, tempat film itu akan diputar.


Begitu masuk ke dalam kedua nya menjadi sangat terkejut, karena mereka berdua melihat laki-laki dan perempuan, yang sedang saling berpelukan dan berciuman dengan panas, di tempat pojokan yang gelap.


Hua Chenran pertama hanya sedikit terkejut, lalu berdiri dengan tenang dan dia segera bergerak dengan cepat secara refleks, untuk menutupi kedua mata nya Wei Sichu dan berkata


"Sichu kamu masih kecil, tidak boleh melihat hal-hal seperti itu"


Mendengar perkataan Hua Chenran, sudut mulut Wei Sichu berkedut ringan, jadi sebenarnya siapa yang masih kecil. Faktanya umur nya Wei Sichu itu lebih tua beberapa bulan dari Hua Chenran, rasanya Wei Sichu hanya bisa menangis tanpa air mata.


Wei Sichu lalu menarik tangan nya Hua Chenran yang telah menutupi matanya, kemudian dia memeluk pinggang Hua Chenran, menatap ke arah nya dengan tatapan lembut di matanya dan berkata dengan dalam.


"Bagaimana jika aku hanya melihat wajah cantik mu saja?"


Hua Chenran hanya melihat ke arah Wei Sichu dengan wajah penuh dengan kebingungan, dan saat ini dalam kepalanya dia berpikir bahwa


daripada Wei Sichu melihat orang yang berciuman itu, lebih baik untuk melihat wajahnya, bukan? Juga itu hanya dilihat saja, dia tidak akan kehilangan sepotong daging karena dilihat oleh teman nya sendiri kan?


Setelah memikirkannya, Hua Chenran segera mengangguk dan menjawab


"Baiklah, boleh juga jika kamu suka melihatnya, lihat saja!"


Mendapatkan jawaban apa yang dia inginkan, Wei Sichu tersenyum senang dan tidak bisa menghentikan jantung nya yang berdegup kencang, juga tidak ada yang melihat telinga  Sichu yang memerah.


Kemudian Wei Sichu juga segera melepaskan pinggang Hua Chenran dan berjalan ke tempat duduknya, mereka berdua berjalan sambil berpegangan tangan, dengan senyum bahagia di wajah mereka berdua.

__ADS_1


Jika saja Wei Sichu mengetahui isi pikiran Hua Chenran tadi saat dia bertanya, Wei Sichu mungkin saja memuntahkan darah beberapa kali, atau pun ingin menangis tapi tidak mengeluarkan air mata.


"Ini film nya hampir dimulai, kita foto-foto dulu yuk. Aku mau upload di Weibo dan mau kirim ke Huayu juga"


Kata Hua Chenran sambil tersenyum kecil, Ketika mengingat pesan yang dikirim oleh Lin Huayu kepadanya.


Lin Huayu khusus mengirim pesan untuk mengirim foto-foto nya dan juga Wei Sichu bersama pada saat menonton film, karena dia tidak mengajak Lin Huayu. Tapi kan kalau foto pas lagi film nya diputar, bakalan ketinggalan alur ceritanya nanti. Jadi lebih baik ambil fotonya sebelum film nya dimulai saja.


"Baiklah, nanti kirim foto-foto itu kepada ku juga oke"


Kata Wei Sichu sambil memperbaiki gaya rambutnya sendiri. Sebenarnya dia sedikit gugup dan malah sangat senang sekarang, foto dengan orang yang dicintai oleh nya. Tetapi seingat ku dulu, aku tidak pernah segugup dan sesenang ini sebelumnya jika mengambil foto dengan Hua Chenran.


"Sichu, apa yang sedang kamu lakukan? Sini biar aku saja yang perbaiki gaya rambut mu!"


Kata Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya, belum pernah dia melihat Wei Sichu, yang memperbaiki rambutnya sebelum berfoto.


Wei Sichu berhenti memperbaiki rambutnya dan Hua Chenran segera mendekat ke arah Wei Sichu, lalu dia mulai merapikan rambut Wei Sichu dengan tangannya.


Dari mata kemudian hidungnya, lalu ke bibirnya yang merah dan selembut kelopak mawar, membuat Wei Sichu ingin menciumnya.


Lampu dalam ruangan pun dimatikan dan film nya mulai diputar.


Wei Sichu terkejut dan wajahnya langsung memerah tetapi tidak terlihat karena gelap, hampir saja dia ingin mencium bibir Hua Chenran dan juga hampir saja 'masa depan' nya terancam kehilangan fungsinya.


"Film nya sudah dimulai, tapi kita belum foto-foto" kata Hua Chenran dengan wajah sedikit cemberut sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas sekolah.


"Nanti saja fotonya, setelah film ini selesai diputar" kata Wei Sichu menyarankan kepada Hua Chenran.

__ADS_1


Hua Chenran tersenyum kepada Wei Sichu dan menganggukkan kepalanya, lalu dia segera fokus ke layar untuk menonton film nya.


Pada saat film nya diputar, banyak orang yang merasa tegang, kemudian orang-orang yang menonton dibuat penuh dengan amarah, dan setelah itu ada adegan ciuman panas antara pemeran utama pria dan wanita yang membuat banyak orang tersipu, tapi ada juga yang mengambil kesempatan untuk melakukan hal ini di pojokan.


Saat menonton adegan ciuman panas di film, Hua Chenran sebenarnya merasa sedikit tersipu dan juga memikirkan bahwa dalam dua kehidupannya yang sebelumnya, dia juga belum pernah berciuman sama sekali seperti yang dia lihat di film.


Tiba-tiba terlintas di benak nya Hua Chenran, saat Leng Yuesheng mencium pipinya di rumah sakit malam itu dan Lan Yueshang di hutan belakang sekolah setelah bertarung.


Kemudian Hua Chenran segera memukul, dan juga menggelengkan kepalanya dengan ringan. Dia hanya merasa mual dan marah, kenapa dia harus memikirkan mereka berdua, yang satu cabul dan yang satunya lagi itu adalah bajingan, menyebalkan!.


Ketika tengah memikirkan hal itu di benaknya, tangan Hua Chenran sedang meraba popcorn. Saat ingin mengambil popcorn, tangannya itu bersentuhan dengan tangan Wei Sichu, seperti ada arus listrik yang membuat dirinya terkejut dan segera tangannya refleks untuk mengambil air, lalu meminumnya.


 


Bagaimana dia sendiri bisa tidak sadar tangannya ke popcorn nya Wei Sichu, bukan popcorn nya sendiri?


Juga kenapa dia menjadi salah tingkah dan berpura-pura untuk minum air sekarang?


Wei Sichu menjadi agak terkejut dengan tingkah laku Hua Chenran,


Apalagi Wei Sichu bisa melihat dengan jelas, jika Hua Chenran tadi ingin makan popcorn, kenapa minum air? Itu pun sebenarnya yang Hua Chenran ambil adalah minuman nya.


Apakah ini sama saja dengan ciuman tidak langsung? Segera senyum yang manis dan terlihat konyol muncul di wajah Wei Sichu, sambil terus saja menatap Hua Chenran yang masih memegang minuman nya.


Setelah selesai minum, Hua Chenran ingin meletakkan nya kembali. Namun akhirnya wajahnya memerah, Hua Chenran segera sudah menyadari sesuatu yang salah, yaitu minuman yang sekarang ada di tangannya adalah minuman milik Wei Sichu.


'ya ampun ini sungguh memalukan'

__ADS_1


Keluh Hua Chenran dalam hatinya.


Kemudian Hua Chenran melihat bahwa, mata Wei Sichu masih saja terfokus di film nya. Jadi Hua Chenran segera menaruh minuman itu kembali, dan berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah itu dia mulai menonton film nya lagi.


__ADS_2