Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 167. Situasi Kritis


__ADS_3

Hua Chenran dan He Jun keduanya saling memandang dengan tatapan haus darah, di mata masing-masing.


He Jun melihat ke pedang yang di pegang oleh Hua Chenran, tampak sedikit familiar, tetapi dia tidak bisa mengingat dimana dia melihat pedang istimewa, semacam ini. Keserakahan terlintas di mata He Jun, pedang sebagus itu harus menjadi milik He Jun-nya, dengan kekuatan tingkat kekuatan pada tahap pembangunan yayasan lapisan 1, Hua Chenran tidak pantas untuk memiliki pedang sebagus itu di tangan nya.


Hua Chenran mencibir dengan dingin, ketika melihat tatapan serakah di mata He Jun pada pedang Yaotian yang ada di tangan nya.


Apakah menurut nya sangat mudah untuk mengendalikan pedang Yaotian? Jika sangat mudah, betapa ingin dia memakai pedang ini setiap hari untuk menebas musuhnya.


Hua Chenran tidak menunggu He Jun untuk memulai terlebih dulu, dia langsung menyerang ke arah He Jun dengan pedang Yaotian menebas ke jantung He Jun, tapi jelas He Jun juga adalah seorang kultivator tahap Jindan jadi dia dengan cepat dapat mengelak dari serangan pedang, tapi tetap saja lengannya masih terluka.


"Sial! Hua Chenran kamu mati!"


Kata He Jun sambil mengayunkan cambuk nya ke arah Hua Chenran.


Melihat cambuk di depannya, ekspresi wajah Hua Chenran masih tetap tenang dan dengan sekali ayunan pedang Yaotian, cambuk hitam He Jun, langsung hancur berkeping-keping.


Ketika cambuk hitam itu hancur, He Jun dengan cepat menghindar dari energi sisa ayunan pedang Yaotian.


Mata He Jun sedikit panik, tetapi itu hanya beberapa saat, kemudian dia mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanan nya.


"Sekarang kita seimbang"


Kata He Jun dengan senyum jahat terlihat di sudut mulutnya.


Hua Chenran tetap tidak bergeming, karena malam ini, dia harus segera membalas dendam kematian kedua orang tua nya, dengan membunuh atau pun membuat hidupnya saat ini tidak bisa lebih baik dari pada mati.


Walaupun kekuatan nya memiliki celah yang besar dengan He Jun, dia akan tetap menyeret He Jun ini ke dalam neraka, walaupun dia nantinya kalah saat melawan He Jun.


Mata Hua Chenran dilapisi dengan niat membunuh yang kuat, hidup atau mati, dendam kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya harus tetap harus dilaporkan! Yang namanya Master itu, jika dia selamat nanti, dia akan tetap mencari master ini untuk membalas perbuatan baiknya.

__ADS_1


Keduanya maju lagi dan saling menyerang dengan ayunan pedang masing-masing, kecepatan mereka berdua sangat cepat, sehingga orang yang melihat pertarungan antara kedua nya, hanya bisa melihat cahaya putih dari kilauan pedang atau pun bayangan Hua Chenran dan He Jun.


"Dentang......dentang....."


"Klang....Klang... Klang...."


Suara dentingan pedang yang semakin intens, terdengar di seluruh ruangan, pada saat itu pria berotot tidak sadar ada tiga orang remaja yang diam-diam masuk ke ruangan untuk yang kedua kalinya.


Lalu Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu, mulai menyerang beberapa anak buah He Jun yang tersisa, mendengar suara dentingan pedang di belakangnya, pria berotot terheran, pada saat dia melihat ke belakang nya, dia sangat marah karena melihat dua orang temannya yang sudah terluka parah, oleh Leng Yuesheng dan Wei Sichu.


Kemudian pedang yang dingin itu diarahkan tepat ke leher pria berotot, dari belakang nya oleh Lan Yueshang.


Dengan reflek yang cepat pria berotot itu, berhasil menghindar, tetapi luka goresan di lehernya terlihat jelas.


"Lawan mu adalah aku"


Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin, lalu dia mulai mengayunkan pedang nya ke arah pria berotot itu lagi, kemudian pria berotot itu menahan pedang dengan cambuk yang ada di tangan nya.


Kata pria berotot itu dengan agak canggung, ketika melihat bahwa kekuatan anak laki-laki di depannya ini, lebih tinggi dari pada dirinya.


Sial! Kapan cabul semacam ini muncul di bumi, pertama Hua Chenran di usia 14 tahun sudah mencapai tahap pembangunan yayasan lapisan pertama, kemudian anak laki-laki berbulu yang ada di depannya sekarang kekuatan nya sama dengan Hua Chenran. Adapun anak laki-laki dengan mata persik coklat itu, juga pada tahap pembangunan yayasan lapisan 1, ada juga anak laki-laki dengan pupil mata ungu, kekuatan nya pada tahap pembangunan yayasan saja, tetapi jika dilihat kekuatan nya hampir sama dengan orang-orang pada tahap pembangunan yayasan lapisan 1.


Dari mana datangnya para cabul pelaku kejahatan ini? Apakah ini karena kesenjangan generasi dengan anak-anak muda yang sekarang?.


He Jun yang sedang fokus bertarung dengan Hua Chenran, mendengar keributan dan menggertakkan gigi nya penuh dengan kebencian, ketika melihat beberapa anak buah nya yang sudah dikalahkan oleh Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu. Lalu melihat tempat Lin Huayu diikat, dan ternyata hanya tinggal kursinya saja dengan darah berceceran di sana. Kali ini He Jun sangat marah!


"Ternyata kamu juga membawakan penolong kemari, tapi tetap saja itu tidak akan pernah berguna, karena hasilnya akan tetap sama"


Kata He Jun dengan marah, sambil menahan serangan pedang yang di lakukan oleh Hua Chenran.

__ADS_1


"Apakah kamu berpikir aku adalah anak berumur tiga tahun, yang dengan bodohnya datang ke tempat seperti ini sendirian! Naif!!"


Kata Hua Chenran penuh dengan cibiran dan penghinaan.


"Bagus! Hua Chenran kamu memang berpikir bagus untuk menambahkan koleksi boneka ku, Yun Feng keluar!!"


Kata He Jun dengan senyum seram di wajahnya, kemudian dia melanjutkan dan berkata dengan suara yang keras.


"Hati-hati jangan buat kerusakan parah pada ketiga anak laki-laki itu, boneka ku nanti akan menjadi tidak enek dilihat!"


Setelah He Jun mengatakan itu, di udara muncul seorang pria berjubah hitam yang sangat tinggi, dia berkata dengan suara yang dingin dan nada suara nya tidak berfluktuasi sedikit pun "Tuan ku, bawahan mengerti"


Kekuatan tahap Jindan!!!


Gawat! Bagaimana mungkin tiga pelaku kejahatan, bisa mengahadapi orang yang punya kekuatan pada tahap Jindan?!


"Sichu hati-ha...."


Sebelum Hua Chenran berhasil mengatakannya....


Terlambat!


Yun Feng sudah mengayunkan pedang nya ke arah Wei Sichu yang paling lemah, di antara mereka berempat dan juga saat ini Wei Sichu sedang fokus bertarung, jadi sudah terlambat saat Wei Sichu bereaksi untuk menghindar, pedang itu sudah menusuk dada Wei Sichu.


Darah pun keluar dari mulut nya Wei Sichu, Yun Feng lalu menarik kembali pedang dari tubuh Wei Sichu. Dan Wei Sichu pun jatuh ke lantai dengan wajah pucat, darah mengalir di sudut mulutnya dan darah tidak berhenti mengalir dari luka tusukan yang tepat di jantung nya.


"Tidak! Sichu!!"


Kata Hua Chenran dengan sedih, inilah yang membuat Hua Chenran melarang mereka bertiga ikut dengan nya untuk menyelamatkan Lin Huayu, karena musuhnya tidak sesederhana kelihatannya. Sekarang terbukti Wei Sichu terluka karena dirinya, ini adalah hal yang tidak ingin dia lihat, teman-teman nya terluka karena dirinya sendiri.

__ADS_1


Melihat kesedihan Hua Chenran, He Jun tersenyum lebih dalam, lalu dia segera berkata dengan nada dingin


"Bunuh dua orang yang lainnya!"


__ADS_2