
Hua Chenran dapat mendengar semua perkataan mereka dari dalam kelas, tapi dia hanya tersenyum acuh tak acuh.
Sekarang baru dia menyadari kenapa banyak teman sekelas lainnya tidak ada yang berbicara dengannya, ternyata itu karena Jiang Shaoning yang memfitnah nya punya kelakuan yang buruk. Jiang Shaoning!!...Jiang Shaoning.... bersiaplah untuk menuai hasil dari usaha keras mu untuk membuat aku terlihat buruk di sini.
Bagaimana jika Jiang Shaoning pergi ke sekolah 3 hari kemudian? dan dia hanya mendengar gosip-gosip buruknya sebagai teratai putih di seluruh sekolah, lihat bagaimana ekspresi wajah gelapnya terlihat.
"Xio ran? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Lin Huayu penasaran dengan temannya yang sudah lama melamun dari tadi.
"Tidak ada! Ayo ke taman sekarang"
Kata Hua Chenran dengan penuh semangat.
"Sepertinya aku juga tidak bisa pergi ke taman hari ini Xio ran, apalagi nanti setelah jam istirahat tidak ada jam pelajaran. Aku perlu latihan dengan klub tari, jadi maaf hari ini juga tidak jadi seperti kemarin"
Lin Huayu berkata dengan nada yang agak menyesal.
"Tidak apa-apa! Kita bisa melakukannya di akhir pekan lagi nantinya" jawab Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.
"Kalau begitu, bye...."
Kata Lin Huayu sambil berlari ke luar.
"Bagaimana dengan makanan ini?"
Melihat banyak makanan yang sudah dimasak dalam kotak bekal, dia hanya bisa menghela nafas panjang.
Kemudian dia teringat Wei Sichu yang masih disampingnya, bukankah dia belum keluar ke kafetaria? Juga belum makan apapun? Jadi makanan ini tidak akan tersia-siakan.
"Oh...ya Sichu apakah kamu sudah makan?" Tanya Hua Chenran dengan agak canggung, dalam hatinya dia ingin menampar mulutnya sendiri.
Pertanyaan apa itu? Bukankah sudah jelas karena dia duduk disampingmu!.
Mendengar pertanyaan Hua Chenran, dalam hatinya rasanya Wei Sichu ingin tertawa terbahak-bahak. Namun Wei Sichu berusaha untuk menahannya, dengan satu tangan menutup mulutnya. Lalu Wei Sichu berdehem satu kali dan berkata
"Bukankah kamu sudah melihatnya?"
Hua Chenran menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan berkata dengan nada yang canggung.
"Iya juga"
"Hahaha......"
Wei Sichu tidak bisa menahan tawanya lagi, melihat sisi lain dari Hua Chenran yang seperti pemalu.
"Hai.... apa yang kamu tertawakan, ini tidak lucu tau.."
Hua Chenran berkata dengan nada yang agak jengkel.
"Tidak ada! katakan saja langsung, kamu tidak cocok untuk berbasa-basi seperti tadi"
Kata Wei Sichu dalam tawanya.
"Ini, sebenarnya Huayu tidak jadi untuk makan di taman ala piknik hari ini, karena dia ada latihan di klub tari. Jadi aku sudah memasak banyak makanan, rasanya sayang makanan itu jadi terbuang percuma saja."
Hua Chenran mengatakan semuanya dengan wajah penuh penyesalan.
"Jadi kamu ingin aku membantumu untuk menghabiskan makanan ini?"
Tanya Wei Sichu sambil menahan tawanya.
"Ya, hai... kenapa kamu masih tertawa?"
Hua Chenran menjawab dengan jujur, tapi mengernyitkan keningnya saat melihat Wei Sichu yang masih saja menahan tawanya.
"Baiklah.... baiklah aku berhenti tertawa sekarang. Makanan apa saja hari ini yang kamu masak?"
Dari aroma harum makanannya saja Wei Sichu tahu, makanan yang ada dalam kotak bekal seharusnya rasanya sangat lezat, seperti kemarin.
"Ini seperti kemarin, tapi ada ayam dan juga nasi goreng hari ini"
__ADS_1
Jawab Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, sambil mengatakan makanan yang dia masak.
"Oh... apakah ada ayam goreng?"
Tanya Wei Sichu sambil meneguk ludahnya sendiri, dia sebenarnya paling suka daging, apalagi daging ayam adalah favoritnya.
"Tebak"
Jawaban Hua Chenran berhasil membuat Wei Sichu berpikir serius.
"Hei...ini curang! Kamu mengajakku untuk makan bersama, tapi tidak menyebutkan lauknya? Kenapa harus menebak segala? Oh hatiku yang rapuh tidak bisa menerimanya!"
Kata Wei Sichu sambil tangannya memegang dadanya, dengan raut wajahnya yang menyedihkan.
"Hahaha....."
Melihat gerakan Wei Sichu yang berpura-pura menyedihkan, membuat Hua Chenran tertawa terbahak-bahak.
"Sichu aku tidak tahu kamu punya sisi yang naif seperti ini, jika fans mu di seluruh sekolah Luocheng ini tahu, bagaimana ya..?"
Kata Hua Chenran sambil mengelus dagunya.
"Cukup hanya kamu saja yang tahu" jawab Wei Sichu dengan wajah yang terlihat serius.
Ya, Wei Sichu berpikir cukup hanya untuk Hua Chenran saja yang bisa melihat dirinya yang seperti ini. Dia juga bingung dengan dirinya sendiri, kapan dia punya kepribadian yang naif seperti tadi? Tapi di depan Hua Chenran semuanya keluar begitu saja dan terjadi secara alami.
"Kenapa rasanya seperti kamu mengaku kepada ku?" Tanya Hua Chenran dengan bingung.
"Ya, aku mengakui.... bahwa...aku sangat penasaran dengan makanan lezat yang ada dalam kotak makan"
Jawab Wei Sichu sambil sedikit menggoda Hua Chenran dan mengedipkan matanya di akhir kata.
"Oh..sial! Seharusnya aku tahu"
Kata Hua Chenran sambil memukuli Wei Sichu beberapa kali.
"Ampun... Chenran, ayolah..."
Hua Chenran mendengus setelah mendengar kata-kata Wei Sichu dan segera berhenti memukulinya.
"Hitung kamu seorang kenalan"
Setelah mengatakan itu baru kemudian Hua Chenran menyadari, kapan dia menjadi dekat dengan jenis kelamin di sampingnya ini?
Suara Wei Sichu segera mengusir beberapa pemikiran nya saat ini.
"Chenran! Cepat keluarkan makanan nya, aku sudah sangat lapar!"
Kata Wei Sichu sambil mengelus perutnya.
Baru saja Wei Sichu berkata, suara yang keluar dari perutnya benar-benar sangat mendukungnya.
"Ops....aku bilang juga apa! Cacing di perutku sudah meronta meminta makanan yang lezat"
"Baiklah.... baiklah, jeng...jeng..jeng..., Ini dia masakan ala Chef Chenran"
Kata Hua Chenran dengan suara yang dibuat mirip dengan seorang laki-laki, sambil membuka kotak makanan nya yang berwarna pink.
Melihat warna kotak makanan yang tidak bisa ditolong lagi, Hua Chenran hanya bisa menghela nafasnya tidak berdaya. Karena warna ini adalah pilihan Sun Lili dan Mei, dia tidak bisa protes sama sekali mengenai pemilihan warna merah muda ini.
Hatinya yang rapuh....
Kedepannya dia harus benar-benar melakukan protes kepada mereka berdua, tidak ada lagi warna pink.
( Sun Lili dan Mei : Sayang sekali rencana yang indah! Tapi protes itu tidak valid, haha......
Hua Chenran : "..."
Kesian amat gua thor!!!
__ADS_1
Ganti napa warnanya....
Author : cut...next....!!!)
"Wah....dari aroma nya saja aku sudah
merasa makanan ini enak, apalagi ayam gorengnya..."
Tangan Wei Sichu terulur ke kotak makan dan langsung meraih paha ayam goreng dalam kotak makan.
"Wei Sichu!!!"
Teriak Hua Chenran dengan keras.
Ya... ampun kenapa setiap teman yang dia temui semuanya aneh...
"Ayam gorengnya ada empat potong, aku kan hanya mengambil satu. Jangan pelit lah..."
Kata Wei Sichu sambil menggigit paha ayam, lalu mengambil sendok dan langsung memakan nasi goreng yang ada di depannya.
'Sabar...sabar... Ambil positifnya saja, mungkin Wei Sichu ini terlalu lapar jadinya makannya agak bar-bar....
Pasti itu....' Hua Chenran berusaha meyakinkan dirinya sendiri dalam hatinya.
Kemudian Hua Chenran mengambil sendok dan juga langsung memakan makanannya.
Tidak perlu waktu lama, Wei Sichu menghapus semua makanan di dalam kotak makan, hanya dalam beberapa menit. Mungkin terlalu lapar.....
Hua Chenran terpana dengan Wei Sichu yang baru saja selesai makan.
Sepertinya dalam beberapa hari ini mereka makan di kafetaria, dia tidak pernah melihat Wei Sichu makan seperti orang yang kesurupan seperti ini. Apakah karena tidak ada orang di sekitarnya? Lah dia sendiri kan orang? Hua Chenran...apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan?
"Urrpp...oh.. aku tidak pernah makan sekenyang ini sebelumnya"
Kata Wei Sichu sambil mengelus perutnya yang kenyang.
'ya iyalah kamu kenyang...
akunya yang masih kelaparan...'
Keluh Hua Chenran dalam hatinya, tapi dia tidak mengatakannya dengan keras, karena dia sendiri yang ingin mengajak Wei Sichu untuk makan bersama dengannya.
Hua Chenran yang masih meratapi nasibnya yang belum kenyang, sedang membereskan kotak makan berwarna merah muda (pink) di atas meja.
"Ngomong-ngomong Chenran! Warna kotak makan itu sangat cocok dengan wajahmu, yang memilih nya pasti punya selera yang tinggi"
Wei Sichu berkata dengan wajah penuh keseriusan.
'Tolong!!!! Jangan sebut warna merah muda lagi....
Aku ingin protes.....'
Wajah Hua Chenran sekarang benar-benar gelap, dalam ke 347 kalinya dalam hidupnya yang kedua dia ingin protes untuk sebuah warna merah muda.
(Author : cut...next....!!)
"Wei...Si...chu, tolong jangan sebutkan masalah warna merah muda itu lagi"
Protes Hua Chenran.
"Tapi....kaus kaki yang kamu pakai juga berwarna merah muda, bukankah itu warna favorit mu"
Wei Sichu berkata dengan wajah yang polosh...
Hua Chenran : "..."
Nima! Warna favorit Nima!!!
'itu warna favorit mu dan itu warna favorit seluruh keluarga mu'
__ADS_1
Dia benar-benar dibutakan oleh warna merah muda ini sekarang.