
Lin Huayu melihat api kecil yang menyala seolah-olah itu hidup, di jari-jari Hua Chenran dengan mata terkagum-kagum. Lin Huayu selalu tahu bahwa Hua Chenran itu kuat, tetapi dia tidak menyangka bahkan Hua Chenran punya api menyala di antara jari-jarinya, sungguh hebat!
Sebenarnya dia juga berkultivasi dengan membaca buku bimbingan yang ditinggalkan oleh ibunya, tapi tidak ada yang mengajarinya cara berkultivasi dengan benar, tidak ada guru, jadi percuma saja punya teknik latihan kultivasi yang baik. Dia baru berkultivasi selama dua tahun, tidak tahu sudah tingkat apa kultivasi nya sekarang. Tiba-tiba Lin Huayu juga menemukan bahwa dia adalah salah satu kultivator yang gagal, tidak tahu tingkat apa dia sekarang bahkan setelah lebih dari dua tahun kultivasi.
Melihat api kecil di jari-jari nya, dia merasa sangat bersemangat, dalam hatinya Lin Huayu bertekad untuk berlatih lebih keras dan rajin lagi. Kapan dia bisa melakukan hal-hal seperti Hua Chenran? Lin Huayu bertanya-tanya dalam hatinya.
Qiang Xie bereaksi secara berbeda, wajahnya agak pucat dan ketakutan juga muncul di matanya.
Apa ini? Ritme apa ini? Sungguh hal ini dia tidak bisa menerima nya untuk sementara waktu. Apakah dia benar-benar melihat hal yang tidak masuk akal seperti itu? Konsep apa api-api kecil merah itu menari-nari kecil di antara jari-jarinya ketua!
Oke! Dia mengakui bahwa ketua baru geng Blood Shield yang membuat dia menyerah ini memang kuat, walaupun usianya masih sangat muda, apalagi ketua adalah seorang perempuan, masih gadis kecil yang seharusnya bermain dengan gembira dengan teman seusianya.
Tetapi Qiang Xie tidak menyangka, bahwa ketua nya ternyata masih punya tangan ini! Hal-hal fantasi semacam ini, yang ada di sebuah novel fantasi budidaya keabadian, Qiang Xie pernah membacanya, tapi baru kali ini dia melihatnya di depan matanya sendiri. Seperti mimpi....
Anak-anak yang berada di sebelah kanan, yang memilih untuk tinggal bersama dengan Hua Chenran, tampak linglung dan terpesona.
Mulut mereka terbuka dan tidak bisa menutup, mata mereka semua cerah dan berbinar-binar. Seolah-olah ini masih dalam mimpi, seolah fantasi.
Sedangkan anak-anak yang berdiri di sebelah kiri, sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mata mereka penuh dengan penyesalan, ilmu sihir api fantasi semacam itu seharusnya mereka bisa mendapatkan nya, tetapi mereka tidak ingin kehilangan hal seperti kebebasan mereka, hanya kepada seorang gadis yang seusia dengan mereka, jadinya mereka pun pindah dan berdiri di sebelah kiri.
Sekarang mereka menyesali nya dan juga ada kebencian di mata itu.
Kenapa tidak membencinya?! Mengapa gadis kecil itu tidak mengatakan lebih awal bahwa akan mengajari mereka hal yang semacam fantasi seperti itu, jadinya mereka tidak pindah dan berdiri di sebelah kiri! Mereka semua melihat ke arah anak-anak di sebelah kanan dengan mata yang iri.
Hua Chenran melihat reaksi semua orang dengan puas, tetapi juga ada kekecewaan di matanya.
Tidak mengira bahwa hati manusia memang tidak dapat diprediksi, juga bahkan termasuk gadis dan remaja yang hampir seusia dengan nya di barisan sebelah kiri. Ada kebencian di mata anak-anak itu, jujur saja bahwa Hua Chenran merasa sangat kecewa!
Sepertinya memang mereka tidak pantas untuk menjadi orang-orang yang berada di sampingnya pada saat orang suruhan master itu datang.
Tetapi senyum lembut masih tetap ada di wajahnya, lalu dia menoleh ke arah kanannya, di mana ada pohon yang sangat tinggi. Kemudian senyum lembut itu berubah menjadi seringai dingin, Hua Chenran menggerakkan jari-jarinya dan api menjadi sedikit lebih besar dan dipadatkan menjadi bentuk bola, seukuran bola pingpong.
Api seukuran bola pingpong itu lalu dilemparkan ke arah yang tinggi itu,
tidak kurang dari dua menit pohon yang tinggi itu dibakar habis, juga bahkan hanya tinggal setumpuk abu saja di sana.
Semua orang masih terpana dan tidak bisa bereaksi untuk sementara waktu.
Tetapi ke 350 anak-anak itu tidak tahu bahwa, pada saat tangan kanannya Hua Chenran melemparkan bola api ke arah pohon, tangan kirinya tidak diam sama sekali. Hua Chenran tidak merasa dia kejam dan bersalah dalam hatinya ketika dia melakukan hal ini.
__ADS_1
Yang dia butuhkan sekarang adalah orang yang patuh dan kesetiaan yang mutlak, juga rasa kepercayaan antar sesama. Tetapi Hua Chenran yakin bahwa rasa kepercayaan ini akan tumbuh seiring waktu, karena rasa kepercayaan itu tidak instan terjadi.
Hua Chenran sebenarnya melempar jarum perak yang mengikat sumpah darah, ke dalam kepala 350 anak-anak ini semuanya. Dengan jarum perak sumpah darah ini, jika ada anak yang punya niat jahat padanya maka jarum perak ini, akan membasmi mereka dengan sendirinya. Tetapi jarum perak yang dilemparkan kepada anak-anak di sebelah kiri, adalah jarum perak sumpah yang berbeda.
Fungsi jarum perak ini membuat anak-anak melupakan ingatan yang dialaminya selama di kastil ini.
"Wah......!!"
"I...i...ini benarkan?"
"Sepertinya ini mimpi"
"Api sekecil itu, tapi hanya dalam waktu singkat, tinggal abunya saja!"
Berbagai macam kata-kata takjub dari semua anak-anak terdengar.....
"Tentu saja api Lao Tzu itu hebat! dan Lao Tzu adalah dewa naga api, bagaimana mungkin api Lao Tzu itu tidak hebat" kata Long Houchi dengan bangganya pada Bing Luanze, melalui transmisi suara.
"Huh...! Idiot!"
Balas Bing Luanze dengan dengusan dingin pada Long Houchi.
"...." Long Houchi terdiam!
Hua Chenran lalu melihat reaksi anak-anak yang berdiri di sebelah kiri, tatapan mereka penuh dengan rasa iri pada anak-anak yang berdiri di sebelah kanan dan juga melihat ke arahnya dengan tatapan kebencian.
Senyum dingin muncul di wajah Hua Chenran, dia diam-diam merasa lucu di dalam hatinya. Bukankah dia sudah memberi mereka kesempatan untuk memilih, kenapa sekarang mereka jadi membencinya? Pilihan ini seharusnya mereka sudah siap, bukan dengan pilihan nya sendiri. Tidak perlu untuk membenci pada dirinya, juga bahkan mereka tidak punya hak untuk membencinya.
Hua Chenran mengaktifkan sumpah darah pada anak-anak yang di sebelah kirinya, kemudian anak-anak itu pun pingsan di tanah dengan wajah pucat.
"Qiang Xie bawa pulang mereka ke tempat nya masing-masing"
Suara Hua Chenran agak keras dan memang sengaja supaya orang-orang yang sedang terpana kembali sadar.
"Apa?"
Tanya Qiang Xie pada Hua Chenran, yang baru sadar dari keadaan terpana nya sekarang.
Mendengar suara Hua Chenran, yang lainnya pun sadar, lalu melihat ke arah sebelah kiri mereka, melihat wajah yang pucat ada ketakutan dalam hati mereka. Apakah mereka yang menolak, mati?!
__ADS_1
Hua Chenran tahu apa yang sedang dipikirkan oleh anak-anak itu
"Mereka hanya pingsan"
Hua Chenran berkata dengan nada suara yang acuh tak acuh.
Kelegaan pun muncul dalam hati mereka, mereka hampir mengira bahwa yang lainnya itu mati.
"Qiang Xie..."
Lalu mata Hua Chenran melihat ke arah Qiang Xie.
Melihat ekspresi wajah Hua Chenran yang tersenyum lembut dan matanya yang dingin ditembak ke arahnya, Qiang Xie merasa panik dalam hatinya. Mengingat kembali hal-hal yang dikatakan oleh ketuanya, Qiang Xie pun menjawab dengan gemetar.
"Baik ketua! Qiang Xie mengerti!"
"Jika kalian ingin seperti ku, latihan itu tidak mudah dan sangat sulit. Untuk menjadi seperti ini dibutuhkan ketekunan dan kerja keras, jadinya
bagaimana dengan pilihan kalian sekarang? Masih tetap atau ingin pergi dari kastil ini?" Hua Chenran pun bertanya pada mereka semua sekali lagi untuk memastikan.
"Masih tetap!"
Jawab mereka semua serempak
"Tidak menyesali nya!"
Tanya Hua Chenran dengan suara yang dingin, mata dingin itu pun menyapu semua anak-anak dan membuat orang-orang bergidik.
"Tidak menyesal!"
Jawab mereka serempak lagi.
Ancaman!
Ancaman telanjang!
Bercanda! Mata dingin anda terus melihat ke arah kami, beraninya kami tidak setuju! Mereka pun hanya berani mengeluh dalam hati mereka.
"Sangat Bagus!"
__ADS_1
kata Hua Chenran dengan senyum cerah di wajahnya.
Sudut mulut Lin Huayu berkedut beberapa kali, Lin Huayu memberikan dua jempolnya kepada Hua Chenran, sungguh membalikkan wajahnya lebih cepat dari pada membalikkan halaman buku.