Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 187. Tekad Wei Sichu


__ADS_3

Di dalam ruangan kelas inti 1,


Seorang anak laki-laki yang cantik, dengan usia sekitar 14 tahun, wajah seputih porselen, dengan lemak bayi di pipinya, alisnya panjang dan ramping, batang hidungnya lurus, mata ungu nya sedalam kolam, dingin dan tajam. Bibir merah muda yang tipis menguraikan lekukan yang paling halus, seperti senyum tipis.


Mata ungu itu memandang ke arah foto seorang gadis cantik dengan mahkota bunga di kepalanya, mata yang dingin itu melembut dan ada senyum tipis dan lembut di wajahnya. Dan juga tampaknya foto gadis yang ada di ponselnya, seusia dengan nya.


Tetapi beberapa saat kemudian, mata ungu itu memunculkan emosi yang tertekan dan tidak berdaya.


Wei Sichu masih ingat kemarin dia ditelpon oleh Hua Chenran, tentu saja dia sangat senang, karena dia kira bahwa Hua Chenran sudah punya waktu untuk jalan-jalan dengan nya.


Tidak tahunya, Hua Chenran minta tolong kepada dirinya untuk minta izin pada wali kelas dan guru, bahwa dia tidak bisa masuk sekolah selama dua bulan ini, karena dia sakit!


Tetapi alasan sebenarnya adalah, dia memberitahunya bahwa dia sedang ingin menjalani kultivasi tertutup, selama dua bulan ini.


Mengapa dia tidak tertekan, ketika dia mengetahui bahwa Hua Chenran tidak akan pergi ke sekolah selama dua bulan, berarti bahwa dia tidak bisa bertemu dengan Hua Chenran selama dua bulan kedepannya.


Bukankah dia akan menderita penyakit rindu?


Beberapa saat kemudian, ada tekad tegas yang menyala di mata ungunya Wei Sichu.

__ADS_1


Di antara mereka berempat ( maksud Wei Sichu adalah, dia, Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng) dia adalah dengan tingkat kultivasi yang terlemah. Selama lebih dari seminggu ini, dua musuh abadi itu tidak terlihat di sekolah, mungkin mereka berdua juga ikut berlatih kultivasi tertutup.


Mereka berdua sudah bertindak untuk menjadi lebih kuat, dan pergi berdampingan dengan Hua Chenran.


Lalu kenapa dia harus duduk dan berdiam diri? Karena mereka berdua sudah bertindak, dia juga harus ikut untuk berlatih lebih keras lagi. Jika dia berlatih lebih keras dan tingkat kultivasi nya memiliki kemajuan, dia bisa bertarung berdampingan dengan Hua Chenran kedepannya.


Kakeknya Mo pernah berkata bahwa bumi ini bukan satu-satunya tempat, ada tempat lain yang lebih baik untuk para kultivator seperti mereka. Jika mereka bisa pergi ke sana untuk dapat berkultivasi, itu adalah sebuah kemewahan. Karena di alam kultivasi tersebut, ada aura spiritual yang lebih kaya dan kemajuan kultivasi menjadi dua kali lipat hanya dengan setengah usaha, dari pada di bumi yang tidak tentu kapan kita bisa maju.


Mungkin di masa depan, siapa yang tahu apa yang terjadi? Mungkin saja mereka akan pergi ke alam kultivasi.


Jadi sebelum itu berlatih lebih keras dan menjadi lebih kuat!


Wei Sichu lalu menoleh ke jendela dan angin sepoi-sepoi berhembus membelai wajahnya, dia berkata dengan senyum bahagia di wajahnya


Di sebuah ruangan dengan nuansa hitam dan merah, dua orang sedang duduk berhadapan, dengan cangkir teh masing-masing di tangan mereka.


Qiang Xie awalnya sangat gugup, karena pagi-pagi sekali ketua pergi menelepon nya, dan memintanya untuk datang ke kastil ini. Ini ada apa sebenarnya? Kenapa ketua malah memanggil nya ke sini pagi-pagi lagi?


Ada banyak pertanyaan di dalam kepalanya, tetapi dia tidak ingin bertanya, karena takutnya salah dalam pertanyaan dan dia bisa saja terkena sial. Bahkan walaupun ketua terlihat tenang dan menawarinya untuk minum teh dulu agar menjadi tenang, Qiang Xie bahkan merasa bahwa dia menjadi lebih gugup lagi.

__ADS_1


"Ketua, apakah ada tugas penting lainnya?" Tanya Qiang Xie dengan sedikit gugup. Melihat ketua masih duduk dan minum teh dengan santai, tidak menjawab pertanyaan darinya sama sekali, perlahan keringat dingin keluar dari keningnya.


Hua Chenran meminum teh dengan santai, lalu dia meletakkan cangkir teh itu. Melihat ke arah Qiang Xie


"Qiang Xie, apakah kamu ingin terus mengikuti ku?" Tanya Hua Chenran dengan tenang dan tenang, tidak ada emosi di mata Hua Chenran.


Qiang Xie tertegun di tempat setelah dia mendengar pertanyaan, yang diajukan oleh Hua Chenran kepada nya. Dia sama sekali tidak bisa untuk melihat emosi di mata tenang dan acuh tak acuh ketua, juga wajahnya itu tidak ada senyum sama sekali!


Apakah ketua ini sedang menguji kesetiaan nya lagi? Mungkinkah ini ada hubungannya dengan rahasia ketua, bahwa ketua ini adalah peri yang mengolah keabadian? Apakah dia akan berakhir kali ini, jika dia salah menjawab pertanyaan ketua?


Tidak! Ketua pasti tahu kesetiaan nya!


Jadi Qiang Xie segera menjawab tanpa ragu-ragu lagi "Tentu saja ketua" dan jawaban Qiang Xie ini penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri.


(Tentu saja ini karena dia setia kepada ketua nya!)


Ada senyum tipis di wajah Hua Chenran, setelah dia mendengarkan jawaban Qiang yang sangat yakin. Dia juga melihat tidak ada kebohongan di matanya Qiang Xie, sejak awal memang sepertinya dia tidak memilih orang yang salah, semua rencananya tampaknya harus memiliki beberapa perubahan kecil, hanya sedikit.


"Bagus"

__ADS_1


Kata Hua Chenran dengan senyum tipis di wajahnya.


Seketika batu di hati Qiang Xie jatuh, dalam hatinya dia sangat lega, begitu kata bagus, keluar dari mulut ketua.


__ADS_2