
Setibanya di rumah, Hua Chenran dan
Lin Huayu kembali ke dalam kamar masing-masing.
Setelah mandi dengan nyaman dia melihat kedua bayinya yang sedang tertidur pulas, dengan senyum lembut tersungging di bibirnya.
Kemudian Hua Chenran masuk ke dalam ruang Xuantian dan terus berkultivasi, melatih kekuatan fisiknya dan juga melatih alkimia nya.
Ketika Hua Chenran keluar dari ruang Xuantian, hari pun sudah sore. Jadi pertama kali dia melihat kedua bayinya yang imut sudah terbangun.
Dia mulai memandikan mereka berdua dan juga menyusui mereka.
Hua Chenran setelah itu mulai bermain dengan Hua Junyi dan Hua Junyan.
Langit mulai gelap, Hua Junyi dan Hua Junyan keduanya mulai menguap dan tertidur tidak lama kemudian.
Melihat ini Hua Chenran tersenyum lembut dan terkekeh kecil.
"Good night Yi'er dan Yan'er"
Mengambil ponselnya Hua Chenran membuka Weibo, tiba-tiba suara pesan masuk sedikit mengejutkan Hua Chenran yang sedang menonton video penampakan hantu nyata.
Ternyata yang mengirim pesan adalah Wei Sichu, lalu dia membuka pesan
[Sichu : besok kamu ada kegiatan?]
[Chenran : tidak ada]
[Sichu : bisakah kamu keluar besok?]
[Chenran : bisa]
"Ada apa dengan Wei Sichu ini?"
Tanya Hua Chenran pada dirinya sendiri dengan heran.
[Sichu : Kalau begitu dimana aku bisa menjemput mu besok?]
[Chenran : em...aku akan mengirim alamat rumahku nanti]
[Sichu : Baiklah, besok aku akan menjemputmu Chenran]
[Chenran : Ok, sampai jumpa besok]
[Sichu : ya, sampai jumpa besok]
"Kenapa aku lupa bertanya kepada Wei Sichu, kenapa memintanya untuk keluar dengannya besok?"
Hua Chenran berpikir lebih baik tanyakan besok saja pada Wei Sichu.
Setelah bermain game sebentar, dia kembali masuk ke dalam ruang Xuantian untuk berlatih fisik dan keterampilan pedangnya.
Dua jam berlalu, tubuhnya sudah dipenuhi oleh keringat. Jadi dia kembali mandi dan langsung tertidur pulas karena kelelahan dengan latihan fisik dan pedang yang dia lakukan.
Di pagi harinya, penyakit malas bangun di pagi hari libur Hua Chenran bangkit lagi pagi ini.
Tapi ketika dia mendengar suara tangisan bayi, badannya secara otomatis terbangun lebih cepat dari pemikirannya sendiri.
Wajah Hua Chenran dipenuhi dengan kekhawatiran, namun ketika melihat ternyata kedua bayinya hanya BAB saja, segera membuat Hua Chenran menghela nafas lega.
Hua Chenran membersihkan dan memandikan kedua bayinya, lalu kemudian menyusui kedua bayinya.
Tiba-tiba suara horor terdengar dan bergema di seluruh area lantai 2.
"Yi'er dan Yan'er, ibu baptis yang cantik datang..."
Kata Lin Huayu dengan suara yang keras dari tangga menuju lantai 2.
__ADS_1
Garis-garis hitam memenuhi dahinya, kata-katanya tidak pernah berubah.
Ketika melihat Lin Huayu datang ke kamarnya, mata Hua Chenran berbinar-binar. Sementara itu Lin Huayu yang melihat mata berbinar Hua Chenran merasa merinding di seluruh tubuhnya.
"Xio ran...eh.. kenapa kamu melihat ibu baptis yang cantik ini dengan mata yang seperti itu? Xio ran aku masih mencintai laki-laki cantik"
Kata Lin Huayu sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
Nima!! Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh otak temannya yang aneh di depannya ini.
"Tolong jaga Yi'er dan Yan'er sebentar, aku ingin mandi dulu"
"Oh.... itu, aku kira apa terlihat sangat menakutkan tadi. Serahkan saja semua kepada ibu baptis cantik ini"
Kata Lin Huayu sambil mengedipkan matanya kepada Hua Chenran.
"Huayu sepertinya kamu harus operasi mata, matamu tiba-tiba berkedip tidak jelas hari ini"
Jelas Hua Chenran dengan sengaja.
"Hua...Chen...Ran" teriak Lin Huayu dengan suara keras, tapi sayangnya Hua Chenran sudah duluan pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, Hua Chenran segera berpakaian lebih baik hari ini.
Melihat pakaian yang dipakai oleh Hua Chenran, senyum aneh muncul di wajah Lin Huayu.
"Xio ran, kamu terlihat berbeda hari ini. Juga berpakaian lebih baik apakah ada kencan di hari Minggu?"
"Kencan di hari Minggu? Tidak! Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?
Aku hanya diajak keluar oleh Wei Sichu hari ini"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
"Jadi kamu berkencan dengan tuan muda Wei hari ini?"
"Kencan dengannya? Lin Huayu apa senyum di wajahmu itu? Ini hanya keluar untuk berterimakasih saja"
Jawab Hua Chenran agak jengkel.
Otak temannya selalu offline tidak pernah ada online-onlinenya.
"Oh....ya, aku tahu..aku tahu"
Kata Lin Huayu masih dengan senyum di wajahnya.
"Huayu kamu ikut? Aku tidak nyaman keluar dengan Wei Sichu sendirian"
Ucap Hua Chenran dengan wajah agak tidak nyaman.
"Tidak!"
Ucap Lin Huayu dengan keras tanpa sadar. Kemudian dia melanjutkan
"Bukankah Wei Sichu hanya berkata mengajak kamu saja untuk keluar dengannya? Kapan Wei Sichu juga mengajak ku untuk pergi?"
"Tapi..."
Hua Chenran berpikir benar juga yang dikatakan oleh Lin Huayu.
"Tidak ada tapi-tapian, aku tidak ikut"
Jawab Lin Huayu sambil menggelengkan kepalanya.
Bercanda! Jika dia ikut bersama mereka berdua, bukankah dia akan menjadi bola lampu atau lalat yang selalu berdengung di sekitar mereka.
"Ayolah... Huayu, bukankah di sekolah kita bertiga juga sering pergi ke kafetaria bersama-sama"
__ADS_1
Kata Hua Chenran membujuk.
Nima! Lin Huayu mengkhawatirkan EQ Hua Chenran, sudah jelas-jelas bahwa Wei Sichu hanya mengajak keluar Hua Chenran saja dan juga di hari minggu seperti ini. Bukankah itu adalah ajakan untuk berkencan?
Kenapa harus mengajak dirinya untuk menjadi lalat di antara mereka.
"Xio ran itu berbeda"
Jawab Lin Huayu dengan serius.
"Apanya yang berbeda? Bukankah sama saja?" Tanya Hua Chenran dengan kebingungan.
"Pokoknya itu berbeda...titik tidak pakai koma" jawab Lin Huayu agak tidak berdaya dengan EQ lemah temannya dalam hal percintaan.
"Aku ada latihan hari ini, jadi aku tidak bisa pergi"
Akhirnya tetap saja dia harus mencari alasan, supaya tidak ikut dalam kencan mereka berdua.
"Baiklah! Aku dikalahkan olehmu"
Kata Hua Chenran dengan wajah agak kesal, karena tidak ada Lin Huayu bersamanya hari ini.
Ding!
(Suara pesan masuk)
[Sichu : Aku sudah di depan]
[Chenran : baiklah, aku keluar sekarang]
"Huayu, Sichu sudah ada di depan rumah. Aku pergi dulu..bye"
Setelah mengatakan itu dia melihat kearah kedua bayinya, lalu mencium kedua pipi mereka dengan gemas.
Kemudian Hua Chenran segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
Lin Huayu melihat ke arah Hua Chenran pergi dengan senyum aneh di wajahnya dan berkata kepada kedua bayi di sampingnya.
"Lihat ibu kalian, aku sangat mengkhawatirkan EQ rendahnya"
Lalu Lin Huayu mengambil ponselnya dan melihat foto-foto yang diambil secara diam-diam olehnya di taman sekolah kemarin.
Senyum puas muncul di wajahnya, perjodohannya berhasil.
"Yi'er dan Yan'er ibu baptis menemukan ayah yang cantik dan cocok untuk ibu kalian berdua. Bukankah ibu baptis kalian berdua sangat baik?"
Lin Huayu dengan bangga dengan dagu yang terangkat.
Melihat ke arah Hua Junyi dan Hua Junyan, Lin Huayu dibuat terkejut oleh gerakan mata mereka yang memutar matanya dengan malas.
Tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya, Lin Huayu kembali menutup matanya dan mengusap matanya beberapa kali.
Ketika matanya terbuka mata kedua bayi itu sudah seperti sebelumnya yang polos dan polos.
"Apa ini karena aku terlalu bersemangat untuk menjodohkan Hua Chenran dan Wei Sichu? Jadi aku berhalusinasi seperti ini sekarang.
Tapi sungguh aku merasa mereka berdua sama-sama tampan dan cantik, dengan visual mereka berdua pasti akan ada bayi yang matanya persis seperti Wei Sichu"
Kata Lin Huayu sambil berfantasi tentang Hua Chenran dan Wei Sichu.
"Oh... seharusnya aku mengikuti mereka berdua hari ini dan terus mengambil foto-foto romantis terbaru mereka berdua, Semangat Lin Huayu kamu pasti berhasil membuat mereka berdua bersama"
Lin Huayu berkata untuk menyemangati dirinya sendiri.
Lin Huayu melihat ke arah Hua Junyi dan Hua Junyan lagi dan berkata dengan nada yang serius
"Tenang saja, Yi'er dan Yan'er jika tuan muda Wei tidak cocok untuk ibumu, ibu baptis akan menjodohkan dengan laki-laki yang lebih tampan dan baik dari tuan muda Wei"
__ADS_1