
"Ran'er apakah kamu cemburu?"
Tanya Lan Yueshang dengan senyum cerah di wajahnya.
Ini adalah pertama kalinya Hua Chenran melihat Lan Yueshang yang tersenyum begitu cerah, jadi dia menatap Lan Yueshang sekilas, lalu membuang muka, Hua ChenranĀ sedikit terbatuk, kemudian dia segera bertanya dengan nada kebingungan.
"Cemburu? Apa yang harus dicemburui memangnya?"
Leng Yuesheng yang sedang minum teh, tersedak setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hua Chenran.
Setelah itu dia mulai terbatuk dan meratap dalam hatinya, tidak ada harapan sama sekali. Kemudian dia mulai mengelap wajah dan baju nya yang basah oleh teh.
"Pesawat akan segera berangkat, sudah hampir jam sebelas, ayo masuk ke dalam pesawat sekarang"
Kata Hua Chenran sambil menatap ponselnya. Lalu dia segera berdiri dan berjalan menuju pesawat yang akan mereka bertiga tumpangi.
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng juga mulai berdiri, dan mengikuti Hua Chenran dari belakang.
"Apakah yang menggangu Ran'er itu adalah seorang gadis yang punya hutang cinta dengan mu, kan?"
Tanya Leng Yuesheng dengan dingin
"Huh.... kapan aku tersenyum setiap harinya, untuk membuat gadis-gadis tersipu di setiap kesempatan?"
Balas Lan Yueshang bertanya dengan suara yang dingin, lalu dia segera tersenyum penuh kemenangan.
Leng Yuesheng benar-benar terdiam, setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Lan Yueshang. Ya.... Karena itu memang benar, tetapi dia melakukan hal seperti itu, untuk menyembunyikan penyakit nya. Wajah Leng Yuesheng tenggelam dan dia sedang dalam suasana hati yang buruk saat ini. Lalu dia tiba-tiba teringat bibi yang melemparkan diri ke arah mereka berdua, apakah bibi itu mengganggu Ran'er nya?
Beberapa saat kemudian, setelah dia selesai berpikir dan dia sudah berada dalam pesawat. Lalu melihat kursi yang jatahnya adalah tempat duduk nya, sekarang ditempati oleh si biru.
Leng Yuesheng sangat marah dalam hatinya, tapi dia tidak mengatakan apapun dan duduk di belakang Hua Chenran, seperti anak yang patuh.
Bandara Internasional Tian Heng,
Turun dari pesawat, matanya masih sangat mengantuk. Hua Chenran pun menguap, lalu melihat dengan jelas bahwa sekarang dia sudah sampai di Ibukota. Melihat tempat yang baru, Hua Chenran mengesampingkan rasa kantuknya dan ingin berjalan-jalan.
Lelah setelah berkeliling di sekitar bandara, mereka bertiga pun pergi ke sebuah restoran untuk makan.
__ADS_1
Lan Yueshang mulai memesan makanan, Leng Yuesheng memeriksa pesan di ponselnya, Hua Chenran pun mulai melihat sekeliling, karena dia merasakan aura pembunuh lagi.
Hua Chenran menyipitkan matanya berbahaya, dan mulai memindai di setiap sudut dengan kesadaran ilahi.
Setelah itu Hua Chenran tersenyum kecil, matanya sangat dingin. Dia merasa sangat kesal sekarang, ini karena lokasi pembunuh ini tidak dapat dideteksi oleh kesadaran ilahi.
"Ran'er aku tidak bisa merasakan lokasinya secara spesifik, tapi dia ada di sekitar restoran lantai 3"
Kata Lan Yueshang sambil tersenyum dingin, siapa pun yang menjadi target pembunuh ini, dia tidak akan pernah membiarkan pembunuh itu berhasil.
"Kesadaran ilahi ku hanya bisa merasakan bahwa dia ada di restoran ini, kapan kesadaran ilahi mu lebih baik daripada aku?"
Tanya Leng Yuesheng dengan suara yang dipenuhi rasa iri dan cemburu.
"Memang aku lebih baik dari mu"
Jawab Lan Yueshang dengan tenang.
Sudut mulutnya terangkat dipenuhi dengan kemenangan.
Leng Yuesheng terdiam, bibirnya mengerucut dan melanjutkan untuk tetap sibuk dengan ponselnya.
Wajah Lan Yueshang tenggelam, ketika dia melihat perubahan emosi di wajah Hua Chenran. Sangat tidak nyaman bagi Lan Yueshang, melihat Hua Chenran menatap Leng Yuesheng walaupun hanya untuk sesaat. Segera tekanan rendah menyebar di sekitar.
Pelayan yang sedang membawa hidangan ke meja Hua Chenran, bergidik dalam hatinya. Kenapa terasa sangat dingin? Apakah akan ada hantu di restoran ini? Tetapi walaupun ketakutan, pelayan itu tetap menyajikan makanan dengan baik. Setelah itu pelayan segera pergi dengan cepat, ingin menjauh dari meja 06. Walaupun ketiga remaja ini terlihat cantik dan tampan, bahaya yang terpancar dari tubuh nya itu, membuat dia ketakutan.
Sementara itu Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sedang sibuk untuk makan, dan bagaimana mungkin mereka bertiga memikirkan pikiran takut pelayan kepada mereka.
Di sisi lain, lantai 3 restoran.
"Tuan He?"
Tanya Li Ya'er dengan heran, kenapa Tuan He muncul di Ibukota?
"Li Ya'er, suami masa depan mu sudah muncul. Jika kamu dapat menggaet salah satu dari tuan muda, keluarga Lan. Mungkin saja kamu akan menjadi nyonya Lan, jadi jangan lewatkan kesempatan ini! Tetapi ada penghalang di antara kalian kali ini, aku sudah menghitung bahwa ada seorang gadis yang akan menghalangi nasib baik mu" Kata Tuan He dengan suara yang tenang. Mata tuan He menjadi dingin, Hua Chenran pasti akan segera mati.
Li Ya'er seperti menyadari sesuatu, dan dia segera berkata
__ADS_1
"Oh... pantas saja, pada pandangan pertama gadis itu sangat menggangu mataku. Kali ini aku pasti tidak akan membuat gadis itu lolos"
Matanya segera menyipit berbahaya, Li Ya'er mengangkat telapak tangan nya, lalu muncul cacing Gu berwarna biru di telapak tangan Li Ya'er.
Dengan cacing Gu ini, Li Ya'er sangat yakin bisa mengendalikan salah satu dari kedua tuan muda keluarga Lan.
Posisi nyonya Lan, seharusnya memang disiapkan untuk dirinya.
Saat Li Ya'er mendongakkan kepala nya, tuan He sudah tidak ada lagi di depan nya. Li Ya'er berdiri dan dia berjalan menuju ruang VIP lainnya.
Li Ya'er membuka pintu dan langsung membuat wajah penuh kesedihan, dia melemparkan dirinya dalam pelukan pemuda yang berdiri di samping meja. dan pemuda itu melihat Li Ya'er sambil tersenyum lembut, begitu dia melihat wajah Li Ya'er yang penuh kesedihan, matanya memadat.
"Ya'er siapa yang membuat kamu begitu sedih? Katakan pada brother Shi, brother Shi pasti akan membuat orang itu membayar nya"
Kata Lan Yushi pada Li Ya'er dengan suara yang lembut dan dia menepuk punggung Li Ya'er untuk membuat Li Ya'er merasa tenang.
"Brother Shi, dia mengatakan bahwa aku adalah gadis yang tidak tahu diri dan tidak pantas untuk bersama mu"
Kata Li Ya'er dengan air mata yang jatuh, membuat hati Lan Yushi sakit dan tertekan.
"Ya'er dimana orang itu? biarkan brother Shi yang mengurus nya"
Tanya Lan Yushi dengan lembut, sambil menghapus air mata Li Ya'er.
"Gadis itu ada di lantai 1, aku tidak tahu kenapa dia begitu cemburu dengan ku, Padahal aku tidak pernah menyinggung atau bahkan bertemu dengan gadis itu" Setelah mengatakan itu, air mata Li Ya'er mengalir lagi.
Kemudian Li Ya'er menarik tangan Lan Yushi dengan genit, dan mereka berdua mulai berjalan menuju ke lantai 1 restoran. Beberapa saat kemudian, Lan Yushi dan Li Ya'er sudah turun ke lantai 1 restoran.
Mata Lan Yushi dipenuhi dengan kejutan, ada riak dalam hatinya. Matanya tidak bisa pindah dari gadis yang sedang duduk sendirian di meja 06, Baru kali ini dia melihat gadis yang sedang meminum teh begitu anggun dan elegan. Wajah gadis itu sangat cantik, masih terdapat lemak bayi di wajahnya, Lan Yushi yakin gadis itu mungkin berumur sekitar 14 atau 15 tahun.
Li Ya'er sudah memanggil Lan Yushi beberapa kali, tapi Lan Yushi tidak menanggapi sama sekali. Li Ya'er melihat ke arah pandangan Lan Yushi dan hatinya menjadi dingin. Kenapa bahkan brother Shi memandang ke arah gadis mati itu tanpa berkedip.
Gadis itu memang momok, perayu dan Vixen semacam itu harus di bunuh dan dimusnahkan, supaya tidak merugikan banyak orang.
Lan Yushi segera melangkah untuk menyapa gadis di meja 06, segera dia ditarik oleh Li Ya'er. Lan Yushi sangat marah, dia ingin menemui kecantikan kenapa Li Ya'er menghalangi nya?
"Sayang, itu dia gadis yang duduk di meja no 06 yang mengatakan hal-hal buruk itu kepada ku, sayang, aku mengandalkan mu sekarang"
__ADS_1
Kata Li Ya'er dengan suara yang dipenuhi dengan rasa sedih yang berlebihan, akhirnya dia membalas dendam, bagaimana mungkin dia tidak senang sama sekali. Li Ya'er terlalu gembira hari ini.