Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 53. Pesta, Identitas Terungkap (3)


__ADS_3

Para tamu undangan yang hadir dan datang ke pesta malam hari ini, sedang berbisik dan berspekulasi.


Apakah ada konspirasi? Siapa yang beruntung untuk menjadi adik yang saleh dari nyonya Sun?


"Bahkan 5 keluarga besar juga datang ke pesta ini, berarti status adik angkat ini sangat berat di hati nyonya Sun"


"Iya diantara 5 keluarga besar hanya keluarga Wei yang belum datang"


"Apa mungkin mereka tidak datang?"


"Siapa yang tahu? Nantikan dan lihat saja nanti"


Di luar sebuah mobil mewah terparkir, yang keluar dari mobil adalah seorang lelaki tua dengan nafas penuh keagungan di tubuhnya.


Di belakang lelaki tua itu adalah seorang pria yang cantik dengan perawakan yang panjang dan wajahnya yang lebih cantik dari seorang wanita. Alisnya panjang dan ramping, batang hidungnya lurus, mata ungu nya sedalam kolam, dingin dan tajam. Bibir merah muda yang tipis menguraikan lekukan yang paling halus. Hanya dengan melihatnya saja, akan membuat banyak wanita jatuh cinta padanya.


"Lihat itu! Keluarga Wei sudah datang"


"Bukankah itu patriak keluarga Wei, juga di belakang nya adalah tuan muda Wei, Wei Sichu"


"Bahkan keluarga Wei datang, status adik angkat nyonya Sun ini sangat tidak terduga"


Wei Wutian hanya melihat ke arah tamu-tamu lain sekilas, lalu dia menyapa beberapa kolega dan teman di kalangan bisnis nya. Sebenarnya dia sangat penasaran dengan gadis kecil yang selalu bersama dengan cucunya yang baik.


Sedangkan dibelakangnya, senyum Wei Sichu tidak pernah hilang dari wajahnya, matanya terus melihat ke sana-kemari, tapi tetap saja dia tidak melihat Hua Chenran.


Melihat semua tamu undangan sudah hadir, juga ini sudah jam 9 dan sudah waktunya untuk memulai.


Sun Lili kemudian melihat ke arah para tamu undangan, dia tersenyum kecil dan berkata dengan serius.


"Terimakasih bagi para tamu undangan yang telah hadir pada malam hari ini, Pesta malam ini bertujuan untuk mengenalkan kepada kalian semua adik angkat saya yang saleh. Ini juga bentuk rasa syukur saya atas penyelamatan nyawanya, jika bukan karena dia, saya mungkin tidak akan pernah bisa hidup hari ini.


Terimakasih Hua Chenran!"


Semua orang mulai bertepuk tangan, tapi dalam pikiran mereka ternyata rumor penyelamatan nyawa benar.


Beberapa saat kemudian dari tangga turun seorang gadis cantik.


Saya melihat Hua Chenran berjalan dengan anggun menuruni tangga, langkah kaki lotus tidak cepat atau lambat. Hua Chenran mengenakan gaun sifon putih tampak mulia dan anggun. Fitur wajah yang sangat indah, cantik dan menawan. Alisnya melengkung seperti bulan sabit, matanya cerah seperti bintang, tajam dan juga dingin, hidung kecil dan lurus, dan bibir merah lembut seperti kelopak mawar, membuat semuanya menafsirkan kecantikannya di mana-mana.


Semua orang terdiam, memandang Hua Chenran tanpa berkedip. Ada gadis secantik ini di dunia, walaupun kelihatannya gadis ini tampak berusia sekitar belasan tahun, tapi aura yang keluar dari tubuhnya itu semacam keanggunan dan kepercayaan diri.


Dalam pikiran mereka, Apakah gadis seperti ini perlu semacam konspirasi untuk merebut perusahaan Sun Corp?


Melihat Hua Chenran yang sangat cantik malam ini dan ditatap oleh semua pasang mata, membuat Wei Sichu tidak nyaman. Rasanya dia ingin menariknya dan kemudian menyembunyikan Hua Chenran dari mata para serigala ini.


Dari kejauhan diantara kerumunan, Kepala sekolah menengah Luocheng melihat ke arah Hua Chenran dengan tidak percaya, wajahnya agak pucat dan kakinya gemetar, dia merasa kakinya menjadi lembut tidak bisa menopangnya untuk berdiri lagi.


Tidak mungkin! Dia tidak percaya. Ternyata yang dia singgung adalah adik angkat yang saleh dari keluarga Sun, Keluarga Tingkat ke 2 di kota A.


Sungguh nasib yang buruk! Habis!!


Hidupnya sudah berakhir sekarang.


Tentu saja yang memandang Hua Chenran tidak hanya takjub saja, tentu saja banyak yang iri dan juga cemburu dengan kecantikan, juga status Hua Chenran saat ini.

__ADS_1


Hua Chenran merasakan beberapa pandangan takjub, iri dan cemburu padanya, tapi dia tentu saja bersikap mengabaikan pandangan itu. Jadi Hua Chenran terus berjalan ke arah Sun Lili yang berdiri di atas podium, senyum lembut segera muncul di wajah Hua Chenran.


Sun Lili melihat ke sampingnya dan tersenyum lembut kepada Hua Chenran, lalu menggenggam tangan Hua Chenran untuk menghilangkan kegugupan Hua Chenran.


Sun Lili mengira Hua Chenran pasti gugup pertama kali berdiri di depan banyak orang, apalagi banyak orang dari berbagai media di depannya.


Bagaimana mungkin Hua Chenran tidak tahu maksud Sun Lili, dia merasakan hangat dalam hatinya karena perhatian dari Sun Lili.


Faktanya Hua Chenran sama sekali tidak merasa gugup akan hal ini.


Memegang mic di tangan kanannya, Hua Chenran menatap ke arah tamu undangan dan para media berita ataupun televisi, dia berkata


"Terimakasih atas kehadirannya malam ini, Saya adalah Hua Chenran, adik angkat yang saleh nyonya Sun.


Menjadi adik angkat dari nyonya Sun adalah suatu keberuntungan yang luar biasa dalam hidup saya, juga saya akan menjadi orang yang munafik jika menolak pie yang jatuh dari langit, ini benar-benar adalah suatu keberuntungan yang sangat luar biasa. Terimakasih bagi semua yang sudah hadir, silakan semua nikmati pestanya"


Suara nya terdengar lembut tapi ada semacam tekanan yang harus terus mempercayai, kata keberuntungan yang dikatakan oleh Hua Chenran.


Beberapa tamu yang curiga dan berkata tidak baik tentang Hua Chenran, merasa agak malu karena mengetahui apa yang mereka bicarakan tentang dirinya.


Ling dan Mei di belakang podium, hanya terkekeh geli, setelah mereka berdua mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran.


Ini cukup untuk membungkam dari tuduhan buruk mereka.


Sementara Wei Wutian tampak sedikit terkejut melihat Hua Chenran, apalagi melihat matanya yang dingin dan tajam, serta penuh dengan ketidakpedulian terhadap apapun.


Juga hanya dengan beberapa kata gadis kecil itu bisa membungkam semua orang yang hadir. Wei Wutian secara alami tidak percaya pada kata keberuntungan Hua Chenran.


"Gadis kecil ini tidak mudah"


Hua Chenran melihat Wei Sichu berjalan ke arahnya, dengan senyum lembut di wajahnya. Wei Sichu, dia kemudian menjulurkan tangannya dan bertanya pada Hua Chenran.


"Maukah Chenran berdansa dengan ku?"


"Bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak bisa berdansa" jawab Hua Chenran dengan suara yang pelan dan jujur, karena dia tidak pernah belajar berdansa sekali pun.


"Tenang saja, aku akan mengajarimu"


Kata Wei Sichu dengan pelan, tapi mengandung sedikit keras kepala.


"Baiklah"


Setelah mengatakan itu dia mulai memegang tangan yang diulurkan oleh Wei Sichu.


Pertama kali memulai, Hua Chenran menginjak kaki Wei Sichu beberapa kali, tapi lama kelamaan Hua Chenran mulai terbiasa dan berdansa dengan luwes dan anggun.


Banyak wanita yang melihat Hua Chenran dengan iri dan juga cemburu, karena dia bisa berdansa dengan tuan muda dari keluarga Wei, Wei Sichu. Sedangkan yang laki-laki merasa kesal keduluan oleh Wei Sichu untuk mengajak Hua Chenran berdansa dengan nya, tapi identitas tuan muda Wei ada disana, jadi mereka hanya bisa menonton saja dengan tidak berani bertindak.


Di sudut kejauhan terlihat dua orang gadis muda tampak berusia sekitar 15 tahun, mata mereka berdua terfokus dan berbinar menatap ke arah kedua orang yang sedang berdansa saat ini, yaitu Hua Chenran dan Wei Sichu.


"Bagaimana pilihan ku bagus kan?"


Tanya Lin Huayu dengan bangga.


"Bagus... bagus sekali! Langkah apa selanjutnya?" Tanya Yun Xi dengan antusias dan sangat bersemangat.

__ADS_1


Dia sangat tertarik dengan project perjodohan Hua Chenran dengan


Wei Sichu, saat mereka berdua berdansa saja sudah terlihat, bahwa mereka berdua adalah pasangan yang cocok dibuat oleh surga.


"Selama beberapa hari ini aku tidak membuat langkah apapun, hanya mengikuti arus saja dan juga jangan lupa untuk membuat kesempatan agar mereka berdua terlibat setiap harinya" jawab Lin Huayu dengan senyum aneh di wajahnya.


"Hentikan senyum aneh itu! Tapi idemu bagus juga, dan kita tidak perlu terlalu banyak berpikir untuk menciptakan suasana yang baik antara mereka berdua"


Tambah Yun Xi dengan antusias.


Musik dansa berhenti, digantikan dengan musik lainnya.


Wei Sichu dan Hua Chenran juga menghentikan tarian dansa mereka.


"Kamu berdansa dengan baik"


Kata Wei Sichu dengan tulus.


"Ya, ini memang baik"


Kata Hua Chenran dengan terkekeh geli, dia juga tidak ingat berapa kali dia sudah menginjak kaki Wei Sichu.


Bagaimana pun dia juga khawatir


"Sichu, bagaimana dengan kakimu? Apakah masih sakit?"


"Tidak! Tidak sakit! Aku baik-baik saja sekarang" jawab Wei Sichu dengan senyum tipis di wajahnya.


Sebenarnya kakinya masih terasa sakit sampai sekarang, tapi dia adalah seorang laki-laki dan tidak mungkin untuk mengeluh tentang hal kecil ini.


Sekilas Hua Chenran tahu bahwa


Wei Sichu berbohong padanya, tapi Hua Chenran tidak mengungkitnya lagi dan mereka mencari tempat untuk duduk, juga mengobrol riang.


Saat pesta berakhir, Hua Chenran menarik tangan Wei Sichu dan dia menaruh salep luka yang dibuat oleh dirinya sendiri untuk Wei Sichu. Lalu Hua Chenran berbisik di telinga Wei Sichu dan berkata dengan pelan


"Aku tidak menerima penolakan, pokoknya kaki mu harus sembuh"


Menatap obat salep dalam genggaman tangannya, Wei Sichu ingin berkata bahwa itu tidak perlu. Tapi ketika dia mendengar kata-kata Hua Chenran, ternyata Hua Chenran tahu bahwa kakinya memang sakit, jadi Wei Sichu secara alami tidak bisa menolaknya.


Entah kenapa dia merasa bahagia dalam hatinya.


"Terimakasih Chenran"


"Kenapa harus berterimakasih, bukankah kita adalah teman"


Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, sambil menepuk bahu Wei Sichu. Setelah itu Hua Chenran segera masuk ke dalam rumah Sun, tidak menunggu Wei Sichu untuk berbicara lagi dengannya.


Mata Wei Sichu masih menatap punggung Hua Chenran, sampai Hua Chenran masuk ke dalam rumah Sun.


"Ya, kita adalah teman"


Satu kata teman ini entah kenapa membuatnya agak tidak nyaman, dadanya sedikit sesak ketika dia mendengar kata teman keluar dari mulut Hua Chenran.


Memikirkan kakeknya yang sedang menunggunya di dalam mobil, jadi Wei Sichu tidak lagi memikirkan mengapa dia merasa agak tidak nyaman tadi. Masuk ke dalam mobil, kemudian mobil itu berkendara ke arah keluarga Wei.

__ADS_1


__ADS_2