Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 31. Menonton Pertandingan Basket


__ADS_3

Wajah Jiang Shaoning kembali menjadi ramah dengan senyum lembut, yang tidak pernah hilang di wajahnya. Tidak heran jika Jiang Shaoning setiap tahunnya selalu dinobatkan menjadi Dewi sekolah dari SMP Internasional.


Dia berjalan ke arah tempat duduknya, lalu menarik bangku untuk membuat suara keras hingga menyebabkan Hua Chenran dan juga Wei Sichu terkejut. Jiang Shaoning melihat ini dengan sangat puas, lalu pergi ke luar kelas dengan cepat, seolah-olah yang melakukannya tadi bukanlah Jiang Shaoning.


Hua Chenran dan Wei Sichu yang terkejut, saling membuang muka.


Kemudian Hua Chenran beralih untuk bermain game, sementara Wei Sichu kembali membaca buku.


Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Jiang Shaoning, bukanlah seperti yang terlihat. Mereka berdua memang saling memandang, tapi pikiran mereka berdua sudah ke ujung dunia.


Wei Sichu berpikir untuk melihat pupil hitam Hua Chenran sangat berbeda dari kedua adiknya yang bermata biru dan coklat.


Apakah orang tuanya adalah orang asing?


Atau dia mengikuti ayah tirinya ke Cina? Sebenarnya tadi Wei Sichu ingin bertanya, tapi takut menyinggung perasaan Hua Chenran.


Sedangkan Hua Chenran berpikir tentang pupil ungu Wei Sichu, di benua Surga Suci tidak ada yang warna pupil matanya ungu seperti Wei Sichu, apakah Wei Sichu juga punya akar linggen yang langka hingga mempengaruhi matanya.


Kemungkinan seperti ini mungkin benar, karena pada saat tangannya tanpa sengaja tersentuh oleh tangan Wei Sichu, ada rasa energi spiritual.


Benar atau tidak? Hanya waktu yang bisa memperlihatkan segalanya.


Suasana di antara keduanya kembali canggung, tapi mereka tetap tidak menunjukkan emosi apapun.


Ding!


(Suara pesan masuk)


Suara itu memecahkan keheningan mereka berdua.


Hua Chenran sempat terkejut dan segera tersenyum saat melihat siapa yang mengirim pesan.


[Huayu : apakah urusanmu sudah


                 selesai?]


[Chenran : Sudah! Memangnya ada


                     apa Huayu?]


[Huayu : Sebentar lagi ada yang


                 tanding basket hari ini.


                 kamu mau ikut nonton?]


[Chenran : Boleh juga, tapi kelas mana


                     saja yang bertanding?]


[Huayu : senior kelas 2B dan 2C]


[Chenran : Ok, aku otw kesana


                     sekarang]


Setelah itu Hua Chenran berpikir, apakah akan mengajak Wei Sichu untuk menonton basket atau tidak.


Lalu Hua Chenran membalikkan badannya dan melihat Wei Sichu


"Sichu, aku ingin pergi menonton pertandingan basket antar kelas, Apa kamu juga ikut?"


"Baiklah aku juga sedang bosan saat ini, oh...ya, kelas mana saja yang bertanding hari ini?"


Wei Sichu berpikir lumayan juga daripada duduk dan hanya membaca buku saja.


"Senior Kelas 2B dengan 2C"


Jawab Hua Chenran singkat.


"Ayo pergi, nanti keburu dimulai pertandingan basket nya"


Desak Wei Sichu.


"Ayo"


Setelah itu Hua Chenran dan Wei Sichu keluar dari ruang kelasnya, Lalu mereka berdua berjalan ke arah lapangan basket.


Sesampainya di lapangan basket, sudah banyak murid yang datang. Mata Hua Chenran melihat sekeliling dan dia akhirnya tersenyum kecil.


"Huayu"

__ADS_1


Panggil Hua Chenran, saat melihat temannya sudah melihat ke arah nya.


"Xio ran"


Jawab Lin Huayu antusias.


Lalu Hua Chenran dan Wei Sichu langsung menghampiri Lin Huayu dan duduk di bangku yang sudah


disiapkan oleh Lin Huayu.


"Aku sudah menyiapkan 2 bangku


di samping ku, karena aku tahu kalian berdua pasti akan datang"


"Oh..Huayu kamu sekarang punya kemampuan untuk meramal"


Kata Hua Chenran dengan bercanda.


"Oh jangan lihat siapa aku"


Balas Lin Huayu dengan mengedipkan matanya. Lalu pandangannya terarah ke pemain basket kelas 2 C.


"Xio ran! Itu Ze Rui kapten basket kelas 2 C"


"Oh...bagus"


Terlihat tinggi!


"Apa responya!"


Keluh Lin Huayu pada Hua Chenran.


"Bukankah itu tampan, ini bukan intinya. Senior Ze Rui paling tampan saat bermain di lapangan basket"


"Aku menantikan!"


Kata Hua Chenran dengan serius.


Respon Hua Chenran hanya membuat


Lin Huayu menepuk jidatnya sendiri.


Tetapi Wei Sichu yang melihat respon dari Hua Chenran hanya tersenyum tipis, kenapa begitu serius?


"Tentu saja ini karena bisa melihat laki-laki cantik" Lin Huayu menjawab tanpa malu-malu.


Hua Chenran melirik ke arah


Wei Sichu dan menganggukkan kepalanya, ya favorit Huayu adalah laki-laki cantik. Jadi hampir semua foto di ponselnya adalah banyak foto-foto 2D anime.


"Ze Rui...paling tampan"


"Senior Ze Rui...."


"Lihat itu kapten basket kelas 2B,


Wu Yan sudah datang"


"Senior Wu Yan juga tampan..."


Pertandingan belum dimulai, tapi anak-anak perempuan banyak yang sudah berteriak dengan antusias.


Hua Chenran mengeluh dalam hatinya, sepertinya dia sangat tidak cocok dengan hal-hal seperti ini.


Ternyata setelah pertandingan basket antar kelas dimulai, Hua Chenran memukul mulutnya sekali, tampak nya dia harus menyaksikan dulu baru kemudian memutuskan, karena.....


"Senior Ze Rui paling tampan"


Lin Huayu berkata dengan keras.


Hua Chenran belum pernah mengalami kegembiraan seperti ini, melihat beberapa pemuda bermain bola basket dengan serius, apalagi saat mencetak angka, wow...


Memang benar, senior Ze Rui paling keren saat bermain di lapangan.


Tentu saja, Hua Chenran mengatakan hal ini dalam hatinya. Tapi matanya tidak bisa berbohong karena terus melihat ke arah Ze Rui, dengan mata yang berbinar.


Wei Sichu yang diabaikan oleh


Hua Chenran, tidak mendapatkan kegembiraan sama sekali saat menonton pertandingan basket.


Melihat mata dingin Hua Chenran yang berbinar untuk kapten pemain basket kelas 2 C, membuatnya tidak nyaman. Soalnya dia hanya melihat mata dingin Hua Chenran hanya terlihat lembut dan berbinar untuk Lin Huayu dan kedua adiknya.

__ADS_1


Dia belum pernah melihat mata


Hua Chenran berubah menjadi sedikit perhatian untuk nya.


Apakah karena baru saja mengenal?


Memikirkan yang tadi Wei Sichu


Langsung menggelengkan kepalanya,


Apa yang sebenarnya dipikirkan olehnya?


Wei Sichu segera mengusir pikiran itu dari kepalanya.


Menjadi teman dengan Hua Chenran sepertinya juga bagus, memikirkan ini senyum Wei Sichu lebih cerah.


Jadi kakeknya yang di Ibukota, tidak harus selalu mencocokkan dirinya dengan gadis di keluarga Yue itu.


Perhitungannya ini benar-benar bagus, kenapa tidak memikirkan hal ini sebelumnya, Hua Chenran akan menjadi perisai yang bagus.


Ini adalah hal yang bagus untuk masuk ke sekolah menengah Luocheng ini, bisa menemukan perisai dan juga bisa menghindar


dari gadis keluarga Yue itu.


Sementara itu Hua Chenran yang sudah ditetapkan sebagai perisai seseorang, terus bersorak dengan gembira bersama dengan Lin Huayu.


Pertandingan basket diakhiri dengan kemenangan kelas 2C, tentunya


Hua Chenran dan Lin Huayu bersorak dengan gembira.


Tidak lama setelah selesainya pertandingan basket, bel pulang sekolah pun berbunyi. Jadi semua murid mulai mengepak tas mereka


dan bersiap untuk pulang.


Karena supir Zhang agak telat datang


untuk menjemput kami berdua hari ini, jadinya kami harus menunggu di sekolah dulu selama beberapa menit.


Saat supir akan menjalankan mobil,


Wei Sichu melihat Hua Chenran dan juga Lin Huayu belum pulang juga.


Jadinya mobil Wei Sichu berhenti di depan mereka berdua dan bertanya


"Kenapa kalian belum pulang?"


"Supir Zhang telat datang hari ini, karena jalan macet, jadinya ya...


seperti yang kamu lihat sekarang"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


Kenapa harus telat, dia sudah sangat merindukan kedua bayinya di rumah sekarang.


"Bagaimana jika aku mengantar kalian berdua pulang? Kita tidak tahu nanti berapa lama jam bisa macet"


Wei Sichu berharap dia bisa mengantar Hua Chenran, agar mata-mata kakeknya melihat.


"Tidak usah Sichu, supir Zhang sudah hampir sampai ke sekolah"


Kenapa Hua Chenran merasa seperti diperhitungkan oleh Wei Sichu.


Tapi melihat matanya masih sedingin saat pertama bertemu, juga senyum sehangat matahari itu tidak pernah hilang dari wajahnya. Hua Chenran menjadi tidak yakin dengan intuisi yang dirasakan oleh nya tadi.


Mendengar kata-kata Hua Chenran, Wei Sichu hanya bisa menghela nafas dan berkata dengan senyum


"Baiklah, aku pulang duluan. Sampai jumpa besok!"


"Sampai jumpa besok"


Balas Hua Chenran dan Lin Huayu.


Ketika mobil Wei Sichu sudah jauh, Lin Huayu berkata kepada Hua Chenran dengan mata berbinar


"Xio ran, memang benar ternyata gosip itu. Senyum Wei Sichu selalu sehangat matahari, juga dia sangat baik, laki-laki cantik idaman"


"Supir Zhang sudah datang dan jangan menilai sesuatu dari sampulnya"


Hua Chenran menasehati, karena merasa Wei Sichu tidak sesederhana itu, tadi saja dia merasa ada beberapa orang yang mengikuti mereka.


Tapi anehnya dia tidak merasakan adanya aura pembunuh.

__ADS_1


Lin Huayu yang mendengar kata-kata Hua Chenran pun menjadi agak bingung, jadi dia tidak menggubris.


Lalu keduanya naik ke dalam mobil dan terus pulang ke rumah sun.


__ADS_2