
Saat Hua Chenran akan menjawab pertanyaan dari Lan Yueshang, suara bel masuk berbunyi.
"Kringgg..........."
"Xiao ran!" Panggil Lin Huayu dari belakang sambil berlari ke arah Hua Chenran, lalu melirik Lan Yueshang dengan dingin dan segera menarik Hua Chenran untuk masuk ke dalam kelas inti 1 " ayo cepat! Nanti kita akan terlambat masuk ke kelas"
Lan Yueshang yang melihat tatapan dingin dari Lin Huayu menjadi lebih yakin, jika Hua Chenran dan dirinya pernah saling mengenal dulunya, tapi kenapa cuma dia saja yang tidak bisa mengingat apapun?
Kelas inti 1,
Saat Hua Chenran masuk ke dalam kelas, banyak yang menanyakan bagaimana keadaan nya sekarang.
Juga Hua Chenran hanya mengangguk atau menjawab beberapa patah kata Kepada mereka semua.
Lalu Hua Chenran berjalan ke arah bangku nya sendiri dan duduk. Di sampingnya Wei Sichu melihat ke arah Hua Chenran dan bertanya dengan suara yang sangat pelan.
"Chenran, bukankah ini terlalu cepat untuk sembuh dari cedera seperti patah kaki?"
"Ya aku tahu, tapi aku tidak tahan lagi tinggal di rumah sakit selama seminggu ini, rasanya seluruh tubuhku seperti berjamur"
Kata Hua Chenran penuh dengan keluhan.
"Bagaimana jika setelah pulang sekolah ini, kita berdua pergi ke taman hiburan? Ataupun kita berdua pergi menonton di bioskop?"
Kata Wei Sichu menyarankan. Tapi sebenarnya dia ingin pergi berkencan dengan Hua Chenran.
"Benarkah?" Tanya Hua Chenran.
Melihat Wei Sichu yang mengangguk, Hua Chenran sekali lagi berkata dengan senyum kecil di wajahnya.
"Aku jadi teringat saat pertama kali kamu bermaksud, untuk mengajak ku ke sebuah taman hiburan"
"Chenran bisakah kamu tidak berbicara tentang hari itu lagi?"
Kata Wei Sichu dengan wajah yang terlihat dipenuhi dengan kesedihan.
Hari itu benar-benar hari terpahit yang pernah dialami olehnya. Siapa yang tahu jika Hua Chenran adalah seorang kultivator, dan tendangan hari itu, hampir saja menghapuskan masa depannya. Wei Sichu tidak ingin mengingatnya lagi.
__ADS_1
"Hahaha......"
Mengingat kejadian itu membuat dirinya tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah! Aku tidak akan mengatakan nya lagi" ucap Hua Chenran sambil menutupi mulutnya.
Melihat Guru Shen yang sudah masuk ke dalam kelas, semua murid terdiam.
Tidak ada lagi yang berani untuk berbicara, karena semua murid di seluruh Akademi tahu bagaimana jika Guru Shen marah. Tidak hanya kelas mereka yang akan terkena semprotan air liurnya, tetapi juga seluruh kelas yang mata pelajaran nya diajarkan oleh Guru Shen pada hari yang sama.
Kelas inti sudah pernah terkena Omelannya sekali, dan gendang telinga mereka serasa mau pecah, dengan omelan nya melebihi para mak-mak dan air liur juga akan terkena di wajah murid, yang tidak enak dipandang oleh guru Shen.
Waktu terasa lama berlalu, akhirnya pelajaran dari guru Shen pun sudah berakhir, dan berikutnya adalah jam kosong.
Melihat semua murid yang sudah keluar dari kelas, Hua Chenran juga ingin keluar dari ruang kelas dan baru saja Hua Chenran melangkah ada sebuah transmisi suara yang memang sengaja ditujukan padanya.
"Pergi ke hutan belakang sekolah"
Suara nya terdengar dingin dan agak mendominasi, tapi tetap saja bagi Hua Chenran yang sudah berkultivasi selama ratusan tahun, sudah bosan dengan trik anak kecil seperti ini dan sama sekali tidak menakutinya.
Tapi Hua Chenran tetap pergi, karena dia ingin tahu orang yang sengaja untuk mengirim transmisi suara kepada dirinya.
Sudut mulut Hua Chenran tidak bisa membantu tetapi berkedut, Ketika dia melihat Lan Yueshang yang ada di depannya sekarang.
"Kamu terlalu lama"
Kata Lan Yueshang dengan dingin.
"Katakan! Kenapa kamu ingin aku pergi ke sini? Cepat!"
Kata Hua Chenran dengan suara yang tidak kalah dingin dibandingkan dengan Lan Yueshang. Matanya yang dingin menatap Lan Yueshang seperti provokasi. Sumpah! Dia tidak ingin melihat anak laki-laki di depannya saat ini, dia sekarang hanya ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh Lan Yueshang.
Lan Yueshang sedikit terkejut di dalam hatinya, Ketika mendengar kata-kata Hua Chenran yang dingin terhadap diri nya. Tetapi rasa terkejut yang Lan Yueshang rasakan tidak terlihat di wajahnya, bahkan matanya yang dingin masih tidak terlihat fluktuasi apapun.
Bukankah biasanya jika seorang gadis melihat nya, wajahnya akan tersipu?
Tetapi kenapa Hua Chenran ini menatap dirinya dengan mata yang dingin? Dia tidak mengerti sama sekali. Dia menjadi ragu-ragu untuk
__ADS_1
bertanya kepada Hua Chenran
"Kita pernah bertemu sebelumnya"
Bukan pertanyaan tapi lebih seperti pernyataan.
"Kapan wanita ini pernah bertemu dengan mu? Wanita ini tidak ingat!"
Kata Hua Chenran dengan kata-kata yang sengaja dibuat kasar. Dia sengaja menggunakan 'wanita ini' untuk membuat wajah Lan Yueshang bisa menjadi gelap.
Uh...Lan Yueshang tertegun setelah mendengar kata-kata kasar, yang diucapkan oleh Hua Chenran.
Sudut bibirnya bergerak-gerak, biasanya gadis-gadis lain saat melihat Lan Yueshang langsung tersipu dan suara yang keluar dari mulut gadis itu sengaja dibuat terdengar lembut dan manis, walaupun dia sendiri tidak senang mendengar suara gadis-gadis itu. Tetapi kenapa Hua Chenran ini sangat berbeda, dengan nilai estetika sebagai seorang perempuan.
"Tapi aku merasa wajah mu ini terlihat akrab" Kata Lan Yueshang dengan dingin dan sekali lagi menekankan, intuisinya tidak pernah salah mengenai apapun, juga termasuk hal seperti ini.
"Potong! Seorang neurosis! Wanita ini tidak ingin akrab dengan mu"
Kata Hua Chenran dengan ekspresi wajah yang terlihat jijik Ketika melihat ke arah Lan Yueshang.
Benar saja! Setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran, wajah dingin Lan Yueshang menjadi gelap. Karena Lan Yueshang menafsirkan kata-kata Hua Chenran, seperti mengelak untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Hua Chenran kamu berbohong! Jelas kamu tidak berani untuk mengatakan yang sebenarnya!" Kata Lan Yueshang sengaja untuk membuat Hua Chenran marah, dan mengatakan semuanya dengan tindakan impulsif. Tapi yang membuat Lan Yueshang heran, apa yang sulit untuk memberitahu nya?
Nima! Sepertinya kedua orang itu adalah saudara, Leng Yuesheng juga mengatakan bahwa dia berbohong dan Lan Yueshang yang didepannya ini juga sama. Sampai mati pun dia tidak akan mengatakan semuanya, Hua Junyi dan Hua Junyan hanyalah anak-anaknya. Hua Chenran merasa mereka berdua sama-sama lupa tentang kejadian di penginapan Anxi, jadi Lebih baik untuk tidak pernah mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Tetapi tetap saja balas dendam nya tetap akan dijalankan dan dia juga ingin mengetahui kebenaran, pada malam itu di penginapan Anxi.
"Bagaimana kalau wanita ini berbohong pada mu? Juga bagaimana jika wanita ini tidak berbohong? Tidak ada hubungannya dengan mu, bukan? Memangnya kamu siapa?" Kata Hua Chenran dengan tenang, tapi benar-benar beracun.
Artinya mereka berdua tidak saling mengenal, jadi berbohong atau tidak apa urusannya dengan Hua Chenran.
Wajah Lan Yueshang menjadi lebih gelap dan dingin lagi daripada sebelumnya, mereka berdua memang tidak saling mengenal memang, tapi apa? Lan Yueshang hanya merasa Hua Chenran berbohong, dia hanya ingin tahu, kenapa tidak ingin saling mengenal dengan dirinya?
Mata Hua Chenran berbinar melihat wajah Lan Yueshang menjadi gelap, Hua Chenran mengaku sangat senang dan bahagia dalam hatinya, balas dendam seperti ini ternyata juga sangat menyenangkan!. Lalu dia juga teringat Leng Yuesheng si cabul, oh dia pasti tidak akan lolos! Balas dendam nya kepada mereka berdua tidak perlu terburu-buru, perlahan saja terus membuat wajah cantik kedua anak laki-laki itu setiap hari menjadi gelap. Haha......
Kelas inti 2,
__ADS_1
"Hachihh....."
Setelah mengusap hidungnya beberapa kali, tiba-tiba saja Leng Yuesheng juga merasa punggungnya agak dingin. Ada semacam firasat buruk dalam hatinya, sepertinya ada orang yang sedang menghitungnya.