
"Bagaimana?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang tenang, kepada Bing Luanze dan Long Houchi.
"Tentu saja semuanya sudah beres, seperti yang dikatakan oleh tuan!" Jawab Long Houchi dengan suara yang gembira, matanya melihat ke arah Hua Chenran mengharapkan sebuah pujian.
"Houchi, kerja yang bagus" kata Hua Chenran dengan senyum tipis di wajahnya, sambil mengelus kepala nya Long Houchi.
Setelah dipuji oleh Hua Chenran, ada seringai penuh kemenangan muncul di wajahnya Long Houchi, lalu dia melihat ke arah Bing Luanze dengan tatapan bangga di matanya.
Melihat tindakan Long Houchi yang sangat kekanak-kanakan, Bing Luanze pun segera terdiam, garis-garis hitam muncul di dahinya, apakah itu masih dewa naga api yang agung? Bukankah lebih pantas disebut bayi naga?
Untungnya tidak ada ular ataupun burung yang melihat hal ini, jika tidak dimana keagungan naga api itu?! Dan tentu saja dia juga akan ikut terpengaruh dan ditertawakan, ah!
Sungguh memalukan!
Beberapa hari kemudian.....
Hari ini adalah hari senjata itu masuk ke pelabuhan kawasan geng Blood Shield di Haishi lagi, seperti yang sudah dibicarakan seminggu yang lalu, rencana yang dikatakan oleh Hua Chenran sudah mulai berjalan.
__ADS_1
Di sebuah ruangan, Hua Chenran duduk dengan santai di sofa, matanya menatap ke arah layar yang berisi video pelabuhan Haishi, dengan senyum di wajahnya, akan tetapi senyum itu tidak mencapai bagian bawah matanya. Di tangan kanannya Hua Chenran ada seekor ular merah, yang pola sisiknya terlihat sangat cantik, kepalanya mendongak ke arah layar, terus memperhatikan apa yang ada di layar itu, matanya berkedip dari waktu ke waktu. Di sebelah bahu kiri Hua Chenran, ada seekor gagak hitam bertengger di sana, melihat ke arah layar dengan tatapan dingin.
Di sisi kiri Hua Chenran ada sofa yang terpisah, Meng Qian duduk di sana dan matanya tidak terpaku pada layar, akan tetapi sesekali mengintip ke arah Hua Chenran, Meng Qian pun merasa merinding di dalam hatinya ketika dia melihat ular merah melilit pergelangan tangan Hua Chenran dan bahkan sesekali mengelus pipinya Hua Chenran, akan tetapi yang paling membuat nya ketakutan adalah pupil ular itu menatap ke arah layar dengan tatapan meremehkan. Kenapa ular ini berperilaku terlalu manusiawi?
Lalu jangan katakan ular merah yang aneh, bagaimana dengan seekor burung gagak yang bertengger di bahu kirinya Hua Chenran? Tatapan kedua pupil hitam burung gagak itu sangat dingin, dan bahkan melihat ke arah layar dengan tatapan matanya yang menghina dan juga dengan sedikit simpati untuk orang-orang yang ada di dermaga itu. Kenapa bahkan burung juga manusiawi?
Selera hewan peliharaan ketua ini memang berbeda dari yang lain, ah!
Di sebelah kanan Hua Chenran, ada Qiang Xie yang duduk dengan tenang dan ada senyum tipis tersungging di bibirnya pada saat Qiang Xie melihat ekspresi wajah Meng Qian yang tidak percaya dan takjub. Ekspresi wajah seperti itu sungguh lucu, tidak heran bahwa ketua sangat senang melihat ekspresi wajahnya seperti itu dulu.
Di layar terlihat seorang laki-laki memakai jas berwarna biru, dan di belakang nya ada beberapa laki-laki kekar yang berpakaian hitam yang sepertinya mengawal laki-laki yang memakai jas berwarna biru itu.
"Ck....ck...ikan sudah memakan umpan" kata Hua Chenran dengan senyum lembut, sementara apa yang diucapkan oleh Hua Chenran tadinya penuh dengan ironi.
Melihat ke arah laki-laki yang memakai jas berwarna biru, ekspresi wajah Meng Qian menjadi lebih jelek dan ada amarah yang kuat di dalam dadanya, jika sekarang bukan karena ketua sedang melangsungkan rencana, dia akan segera keluar dan menghadiahinya dengan beberapa pukulan yang membuat laki-laki itu sadar apa yang telah dilakukan. Akan tetapi sayangnya laki-laki yang memakai baju jas biru itu tidak tahu bahwa perbuatan curang nya itu, sudah diketahui oleh Hua Chenran.
Situasi di dermaga...
__ADS_1
"Bos Li, semua anak buah geng Blood Shield yang lain sudah teralihkan perhatiannya, seperti yang telah bos instruksikan, sekarang kita punya waktu 15 menit untuk memindahkan kontainer-kontainer senjata ini" kata seorang laki-laki berotot di sebelah kanan laki-laki yang memakai jas biru yang disebut bos Li.
"Bagus! Jangan lupa tinggalkan juga hadiah untuk geng Blood Shield di Haishi ini, apakah polisi sudah kamu hubungi?" Tanya bos Li dengan nada suara yang tenang, ada senyum tipis tersungging di bibirnya, akan tetapi itu terlihat jelas penuh ironi.
"Seperti yang bos perintahkan, pada saat geng Blood Shield memindahkan kontainer-kontainer senjata palsu itu, polisi tentu saja akan bergerak maju" kata seorang laki-laki di sebelah kiri bos Li dengan senyum di wajahnya.
"Hanya selangkah lagi, geng Blood Shield di Haishi ini akan menjadi milikku!" Kata bos Li dengan senyum bahagia di wajahnya, "Qiang Xie itu tidak mungkin untuk mengetahui bahwa geng Blood Shield di Haishi sudah sebagian menjadi milik ku, pada saat dia mengetahui nya, tentu saja itu sudah terlambat!"
"Apa yang dikatakan oleh bos Li adalah benar!" Kata laki-laki yang berdiri di sebelah kanan bos Li, dengan senyum menyanjung di wajahnya.
"Ha...ha....ha...., Ayo lakukan!" Kata bos Li dengan tawa bahagia yang sangat yakin pasti akan menang.
"Bukan hanya ingin sekedar mencuri sumber daya geng Blood Shield, akan tetapi bahkan ingin mendapatkan geng Blood Shield dengan mutlak tanpa usaha....ck...ck...Meng Qian ini adalah serigala bermata putih yang kamu ajarkan!" Kata Hua Chenran dengan nada suara yang tenang, akan tetapi udara di sekitarnya sekarang sudah turun ke titik terendah dalam sekejap, dan pada saat ini keringat dingin sudah muncul di punggung nya Meng Qian, ketakutan memenuhi kedua pupil mata nya.
Satu kata, menakutkan!
Ya, pada saat ini Hua Chenran sudah sangat menakutkan bagi Meng Qian, kata-katanya tenang akan tetapi dia sudah ketakutan setengah mati dalam hatinya. Bisa dikatakan ini memang sebagian adalah salahnya juga, pada saat ini dia juga sangat marah karena ternyata Li ini punya niat untuk pergi melubangi geng Blood Shield, setelah itu dia akan menjadi penyelamat geng Blood Shield, terus tanpa perlawanan dari anak buah lainnya yang tersentuh, Li akan menjadi bos geng Blood Shield di Haishi, sementara itu dia Meng Qian akan menjadi pendosa bagi anak buah geng Blood Shield, karena hampir membuat geng Blood Shield terjerat dengan polisi.
__ADS_1
Sungguh! Rencana yang sangat bagus! Rencana ini dapat memukuli tiga burung dengan satu batu.
Namun, apakah rencana Li itu akan berhasil? Tentu saja itu tidak akan pernah mungkin dalam hidup ini! Karena ketua sudah menyiapkan hadiah yang tidak akan pernah Li lupakan dalam hidupnya hari ini.