
Di pagi hari yang cerah, matahari menyinari dan burung-burung bernyanyi, menyambut datangnya hari yang baru.
Lin Huayu yang sedang berlari-lari dengan riang di taman ribuan bunga, terkejut ketika melihat seseorang yang sangat mirip dengan teman nya Hua Chenran. Tetapi sosok nya terlihat lebih dewasa dan menawan.
Wajah nya bahkan lebih cantik, indah dan menakjubkan. Lin Huayu sambil mengelap air liur nya yang menetas, kembali sadar dan berkata
"Penampilan ini benar-benar menarik lebah dan Kupu-kupu, bahkan aku sendiri hampir tergoda dengan kecantikan Xiao ran, ini tidak benar"
Saat akan menghampiri Hua Chenran, tiba-tiba dunia nya serasa berputar, ketika dia membuka mata nya, dia terkejut lagi dan ternyata itu hanya sebuah mimpi. Kemudian dia melihat ini bukan kamar nya sendiri, seperti nya Lin Huayu merasa kamar ini sedikit akrab. Lalu dia melihat ke samping nya dan dia melihat bahwa Hua Chenran sedang tertidur pulas.
Segera, Lin Huayu teringat tadi malam dia membantu menjaga kedua bayi Yi'er dan Yan'er dan dia juga menunggu Hua Chenran pulang sambil bermain game di ponsel nya, tapi siapa yang tahu? Jika dia tanpa sadar tertidur di kamar Hua Chenran.
"Bangun-bangun!! Sekolah hari ini!"
Kata Lin Huayu dengan suara yang agak keras, dengan sengaja di telinga Hua Chenran. Senyum jahat terlihat di wajah Lin Huayu, lalu dia kembali mengguncang tubuh Hua Chenran beberapa kali. Tetapi Hua Chenran tidak bangun juga, walaupun dia terus mengguncang dengan keras.
"Bangun! Pemalas! Aku tahu kamu sudah bangun" kata Lin Huayu agak frustasi dan wajah nya agak suram.
Mendengar perkataan Lin Huayu yang frustasi, Hua Chenran dengan cepat membuka mata nya dan ingin melihat bagaimana ekspresi wajah gelap Lin Huayu sekarang.
"Hahaha......."
"Huayu ekspresi wajah mu terlalu bagus untuk dilihat"
Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak.
"Oh... baiklah! Sungguh teman yang baik" kata Lin Huayu sambil terus mendengus dengan dingin, lalu dia melanjutkan dan berkata lagi sambil menyipitkan mata nya, tampak seperti rubah kecil yang penuh perhitungan untung dan rugi
"Bagaimana Xiao ran bisa memberi kompensasi kehilangan mental ku?"
"Kamu bertanya padaku, tapi aku jelas-jelas merasa kamu ingin mengatakan kompensasi nya sendiri, jadi katakanlah!" Kata Hua Chenran sambil melambaikan tangan nya dengan murah hati.
"Baiklah karena itu kompensasi nya adalah, kamu harus menyediakan camilan lezat untuk ku selama seminggu penuh, bagaimana?"
Kata Lin Huayu dengan senyum bahagia di wajah nya dan mata nya dengan panas menatap Hua Chenran seolah-olah jika dia tidak melakukan nya, Hua Chenran adalah pembohong.
Karena yang paling Lin Huayu suka adalah makan dan kebetulan bahwa camilan yang Hua Chenran buat adalah yang paling enak menurut Lin Huayu, jadi bagaimana mungkin dia melepaskan kesempatan untuk dapat memakan camilan lezat selama 7 hari.
Bibir Hua Chenran bergerak-gerak, hatinya di fitnah dan Hua Chenran sudah lama menduga nya, bahwa permintaan Lin Huayu tidak akan pernah jauh dari camilan lezat. Jadi dia berkata kepada Lin Huayu
"Iya...aku tahu! Tenang saja camilan lezat terjamin untuk mu selama satu minggu penuh, yakinlah"
Setelah mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Hua Chenran, Lin Huayu segera memeluk Hua Chenran dan berkata dengan nada manja
"Aku tahu Xiao ran adalah yang paling baik untuk ku"
"Aku muntah! Singkirkan cakar ayam mu dan juga jangan gunakan nada itu untuk berbicara dengan ku, rasanya aku merinding di seluruh tubuh ku"
Kata Hua Chenran berpura-pura dengan wajah jijik.
__ADS_1
"Oke Xiao ran aku pergi dulu"
Setelah mengatakan itu Lin Huayu bangun dari tempat tidurnya dan langsung berlari ke arah kamarnya sendiri, sambil menyanyikan lagu.
Kemudian Hua Chenran juga bangun dari tempat tidurnya, lalu dia segera pergi memandikan kedua bayi imut Yi'er dan Yan'er dan menyusui nya hingga kedua nya merasa kenyang.
Setelah itu Hua Chenran segera pergi mandi dan kemudian dia memakai seragam sekolahnya. Lalu saat dia sedang memasukkan buku ke dalam tasnya, Jian Zi dan Jian Liu sudah datang dan mengetuk pintu kamar.
"Masuk, pintu tidak dikunci"
Kata Hua Chenran dengan tenang, sambil melihat-lihat buku pelajaran yang akan kena hari ini.
Setelah mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Hua Chenran, segera Jian Zi dan Jian Liu masuk ke dalam kamar Hua Chenran dan mulai terus mengelilingi Yi'er dan Yan'er.
Lalu setelah selesai mengemas buku ke dalam tasnya, Hua Chenran terus berbicara beberapa patah kata dengan Jian Zi dan Jian Liu. Setelah itu Hua Chenran melihat waktu masih awal, jadi Hua Chenran segera pergi ke dapur untuk membuat camilan dan juga memasak bekal porsi untuk tiga orang. Tentu saja ini untuk dia, Wei Sichu dan Lin Huayu.
Selesai sarapan pagi, mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan mobil itu terus berkendara menuju sekolah menengah Luocheng.
Kelas inti 1
Ketika masuk ke dalam kelas inti 1, Lin Huayu dan Hua Chenran segera duduk berkumpul dengan Mu Yaning, Yan Jina dan Yun Xi.
Mereka berlima mulai berbicara tentang kejadian horor di tangga yang menuju ke atap sekolah, karena tadi pagi-pagi sekali ada yang menemukan noda darah di dinding tangga itu.
Saat tengah serius-serius nya berbicara tentang topik horor, bel masuk pun berbunyi. Jadi mereka berlima mulai kembali duduk di tempat duduk nya masing-masing.
Ketika Hua Chenran melihat ke meja di sebelah nya, dia baru sadar kalau Wei Sichu belum datang. Apakah dia sakit? Atau terjadi sesuatu di rumah?
Pintu pun terbuka dan Hua Chenran sadar dari keluhan nya, kemudian sekali lagi melihat ke arah pintu masuk dan tersenyum kecil sambil melambaikan tangan nya dia berkata
"Kenapa sangat telat hari ini?"
"Ini karena tadi ada kecelakaan mobil di jalan, makanya jadi telat hari ini"
Jawab Wei Sichu sambil mengeluh sedikit tentang kecelakaan mobil.
Melihat Wei Sichu yang duduk di samping nya, Hua Chenran jadi lebih penasaran dan segera bertanya pada Wei Sichu tentang detail nya. Sambil berbicara tentang kecelakaan mobil, mereka berdua hampir tidak tahu jika guru masuk. Jika tidak Yun Xi tidak melemparkan kertas ke arah nya, mungkin dia tidak pernah tahu.
Setelah pelajaran berakhir, bel penggantian pelajaran pun berbunyi dengan apik.
Kringgg............
Jadi saat penggantian pelajaran ini, mereka punya waktu untuk istirahat lima belas menit.
Menggunakan waktu ini Lin Huayu, Hua Chenran, Mu Yaning, Yan Jina dan juga Yun Xi, sudah tidak sabar lagi untuk pergi melihat tempat kejadian horor yang dibicarakan oleh banyak murid perempuan di sekolah tadi pagi. Mereka berlima ingin pergi melihat darah yang ada di dinding tangga menuju atap sekolah itu.
"Ayo pergi!"
Kata Hua Chenran yang paling bersemangat.
__ADS_1
"Ekhm....aku akan tetap setia pergi mengawasi di belakang kalian"
Kata Yun Xi dengan penuh percaya diri, sambil menepuk bahu Yan Jina.
"Bilang saja kamu takut berjalan di depan" kata Yan Jina sambil terus memutar bola matanya.
Yun Xi sedikit terkejut lalu kemudian dia tersenyum dan segera berkata tanpa malu-malu kepada mereka
"Karena kalian sudah tahu, tenang saja aku akan menjaga di belakang"
"Posisi paling belakang, posisi yang paling kemungkinan bisa melarikan diri dari hantu yang muncul di depan" kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah yang terlihat serius.
"Ya jelas lah, posisi yang paling belakang itu bisa melarikan diri, karena hantu nya muncul dari depan. Ya ampun...." Kata Mu Yaning sambil menepuk dahinya tidak berdaya.
"Jika kalian terus berdiskusi, kapan kita bisa pergi ke sana. Waktu nya sekarang tinggal 12 menit lagi"
Kata Hua Chenran sambil berjalan menuju atap sekolah.
"Tunggu...."
Kata mereka berempat sambil terus berjalan mengejar Hua Chenran.
Beberapa saat kemudian, mereka berlima pun sampai ke tangga itu.
Lalu mereka berjalan melalui tangga dan segera melihat dinding putih itu, ternoda dengan darah memercik dan terlihat menakutkan.
Tapi Indra penciuman Hua Chenran lebih baik daripada yang lainnya, jadi dia dengan cepat menemukan bahwa itu bukanlah darah manusia.
"Itu bukanlah darah manusia, itu hanya lah darah hewan dan juga ada sebagian yang dicampur dengan saus tomat dan cabai" kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak.
"Jadi ini penipuan! Semua noda darah ini adalah palsu!" Kata Yan Jina dengan ekspresi terkejut di wajahnya, tetapi ada sedikit kelegaan dalam nada suaranya.
"Ternyata ini hanya permainan murid yang iseng ingin menakuti orang"
Kata Yun Xi dengan wajah marah.
"Ayo kembali ke ruang kelas inti sekarang, guru mungkin sedang dalam perjalanan ke kelas kita. Juga ini hanya lah kejadian horor Oolong, jadi tidak perlu ada yang ditakuti"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi yang terlihat seperti orang bijak.
Mereka berempat melihat Lin Huayu dengan heran, lalu Yun Xi segera berlari pergi lebih dulu dan berkata
"Ini horor yang sebenarnya, lihat Huayu sekarang dirasuki oleh hantu"
"Itu benar! Ayo pergi"
Kata mereka bertiga dengan serempak, lalu pergi berlari.
"Berhenti kalian semua....."
__ADS_1
Teriak Lin Huayu dari belakang mereka berempat dengan wajah yang dipenuhi garis-garis hitam.