Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 128. Siapa yang mengganti baju ku?


__ADS_3

Lalu Hua Chenran baru menyadari sesuatu, dia melihat seragam sekolah nya sudah diganti menjadi baju piyama pink bermotif hello Kitty.


Hua Chenran ingat ini adalah baju piyama, yang dia pakaikan untuk mereka berdua pada malam itu. Mata yang tadi nya sedikit melunak, kini kembali menjadi dingin lagi.


Entah kenapa tiga anak laki-laki di samping Hua Chenran, merasakan suhu di dalam kamar tiba-tiba saja menjadi dingin tanpa alasan. Lalu mereka bertiga melihat mata dingin Hua Chenran, ketiga nya terkejut dan saling melirik satu sama lainnya, dengan pertanyaan yang tertulis di wajah mereka, apa yang terjadi?


Mereka tidak melakukan kesalahan lagi kan?


"Siapa yang mengganti baju ku?"


Tanya Hua Chenran dengan suara yang tenang, tapi matanya saat ini terlihat sangat dingin.


"Ini....baju mu di ganti oleh bibi Chen"


Jawab Lan Yueshang dengan wajah yang tersipu, tadi malam seharusnya dia bisa tidur di sofa dan di ruangan yang sama dengan Hua Chenran, tapi ada Leng Yuesheng dan Wei Sichu itu selalu saja mengganggu nya bersama dengan Hua Chenran.


Mendengar perkataan Lan Yueshang, Hua Chenran tidak langsung percaya.


Dia melihat mata Lan Yueshang yang sepertinya ada rasa keengganan, Hua Chenran menjadi bingung, karena tidak yakin keengganan apa itu. Tapi yang jelas mata itu tidak berbohong. Hua Chenran menghela nafas lega dan dia kembali bertanya


"Ini sudah sehari tetapi kenapa wajah kalian berwarna biru dan ungu seperti itu, seperti baru saja selesai bertarung?"


Begitu pertanyaan Hua Chenran jatuh, Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu, memalingkan wajah mereka, menghindari dari tatapan  mata Hua Chenran.


"Kami bertiga baru saja selesai berlatih bersama, benar kan?"

__ADS_1


Kata Lan Yueshang dengan senyum di wajahnya, sambil mata nya itu terus melihat dengan tatapan dingin ke arah Leng Yuesheng dan Wei Sichu.


"Iya benar kami bertiga baru saja selesai berlatih bersama tadi pagi"


Jawab Leng Yuesheng dengan suara yang dipenuhi keyakinan, tidak ada rasa bersalah sama sekali di matanya.


Yang ada hanya tatapan dingin yang di alihkan ke Lan Yueshang dan juga Wei Sichu.


"Tentu saja kita tidak bisa menjamin bahwa, wajah kita tidak akan pernah terkena saat bertarung. Terluka saat berlatih itu adalah hal yang biasa"


Tambah Wei Sichu untuk meyakinkan Hua Chenran, matanya saat ini memandang ke arah Hua Chenran, seolah berkata aku tidak berbohong.


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh mereka bertiga, Hua Chenran hanya menganggukkan kepalanya. Juga walaupun sepertinya tidak terlihat seperti yang mereka katakan, toh.. pertengkaran mereka bertiga, tidak ada hubungannya dengan dirinya sama sekali.


Untungnya mereka bertiga tidak bisa membaca pikiran batin Hua Chenran, jika tidak bukankah sia-sia mereka bertiga selalu bertarung, tetapi saat ini bahkan Hua Chenran tidak tahu apapun tentang perasaan mereka.


"Tidak perlu berterimakasih, jika bukan karena Ran'er mungkin seluruh kota A akan menjadi kota mati, semua orang pasti akan dimakan oleh 'AnYan'"


Kata Lan Yueshang dengan suara yang tenang dan lembut, sambil tersenyum tipis di wajahnya. Ini adalah pertama kalinya dia bertarung bersama dengan Ran'er, juga dia tidak boleh lalai lagi dalam berlatih. Jika bukan karena Ran'er punya pedang itu, mereka semua akan menjadi tumpukan tulang pada akhirnya.


"Tidak! Itu memang yang harus aku lakukan untuk membunuh 'AnYan', apalagi semua ini disebabkan oleh diriku sendiri" kata Hua Chenran dengan wajah tenang dan agak lesu.


Pria dengan tato bunga manzhushahua di punggung tangan kirinya, dia harus menemukan nya untuk membalas dendam.


Hua Chenran tidak menyangka bahwa pria itu begitu kejam, bahkan  untuk membunuhnya dia tidak akan ragu-ragu, membuat seluruh kota A menjadi kota mati. Walaupun dia tahu tangannya ternoda banyak darah dan banyak membunuh orang, tetapi dia hanya membunuh orang yang memang bersinggungan atau pun sengaja memprovokasi nya. Dia tidak akan tahan dalam hatinya jika seluruh orang di kota A ini mati karena nya, banyak nyawa-nyawa orang tidak bersalah yang akan mati dan ini pasti akan menjadi simpulnya dalam kultivasi.

__ADS_1


Perhitungan pria ini memang sangat kejam, apakah pria itu sudah tahu bahwa dia bisa berkultivasi? Ini benar-benar masalah dan berita yang sangat buruk, karena orang itu pasti akan menargetkan orang-orang yang ada di sekitarnya lagi.


Wajah cantik Hua Chenran menjadi lebih dingin lagi, ketika dia berpikir tentang pria yang sudah mencelakai nya beberapa kali. Bagaimana cara supaya dapat menemukan pria itu, juga tidak mungkin dia menggunakan trik mengejutkan ular lagi, seperti mengadakan pesta waktu itu.


Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu juga melihat perubahan wajah Hua Chenran, mereka tidak akan berpikir akan ada yang iseng, ataupun kebetulan saat 'AnYan' muncul di rumah sakit, tepat pada saat Hua Chenran ada di sana. Juga sepertinya Hua Chenran mengenal orang dibalik insiden 'AnYan' itu.


Leng Yuesheng ingin menanyakan sesuatu yang membuat nya semakin penasaran tentang Hua Chenran, tapi ada intuisi dalam hatinya, jika dia bertanya ini hanya akan menjadi nasib buruk baginya, untuk dibenci oleh Hua Chenran lagi. Jadi dia segera menutup kembali mulut nya, semua hal yang ingin dia tanyakan harus di simpan lagi dalam hatinya.


Bukan hanya Leng Yuesheng, bahkan Lan Yueshang dan Wei Sichu juga berpikir masalah ini tidak terlihat sederhana di permukaan, seperti 'AnYan' yang tiba-tiba muncul di rumah sakit LinCheng kemarin. Ini semua terkait, dengan mayat wanita yang di periksa oleh Hua Chenran sebelumnya, terkait...?


Tepat saat ke tiga orang dalam ruangan itu tenggelam dalam pikiran nya masing-masing, Hua Chenran melihat ke arah mereka bertiga dan segera berkata dengan suara tenang.


"Kenapa kalian bertiga masih di sini?"


Ketiga nya terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh Hua Chenran, dan segera melihat ke arah Hua Chenran dengan wajah penuh kebingungan.


Melihat ketiga anak laki-laki di samping nya yang tidak peka sama sekali, dia ingin meninju wajah mereka bertiga ini, satu per satu.


Bukankah tadi sudah jelas bahwa dia mengatakan akan pulang, berarti sekarang dia akan mandi dan juga mengganti pakaian nya. Jadi sudah seharusnya mereka bertiga keluar dari ruangan ini.


"Jadi kalian bertiga punya kebiasaan untuk mengintip?"


Tanya Hua Chenran dengan suara yang dingin dan menghina.


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Hua Chenran, segera wajah mereka memerah dan keluar dari kamar, seolah-olah di kejar oleh sesuatu yang menakutkan. Sekarang ketiga nya tahu apa yang di maksud oleh Hua Chenran, ini memalukan!

__ADS_1


Apakah julukan mereka berganti menjadi tukang ngintip di dalam hati Hua Chenran.


__ADS_2