
Saat keduanya sedang berjalan tiba-tiba Lin Huayu berteriak.
"Tunggu!! Lihat kesana"
"Apa?" Kemudian Hua Chenran melihat ke arah yang ditunjuk oleh Lin Huayu, matanya berbinar
"Ini peta area sekolah"
"Untungnya kita berjalan ke arah sini dan hanya beberapa kelas lagi adalah kelas inti"
Kata Lin Huayu dengan wajah meminta pujian.
Tapi bukan Hua Chenran namanya jika mengikuti kemauan Lin Huayu.
Jadi dia hanya mengabaikan seolah tidak melihat sama sekali
"Ini masih awal, lebih baik kita memilih tempat duduk dulu"
Lin Huayu hanya bisa menyerah untuk pujian dari Hua Chenran.
Keduanya berjalan selama 10 menit untuk sampai ke kelas inti.
Mereka melihat pintu terbuka dan sudah ada beberapa orang di dalamnya, jadi keduanya memutuskan untuk masuk dan memilih tempat duduk.
Saat keduanya masuk kelas menjadi terdiam dan tidak ada satupun yang berbicara lagi, mereka melihat Hua Chenran dan Lin Huayu dengan pandangan terkejut.
"Aku tidak tahu ternyata ada 2 Dewi di kelas inti ini"
katanya dengan nada kagum.
"Biasa saja"
Pertama kali melihat dia terkejut, tapi kemudian dia cemburu dengan kecantikan pihak lain.
Tapi Lin Huayu dan Hua Chenran tidak memperhatikan perkataan kedua murid itu, saat ini Lin Huayu sedang bersedih melihat nama-nama murid yang tercetak di meja.
Kemudian Lin Huayu melihat ke arah Hua Chenran dan mengeluh dengan wajah penuh kesedihan.
"Xio ran kita benar-benar dipisahkan"
"Sudahlah, bukankah kita juga dalam kelas yang sama"
Hua Chenran sebenarnya juga kecewa dengan pengaturan ini.
"Baiklah aku melihat tempat dudukku dulu, jangan rindukan aku"
Lin Huayu membuat ekspresi wajah seakan menangis.
"Pergi!!"
Kata Hua Chenran agak keras dan menarik perhatian teman sekelas lainnya, tapi dia tidak peduli dan langsung duduk di meja barisan pertama yang tercetak namanya.
Ketika Hua Chenran duduk di meja barisan depan, semua murid terkejut.
"Dia Hua Chenran"
Teriak salah satu murid.
"Sungguh sangat imut"
Murid perempuan melihat Hua Chenran pandangan matanya tidak berkedip.
"Fu*k nilainya membuat semua murid baru tahun ini iri"
Kata murid perempuan.
"Ya... kudengar nilainya adalah rekor tertinggi dalam sejarah tes masuk sekolah menengah Luocheng"
Kata murid laki-laki dengan wajah takjub dan kagum.
Lin Huayu yang mendengar perkataan semua perkataan murid-murid dalam kelas inti ini, memiliki rasa bangga ketika mendengar mereka memuji Hua Chenran, seperti perasaan melihat anaknya sekarang tumbuh dewasa
(Jangan pedulikan pemikiran teman kita ini, yang sirkuit otaknya aneh).
Sedangkan Hua Chenran hanya diam mendengarkan semua kata-kata dari murid-murid itu.
Pandangannya sekarang fokus pada layar handphone.
Di layar handphone terdapat foto dua bayi mungil berukir giok merah muda, yang tampak imut dan imut.
Satunya memiliki mata berwarna cokelat dan yang satunya memiliki mata berwarna biru. Sudah jelas dua bayi yang ada di layar handphone adalah Hua Junyi dan Hua Junyan.
__ADS_1
Mata dingin Hua Chenran segera melembut ketika melihat foto kedua bayinya.
Saat Hua Chenran perhatiannya terfokus pada foto kedua bayinya,
Seorang gadis masuk dan seluruh kelas kembali terdiam.
Gadis itu memiliki fitur wajah kecil yang cantik dan lembut dengan rambut hitam panjang tergerai, juga seragam yang pas di tubuhnya membuat tampilannya lebih ramping.
Saat dia tersenyum manis, murid laki-laki seakan ditarik jiwanya.
"Jiang Shaoning!!"
"Kelas inti ini penuh dengan Dewi"
Ketika Jiang Shaoning mendengar perkataan murid itu, hatinya memiliki perasaan krisis, siapa memangnya yang bisa menyaingi kecantikan nya?
"Dewi Jiang Shaoning sangat cantik"
"Aku rasa Hua Chenran dan temannya terlihat lebih imut"
Senyum Jiang Shaoning menjadi kaku setelah mendengar nama Hua Chenran. Pandangan matanya beralih melihat Hua Chenran yang duduk di meja barisan pertama, terlihat cantik dan imut. Melihat gadis yang lebih cantik darinya kecemburuan terlihat di matanya, apalagi melihat meja yang seharusnya menjadi tempat duduknya kebencian perlahan memenuhi matanya, tapi dia segera menghilangkan takut kehilangan citra nya yang lembut dan manis.
Jiang Shaoning berjalan ke mejanya tanpa melirik Hua Chenran.
Seharusnya posisi kedua menjadi miliknya dan dia bisa duduk di samping tuan muda Wei.
Tapi Hua Chenran tidak mendengar atau melihat kebencian dari Jiang Shaoning, perhatiannya masih pada foto-foto kedua bayinya.
Hari ini adalah hari pertama belajar dan dia pasti pulang agak lama, sekarang dia sudah merindukan sekaligus khawatir dengan kedua bayinya. Tangannya masih mengusap layar handphone, tapi tiba-tiba bunyi bel sekolah mengejutkannya.
Jadi Hua Chenran kembali menyimpan handphone nya dan menunggu masuknya guru.
Pandangan dingin Hua Chenran melihat sekeliling kelas, hanya teman sebangkunya yang tidak datang.
Kemudian dia melihat nama yang tercetak di meja, Wei Sichu.
"Baik semua murid nama saya Li ran dan panggil saja guru Li, saya yang akan menjadi wali kelas kalian selama satu tahun ini"
Li ran sengaja berkata lebih keras.
Akhirnya Hua Chenran melihat ke arah guru Li dan nampak sedikit malu karena di hari pertama, dia tampaknya sudah seperti mengabaikan guru Li. Tapi nampaknya guru Li tidak terlalu mempedulikan, jadi Hua Chenran kembali bernafas lega.
Li ran berkata dengan agak santai.
Lalu dia melanjutkan dan berkata
"Karena masalah kesehatan teman kita Wei Sichu tidak bisa menghadiri kelas pertama hari ini. Jadi supaya tidak terlalu lama, bagaimana jika kita mulai dengan yang pertama maju untuk memperkenalkan diri adalah dari peringkat satu di kelas"
Li Ran membuka kertas absen kelas lalu membaca namanya
"Hua Chenran silahkan maju, pertama ambil tanda pengenal ini dulu kemudian perkenalkan diri"
Mendengar namanya dipanggil oleh guru Li, Hua Chenran maju ke depan, lalu mengambil tanda pengenal dan memakai di baju seragamnya.
Membalikkan badannya Hua Chenran melihat murid lainnya masih dengan mata dinginnya, lalu berkata
"Perkenalkan nama saya Hua Chenran" lalu melihat guru Li seolah berkata aku sudah selesai.
Guru Li terdiam dan murid lainnya di dalam kelas juga terdiam.
Lihatlah gambar murid perempuan yang penampilannya tampak imut dengan rambutnya yang dikuncir dua bahkan menjadi lebih imut. Tapi suara nya jelas dingin dan hanya sedikit berbicara. Seluruh kelas terdiam tidak ada yang berbicara.
Jiang Shaoning yang melihat semua ini hanya mencibir.
Karena Hua Chenran hanya mengatakan namanya saja, guru Li tidak meributkan lagi hanya menyuruhnya kembali duduk.
Kemudian dia mengambil kertas absen dan memanggil
"Jiang Shaoning"
Ketika namanya dipanggil, Jiang Shaoning langsung melangkah maju ke depan mengambil tanda pengenal dan memperkenalkan dirinya
"Nama Jiang Shaoning, umur 15 tahun dan hobi memainkan piano, terimakasih"
Jiang Shaoning berkata dengan suara yang terdengar manis, sehingga menghidupkan suasana yang agak kaku tadi.
Setelah itu perkenalan terus berlanjut hingga.....
"Lin Huayu"
Panggil guru Li.
__ADS_1
Yang namanya dipanggil oleh guru Li agak terkejut, kemudian dia maju ke depan dengan mantap.
"Ternyata namanya Lin Huayu"
"Dia juga imut"
Lin Huayu maju ke depan lalu mengambil tanda pengenal dan memperkenalkan dirinya
"Halo semua!! Nama Lin Huayu, teman baik Hua Chenran dan impian adalah menjadi ibu baptis, terimakasih..."
Seketika semua murid dalam kelas tertawa terbahak-bahak, bahkan guru Li ikut tertawa mendengar perkenalan diri yang unik dari Lin Huayu.
Kemudian perkenalan diri terus berlanjut hingga kelas berakhir.
"Baiklah karena perkenalan diri sudah selesai, sekarang saatnya memilih kandidat untuk posisi ketua, wakil, sekretaris dan bendahara kelas inti ini" setelah jeda Li Ran melanjutkan kata-katanya
"Katakan saja nama-nama yang cocok untuk kandidat ini"
"Wei Sichu"
"Hua Chenran"
Beberapa nama terus diteriakkan oleh beberapa murid, yang paling dominan adalah Wei Sichu dan Hua Chenran. Juga sesekali nama Jiang Shaoning dan Lin Huayu terdengar.
Kemudian guru Li menuliskan nama keempatnya di papan tulis.
"Sekarang kita hanya perlu memilih dengan metode sederhana, yaitu menulis nama kandidat dan posisi yang cocok untuk keempatnya di kertas, lalu setelah itu kertasnya dimasukkan ke dalam kotak ini"
"Baik guru Li"
Semua murid merobek kertas menjadi lebih kecil, lalu menulis nama dan posisi, kemudian menggulung kertas itu dan memasukkannya ke dalam kotak.
Setelah proses selesai guru Li memanggil 4 murid, untuk membantu mencatat jumlah suara.
Saat guru Li mengambil kertas yang pertama, Jiang Shaoning sangat gugup dia sudah mengharapkan menjadi wakil ketua kelas inti dan berdampingan dengan Wei Sichu sebagai ketua kelas, ini adalah targetnya di sekolah menengah Luocheng untuk dekat dengan tuan muda Wei, Wei Sichu.
"Wei Sichu : ketua"
Kertas pertama adalah nama Wei Sichu dan posisinya sebagai ketua.
Dan terus berlanjut....
"Kertas terakhir, Wei Sichu : ketua"
Kemudian guru Li membacakan hasilnya, yaitu
Ketua kelas : Wei Sichu
Wakil ketua : Hua Chenran
Sekretaris : Jiang Shaoning
Bendahara : Lin Huayu
Melihat dirinya hanya mendapatkan posisi sekretaris, senyuman di wajahnya menjadi kaku dan matanya dipenuhi oleh rasa iri dan cemburu.
Seharusnya posisi wakil ketua kelas ini hanya menjadi miliknya. Tapi segera semua itu hilang dari matanya seolah tidak terjadi.
Merasakan rasa iri dan cemburu dari belakangnya, Hua Chenran melihat kebelakang dan rasa iri dan cemburu segera menghilang.
Dia merasa itu ditujukan untuknya, tapi segera dia tidak mempedulikan lagi, karena mereka bukan lawannya.
"Semua posisi penting kelas ini sudah terisi, ibu harap kalian dapat bertanggungjawab dengan baik untuk posisi ini selama satu tahun kedepan"
Kata Li Ran dengan tegas.
"Baik guru Li"
Ketiganya menjawab bersamaan.
Setelah mendengar jawaban yang memuaskan, guru Li melanjutkan
"Baiklah kelas sudah berakhir, sampai jumpa besok di kelas"
"Bangun! Terimakasih guru Li, sampai jumpa besok"
Kata Hua Chenran.
"Terimakasih guru Li, sampai jumpa besok" jawab semuanya serempak.
Setelah guru Li keluar murid-murid kembali hidup dan berisik di kelas, kemudian mereka semua keluar, ada yang ke kantin maupun jalan-jalan keliling sekolah menengah Luocheng.
__ADS_1