
Hua Chenran tahu sekarang, gadis itu Lin Huayu pasti mengalami kejang di otak nya pagi ini, sekarang bahkan dia yang polos disalahpahami secara ambigu lagi. Sudah tiga kali hal-hal seperti ini terjadi, ya ampun! Kenapa harus terjadi kesalahpahaman lagi?
Wajah cantik itu secara bertahap menjadi gelap, Hua Chenran melihat ke arah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng dengan wajah cemberut.
Lalu dia berkata dengan marah
"Kenapa kalian berdua tidak berusaha untuk menjelaskan?"
"Ran'er lihatlah kamu saja tidak bisa menjelaskannya, lalu bagaimana cara nya kami berdua menjelaskan?"
Tanya Leng Yuesheng dengan suara yang lembut, tentu saja dia adalah orang yang sangat bodoh, jika dia ikut menjelaskan. Akan lebih baik untuk disalahpahami seperti ini, bukankah orang lain juga akan mengetahui? Ini adalah hal yang sangat bagus, tentu saja harus dimanfaatkan dengan baik.
Mata coklat persik itu bersinar cerah penuh dengan kegembiraan.
"Ran'er itu hanya kesalahpahaman, lagi pula Lin Huayu mungkin akan lupa setelah beberapa saat, ya kan?"
Kata Lan Yueshang dengan tenang,
Bercanda! Jangan biarkan Lin Huayu lupa, lebih baik jika orang lain juga tahu bahwa Hua Chenran adalah pacarnya sekarang.
Mendengar kata-kata Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, hati nya tidak lagi khawatir, karena dia tahu bahwa Lin Huayu itu tidak akan berbicara dengan orang lain, tapi menyimpan untuk koleksi bahan aib nya sendiri.
Tetapi mengapa punggung nya terasa dingin, seperti ada orang yang ingin memperhitungkan dirinya.
Kemudian Hua Chenran sadar bahwa, kedua tangannya sudah dipegang oleh Lan Yueshang dan Leng Yuesheng. Hua Chenran mengangkat kepalanya, lalu dia melihat mata biru jernih dan mata coklat persik menawan itu terus menatap dengan mata yang lembut, dan juga emosi lain yang tidak dia ketahui oleh nya. Tidak tahu kenapa Hua Chenran merasa tidak nyaman dalam hatinya, melihat emosi seperti dari kedua mata mereka berdua.
Tiba-tiba saja pintu itu didobrak lagi secara kasar dan Lin Huayu masuk, kemudian dia melihat Hua Chenran berdiri dengan tenang, tangan kanan nya dipegang oleh Lan Yueshang dan tangan kirinya itu dipegang oleh Leng Yuesheng. Mereka bertiga pun saling berpandangan dengan penuh kasih sayang (pendapat Lin Huayu sendiri).
"Itu...itu..Xio ran cepat lah nanti akan terlambat ke sekolah"
Setelah mengatakan itu Lin Huayu keluar dari kamar Hua Chenran,
Lalu dia berbalik dan menambahkan
"Tenang saja! Aku tidak melihat apa-apa!" lari dengan sangat cepat, seperti ada hantu yang mengejar nya.
"Huayu...!!!"
Teriak Hua Chenran dengan getir.
Sudah berakhir! Inilah yang dirasakan oleh Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, mereka berdua hanya bisa menghirup udara dingin. Apalagi melihat wajah gelap Hua Chenran ini, menjadi lebih gelap dari pada panci yang gosong, intuisi mereka berdua mengatakan bahwa ini berbahaya!
Jadi mereka berdua segera melepas tangan Hua Chenran dan segera pergi dari rumah Sun, Hua Chenran yang baru menyadari bahwa mereka berdua sudah pergi duluan, dia segera
Menghela nafas tidak berdaya.
__ADS_1
Kemudian Hua Chenran berjalan menuju ke kamar mandi, tiba-tiba langkah kaki nya berhenti, dia lalu melihat ke arah cermin dengan heran dan tidak percaya.
Hua Chenran melihat bibirnya merah dan bengkak, dengan beberapa luka di bibir nya. Pupil hitam nya langsung menyusut, wajah menjadi dingin. Jika dia masih tidak mengerti apa yang terjadi, hidupnya selama ratusan ini hanyalah pajangan saja.
Hua Chenran berteriak dengan keras
"Cabul... Bajingan..!!!"
Ketika Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang mendengar teriakan keras Hua Chenran, Langkah kaki mereka berdua pun jelas langsung terhuyung-huyung, dan mereka pun segera menghela nafas lega.
Langkah kaki Lan Yueshang segera terhenti, melihat ke belakang dengan tatapan lembut di matanya, dia lalu mengelus bibirnya dan masih saja mengingat, saat dia mencium bibir Hua Chenran semalam.
Leng Yuesheng juga berhenti, karena dia tidak mendengar suara langkah kaki dari belakang nya lagi. Setelah itu dia langsung melihat ke belakang dan mata coklat persik itu menjadi dingin, apalagi melihat Lan Yueshang mengelus bibirnya, rasanya Leng Yuesheng sekarang benar-benar ingin mencabik-cabik Lan Yueshang hingga menjadi beberapa bagian.
Kemudian dia juga mengelus ke luka yang ada di bibirnya, sejujurnya dia sangat marah ketika semalam melihat Lan Yueshang dan Hua Chenran itu berciuman, tapi Leng Yuesheng tidak berniat untuk bangun, jadi dia hanya menunggu dan memang sangat sial! Karena Lan Yueshang sangat lama
(Menurut pendapatnya sendiri).
Tidak lama setelah Lan Yueshang sudah tertidur pulas lagi, Leng Yuesheng juga mencuri kesempatan untuk mencium bibir Hua Chenran.
Sementara itu di meja makan, Lin Huayu dan Hua Chenran sedang sarapan pagi. Lin Huayu juga melirik bibir Hua Chenran beberapa kali dan tanpa sadar dia berkata
"Bukankah tadi sangat bengkak, tapi kenapa terlihat seperti tidak pernah tersentuh sama sekali, aneh..?"
Hua Chenran yang sedang makan, segera tersedak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Huayu.
"Xio ran...itu bagaimana rasanya?"
Tanya Lin Huayu dengan ekspresi penasaran di wajahnya.
Sekali lagi Hua Chenran tersedak karena pertanyaan Lin Huayu, ya.. ampun! Bagaimana dia bisa tahu?
Mengelus bibirnya sendiri, pipinya perlahan memerah. Tetapi setelah memikirkan nya, tadi malam dia benar-benar telah di manfaatkan oleh mereka berdua. Penuh kebencian!
Lihat bagaimana dia akan membalas mereka berdua..huh.. tunggu saja.
Memikirkan ini, segera giginya itu terkatup dan dia sangat marah.
Lin Huayu tiba-tiba ingin menggoda Hua Chenran sekali lagi, tetapi ketika dia melihat kemarahan yang terlihat jelas di wajah Hua Chenran, tanpa sadar Lin Huayu meneguk ludahnya dan dia segera menyumpal mulutnya dengan roti. Saat ini Lin Huayu dapat merasakan bahwa memang diam itu adalah emas. Sekarang dia sangat percaya dengan kata-kata ini.
Jadi karena sudah merasa sangat kenyang, Lin Huayu berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan, dan sengaja berkata pada Hua Chenran
"Ini hampir telat, ayo berangkat ke sekolah sekarang"
"Ok... lagipula aku sudah kenyang"
__ADS_1
Kata Hua Chenran dengan tenang, lalu dia memakai tasnya dan segera berjalan ke arah gerbang rumah Sun, kemudian mereka berdua naik ke dalam mobil dan mobil itu pun terus melaju menuju ke arah Sekolah Menengah Luocheng.
Sesampainya di sekolah menengah Luocheng, segera Yun Xi dan yang lainnya juga menunggu Hua Chenran.
"Aku berkata Hua Chenran, kemana saja kamu dua hari ini?"
Tanya Mu Yaning dengan pandangan sengit.
"Ya... menghilang tidak ada kabar sama sekali"
Tambah Yan Jina dengan ekspresi sedih yang berpura-pura di wajah nya sekarang.
"Kalian juga tahu itu"
Kata Hua Chenran.
"Chenran, apakah kamu kawin lari?"
Tanya Yun Xi dengan santai.
"Yun Xi...!!!"
Teriak Hua Chenran, Lin Huayu, Mu Yaning dan Yan Jina serempak.
"Apa...? Itu hanya lelucon, kenapa sangat ribut.." tambah Yun Xi dengan senyum di wajahnya, lalu dia sekali lagi berkata dengan terkejut
"Tidak mungkin perkataan ku sangat benar kan?"
Lalu mereka berempat satu per satu segera mengetuk dahi nya Yun Xi,
"Diam... kata-kata mu tidak ada yang berguna" kecuali menyampaikan informasi detail dari gosip, tentunya dia tidak akan mengatakan hal ini.
"Oh..ya.. ampun, gadis cantik imut ini sangat menyedihkan, tidak ada yang mau mendengarkan Yun Xi"
Kata nya dengan wajah yang sedih.
"Baiklah tentang saja aku akan mendengarkan kata-kata mu"
Kata Lin Huayu dengan simpati di mata hitam nya yang jernih. Tapi kilatan licik itu juga segera terlihat.
"Benarkah...?"
Tanya Yun Xi dengan senyum di wajahnya, hahaha... ternyata ada juga yang peduli dan tentu saja Yun Xi sangat senang.
"Iya...aku akan mendengarkan kata-kata mu, jika matahari terbit dari barat" kata Lin Huayu dengan senyum bercanda.
__ADS_1
"Hahaha........"
Segera orang lain tertawa setelah mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Lin Huayu.