
"Ada apa dengan wajahku?"
Tiba-tiba Hua Chenran bertanya, karena dari tadi beberapa kali Qiang Xie sengaja atau tidak sengaja melihat ke wajahnya.
"Ketua! Saya rasa anda benar-benar mirip dengan seseorang, dan saya juga tidak ingat siapa orang itu"
Jawab Qiang Xie dengan agak malu karena ketahuan memandang wajah Hua Chenran dengan sengaja.
Mendengar perkataan Qiang Xie,
Hua Chenran mulai dengan samar menebak, mungkinkah...
"Apakah kamu baru melihat orang ini kemarin sekilas, jadi tidak ingat?"
"Ketua! Bagaimana kamu tahu?"
Tanya Qiang Xie dengan terkejut. Sepertinya tidak ada yang tidak diketahui oleh ketuanya.
"Menebak" jawab Hua Chenran dengan santai dan singkat.
Jawaban dari Hua Chenran, hampir membuat Qiang Xie menjadi tersedak.
Sangat luar biasa! Bahkan setiap tebakan yang dikatakan oleh ketua selalu adalah benar. Qiang Xie sekali lagi kagum dengan bakat ketuanya yang tidak pernah terduga, yaitu adalah 'Penebak ajaib'.
Mereka terus berlanjut mengobrol tentang situasi Geng Blood Shield dan juga semua hal yang perlu diketahui oleh seorang ketua baru.
Tanpa terasa mobil sudah hampir sampai di depan pintu gerbang rumah Sun, dan Hua Chenran pun langsung berkata pada Qiang Xie.
"Berhenti saja di sini"
Kemudian mobil pun segera berhenti di depan pintu gerbang rumah Sun.
Melihat rumah Sun yang ada di depannya sekarang, Qiang Xie pun segera teringat akan sesuatu dan berkata kepada Hua Chenran
"Ketua! Sepertinya aku ingat! Di rumah ini saya melihat seorang gadis, yang menjadi adik angkat yang saleh dari nyonya Sun. Juga gadis kecil itu sepertinya agak mirip dengan anda"
"Ya memang benar, ini adalah rumahku juga sekarang. Rumah tempat dimana aku tinggal"
Kata Hua Chenran dengan senyum lembut di wajahnya. Memikirkan semua orang yang ada di rumah Sun, membuat hatinya merasakan apa itu rasanya kehangatan keluarga lagi, setelah tiga ratus tahun lamanya.
"Tunggu dulu! Maksud ketua, anda adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun. Pantas saja saya merasa sedikit akrab, juga merasa bahwa anda tidak sesederhana seorang gadis muda lainnya saat saya melihat anda
di video kemarin" Qiang Xie merasa dugaannya memang sangat benar. Baru saja kemarin Hua Chenran mengumumkan identitasnya, hari ini dia sudah menjadi seorang ketua Geng Blood Shield. Memang benar Ketua ini tidak boleh diremehkan.
"Kamu menebak dengan benar! Aku sekarang pulang dulu"
kata Hua Chenran, lalu kemudian dia teringat akan sesuatu dan berkata dengan nada yang tajam dan dingin.
"O..ya, Qiang Xie ingat jangan sampai Jiang Shaoning mati dulu di tangan kalian, musuhku harus mati di tanganku sendiri"
"Baik Ketua"
Jawab Qiang Xie dengan keras.
__ADS_1
Kemudian Hua Chenran membuka pintu gerbang dan masuk ke dalam rumah Sun.
Qiang Xie menatap ke arah perginya Hua Chenran dengan tatapan tenang, dan juga ada sedikit harapan di dalam kedalaman matanya. Semoga saja Geng Blood Shield bisa menjadi Geng yang besar seperti Geng Azure.
Kemudian dia kembali menyalakan mobilnya dan berkendara ke arah taman hiburan.
Ketika pintu terbuka, Hua Chenran melihat Lin Huayu yang berlari ke arahnya dan segera memeluknya.
"Xio ran untungnya kamu baik-baik saja dan jadi mie instan nya berarti masih baik-baik saja kan?"
Tanya Lin Huayu dengan suara yang agak sedikit sedih.
Garis-garis hitam memenuhi dahinya, sabar...sabar... Ini adalah ujian bagi dirinya mempunyai teman yang sirkuit otaknya aneh.
" Huayu kamu hanya khawatir dengan mie instan saja?"
"Tentu saja! Aku sudah kelaparan dari tadi, karena menunggu mie instan"
Jawab Lin Huayu dengan serius.
Hua Chenran : "..."
Aku kalah! Tidak perlu lagi bertanya.
"Baiklah aku akan segera memasak mie instan ini sekarang"
Hua Chenran berkata dengan nada agak tidak berdaya. Lalu dia segera berjalan ke arah dapur dan memasak mie instan ini.
"Apakah mereka berdua meminum susunya dengan baik?" Tanya Hua Chenran agak khawatir.
"Tenang saja, mereka meminum susunya dengan baik" jawab Lin Huayu dengan ekspresi senang dan bangga di wajahnya.
Beberapa saat kemudian mie instan pun matang, jadi Hua Chenran dan Lin Huayu segera makan malam bersama, dengan menu mie instan.
Setelah makan, Hua Chenran segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
Kemudian dia melihat ke arah dua bayinya, Yi'er dan Yan'er. Senyum lembut terlihat dari wajahnya, dia lalu mencium kedua pipi bayinya dengan lembut. Hua Chenran lalu berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dari bau darah.
Untungnya Lin Huayu tidak bisa mencium bau darah yang ada di bajuku, walaupun hanya sedikit.
Berbaring di tempat tidur yang nyaman, Hua Chenran mengambil ponselnya dan melihat ke Weibo, Forum sekolah dan lainnya. Setelah menguap beberapa kali, akhirnya dia memutuskan untuk pergi tidur.
Sementara itu di sisi lainnya,
Qiang Xie yang sedang duduk di dalam mobil, sedang memegang sebuah ponsel di tangan kanannya. Dia terlihat seperti sedang mengecek ataupun mencari sesuatu, tiba-tiba senyum dingin muncul di wajahnya yang tampan.
Matanya tertuju kepada sebuah nomor telepon, kemudian dia memanggil pemilik nomor tersebut.
Seorang gadis sedang berbaring di kasurnya, dengan matanya masih terfokus menatap ponselnya, untuk mencari berita tentang drama Korea terbaru bulan ini.
Tiba-tiba ponselnya berdering dan dia melihat ini adalah nomor telepon orang yang Jiang Shaoning nya suruh untuk membunuh Hua Chenran.
Segera senyuman cerah dan bahagia muncul dengan jelas di wajahnya.
__ADS_1
Kemudian Jiang Shaoning kembali tersenyum dan terus tertawa bahagia, lalu dia menjawab panggilan itu.
"Halo, ini Jiang Shaoning"
"Nona Jiang, tugasnya sudah kami selesaikan. Tapi kami tidak langsung membunuhnya, bisakah nona Jiang turun dulu ke bawah supaya kita bisa berbicara lebih leluasa?" Suaranya yang Qiang Xie buat terdengar lembut dan lembut, gadis muda manapun yang mendengar pasti akan meleleh.
Tidak terkecuali Jiang Shaoning, dia juga terhipnotis dengan suara lembut Qiang Xie, yang datang dari ujung telepon dan dia segera menjawab
"Ya, tunggu sebentar aku pasti akan turun sekarang"
"Nona jika anda nanti turun, lihat saja mobil BMW X6 berwarna putih. Saya ada di dalam mobil ini sekarang"
Tambah Qiang Xie, supaya mangsa seperti Jiang Shaoning tidak salah masuk ke dalam sebuah kandang.
"Baiklah!"
Jawab Jiang Shaoning, kemudian dia segera mematikan panggilan nya dan Jiang Shaoning pun turun ke bawah dengan tergesa-gesa. Sesampainya di jalan depan rumahnya, matanya lalu langsung tertuju ke mobil BMW X6 berwarna putih di area yang gelap.
Jiang Shaoning berusaha bersikap dan berjalan dengan tenang menuju ke arah mobil BMW X6 itu, melihat tempat yang gelap sebenarnya dia merasa agak ketakutan dan cemas.
Sesampainya di depan mobil itu, dia berjalan ke samping dan mengetuk kaca pintu mobilnya.
Di dalam mobil Qiang Xie hanya bisa tersenyum kecil, ternyata tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan mangsa seperti jenis Jiang Shaoning.
Qiang Xie segera menurunkan kaca di pintu mobilnya dan berkata dengan nada suara yang dalam dan lembut.
"Masuk, nona Jiang"
Ketika kaca pintu mobil terbuka, dia melihat seorang pria tampan yang terlihat dewasa dan suaranya juga sangat lembut ketika berbicara pada dirinya sendiri di telepon. Walaupun Wei Sichu memang terlihat lebih cantik daripada seorang wanita, tapi dibandingkan dengan pria yang ada didepannya saat ini, penuh dengan pesona dewasa yang selalu dia cari.
Kemudian Jiang Shaoning tersenyum manis dan masuk ke dalam mobil, dia duduk di co-pilot. Mengingat tentang Hua Chenran, Jiang Shaoning kembali menjadi seseorang yang sangat serius.
"Bagaimana dengan Hua Chenran? Kenapa anda tidak membunuhnya?"
"Bukankah membunuhnya dengan tangan kita sendiri, adalah yang terbaik dan juga bisa membuat kita menjadi lebih puas" jawab Qiang Xie masih dengan suara lembutnya. Tapi perkataannya membuat orang merasa merinding ketakutan.
Jiang Shaoning juga merasa takut dan merasa merinding setelah mendengar perkataan dari Qiang Xie, tetapi dia juga segera menghilangkan semua perasaan negatifnya saat melihat wajah tampan Qiang Xie. Jadi dia terkekeh kecil dan kemudian berkata
"Ini memang benar" lalu dia segera bertanya siapa namanya pria yang ada di samping Jiang Shaoning nya.
"Oh...ya, nama tuan ini?"
"Maaf! Sepertinya saya lupa untuk memperkenalkan diri, nama saya adalah Qiang Xie" kata Qiang Xie.
Sungguh nama yang bagus! Seperti orangnya yang sangat tampan.
"Jadi maksud kakak Xie untuk tidak membunuh Hua Chenran, adalah membiarkan saya sendiri yang membunuhnya?"
"Ya, Hua Chenran sekarang sudah ada di dalam markas kami dan masih terkunci di ruangan penyiksaan. Jadi apakah nona Jiang ingin pergi ke markas kami, untuk melampiaskan semua dendamnya?" Tanya Qiang Xie Kepada Jiang Shaoning.
"Ya, aku akan pergi ke sana"
Jawab Jiang Shaoning dengan penuh semangat, kapan lagi bisa dekat dengan pria yang dewasa dan lembut seperti Qiang Xie. Jadi ini adalah sebuah kesempatan, bagaimana mungkin dia melewatkannya.
__ADS_1