Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 171. Identitas Hua Chenran (1)


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar, Lin Huayu terbaring di atas tempat tidur nya dengan wajah yang pucat, dan ada seorang wanita paruh baya yang duduk di samping tempat tidur nya, dengan ekspresi wajah penuh dengan kekhawatiran dan kesusahan.


Ya, wanita paruh baya itu adalah bibi Lin. Bibi Lin merasakan bahaya kali ini menyerang Lin Huayu dan bibi Lin segera bergegas pergi untuk menyelamatkan Lin Huayu.


Siapa tahu itu selangkah terlambat, jadi saat ia sampai ke lokasi gedung sekolah menengah Lian terbengkalai, siapa tahu lokasi Lin Huayu berpindah, jadi bibi Lin buru-buru untuk bergegas sampai ke lokasi villa Lan Yueshang untuk menyelamatkan Lin Huayu, putrinya.


Sesampainya di villa, bibi Lin tidak melihat atau memeriksa identitas pihak lain, yang di inginkan sekarang adalah melihat bagaimana keadaan Huayu? Apakah dia baik-baik saja?


Jadi nya bibi Lin benar-benar mengabaikan ekspresi terkejut dan curiga di mata Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.


Sekarang melihat wajah pucat dan juga banyak bekas luka di punggung dan bahunya putri nya, hati bibi Lin berkedut kesakitan dan air mata itu tiba-tiba mengalir di pipinya.


Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sudah sampai di depan pintu kamar Lin Huayu yang koma, dan begitu pintu dibuka, Hua Chenran melihat bibi Lin dengan mata bengkak yang habis menangis dan segera menyapa dengan suara yang khawatir dan sedikit cemas"Bibi Lin"


Bibi Lin sedang dalam kesedihannya, begitu mendengar suara Hua Chenran bibi Lin melihat ke samping, di pintu masuk dia melihat dengan ekspresi tidak percaya dan kegembiraan di dalam hatinya tidak dapat dikatakan


"Nyonya Chen....anda... masih hidup, sangat bagus" bibi Lin berkata dengan linglung dan air mata nya jatuh lagi. Kegembiraan di matanya tidak palsu sama sekali.


Hua Chenran sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh bibi Lin, siapa nyonya Chen? Bibi Lin terlihat terjebak dalam ingatan nya sendiri. "Bibi Lin, ini Xiao Ran!"


Sadar kembali dari apa yang baru saja dikatakan oleh nya, bibi Lin segera menutup mulutnya. Kemudian dia sadar dari linglung nya dan berkata dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya dan penuh kekecewaan.


"Tidak mungkin... sangat mirip, ini terlalu mirip dengan nyonya Chen"


"Bibi Lin, ini Xiao Ran! Juga siapa nyonya Chen itu?" Tanya Hua Chenran dengan tenang, tapi matanya berkilat dengan cahaya yang tidak diketahui apa yang dipikirkan olehnya.


Bibi Lin segera bergegas menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tidak boleh! Dia tidak boleh berbicara tentang identitas nyonya Chen! Tidak tahu apakah mungkin itu musuh yang sengaja di kirim oleh perempuan iblis itu! Walaupun keberadaan nya tidak diketahui, tapi nona Xilan selalu yakin bahwa nyonya Chen masih hidup di suatu tempat.


Melihat emosi rumit dan waspada dari mata bibi Lin, Hua Chenran pun menjadi lebih penasaran dengan identitas dari nyonya Chen yang terlihat mirip dengan wajah aslinya tanpa topeng ini? Mungkinkah......

__ADS_1


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng di samping Hua Chenran, juga menjadi semakin bingung dan mata mereka berdua menyipit berbahaya, lebih baik untuk tidak menyakiti Ran'er jika tidak......


Mereka berdua saling melirik, lalu Leng Yuesheng berkata pada Hua Chenran "kami berdua pergi dulu"


Kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan menutup pintu.


"Xiao Ran... tidak ada, bibi hanya berbicara omong kosong, mungkin terlalu banyak pikiran saat ini"


Bibi Lin sengaja menghindar supaya tidak menjawab pertanyaan Xiao Ran.


Hua Chenran berjalan menuju ke arah bibi Lin dengan ekspresi tenang di wajahnya, tetapi matanya dingin, dia percaya bahwa bibi Lin sekarang menghindari untuk menjawab.


"Bibi Lin, Xiao Ran bertanya untuk yang terakhir kalinya, siapa nyonya Chen itu?"


Bibi Lin memilih untuk bungkam dan tidak berbicara, dia semakin ragu dengan identitas Hua Chenran, apalagi semenjak menerima gelang giok pertahanan dari nya. Apakah Hua Chenran itu seorang kultivator?


Aura tekanan semacam ini sangat mirip dengan Tuan ketiga villa Hua, prefektur Nanlou.


"Benua...Tianshi.." Hua Chenran menggigit kata Tianshi dengan banyak tekanan dan gigi nya terkatup.


Benar saja setelah Hua Chenran mengatakan kata benua Tianshi, wajah bibi Lin menjadi pucat dan badannya menjadi gemetar.


"Si... siapa kamu sebenarnya?"


Tanya Bibi Lin dengan suara yang dingin dan tekanan dari kekuatan tahap Jindan keluar dari tubuhnya, segera bergegas ke arah Hua Chenran.


Karena Hua Chenran sudah maju menjadi tahap pembangunan yayasan lapisan ke tujuh, tekanan tingkat Jindan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap nya, jadi ekspresi wajah Hua Chenran tetap tidak berubah dan masih saja terlihat sangat tenang.


"Bagaimana mungkin..!" Bibi Lin terkejut ketika melihat Hua Chenran yang masih sangat tenang, dan ekspresi wajah tidak berubah kesakitan seperti yang diharapkan. Mungkinkah perkiraan nya salah, bahwa kekuatan Hua Chenran ini lebih tinggi daripada miliknya?

__ADS_1


"Siapa nama orang tuamu?"


Tanya Bibi Lin lagi, dia hanya ingin memastikan sesuatu, mungkin saja dia adalah.....


"Hua Chenglu dan Yi Xiaoli!"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


Sebenarnya Hua Chenran juga ingin melihat reaksi bibi Lin setelah dia mendengar kata-kata Hua Chenran.


"Apa..?!!" Seru bibi Lin dengan sangat terkejut, "Hua Shenglu dan Yi Xiaoli adalah pasangan manusia fana yang membantu membawa nona tertua!" lalu bibi Lin berkata dengan senang dan segera tersenyum cerah seperti bunga. Tapi kemudian bibi Lin segera mengubah ketenangan nya, berkata


"Kamu tidak berbohong bukan?"


"Untuk apa aku berbohong! Tidak ada gunanya juga" kata Hua Chenran dengan suara yang dingin dan marah.


Lalu dia teringat liontin giok dengan ukiran mawar merah dan nama Hua Chenran di leher nya dan segera berkata lagi pada bibi Lin, sambil memperlihatkan liontin giok dengan ukiran mawar pada bibi Lin


"Apakah bibi Lin mengenali ini?"


Melihat ukiran mawar merah yang terlihat hidup di liontin giok itu, hati bibi Lin bergetar hebat, air matanya jatuh lagi, Lalu bibi Lin segera mulai berlutut dan segera berkata dengan hormat dan tulus


"Budak Rong Lin lihat nona tertua!"


"Nona tertua...?!!"


Kata Hua Chenran dengan sangat terkejut, walaupun dia sudah lama menebaknya, dia masih sangat terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh bibi Lin.


"Bibi Lin bangun dulu dan ceritakan semuanya!" Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang.

__ADS_1


"Terimakasih nona tertua!"


Kata bibi Lin dengan suara yang penuh hormat, lalu dia segera duduk lagi di samping Lin Huayu.


__ADS_2