
Melihat jam pelajaran kosong hampir berakhir Hua Chenran berkata sambil mengembalikan ponsel Wei Sichu
"Sichu jam pelajaran kosong hampir berakhir, ayo balik ke kelas inti"
Mengambil ponselnya dari tangan Hua Chenran, Wei Sichu berkata
"Ya, ayo balik ke kelas"
Ketika mereka sedang berjalan ke arah kelas inti, banyak murid yang ada jam pelajaran kosong juga sedang bergosip ria.
"Foto-foto vulgar Yu Qiujie masih trending di forum sekolah, walaupun di banyak media sosial lainnya yang dihapus, tapi tetap saja mereka tidak bisa menjangkau sampai ke forum sekolah ya kan"
"Ya, aku tidak pernah tahu ternyata kelakuan putri bungsu dari keluarga Yu seperti ini"
"Untungnya aku bukan dari kelas 1 B, terlalu merepotkan untuk berurusan dengan komentar kelas lain"
"Bukan hanya kelas 1 B yang heboh, bahkan kelas inti tadi pagi juga tidak kalah heboh"
"Suara rekaman itu kan? Aku sudah mendengarnya. Sangat repot untuk berurusan dengan teratai putih seperti Jiang Shaoning, semoga saja tidak ada teman sekelas kita yang punya model seperti Jiang Shaoning"
"Semoga saja"
"Lihat... bukannya itu Hua Chenran dan Wei Sichu"
"Ya....wah Wei Sichu sangat tampan"
"Jika saja aku bisa berbicara dengan nya sekali... membayangkan wajah nya yang tersenyum ....ah.."
"Jangan banyak mengkhayal kalian.... Jika saja aku bisa berjalan sambil berpegangan tangan dengan nya, aku tidak akan mencuci tangan ku"
All : "..."
"Woi... pisau mana pisau"
"Serang dia..."
Hua Chenran yang bisa mendengar perkataan mereka dari jauh, melihat ke arah Wei Sichu dan terus tertawa terbahak-bahak dalam hatinya.
Skip Kelas inti,
"Xio ran"
Panggil Lin Huayu, ketika melihat Hua Chenran masuk ke dalam kelas.
"Huayu, bagaimana latihan nya?"
Tanya Hua Chenran sambil terus berjalan ke arah Lin Huayu.
Wei Sichu yang ditinggal sendiri di belakang, hanya menghela nafas tidak berdaya. Kenapa dia merasa seperti ditinggalkan setelah dipakai? Jadi dia kembali duduk di bangkunya sendiri.
"Semuanya berjalan lancar seperti biasanya, beberapa bulan lagi ada kompetisi tari tradisional antar kelas, oh...Xio ran aku terpilih untuk ikut dalam kompetisi ini"
Kata Lin Huayu dengan heboh.
"Selamat Huayu, kerja keras mu untuk selalu mengikuti latihan selama ini tidak sia-sia"
Kata Hua Chenran memberi selamat.
"Apa? Huayu kamu terpilih?
Wah.... selamat ya"
Kata Mu Yaning dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Salah satu dari murid kelas inti kita terpilih? Ini hal yang bagus Huayu"
Kata Yan Jina di samping Mu Yaning.
"Terimakasih Yaning dan Jina"
Ucap Lin Huayu dengan senyum bahagia di wajahnya.
"Huayu berapa orang yang dari kelas 1 mendapatkan kesempatan ini?"
Tanya Hua Chenran penasaran.
"Ya..ya Huayu berapa orang?"
Tambah Yan Jina dengan wajah penuh gosip.
"Yang dari kelas 1 hanya 3 orang saja yang terpilih ini termasuk aku, Fang Jiajia kelas 1 B dan Rue Yu kelas 1 F"
__ADS_1
Jawab Lin Huayu dengan senyum yang tidak dapat hilang di wajahnya.
"Wah... kemampuan tari tradisional mereka berdua pasti bagus, karena juga terpilih untuk ikut dalam kompetisi tari tahun ini"
Kata Mu Yaning dengan kekaguman.
Dia sebenarnya paling suka menari tarian tradisional, tapi orang tuanya tidak setuju dengan pilihannya, jadi dia hanya bisa bergabung dengan klub musik untuk berlatih biola.
Besok pasti akan menjadi hari libur bagi mereka, tapi besok adalah hari penyiksaan baginya. Karena besok adalah les privat alat musik biola.
"Sebagai anggota klub musik, aku juga harus berlatih lebih keras. Siapa tahu mungkin nanti aku bisa jadi pengiring tarian tradisional kalian di kompetisi antar sekolah menengah tahun ini"
Yan Jina sengaja mengatakan hal ini untuk membuat Mu Yaning kembali bersemangat.
Dia tahu temannya suka menari tarian tradisional, tapi tidak diizinkan untuk melakukan oleh orang tuanya.
Kata-kata Yan Jina membuat mata lesu Mu Yaning kembali berbinar.
Jika bahkan dia tidak bisa untuk menari, setidaknya bukankah dia bisa menjadi pengiring tarian mereka?
Kenapa dia tidak memikirkan ini dari dulu? Besok dia pasti akan berlatih lebih keras. Semoga saja dia dan Jina bisa terpilih sebagai pengiring tarian.
Teringat sesuatu Lin Huayu menyipitkan matanya dan melihat tajam ke arah Hua Chenran.
"Xio ran..."
"Apa? Ada apa?"
Kenapa tiba-tiba Lin Huayu menjadi menakutkan seperti ini?
Mu Yaning dan Yan Jina juga terkejut dengan perubahan tiba-tiba yang terjadi pada Lin Huayu.
(Author : Mode interogasi Lin Huayu dimulai....)
"Kita semua sudah bergabung dengan klub di sekolah, jadi bagaimana denganmu?" Tanya Lin Huayu.
"Oh...itu, jangan terkejut jika aku mengatakannya"
Jawab Hua Chenran sambil tertawa.
"Jawab! Jangan bertele-tele"
Tegas Lin Huayu sambil menatap tajam ke arah Hua Chenran.
Batin Yan Jina dan Mu Yaning.
Hua Chenran terpana dan pikirannya mulai kosong. Wow... kenapa temannya yang aneh menjadi sangat menakutkan tiba-tiba hari ini?
Salah makan apa temannya yang satu ini ya tuhan? Jangan-jangan tadi dia pasti keselek sama jengkol Bu Minah.
(Bu Minah : Yah napa nama gue ada di novel fantasi? Sejak kapan nama gue menjadi begitu terkenal?)
"Jawab!!!"
Kata Lin Huayu dengan senyum aneh di wajahnya.
"Ya...aku ikut..."
Tiba-tiba kata-kata Hua Chenran terputus karena ada teriakan keras dari teman sekelas lainnya.
"Guru sudah datang"
Setelah mengatakan itu dia langsung pingsan, karena dilempar sepatu oleh Lin Huayu.
"Wow.... ternyata Lin Huayu gadis bar-bar"
"Aku baru tahu"
"Sangat menggangu!!"
Setelah itu dia langsung melihat ke arah Hua Chenran dan berkata
"Jawab dengan cepat dan singkat"
"Itu...anu..aku..."
Hua Chenran sengaja melambatkan kata-katanya.
Yang lainnya memasang telinga mereka dan mulai mendengarkan, tapi Lin Huayu sudah tidak tahan lagi sudah berapa lama tertunda....
Wajah Lin Huayu sudah segelap panci presto bibi Lin.
__ADS_1
"Xio ran!! Jawab...."
"Aku bergabung dengan klub seni beladiri karate"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
"Apa?"
Teriak teman sekelas perempuan lainnya dengan penuh keterkejutan.
"Kamu.. Chenran...kamu yakin?"
Tanya Yan Jina agak terkejut dan sedikit skeptis dengan ukuran badan Hua Chenran yang mungil.
"Wah... hebat, aku mendukungmu. Belum ada dari kelas inti cewek yang ikut klub seni beladiri apapun"
Kata Yun Xi dengan senyum di wajahnya. Lalu dia kembali melanjutkan dan berkata kepada yang lainnya dengan bangga
"Sementara aku sendiri bergabung di klub drama"
"Klub drama juga bagus, selamat Xixi"
Kata Hua Chenran dengan senyum lembut di wajahnya.
"Aku tahu itu, kamu tidak perlu memuji ku. Benar-benar membuat aku malu..."
Kata Yun Xi dengan wajah berpura-pura terlihat malu-malu.
"Oh....sial! Tekanan darah tinggi ku sepertinya datang lagi"
Kata Mu Yaning dengan wajah tampak tidak berdaya.
"Hahaha......"
Mereka berempat terus tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Yun Xi dan Mu Yaning.
"Oh... Chenran aku sudah menduga pilihan mu pasti di klub beladiri"
Kata Lin Huayu dengan santainya.
Ketika pertama kali melihat tangan kosong Hua Chenran meremas sudut meja menjadi bubuk, hati Lin Huayu sudah terpikat dengan aksinya. Andaikan saja Xio ran ikut dalam film aksi jianghu pasti akan sangat bagus.
Sekarang pikiran Lin Huayu kembali terhanyut ke ujung dunia.
"Seleksi untuk bergabung adalah 3 hari kemudian, jadi aku belum resmi bergabung dengan klub seni beladiri"
Kata Hua Chenran dengan tenang.
"Walaupun aku agak skeptis, tapi aku tetap mendukung mu. Semoga saja kamu bisa bergabung dengan klub seni beladiri karate, yang menjadi hobimu selama ini"
Kata Yan Jina dengan tulus.
"Kali ini guru benar-benar sudah datang" kata murid laki-laki dengan suara yang keras, takutnya dia juga dilempar sepatu oleh Lin Huayu.
Setelah beberapa saat tidak ada sepatu yang terlempar, murid laki-laki itu menghela nafas lega.
Guru pun masuk dan mereka semua segera duduk dengan rapi, juga kelas menjadi lebih tenang.
Mereka semua mendengar penjelasan guru dengan tenang, sesekali ada yang bertanya apa yang tidak dia pahami. Suasana belajar kembali menjadi antusias dengan banyak murid yang bertanya kepada guru.
Tanpa terasa pelajaran telah berakhir dan bunyi bel yang paling banyak di tunggu oleh seluruh murid sekolah berbunyi dengan apiknya.
Semuanya pun segera bersorak dengan gembira dan segera membereskan buku-bukunya.
"Pulang sekolah....yay...yay"
"Besok hari Minggu, libur woy...."
Lin Huayu dan Hua Chenran berjalan ke arah gerbang sekolah menengah Luocheng, melihat mobil hitam yang biasa menjemput mereka sudah datang, keduanya saling memandang dan tersenyum kecil.
Ternyata Wei Sichu sudah terlebih dulu naik ke mobil jemputannya.
"Sampai jumpa hari Senin"
Kata Wei Sichu sambil melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa lagi hari senin"
Kata Hua Chenran dan Lin Huayu secara bersamaan.
Setelah itu mereka berdua juga masuk ke dalam mobil dan pulang
__ADS_1
ke rumah Sun.