Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 181. Musuh Sudah Bergerak


__ADS_3

"Xiao Chu Chu~~"


"Xiao Chu Chu~~ kamu ada di kamar?" Tanya Wei Qiang dengan suara yang keras, sambil mengetuk pintu kamar Wei Sichu beberapa kali.


Wei Sichu sedang menulis artikel ulasan sejarah dinasti Ming, tiba-tiba ada suara panggilan dari seseorang yang membuat nya merinding!


Akibatnya pensil nya yang malang, padahal baru saja ditemukan secara gratis di dalam kelas, menjadi patah!


"Crack!"


(Suara pensil yang patah)


Wajah Wei Sichu menjadi lebih gelap, berapa kali dia sudah mengatakan pada Wei Qiang, untuk tidak akan memanggil nya dengan nama itu lagi.


Sejarah hitam dalam hidupnya hanya dihidupkan oleh orang ini, Wei Qiang.


Wei Sichu pun bangun dari kursi, dia berjalan dengan langkah berat. Sepupunya seperti ini pasti ada sesuatu yang akan diminta padanya, Wei Sichu sangat yakin bahwa hal itu pasti bukan hal yang baik! Pasti itu!


Saat Wei Qiang sudah menyerah untuk mengetuk pintu, pintu itu terbuka dan Wei Sichu sekarang sedang berdiri di depan Wei Qiang.


"Apa?" Tanya Wei Sichu dengan suara yang dingin pada Wei Qiang yang ada di depannya.


Wei Qiang tertegun sejenak setelah mendengar nada dingin Wei Sichu, lalu dia segera menyeringai dan dia segera berkata pada Wei Sichu


"Ini...em... itu...aku"


"Sepupu, bicaralah yang benar, Ok?"


Kata Wei Sichu agak tidak berdaya, kenapa orang yang selalu tidak ada hubungannya ini, menjadi tergagap saat berbicara.


"Ibuku menyuruh ku untuk pergi ke kencan buta, dengan putri dari teman sekelas nya dulu waktu Sekolah Menengah. Xiao Chu Chu kamu tahu sendiri, aku baru 22 tahun, baru saja lulus dari universitas, kenapa ibuku sangat terburu-buru seperti ini?"


Keluh Wei Qiang pada Wei Sichu, dia sangat heran dan juga penasaran. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh ibunya? Ini sangat tiba-tiba sekali!


"Terus, apa hubungannya dengan ku?" Tanya Wei Sichu dengan agak bingung, kenapa mencari nya tentang masalah ini? Kenapa tidak mencari sepupu tertua saja untuk masalah ini?


"Ini...em, aku ingin merusak kencan buta itu. Jadi aku butuh bantuan mu untuk datang ke sana bersama ku"


Wei Qiang berkata dengan jujur pada Wei Sichu. "Mungkin dengan melihat kamu yang lebih tampan dariku, dia tidak lagi tertarik dengan ku dan akan melirik mu. Jadi aku bebas dari jeratan ibuku tentang kencan buta"


Wei Qiang mengatakan semua yang ada dalam pikiran nya.


"Wah...saudara Qiang, perhitungan mu sangat bagus! Tetapi sayangnya umurku baru 14 tahun, jadi tidak mungkin perempuan itu akan suka dengan ku! Ditambah lagi ada juga perempuan seperti Yue Ning yang selalu berada di belakang ku, aku tidak bisa menjamin nasibnya nanti jika jatuh ke tangan Yue Ning"


Kata Wei Sichu dengan senyum cerah di wajahnya, tentu saja jika Yue Ning sangat gatal dan ingin menyentuh Hua Chenran, tentu saja dia sendiri yang akan membunuh Yue Ning. Jika itu adalah orang lain, Wei Sichu pun terlalu malas untuk peduli.


"Xiao Chu Chu, jika kamu tidak mengingatkan ku, aku pasti akan lupa dengan yang namanya Yue Ning ini!.


Xiao Chu Chu kamu sangat mengingat yang namanya Yue Ning ini, apakah Yue Ning ini sudah menjadi pacar mu?" Tanya Wei Qiang dengan agak penasaran, bukankah anak Wei Sichu ini selalu menghindar dari Yue Ning ini seperti ular beludak.


"Saudara Qiang, hati-hati jika berbicara, aku tidak ada hubungannya dengan Yue Ning itu.


Bagaimana nanti jika ada orang yang mendengarnya, Chenran bisa saja menjadi salah paham nanti!"


Wei Sichu berkata dengan nada suara yang marah kali ini, dia tidak ingin Hua Chenran salah paham pada nya


Hua Chenran? Tiba-tiba sebuah ide yang menurutnya cemerlang pun terlintas di benak Wei Qiang. Lalu dia segera berkata pada Wei Sichu


"Xiao Chu Chu, kenapa kita tidak mengajak Hua Chenran untuk pergi ke kencan buta, dan itu pasti akan menjadi kencan buta yang kacau"


"Chenran? Ya, kenapa tidak!"


Kencan berdua dengan Hua Chenran, pipi Wei Sichu pun jadi memerah ketika memikirkan hanya berdua dengan Hua Chenran saja, tanpa ada orang yang menggangu.

__ADS_1


Wei Sichu mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu dia segera menelepon


Hua Chenran dan jujur saja dia masih merasa gugup dalam hatinya.


"Ma Ma Ma Mamba


Woo oh-oh


Ma Ma Ma Mamba


Oh eh-o eh-o


neon gwangyareul tteodolgo isseo


(Aya ya ya ya ya ya)


naui bunsineul chatgo sipeo


(Aya ya ya ya ya ya)


Hey Ma Mamba"


Mendengar nada dering ponselnya, Hua Chenran langsung mengangkat panggilan dari Wei Sichu.


"Halo, Sichu"


"Uh.... Chenran apa kamu punya waktu...." Lalu Wei Sichu menatap ke arah Wei Qiang, seolah bertanya kapan kamu melakukan kencan buta?


"Sore hari"


Bisik Wei Qiang dengan cepat.


"Chenran apa kamu punya waktu sore hari ini?" Tanya Wei Sichu kepada Hua Chenran dengan suara yang lembut, ini sangat kontras dengan suara dingin nya kepada Wei Qiang.


"Maaf, Sichu. Ada yang harus aku lakukan sore ini, Sichu memangnya ada apa? Tidak biasanya kamu itu menelepon ku di jam-jam segini?"


Tanya Hua Chenran dengan agak penasaran pada Wei Sichu.


"Tidak ada, aku cuma ingin membuat PR artikel ulasan sejarah dinasti Ming dengan mu sore ini. Mungkin lebih baik kita bicarakan, tentang PR itu besok saja di sekolah"


Kata Wei Sichu dengan suara yang tenang, tetapi dalam hatinya dia sedikit kecewa karena Hua Chenran mengatakan ada yang harus dia lakukan sore ini.


"Oh... Oke! Sampai jumpa besok, bye!"


Kata Hua Chenran


"Bye!"


Jawab Wei Sichu, lalu dia mematikan panggilan nya. Setelah itu dia melihat ke arah Wei Qiang dan berkata dengan suara yang dingin, dengan wajah yang terlihat tidak senang.


"Pergi saja dengan Wei Xiaoli, kencan buta mu dipastikan 100% rusak!"


Setelah mengatakan itu Wei Sichu langsung menutup pintu kamar nya, dan suara "bang!" pun terdengar.


Dia sedang dalam suasana hati yang buruk sekarang, tidak dapat melihat Hua Chenran.


"Oh, iya ya! Kenapa aku tidak kepikiran? Thanks Xiao Chu Chu!"


Kata Wei Qiang dengan gembira, lalu dia segera pergi untuk mencari tahu dimana Wei Xiaoli sekarang.


Sementara itu, Lin Huayu yang duduk di samping Hua Chenran, bertanya


"Kemana kita pergi, sebenarnya?"

__ADS_1


"Tebak!"


Kata Hua Chenran dengan sengaja.


"Xiao Ran, kamu tidak mengatakan petunjuknya bagaimana aku bisa menebaknya!" Protes Lin Huayu.


"Pokoknya kita pergi ke tempat, yang paling kamu suka dan juga sesuatu yang kamu inginkan"


Kata Hua Chenran dengan sengaja lagi, untuk membuat dia penasaran.


"Benarkah?"


Kenapa dia merasakan semakin ada firasat buruk dalam hatinya?


"Tentu saja, kapan aku pernah berbohong pada mu?"


Tanya balik Hua Chenran kepada Lin Huayu dengan pandangan sengit.


"Tidak! Hehe.... tidak ada!"


Jawab Lin Huayu sambil tertawa hehe. Kemudian Lin Huayu membuat gerakan mengelap keringat dingin, yang sebenarnya tidak ada keringat di dahinya. Lin Huayu meratapi nasibnya sendiri, punya sepupu yang selalu membuat dia menebak.


Di sisi lain, Tianshi Continent.


Seorang pria sedang berlutut dengan badan yang gemetar, punggung nya basah kuyup oleh keringat dingin.


Wajah pria itu saat ini, penuh dengan rasa takut yang mendalam.


Di depan pria yang sedang berlutut itu, adalah seorang pria yang cantik dengan rambut merah menyala-nyala.


Pria cantik dengan rambut merah itu duduk di kursi besar dengan malas, sekarang dia tampak seperti seorang kaisar di zaman kuno. Mata hitamnya melihat ke arah pria yang berlutut itu dengan pandangan samar, tetapi itu lebih seperti melihat orang mati.


"Apakah kamu yakin dengan apa yang kamu katakan itu?" Pria cantik yang berambut merah itu berkata dengan suara yang malas dan dalam.


"Benar tuanku, saya baru saja menerima berita itu pagi ini dan langsung melaporkan pada tuan"


Kata pria yang sedang berlutut dengan gemetar, keringat dingin mulai jatuh ke lantai setetes demi setetes. Bahkan dia tidak berani mengelap keringat nya, dia takut hanya karena mengelap keringat, hidupnya hilang begitu saja.


"Bruk!"


Tiba-tiba saja pria yang berlutut itu jatuh ke lantai, dengan darah keluar dari mulut dan hidung nya.


"Dasar tidak berguna!"


Kata pria cantik berambut merah itu dengan suara yang dingin, dia sangat marah sekarang!


He Lin yang dikirim oleh nya ke planet bernama bumi itu sudah dibunuh, dan gagal menjalankan tugasnya membunuh Hua Chenran.


Bagaimana jika master tahu tentang masalah ini? Bisa-bisa tanggal mati nya sudah ditentukan oleh master!


"Ying (Bayangan)!"


Panggil pria cantik berambut merah itu dengan suara yang keras.


"Ying (Bayangan) memberi hormat pada tuan muda" kata bayangan dengan suara yang dingin dan tanpa emosi apapun di wajahnya.


"Pergi ke bumi dan bunuh yang namanya Hua Chenran, lakukan secepatnya dan tidak boleh gagal!"


Perintah pria cantik berambut merah itu pada pria yang namanya Ying.


"Baik tuan muda!"


Setelah mengatakan itu Ying lalu menghilang di depan pria cantik berambut merah itu, seolah-olah orang yang bernama Ying itu tidak pernah berada di sana.

__ADS_1


__ADS_2