Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 29. Wei Sichu


__ADS_3

"Jika kalian punya pertanyaan, tanyakan saja" Hua Chenran berkata dengan nada tenang dan santai.


Long Houchi dan Bing Luanze kemudian duduk di atas kasur.


"Tuan dimana kamu menemukan kami?"


Tanya Long Houchi dengan raut wajah yang terlihat penasaran.


"Benua Surga Suci, hutan primordial suci, di dalam celah gua yang tidak mempunyai sedikit pun energi spiritual di dalamnya"


Jawab Hua Chenran dengan sekali tarikan nafas, dia menceritakan segalanya yang dia tahu.


"Benua Surga Suci? Tapi kenapa tuan berada di bumi?"


Tanya Bing Luanze dengan ekspresi terkejut, yang terlihat jelas di wajahnya.


"Aku kembali, ini adalah tempat ku yang sebenarnya" Ekspresi wajah Hua Chenran tidak berubah dan menjawab dengan singkat.


"Ini aneh, bagaimana tuan bisa mengontrak kami berdua sekaligus?"


Tanya Bing Luanze dengan raut wajah penasaran, karena setahunya manusia hanya dapat mengontrak binatang buas dengan level yang lebih rendah dari kekuatannya. Juga ini adalah keajaiban bahwa gadis didepannya masih hidup.


"Itu..aku tidak tahu, bisa hidup saja aku sangat bersyukur"


Hua Chenran berkata sambil mengangkat bahunya.


"Apakah tuan punya fisik yang istimewa?" Tanya Long Houchi


"Fisikku hanya biasa dalam hal kultivasi" jawab Hua Chenran dengan acuh tak acuh.


"Tuan adalah manusia dengan fisik paling aneh, yang pernah aku lihat, benarkan Luanze?"


Kata Long Houchi dengan heran.


Bing Luanze mengabaikan kata-kata Long Houchi, melihat ke arah Hua Chenran dan berkata "Tuan, kami berdua akan berkultivasi tertutup, untuk meningkatkan kekuatan kami"


"Baiklah itu bagus untuk kalian dan untuk ku juga, jika kalian maju ke tahap selanjutnya, tingkat kultivasi ku juga bisa maju menjadi lebih tinggi"


Kata Hua Chenran sambil tersenyum.


Sejujurnya kekuatan tahap pembangunan yayasan lapisan 8 mereka berdua, jauh lebih tinggi darinya, yang hanya tahap pemurnian qi tingkat 12.


( Tingkatan kultivasi


Badan temper


Pemurnian qi (tingkat 1-12)


Pembangunan yayasan 


Jindan


yuanying


Distraction


Mahayana


Cross jie


Dewa


Semuanya di bagi 10 lapisan, Kecuali pemurnian qi terbagi menjadi 12 tingkatan).


Keduanya berubah menjadi sinar merah dan perak, lalu masuk ke dalam tubuh Hua Chenran.


Hua Chenran menguap dengan malas dan merasa hari ini agak melelahkan, lalu kembali berbaring dan kembali tertidur nyenyak.


Di pagi hari ketika bangun Hua Chenran melihat ke cermin dan sangat terkejut melihat wajahnya menjadi lebih cantik dari sebelumnya. Jika dia kembali ke kabupaten Anxi, tidak akan ada yang mengetahui bahwa dia adalah Hua Chenran yang sama.


Pantas saja kemarin saat masuk ke rumah, banyak pelayan yang ragu-ragu melihatnya, untungnya suaranya tidak berubah, atau dia benar-benar tidak berdaya.


Dengan wajah seperti ini akan menimbulkan banyak masalah, menjentikkan jarinya, lalu api merah menyala keluar dari jari-jarinya.


Hua Chenran memasuki ruang Xuantian, lalu membuat topeng kulit untuk menutupi kecantikan di wajahnya.


Keluar dari ruang Xuantian, dia


mengurus dan memberikan susu kepada kedua bayinya dulu.


Kemudian dia dan Lin Huayu sarapan bersama, lalu berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Sekolah Menengah Luocheng,


Taman Sekolah,


"Huayu" seorang gadis yang tampak imut dan manis memanggil Lin Huayu dari jauh.


Lin Huayu yang  mendengar seseorang memanggilnya dan melihat ternyata itu Fang jiajia, jadi dia kembali menyapa


"Jiajia ada apa?"


"Aku ingin mendiskusikan masalah pembentukan klub tari"


Fang jiajia berkata dengan serius, lalu melihat ke arah Hua Chenran dia menjadi takjub, matanya berbinar. Kemudian dia mulai menyapa


"Halo Chenran, nama ku Fang jiajia dari kelas B, apakah kamu ingin ikut dalam klub tari kami?"


"Maaf jiajia, aku tidak bisa menari"


Hua Chenran berkata sambil tersenyum. Dia secara halus menolak.


"Oh.. tidak apa-apa"


Fang jiajia sebenarnya agak kecewa, tapi dia mengerti. Jika tidak bisa menari untuk apa bergabung dengan klub tari.


"Xio ran kalau begitu aku pergi dulu, mungkin aku lama, lebih baik masuk ke dalam kelas saja"


Kata Lin Huayu.


"Baiklah, kamu mengomel seperti seorang ibu tua"


Setelah mengatakan itu Hua Chenran berlari ke arah taman menghindari amukan Lin Huayu.


"Hua...Chen...ran"


Kata Lin Huayu dengan geram.


Lin Huayu dan Fang jiajia yang tertinggal di belakang mempunyai ekspresi yang berbeda di wajahnya.


Fang jiajia tertawa terbahak-bahak sedangkan Lin Huayu masih berdiri dengan wajah yang gelap.


Beberapa saat kemudian mereka berdua pergi ke klub tari.


Sementara itu Hua Chenran masih berlari, lalu berhenti sebentar melihat kembali ke belakang ternyata Lin Huayu tidak mengejarnya, dia tersenyum lebih cerah.


Dia perlahan mengangkat kepalanya dan melihat seorang anak laki-laki cantik bermata ungu. Mata ungu  yang langka, terlihat dingin dan tidak ada kepedulian apapun di matanya.


"Kamu tidak apa-apa?"


Suara yang lembut dan dalam terdengar membuyarkan lamunan Hua Chenran.


"Tidak apa-apa, terimakasih!"


Hua Chenran berkata sambil tersenyum.


Keduanya berbicara dengan posisi yang masih terlihat ambigu. Tapi kemudian anak laki-laki itu melepas pelukannya dan membantu Hua Chenran berdiri dengan perhatian.


Anak laki-laki itu tersenyum, dan senyumnya terlihat sehangat matahari di wajahnya. Jika dia belum memperhatikan matanya, mungkin Hua Chenran juga tertipu dengan senyumannya.


"Baguslah jika tidak apa-apa, bisakah aku minta tolong untuk mengantar ke kelas inti?"


Tanya anak laki-laki itu dengan wajah gugup, tapi matanya masih sama tidak menunjukkan emosi apapun.


"Kebetulan! Aku juga murid kelas inti. Oh....ya mungkinkah?"


Hua Chenran kembali menatap wajah anak laki-laki itu dengan cermat, dia ingat deskripsi teman sekelasnya yang mengidolakan Wei Sichu, mengatakan senyumnya sehangat matahari. Tapi mereka tidak mengatakan mata ungu, jadi Hua Chenran tidak yakin.


"Oh...halo, namaku Wei Sichu"


Katanya sambil mengulurkan tangannya kedepan Hua Chenran.


Melihat ini Hua Chenran juga mengulurkan tangan dan lalu keduanya berjabat tangan.


Hua Chenran berkata sambil tersenyum ramah


"Halo, namaku Hua Chenran"


"Murid terbaik dalam tes masuk Sekolah Menengah Luocheng tahun ini? Sepertinya keberuntungan ku cukup bagus di hari pertama sekolah"


Kata Wei Sichu masih dengan senyum hangatnya.


"Mereka hanya melebih-lebihkan"

__ADS_1


Kata Hua Chenran dengan rendah hati.


"Ayo masuk sepertinya ini sudah terlihat agak telat"


Kemudian keduanya berjalan ke arah kelas inti sambil berbincang-bincang sambil tersenyum.


Banyak murid yang melihat Hua Chenran berjalan dengan anak laki-laki yang terlihat cantik, membuat mereka penasaran dan terus berbisik mencari gosip.


"Anak laki-laki yang cantik"


"Bukankah itu Hua Chenran, siapa anak laki-laki yang berjalan di sampingnya?"


"Apakah pacarnya? Sepertinya tidak ada kesempatan untuk mengaku pada dewiku"


"Apa kalian buta? Anak laki-laki cantik itu adalah Wei Sichu"


"Wei Sichu? Wah... sangat tampan"


Mendengar kata-kata murid-murid lainnya tentang Wei Sichu, Hua Chenran berkata dengan bercanda


"Sepertinya tuan muda Wei sangat populer di sekolah ini"


"Aku tidak peduli"


Kata Wei Sichu dengan wajah acuh tak acuh.


Bel masuk sudah berbunyi. Untungnya hanya 2 kelas lagi sampai ke kelas inti. Jadi keduanya berlari untuk sampai ke kelas lebih cepat.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang kelas dan semua teman sekelas lainnya terdiam.


Para gadis menatap Wei Sichu dengan malu-malu, apalagi Jiang Shaoning pipinya sudah dipenuhi awan merah.


Tapi ketika melihat Hua Chenran di samping calon suaminya, membuat kebenciannya terhadap Hua Chenran makin bertambah.


Merasakan ada yang menatapnya dengan penuh kebencian, dia memutar matanya dengan malas dan terus berjalan lalu duduk di bangku dengan tenang.


Wei Sichu mengabaikan mata panas dari gadis-gadis yang ada di kelasnya.


Dia terus berjalan dan duduk di bangkunya sendiri.


Lalu dia melihat mejanya bersih dan tidak berdebu, Wei Sichu melihat ke arah Hua Chenran dan bertanya


"Apa kamu yang membersihkan mejaku?"


"Bukan! Karena kamu tidak datang selama beberapa hari, jadi aku meminta temanku duduk di sini"


Kata Hua Chenran dengan tenang.


"Oh.."


Setelah itu Wei Sichu mulai mengeluarkan buku pelajarannya.


Jiang Shaoning belum pernah melihat Wei Sichu berbicara banyak dengan seorang gadis, sialan Hua Chenran.


Dia memaksakan senyumnya dan bermaksud menyapa Wei Sichu


"Sichu! Senang kamu sudah sembuh"


"Em" Wei Sichu menjawab dengan singkat, bahkan tidak melihat kebelakang untuk berbicara.


Setidaknya suaminya merespon! Ya ini adalah kemajuan, dulu bahkan Wei Sichu bahkan tidak melihat apalagi menanggapi.


Saat guru masuk, semua murid diam dan mendengarkan guru dengan cermat. Sampai pelajaran selesai dan guru keluar dari ruang kelas, semua murid menghela nafasnya. Tidak lama kemudian adalah mata pelajaran bahasa Inggris, jadi Hua Chenran sangat antusias mendengar pelajaran sampai akhir.


Bel istirahat berbunyi, Hua Chenran melihat ke belakang ingin melihat


Lin Huayu, tapi dia malah bertemu dengan tatapan kebencian dari Jiang Shaoning. Dia hanya menyeringai jahat dan memikirkan sebuah ide yang akan membuat Jiang Shaoning memuntahkan darahnya.


"Xio ran ayo ke kafetaria, hari ini ada banyak hidangan favorit ku"


Kata Lin Huayu sambil terus berjalan ke depan Hua Chenran.


"Ya.." lalu dia melihat ke arah Wei Sichu dan bertanya dengan santai


"Sichu apa kamu ikut dengan kami berdua ke kafetaria?"


"Baiklah"


Dia juga kelaparan sekarang, karena tadi pagi dia terburu-buru untuk pergi ke sekolah.


Wajah Jiang Shaoning terlihat semakin jelek mendengar persetujuan dari Wei Sichu.

__ADS_1


Kenapa Hua Chenran selalu mendapat respon dari Sichu?


__ADS_2