
Sementara itu, Lan Huang, kakek dari Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, sedang dalam suasana hati yang baik dan sangat bahagia. Karena dia sudah menemukan tiga cucu baik. Apalagi yang cucu perempuan nya lembut dan sangat sopan, jadinya besok dia pasti akan membuat semua orang tua itu tutup mulut, untuk tidak memuji cucu perempuan mereka lagi.
Tetapi yang tidak diketahui oleh nya bahwa, kedua cucu kesayangan nya saat ini sedang mengalami rasa patah hati, karena kesalahpahaman dari foto yang dikirim oleh Lan Huang.
Di Rumah Sun,
Beribu-ribu bintang bertebaran di langit, dengan cahaya yang paling cemerlang dan berkedip-kedip, di tambah cahaya bulan sabit, yang menambah keindahan malam ini.
Hua Chenran melihat ke arah langit dari balkon kamar nya dengan penuh semangat, kapan dia bisa mencapai tingkat golden core (Jindan), jadi nya dia bisa terbang kemana pun dia mau.
"Hachihh....."
"Sepertinya aku tidak menyinggung siapapun, siapa memang yang sedang
membicarakan atau pun menyebut nama ku hari ini?"
Kata Hua Chenran dengan suara yang terdengar agak jengkel.
Lalu Hua Chenran berjalan menuju meja belajar nya dan dia mengecek ponselnya sebentar, lalu dia segera menghidupkan komputer. Setelah itu Hua Chenran mulai memeriksa data dari cabang geng Blood Shield Haishi, yang dikirim oleh Qiang Xie.
Setelah meninjau dan memeriksa data itu beberapa kali, Hua Chenran segera tersenyum puas dengan kinerja Qiang Xie dan memuji beberapa idenya. Kemudian dia juga menambahkan beberapa masukan, setelah itu dia mengirim kembali data itu kepada Qiang Xie untuk segera dilakukan secepat nya.
Melihat sudah hampir jam sepuluh, Hua Chenran menguap dan pergi berbaring di tempat tidur nya, sambil bermain ponselnya sebentar. Lalu setelah lelah menguap, Hua Chenran pun memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.
Keluarga Lan,
Sinar matahari menerpa wajahnya, Lan Yueshang akhirnya terbangun dari tidur nya. tetapi matanya itu terlihat merah dan bengkak, karena terlalu banyak menangis.
Melihat pantulan dirinya di cermin, Lan Yueshang hanya menghela nafas panjang, kemudian dia pergi mandi.
Setelah itu dia memakai seragam sekolah nya, dan langsung pergi ke sekolah tanpa sarapan.
Keluarga Leng,
Bangun dari tidurnya, Leng Yuesheng merasa kejadian kemarin itu pasti hanya mimpi belaka. Tapi melihat matanya yang merah dan bengkak di cermin, sepertinya mimpi semalam memang terlalu berat, sehingga dia menangis dalam tidurnya.
Leng Yuesheng hanya menganggap kejadian kemarin hanyalah mimpi, lalu dia mulai pergi mandi dengan nyaman sambil terus bernyanyi, dan tidak terlalu peduli dengan telapak tangannya yang terluka.
Setelah memakai seragam sekolah nya dengan rapi, Leng Yuesheng ingin mengambil ponselnya, tetapi tidak ada di tempat biasanya dia taruh. Lalu dia segera berjalan ke samping kasurnya dan melihat ke bawah, benar saja! Ponselnya ternyata disana sangat persis seperti dalam mimpinya tadi malam.
Ketika membuka kunci layar dari ponselnya, sekarang dia tidak ingin membohongi diri sendiri lagi. Kemarin itu memang bukan mimpi.
Bahkan Leng Yuesheng tidak punya mood lagi untuk sarapan, jadi dia langsung turun dan pergi ke sekolah.
__ADS_1
Sekolah Menengah Luocheng,
Sesampainya di sekolah menengah Luocheng, Leng Yuesheng tampak sedikit kuyu dan mata bunga persik coklat itu terlihat kusam, tidak lagi menawan dan cemerlang. Tidak ada senyum di wajahnya sedikit pun, dan dia juga mengabaikan gadis-gadis yang menyapa dirinya.
Masuk ke dalam ruang kelas inti 2, dia melihat wajah Lan Yueshang yang juga sama kuyu nya dengan dirinya.
Dan walaupun di sembunyikan dengan baik, dia masih bisa melihat matanya bengkak karena menangis.
Lan Yueshang juga melihat ke arah Leng Yuesheng, yang masih berdiri di depan pintu masuk kelas inti 2. Wajah Leng Yuesheng terlihat sangat kuyu, matanya bengkak karena menangis dan juga mata persik itu kusam.
"Kamu sudah tahu!"
"Kamu sudah tahu!"
Mereka berdua berkata secara bersamaan, mereka berdua terkejut dan akhirnya mengangguk berat.
Teman-teman sekelas dari kelas inti 2, terkejut melihat tingkah dari kedua rumput sekolah, hari ini sepertinya matahari terbit dari barat, kedua orang yang biasanya membuat kelas tidak perlu menyalakan AC di siang hari, tidak bertengkar atau pun tidak mulai mengeluarkan kata-kata yang terdengar beracun, di telinga mereka.
Namun, Leng Yuesheng tidak pernah peduli dengan reaksi dari teman sekelas nya. Kemudian dia melihat ke arah jendela dan tatapan mata nya berhenti pada seorang gadis cantik yang berjalan ke arah taman. Ada api harapan di matanya, lalu dia dengan cepat berjalan keluar dari kelas.
Sadar dengan tingkah Leng Yuesheng yang aneh, Lan Yueshang akhirnya juga melihat ke jendela dan tatapan matanya terkunci pada Hua Chenran yang sedang berjalan ke arah taman.
Lalu Lan Yueshang juga segera pergi keluar dari kelas inti 2.
"Aneh! Sangat aneh, mereka berdua tidak bertengkar sama sekali hari ini"
"Apakah kamu tadi melihat dari arah mana matahari nya terbit?"
"Kapan aku pernah memeriksa matahari terbit? Buat apa memang?"
"Lihatlah tingkah kedua rumput sekolah yang sangat aneh, bukankah matahari itu terbit dari barat hari ini?"
Saat teman sekelas lainnya sedang menggosip tentang mereka berdua,
Leng Yuesheng sudah sampai ke taman dan sedang mencari dimana Hua Chenran duduk.
Karena terlalu bersemangat untuk memasak yang banyak, Hua Chenran lupa waktu dan hampir telat pergi ke sekolah, jadi sekarang harus sarapan di sekolah. Tetapi di kelas berisik, jadi Hua Chenran pergi ke taman untuk sarapan dengan roti sandwich daging ayam, yang sudah dibuat oleh dirinya tadi pagi.
Sesampainya di taman, Hua Chenran melihat bangku taman yang tidak ada orang satupun di sana dan dia mulai mengeluarkan roti sandwich daging ayam dari ruang Xuantian. Ketika dia sedang sarapan, dia melihat Leng Yuesheng sedang berjalan menuju ke arah nya, dengan wajah yang kuyu dan mata bunga persik coklat nya itu terlihat kusam, juga Hua Chenran bisa melihat ada rasa sakit di dalam kedalaman mata Leng Yuesheng.
Melihat Leng Yuesheng di depannya, Hua Chenran langsung bertanya pada Leng Yuesheng, dengan nada yang dingin acuh tak acuh.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Ran'er, aku....."
Belum selesai Leng Yuesheng berbicara, suara perut nya yang sedang lapar terdengar di telinga mereka berdua.
Mendengar suara dari perutnya, wajah Leng Yuesheng memerah.
Ini karena dia tidak sarapan tadi pagi, sangat memalukan!. Dia bahkan tidak berani melihat wajah Hua Chenran.
"Aneh! Apakah kamu demam?"
Kata Hua Chenran dengan bercanda, dengan senyum jahat di sudut mulut nya, sambil mengecek suhu di dahi nya Leng Yuesheng.
Tiba-tiba saja Leng Yuesheng pergi memeluk Hua Chenran dengan erat,
"Ran'er...aku...Woo..." Aku tidak ingin menjadi saudara mu, aku jatuh cinta padamu, hanya ingin bersama mu. Tetapi kata-kata ini hanya tertahan di tenggorokan nya dan tidak bisa keluar dari mulut nya.
Hua Chenran terkejut dengan apa yang dilakukan Leng Yuesheng, dia berdiri dengan kaku dan merasa bahu nya basah oleh sesuatu. Hua Chenran mendengar suara teredam, seperti orang menangis di telinga nya. Jadi Leng Yuesheng menangis?
"Ran'er apa yang harus aku lakukan sekarang? Menyerah atau ......?"
Suara Leng Yuesheng tercekat dan dia tidak mengatakan kata selanjutnya, Leng Yuesheng hanya tidak ingin lagi Hua Chenran membencinya.
Bukankah seharusnya sekarang dia senang melihat penderitaan orang yang dibenci nya, tetapi kenapa dia sekarang seperti nya juga ikut sedih.
Hua Chenran sekarang semakin ikut bingung dengan dirinya sendiri.
"Aku rasa untuk orang seperti kamu,
sangat tidak cocok untuk menyerah"
Kata Hua Chenran sambil menepuk punggung Leng Yuesheng. Tetapi kenapa Hua Chenran merasa bahwa kata-kata ini, akan membawa banyak masalah kepada dirinya sendiri.
Setelah mendengar jawaban dari Hua Chenran, Leng Yuesheng melepaskan pelukannya, lalu dia memegang kedua tangan Hua Chenran dan dia berkata dengan senyum bahagia yang terlihat sangat jelas di wajahnya.
"Aku tidak akan pernah menyerah"
Walaupun Leng Yuesheng tahu, cinta antara dia dan Hua Chenran adalah terlarang dan tabu di mata dunia.
________________&&&_________________
Mengapa Hua Chenran membenci Lan Yueshang dan Leng Yuesheng?
Siapa ayah dari Yi'er dan Yan'er?
__ADS_1
Bagaimana reaksi mereka berdua setelah mengetahui kebenaran itu?
Besok semuanya akan terbongkar!