Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 157. Mengobati Kakek (3)


__ADS_3

Keesokan harinya


Hua Chenran bangun dari tidurnya dan kemudian meraba-raba sisi tempat tidur nya, mengambil ponsel, kemudian dia menghubungi Lin Huayu, dia menanyakan bagaimana kabar kedua bayinya dan orang-orang di rumah Sun, setelah itu mereka juga melakukan video call.


Mengakhiri panggilan dengan Lin Huayu, dia lalu langsung pergi ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, setelah itu Hua Chenran turun ke bawah di lantai 1, pada saat itu dia juga melihat Leng Yuesheng yang juga baru turun.


"Ran'er ayo sarapan bersama"


Kata Leng Yuesheng dengan senyum lembut di wajahnya, sambil menarik tangan Hua Chenran, kemudian menggenggam nya dengan erat.


Hua Chenran yang sepertinya sudah terbiasa berpegangan tangan dengan Leng Yuesheng, juga tidak melawan saat Leng Yuesheng menggenggam tangan nya. Dia bahkan mungkin tidak menyadari nya sama sekali hal kecil ini sama sekali. Tetapi melihat Hua Chenran tidak berjuang, Leng Yuesheng jelas menyadari hal ini dan mata yang mata yang memandang ke arah Hua Chenran bahkan menjadi lebih lembut dan panas.


Begitu Lan Yueshang sampai di lantai 1, kebetulan dia melihat Hua Chenran dan Leng Yuesheng saling berpegangan tangan, menuju ke arah ruang makan untuk sarapan. Bahkan dia juga melihat bahwa Hua Chenran sama sekali tidak berjuang untuk menyingkirkan tangan nya Leng Yuesheng. Melihat hal ini Lan Yueshang merasakan rasa sakit di hatinya, apakah akhirnya itu adalah Leng Yuesheng? Apalagi mengingat bahwa Leng Yuesheng mencium bibir Hua Chenran tadi malam, hatinya dingin dan sangat tidak seimbang.


Tanpa sadar AC keluar dari tubuhnya, wajah nya yang dingin menjadi lebih dingin tanpa ekspresi apapun. Dan juga setiap pelayan yang dekat dengan Lan Yueshang segera pergi dan menjauh, karena mereka tahu, tuan muda kali ini sangat marah. Jadi mereka pergi menjauh, konsekuensi nya mungkin lebih suli di tanggung dari pada pelayan seperti mereka.


Ketika sampai ke ruang makan, di atas meja makan sudah tersedia makanan dan juga buah-buahan.


Hua Chenran dan Leng Yuesheng juga ikut senang begitu melihat kakek duduk di meja makan dengan enerjik.


"Kakek"


Sapa keduanya saat bersamaan.


"Shang'er! Xiao Ran! Ke sini, duduk dan sarapan dulu dengan kakek"


Kata Lan Huang sambil tersenyum kecil, mata nya memandang ke arah Hua Chenran dengan puas, memang kedua cucunya ini sangat pandai untuk memilih cucu menantu yang sangat sopan, ramah ( pendapatnya secara sepihak!!) cantik dan pintar di sekolah juga pandai dalam jarum akupuntur pengobatan Tiongkok.


Mereka berdua pun langsung duduk untuk sarapan, kemudian Lan Huang tidak melihat Lan Yueshang dan dia segera bertanya kepada mereka

__ADS_1


"Dimana Shang'er?


Baru saja Leng Yuesheng akan menjawab pertanyaan Lan Huang, tiba-tiba Lan Yueshang yang baru saja masuk ke ruang makan, melihat kakeknya rasa dingin sedikit berkurang dan dia menyapa "Kakek" segera setelah dia melihat tampang bangga dan penuh kemenangan dari wajah Leng Yuesheng yang duduk di samping Hua Chenran, segera AC itu pun diaktifkan kembali, dia segera berkata dengan bibir yang cemberut, suara itu terdengar sangat dingin dan dipenuhi dengan rasa asam kental.


"Cuaca hari ini buruk! Pemandangan nya bahkan lebih buruk!!"


Kata pemandangan sengaja ditekan dan suara nya lebih dingin dan keras, ketika kata itu di ucapkan.


Setelah mengatakan itu, dia duduk dengan tenang di samping Hua Chenran, dan mulai makan sarapan.


Hua Chenran melihat ke jendela kaca, diluar sangat cerah, langitnya yang biru tidak berawan, tanaman hijau yang segar, bunga-bunga yang indah, kupu-kupu beterbangan, suara burung berkicau, penuh dengan vitalitas, bisa digambarkan itu adalah cuaca yang bagus, pemandangan yang paling indah!!


Mencoba mengusap matanya sekali lagi, pemandangan di luar bahkan menjadi lebih indah, jadi segera saja Hua Chenran berkata dengan datar, tapi nada suara nya sangat yakin.


"Aku rasa matamu perlu diperiksa!"


Lan Huang, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang sedang makan, segera tersedak dan terbatuk-batuk dengan suara yang keras. Melihat reaksi aneh ketiga orang di meja makan, Hua Chenran pun bertanya dengan ekspresi sangat polos di wajahnya.


"Tidak, Ran'er kamu memang benar!"


Jawab Leng Yuesheng dengan senyum di Wajahnya.


Lan Yueshang segera memelototinya dengan mata birunya yang dingin, lalu melanjutkan sarapannya.


Di dalam ruang belajar, mereka semua berbicara tentang metode mandi obat ini, serta bahan-bahan obat herbal yang sudah disiapkan.


Kemudian mereka pergi ke tempat yang sudah disiapkan oleh Xu Bo untuk mandi obat, melihat air dalam tong kayu sudah mulai mendidih, Hua Chenran memasukkan bahan obat herbal kedalam tong kayu sesuai dengan urutan yang sudah dia teliti, supaya efeknya lebih efektif untuk menghilangkan sisa racun itu sepenuhnya.


Melihat air yang sudah mendidih dan aroma obat kental tercium, segera Hua Chenran berkata pada Xu Bo


"Xu Bo tingkat panas ini sudah cukup, jadi api nya dapat dimatikan"

__ADS_1


Mendengarkan kata-kata Hua Chenran, Xu Bo yang sedang mengatur kayu untuk membuat api menjadi lebih besar, harus segera mematikan api yang tadinya hampir seperti yang dia inginkan.


Melihat semua nya sudah siap, Kemudian Hua Chenran berkata pada kakek untuk berendam dalam tong kayu selama tiga puluh menit, juga memberitahu bahwa jika ada rasa sakit, itu berarti ada sisa racun yang sedang dihilangkan oleh mandi obat.


Hua Chenran juga meminta tolong pada Xu Bo untuk mengawasi di samping kakek.


Sementara itu, Hua Chenran mulai memberi teknik akupuntur untuk mengurangi rasa sakit. Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sedang mengawasi, jangan sampai ada kesalahan, Leng Yuesheng menyetel alarm 20 menit di ponselnya.


Dokter Lu mencatat semua yang dia lihat hari ini, mungkin dia bisa saja mempelajari nya di masa depan.


20 menit kemudian, Hua Chenran mencabut jarum-jarum perak pada titik akupuntur, lalu dia berkata sambil tersenyum kecil


"Sudah selesai! Racun kakek sudah teratasi sepenuhnya, bahkan fisiknya juga menjadi lebih baik lagi"


"Terimakasih Ran'er"


Kata Lan Yueshang dengan suara yang lembut, sambil menggenggam kedua tangan Hua Chenran.


Melihat adegan yang tidak nyaman dan sangat menyakiti mata dan juga hatinya, jadi Leng Yuesheng berpura-pura untuk terbatuk "Batuk...batuk....."


Benar saja ini efektif, kedua nya langsung melepaskan tangan mereka masing-masing, Leng Yuesheng melihat dengan tatapan marah.


Namun dia harus mengendalikan perasaan cemburu ini dulu.


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan, setelah hanya tinggal Xu Bo dan Lan Huang di dalam ruangan.


Lan Huang yang tiba-tiba lemah, menjadi enerjik, Mata itu mulai berkilau cerah. Mata itu penuh dengan kerumitan setelah membaca informasi yang ada di tangan ku.


"Patriak, kedua tuan muda itu....?"


Tanya Xu Bo dengan ekspresi rumit di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2