
"Bawang hijau mana kalian berdua! Berani untuk merebut gaun ini dari kami!" Kata Mo Qinting dengan marah, wajahnya tampak dibuat terlihat seperti berpura-pura punya keberanian untuk menegur.
Mendengar kata-kata dan ekspresi wajah Mo Qinting saat ini, sudut mulut Hua Chenran berkedut, tidak disangka ternyata gadis dari keluarga Mo ini sangat pandai berakting.
Hua Chenran melihat ke arah manajer toko, nona Wang dan nona Lu dengan seringai di wajahnya.
"Kalian berdua berani berteriak pada nona Wang dan nona Lu, lebih baik untuk segera pergi dari toko ini! Toko ini bukanlah bagi kalian berdua yang tidak mampu!" Kata manajer toko dengan menghina dan sinisme, pasti kedua gadis kecil hanya ingin untuk mencoba gaun merah muda itu saja, tapi tidak mampu membelinya dan bukankah dia akan sangat rugi! Jika gaun ini kotor atau pun rusak, dia tidak punya uang untuk mengganti gaun merah muda itu, bahkan gajinya selama tiga bulan belum cukup untuk sekedar mencoba untuk memakai.
Memikirkan hal-hal ini, pandangan manajer toko ke arah Hua Chenran dan Mo Qinting semakin penuh dengan kebencian, bisa-bisa dia nanti dipecat dari toko ini, karena berani menyinggung nona Wang dan nona Lu ini. Jadi pilihan manajer toko sudah jelas, untuk segera mengusir Hua Chenran dari toko ini. Toko baju ini hanya melayani tamu yang dari kalangan atas, baju-baju disini semua adalah merek high-end dari dalam maupun luar negeri.
"Kalian berdua!!" Kata Wang ke dengan suara yang penuh amarah, lalu dia segera melanjutkan dan dia berkata dengan penuh kesombongan
"Aku adalah keponakan dari wakil walikota di Fengdu" lalu kemudian Wang ke juga mengedipkan matanya pada temannya di samping, yaitu Lu Xiang.
Mendengar kata-kata dari Wang ke, wajah Hua Chenran dan Mo Qinting terlihat sedikit pucat dan dari ekspresi wajahnya itu terlihat sangat ketakutan, karena mereka tidak sengaja sudah menyinggung keponakan dari wakil walikota, kota Fengdu, Ibukota Huaxia.
Lu Xiang kemudian melihat ke arah Hua Chenran dan Mo Qinting yang sudah terlihat agak ketakutan, dengan penuh kesombongan dan berkata
"Kali ini kalian berdua ketakutan! Tapi tidak semudah itu kami berdua akan melepaskan kalian bawang putih!" Lu Xiang masih sangat marah mengingat, Mo Qinting memanggilnya nama bawang hijau.
Hua Chenran mulai menyenggol bahu Mo Qinting dan berkata dengan nada sedikit ketakutan "Qinting...aku rasa kita harus meminta maaf pada mereka berdua, jika tidak...a...aku"
Kemudian dia melihat ke arah Lu Xiang dan juga Wang ke matanya sedikit berkedip, lalu Hua Chenran mulai menundukkan kepalanya lagi.
Walaupun suara Hua Chenran pelan, tapi telinga Wang ke, Lu Xiang dan manajer toko terdengar dengan jelas.
Mata mereka bertiga segera dipenuhi dengan penghinaan dan kemenangan.
"Tidak! walaupun gadis yang jelek itu adalah keponakan seorang dari wakil walikota, aku tidak mau minta maaf dan berdamai! Aku tidak salah apapun, Xiao Ran. Aku hanya ingin mencoba untuk memakai gaun ini saja, dan belum tentu aku akan membelinya" kata Mo Qinting dengan sengaja, lengkungan kecil samar muncul di wajah Mo Qinting. Sukses! Kedua burung merak yang bangga di depannya sudah masuk ke dalam permainan yang dibuat oleh nya dan Hua Chenran.
"Huh... bersujud satu kali dan minta maaf pada ku dan Lu Xiang, jika tidak, kalian berdua akan tahu konsekuensi dari menyinggung seseorang yang tidak bisa kalian berdua singgung!"
Kata Wang Ke dengan dagu yang terangkat, kebanggaan dan juga kesombongan itu terlihat jelas di wajah Wang ke dan Lu Xiang.
__ADS_1
"Qinting...."
Kata Hua Chenran dengan sedikit memohon dan menarik lengan baju Mo Qinting.
Orang-orang yang melihat dari luar toko, mulai bersimpati pada Hua Chenran dan Mo Qinting sekarang.
Sementara itu, mata manajer toko, Wang Ke dan Lu Xiang semakin dingin dan menghina pada Mo Qinting dan Hua Chenran.
Qinting....., Tunggu dulu! Sepertinya dia pernah mendengar nama ini, tapi di mana ya...??
Lalu Wang Ke pu menanyakan pada Lu Xiang dengan berbisik
"Kamu kenal dengan yang namanya Qinting, di Ibukota ini? Sepertinya aku pernah mendengar nama ini!"
"Qinting? Terkenal di Ibukota? Itu.... Bukankah cucu perempuan yang paling dicintai di keluarga Mo! Yang keluarga kedua di Ibukota, kudengar juga kakaknya Mo Yan sangat tampan dan lingkaran pertemanan mereka itu di luar jangkauan kita, ehkm... walaupun kamu adalah keponakan dari wakil walikota, kamu tidak bisa menyinggung kesayangan keluarga Mo ini, jika tidak..." Kata terakhir tidak diucapkan oleh Lu Xiang, tapi dengan ekspresi wajahnya, seakan dia mengatakan 'kamu tahu sendiri!'
Mendengar kata-kata Lu Xiang, Wang Ke mulai ketakutan dengan gadis yang namanya l Qinting di depan nya saat ini, tapi melihat baju yang di pakai oleh yang namanya Qinting dan Hua Chenran yang terlihat tidak bermerek sama sekali, rasa ketakutan itu mulai menghilang tanpa jejak.
Seringai muncul di wajah Hua Chenran, mendengar bisikan yang dikatakan oleh Lu Xiang, dalam hatinya dia berkata pada dirinya
Mo Qinting mulai menghilang kan ekspresi ketakutan di wajahnya dan berkata dengan nada malas
"Bungkus gaun merah muda ini, aku tidak ingin mencobanya lagi, waktu ku terbuang percuma di sini"
Orang-orang yang mendengar kata-kata Mo Qinting yang malas, mulai terkejut dengan perubahan ini.
Apalagi Wang Ke dan Lu Xiang yang mulutnya terbuka, tidak bisa berkata apa-apa.
Ada apa ini? Wajah yang tadinya pucat seperti kelinci putih, kini terlihat seperti Singa yang malas.
"Aku juga, sebentar lagi aku harus pergi ke bandara"
Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin dan malas, kemudian dia juga melihat ke arah Wang Ke dan Lu Xiang dengan matanya yang dingin.
__ADS_1
Wang Ke dan Lu Xiang terkejut!
Mata yang dingin dan tajam, membuat mereka berdua sangat takut. Untungnya itu hanya sebuah pandangan saja, kedua orang miskin ini pasti tidak bisa berbuat apa-apa.
"Mau pergi! Tidak mungkin!"
Kata Wang ke dengan suara yang dingin dan suaranya dipenuhi dengan kebencian dan amarah. Beraninya kedua gadis itu menentangnya, yang seorang keponakan dari wakil walikota Fengdu, lihat saja!
Tidak peduli lagi dengan kata-kata Wang Ke, Mo Qinting mengeluarkan Black Card dari dompet nya, lalu dia memberikan itu pada pelayan yang dengan sopan melayani Hua Chenran dan Mo Qinting tadi.
Manajer toko melihat Black Card yang ada di tangan pelayan itu, matanya berkedip, lalu berkata dengan sinis
"Di umur yang sangat muda, sudah punya seorang sugar daddy sungguh memalukan! Lebih baik belajar dulu dan sekolah dengan baik, umurnya terlihat baru sekitar 15 tahunan, tapi ternyata dalamnya sangat busuk!"
Sebenarnya dalam hatinya dia sangat iri dengan gadis kecil itu, modal apa yang dia punya untuk merayu CEO yang kaya, jika bukan karena usia nya yang muda. Melihat dirinya sendiri yang sudah berumur 32 tahun, dia mulai membenci gadis Qinting itu.
Mendengar kata-kata manajer toko, kegembiraan melintas di mata Wang Ke dan Lu Xiang, jadi Wang Ke mulai berkata dengan nada ironis
"Pantas saja kamu bisa membeli gaun merah muda ini, ternyata simpanan dari om-om toh.. hahaha...."
"Sungguh tidak tahu malu...!!"
Tambah Lu Xiang dengan seringai kejam di wajahnya, lihat berani melawan kami reputasi mu hancur!
Mo Qinting sangat marah kali ini, manajer toko ini sangat keterlaluan!
Iri boleh! Tapi memfitnah seorang gadis dengan tuduhan kejam yang bisa merusak reputasi dan masa depan nya, sungguh tidak bisa untuk dimaafkan sama sekali!
Mo Qinting mengambil ponselnya dan berbicara dengan suara yang pelan, tapi matanya kali ini sangat dingin dan dipenuhi dengan aura pembunuh. Mematikan ponselnya, lalu melihat kartu hitam dan juga gaun yang sudah terbungkus, sudah saatnya untuk pergi dari toko ini. Tapi sebelum itu dia berkata pada manajer toko dengan senyum cerah
"Manajer toko selamat tinggal...."
Makna yang terkandung dari kata selamat tinggal ini sangat halus, sehingga manajer toko yang sudah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Mo Qinting hanya mendengus dingin dan menghina.
__ADS_1
Hua Chenran tertawa kecil, lalu dia membalikkan badannya melihat ke arah Wang ke dan Lu Xiang dengan seringai dingin di wajahnya
" Kalian berdua.... selesai....!"