
Hua Chenran melihat gerakan Yu Qiujie hanya tersenyum dingin, lalu menghindari cakaran Yu Qiujie dengan cepat.
Yu Qiujie semakin marah, melihat Hua Chenran berhasil menghindar.
Lalu kembali maju untuk mencakar wajah Hua Chenran lagi, tapi tangan kanan Yu Qiujie berhasil ditangkap oleh Hua Chenran.
"Lepaskan! Hua Chenran!!"
Wajah Yu Qiujie sudah terdistorsi.
Hua Chenran hanya tersenyum dingin acuh tak acuh, lalu dia meremukkan tangan kanan Yu Qiujie. "Tangan ini sudah tidak bagus, jadi lebih baik di non-aktifkan"
"Ah.. tolong, Hua Chenran sudah gila, tolong lepaskan aku..."
Dia menyesal untuk datang ke tempat ini sendirian, tapi kenapa tidak ada yang mendengar teriakannya?
"Tenang saja aku akan melepaskan kamu, setelah kamu mendapatkan balasan yang setimpal, Yu Qiujie"
Kata Hua Chenran dengan dingin, dengan senyum haus darah di wajahnya.
"Tidak... tolong, tanganku.. wow..."
Sangat menakutkan! Yu Qiujie tidak bisa menarik tangannya, jika ditarik secara paksa, mungkin saja tangan nya akan putus, dia tidak ingin cacat.
"Iblis...Hua Chenran kamu Iblis"
"Ya benar, aku adalah iblis..."
Kata Hua Chenran sambil terkekeh geli, melihat Yu Qiujie yang sangat ketakutan dan berkata dia iblis.
Kemudian Hua Chenran menangkap tangan Yu Qiujie yang satu lagi, lalu mengikat tangan Yu Qiujie kebelakang punggungnya. Setelah itu Hua Chenran memegang dagu
Yu Qiujie dan masukkan pil bisu dan juga pil tidur ke dalam mulut nya.
"Ini hanya hukuman ringan untuk mereka yang berani memprovokasi Hua Chenran, biasanya mereka menjadi mayat, vegetatif atau pun dimakan oleh binatang buas, jadi jadilah bijak, jika tidak hukuman akan lebih buruk. Mungkin bukan hanya kamu, tapi juga seluruh keluarga Yu juga akan terseret"
Kata Hua Chenran dengan senyum berbahaya di wajahnya.
"Ah...ah..."
Tidak! Lepaskan aku!
Obat apa tadi? Kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suara apapun lagi?
Kenapa terasa sangat mengantuk?
Setelah itu semua menjadi gelap dan Yu Qiujie segera tertidur.
Memegang tangan Yu Qiujie, lalu
Hua Chenran memasukkan nya ke dalam ruang Xuantian, menghapus semua formasi di sekitar danau dan segera pergi dari taman, supaya tidak ada yang curiga dengan nya.
Saat sampai ke bagian belakang toilet sekolah, Hua Chenran segera menghela nafas panjang, kemudian memanjat ke ventilasi toilet dan kembali masuk ke dalam toilet.
Melihat sudah hampir 10 menit,
Hua Chenran membuka pintu toilet, kemudian keluar dengan tenang.
Ketika Hua Chenran masuk ke dalam kelas inti, guru masih belum datang dan Hua Chenran kembali menghela nafas lega, setelah itu Hua Chenran duduk kembali di bangku nya.
Mengingat Yu Qiujie, sekarang dia merasa itu lucu. Sebenarnya dia tidak ingin berurusan dengan Yu Qiujie.
Tapi Yu Qiujie sudah melewati batas, dengan menyewa orang untuk memperkosa dan mempermalukan dirinya. Jangan salahkan karena dia kejam, seharusnya Yu Qiujie tidak pernah memprovokasi iblis seperti Hua Chenran.
"Chenran, apa yang kamu pikirkan hingga tersenyum begitu menakutkan?" Tanya Wei Sichu dengan bercanda.
"Kamu ingin tahu?"
Hua Chenran tidak menjawab tapi bertanya balik kepada Wei Sichu.
Dengan senyuman yang terlihat lebih menakutkan lagi.
"Tidak! Aku tidak ingin tahu"
Jawab Wei Sichu dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Apakah karena Chenran PMS? teman-teman nya yang lain juga berkata, cewek PMS mudah marah makanya jangan ganggu mereka.
Apakah karena ini Hua Chenran tersenyum begitu menakutkan.
"Apa yang kamu pikirkan sekarang?"
Tanya Hua Chenran agak jengkel.
"Kamu tidak memberitahu ku apa yang kamu pikirkan tadi, sekarang kenapa aku harus memberitahu mu?"
Kata Wei Sichu dengan cemberut dan segera mengalihkan wajahnya untuk membaca buku lagi.
Hua Chenran : "..."
Hua Chenran tersedak dengan kata-kata Wei Sichu tadi dan tidak tahu harus menjawab apa.
Di katakan jika cewek PMS akan seperti ini, apakah Wei Sichu juga jenis yang mengalami PMS? Hua Chenran tidak mengerti sama sekali.
Lupakan! Tidak baik berdebat dengan anak-anak.
Kenapa Wei Sichu berinisiatif untuk berbicara dengan Hua Chenran?
Penuh kebencian! Kapan Wei Sichu bisa melihat Jiang Shaoning nya dengan penuh kasih sayang.
'Hua Chenran, kamu benar-benar menguji batas kesabaran ku'
Sementara Hua Chenran sibuk dengan pemikiran nya, Guru Shen masuk ke dalam kelas dengan wajah agak jelek. Tersadar dari pikirannya sendiri, Hua Chenran berkata dalam hatinya lagi, buruk! Siapa yang sebenarnya membuat Guru Shen membuat wajah seperti ini.
Bukan hanya Hua Chenran saja yang menahan nafasnya agak takut, teman sekelas nya juga sama dan mereka juga mengutuk leluhur ke 18 orang yang membuat guru Shen marah.
Sekarang semua teman sekelas menyiapkan mental mereka untuk dimarahi oleh guru Shen.
Benar saja! semua mengandalkan!
Dari awal masuk pelajaran sastra sampai akhir, tidak ada yang tahu apa kesalahan muridnya, guru Shen terus menyemprot air liurnya dan memarahi beberapa murid yang menurutnya tidak enak dipandang.
Setelah Guru Shen pergi, semua murid menghela nafas lega.
Bel istirahat pun berbunyi waktunya untuk mengisi perut.
Kata Lin Huayu dengan wajah yang agak kesal.
"Pergilah, berlatih dengan baik"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum.
"Aku pergi dulu, bye.."
Setelah mengatakan itu Lin Huayu pergi ke arah klub tari.
"Bye.."
Kata Hua Chenran sambil melambaikan tanganya.
"Kalian berdua, seperti akan berpisah selama beberapa tahun"
Ejek Wei Sichu.
"Masalah"
Hua Chenran berkata dengan malas.
Terkejut dengan jawaban Hua Chenran, Wei Sichu mengerucutkan bibirnya, kemudian terus menatap layar ponselnya dan terus bermain game online.
Lalu Hua Chenran mengeluarkan kotak makan berwarna merah muda, setelah itu dia membuka kotak dan aroma harum makanan tersebar ke seluruh kelas inti.
Mencium aroma harum makanan, tiba-tiba perut Wei Sichu berbunyi.
Dia memang sudah lapar dari tadi, tapi dia menunggu selesai game yang dimainkan oleh nya sekarang.
Sekarang perutnya benar-benar berbunyi, juga di depan Hua Chenran.
Oh... tidak! Citra nya sebagai rumput sekolah yang bermartabat runtuh.
"Sichu, kamu belum makan?"
__ADS_1
Tanya Hua Chenran dengan lembut.
Tapi dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak, ternyata orang seperti Wei Sichu juga punya tampilan memalukan.
Suara lembut Hua Chenran sampai
ke telinganya, membuat Wei Sichu sedikit merinding. Tidak mungkin orang yang dingin, tiba-tiba menjadi begitu lembut, pasti ada iblis. Tapi Wei Sichu tetap menjawab dengan
Sedikit enggan "Ya"
"Ayo makanlah bersama ku"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum geli, melihat tingkah Wei Sichu.
Wei Sichu masih menatap Hua Chenran dengan curiga, tapi ketika dia melihat makanan yang lezat dalam kotak makan, tanpa sadar perutnya bersuara lagi dan itu membuat telinga nya memerah.
Tapi dia tetap tenang, memegang sumpit dan mengambil telur gulung, kemudian memakannya. Wajahnya berubah menjadi terkejut, setelah itu Wei Sichu berkata pada Hua Chenran
"Ini lezat, pelayan di rumahmu sangat
Pandai memasak"
"Aku memasak nya sendiri, senang kamu menyukai nya"
kata Hua Chenran sambil tersenyum.
Dia memasak ini semalam, karena dia ingin mengajak Huayu untuk makan ala piknik keluarga di taman sekolah.
Makanan yang disimpan dalam ruang Xuantian, tentu saja tidak mengalami perubahan rasa dan tampilan.
"Kamu bisa memasak?"
Kata Wei Sichu dengan terkejut dan matanya yang dingin dipenuhi rasa tidak percaya.
"Tentu saja! Kenapa kamu begitu terkejut? Bukankah ini hanya memasak saja, apa yang diperbesar?"
Hua Chenran bertanya dengan nada penuh keheranan dan kesal.
Di benua Surga Suci, dia hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk memasak di sekte. Karena hanya dia yang sedikit lambat dalam berkultivasi ketika dia pertama kali bertransmigrasi ke tubuh murid
secte Misty, juga dengan nama yang sama dengannya, Hua Chenran.
"Bukan itu! Hanya saja tidak berpikir gadis seusia kamu, bisa memasak makanan selezat ini"
Kata Wei Sichu sambil membela diri.
"Memang apa yang kamu pikirkan seharusnya gadis seusiaku lakukan?"
Hua Chenran bertanya dengan malas.
"Main game, keluar bersama teman"
Jawab Wei Sichu agak tidak yakin.
"Sepertinya itu kamu"
Kata Hua Chenran sambil tertawa.
"Haha...."
"Ya juga"
Balas Wei Sichu sambil memegang tengkuk lehernya karena agak malu.
Melihat Hua Chenran yang tertawa membuat Wei Sichu terinfeksi dan juga ikut tertawa bersama.
Adegan ini jatuh di mata Jiang Shaoning, seperti petir di hari
yang cerah. Kapan dia pernah melihat Wei Sichu tertawa? Kenapa hanya di depan Hua Chenran sisi yang baik ini bisa keluar dan terlihat.
Lalu pandangannya tertuju pada kotak makan merah muda, dengan makanan sederhana di dalamnya.
Tangannya yang memegang nampan makanan terkepal erat dan tanpa sadar air matanya jatuh perlahan,
Tatapan matanya beralih melihat ke arah Hua Chenran dengan kebencian.
__ADS_1
"Hua Chenran kamu memintanya"