Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 79. Ternyata itu kamu! (2)


__ADS_3

"Hahaha...aku tidak menyangka, ternyata itu kamu!" Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi tawanya itu tidak membawa kehangatan sama sekali, tapi malahan terasa sangat dingin seperti es.


Hua Chenran terkejut sejenak! Dia tidak pernah menyangka, bahwa itu akan menjadi Meng Ruyu yang telah dia tunggu untuk muncul. Ternyata memang metode mengejutkan ular adalah langkah yang tepat, jika tidak entah berapa lama dia harus tetap menunggu mangsa, yang telah dia tunggu untuk muncul.


"Berhenti omong kosong! Hua Chenran sekarang pergilah ke neraka!" Kata Meng Ruyu dengan senyum kejam di wajahnya. Lalu pedang segera keluar dari udara hampa dan Meng Ruyu segera menyerang Hua Chenran dengan tebasan pedang di tangannya.


Hua Chenran dengan cepat menghindari tebasan pedang dari Meng Ruyu. Juga dia segera mengeluarkan pedangnya dari ruang Xuantian, kemudian dia segera pergi untuk menyerang Meng Ruyu.


"Dentang...dentang.."


"crash....crash..crash..."


Suara dentingan pedang terdengar di sekitar hutan.


"Aku meremehkan mu Hua Chenran! ternyata kamu masih seorang pendekar pedang yang baik"


Kata Meng Ruyu sambil mencibir.


"Terimakasih pujiannya, aku tahu bahwa kemampuan ku itu lebih baik daripada kemampuan mu" Kata Hua Chenran dengan senyum sinis di wajahnya, kata-katanya memang sengaja untuk membuat Meng Ruyu, merasa lebih marah kepada dirinya.


Ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran, dia langsung meraung dengan keras dan dipenuhi dengan kebencian yang mendalam pada Hua Chenran.


"Hua...Chen...Ran.."


"Kenapa? Tidak terima! Tapi itu adalah sebuah fakta, jadi terima saja nasibmu dengan ketenangan pikiran"


Kata Hua Chenran dengan senyum penuh ejekan dan penghinaan terhadap Meng Ruyu.


Sebuah fakta? Terima saja nasibmu?


Dari dulu hanya Hua Chenran yang selalu baik di sekolah, dia juga baik, tapi kenapa guru tidak pernah menganggap nya pintar? atau memuji kepintarannya? Di dalam kelas dulu hanya Hua Chenran yang dipuji oleh guru, pintar dan cerdas.


Sedangkan dia Selalu harus menjadi bayangan nya setiap waktu. Siapa yang bisa menahan nafas ini setiap hari nya? Kebencian itu terus tumbuh dari hari ke hari.


"Diam Hua Chenran! Bisa Mati di tanganku adalah nasibmu sekarang, ini adalah berkah bagimu" Kata Meng Ruyu dengan suara yang keras tanpa malu-malu.


"Kapan kamu menjadi pembagi berkah? Tampang wajahmu saja tidak terlihat murah hati sama sekali, jadi stop! Jangan sok baik Ok! Terlalu munafik!"


Kata Hua Chenran dengan ekspresi wajah terkejut, tapi kata-katanya penuh dengan penghinaan yang jelas dalam suara nya.

__ADS_1


"Hua Chenran....ka...kamu..."


Kata Meng Ruyu berteriak dengan sangat keras dan penuh dengan amarah, sambil terus menyerang dengan pedang nya.


Melihat Meng Ruyu tidak dapat membalas kata-katanya, Hua Chenran hanya tersenyum dingin di wajahnya.


Lalu dia menangkis serangan pedang Meng Ruyu dan berkata dengan nada suara yang sopan, tapi beracun.


"Tolong volume suaranya! Gendang telinga saya bisa pecah nanti, lagipula suara merdu anda bisa menakuti seluruh pasukan harimau"


Meng Ruyu benar-benar merasakan darah seperti nya hampir keluar dari tenggorokan nya, suaranya berubah menjadi aneh, tentu saja itu karena kredit besar Hua Chenran.


Kali ini Meng Ruyu menyerang ke arah Hua Chenran dengan sangat cepat dan ganas, ini membuat gerakan Hua Chenran menjadi agak kesulitan untuk menangkis serangan dari Meng Ruyu.


"Dentang....Dentang!!"


"Crash....crash....crash...!!"


Keduanya terus bertarung dengan sengit, keringat dingin membasahi punggung mereka, juga banyak luka dan darah mengalir di tubuhnya.


Nafas mereka tersengal-sengal dan tidak ada kecenderungan untuk melihat, siapa sebenarnya yang akan menang dalam pertarungan ini.


Wajah Hua Chenran menjadi lebih pucat, terutama energi spiritual nya banyak digunakan, saat dia jatuh dari tebing setinggi hampir 200 meter.


Walaupun dia menggunakan energi spiritual, tapi banyak luka yang ada ditubuhnya saat jatuh dan tersangkut di pohon-pohon. Saat ini dia tidak tahu apakah bisa lolos hidup-hidup dari Meng Ruyu.


Hua Chenran mengelap darah dari sudut mulutnya, dan segera perlahan berdiri dengan bantuan pedang. Dia kemudian memandang Meng Ruyu, dengan senyum provokatif dan ada kilatan licik di di matanya.


"Apakah hanya ini kemampuan mu? Ini terlalu lemah!" Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin, penuh dengan penghinaan dan ejekan.


"Lemah? Hari ini kamu akan mati karena kata-kata mu sendiri yang meremehkan musuh"


Kata Meng Ruyu dengan seringai kejam di wajahnya.


"Kita lihat saja! Siapa yang akan tertawa pada akhirnya"


Tambah Hua Chenran dengan keras dan senyum dingin di wajahnya.


Lalu mereka berdua kembali saling menyerang, karena energi spiritual Hua Chenran yang hampir habis, dia mulai kesulitan dan tubuhnya hampir tidak bisa bertahan. Meng Ruyu tentu saja melihat hal ini dan dia segera memanfaatkan kelemahan nya danĀ 

__ADS_1


Akhirnya pedang Hua Chenran terjatuh dan Meng Ruyu langsung menusuk jantungnya.


Tidak lama kemudian, Hua Chenran berhenti bernafas. Meng Ruyu yang melihat akhir dari Hua Chenran yang mati di tangannya sendiri, tidak bisa untuk tersenyum puas.


"Hahaha.... Akhirnya Hua Chenran kamu punya hari seperti ini juga"


Kata Meng Ruyu dengan penuh penghormatan sambil tertawa terbahak-bahak, balas dendam nya sudah terpenuhi.


"Meng Ruyu ini belum berakhir, aku belum mengirimkan kamu ke neraka"


Sebuah suara datang dari belakang Meng Ruyu, yang sangat mirip dengan suara Hua Chenran.


Meng Ruyu yang mendengar suara ini langsung gemetar, dia membalikkan badannya dan melihat Hua Chenran berdiri di belakangnya. Hua Chenran Masih sehat, tidak ada darah di tubuhnya, jadi yang dia bunuh siapa?


"Ini...kamu...ma...masih..hi.."


Sebelum bahkan Meng Ruyu selesai berbicara, dia ditembaki dengan telapak tangannya Hua Chenran.


Kemudian Meng Ruyu langsung terjatuh dengan banyak darah keluar dari mulutnya, matanya terbelalak.


Hua Chenran sudah mati! Dia sudah membunuhnya dengan tangan nya sendiri! Dia sangat bingung sekarang.


Matanya melihat ke arah Hua Chenran, yang berjalan selangkah demi selangkah ke arah nya, tiba-tiba Meng Ruyu menjadi ketakutan. Dia ingin mundur beberapa langkah ke belakang, tapi badannya kaku tidak bisa digerakkan sama sekali.


Lucu! Terlalu lucu! Hua Chenran tertawa terbahak-bahak, sambil berjalan ke arah Meng Ruyu yang ketakutan sekarang. Dia berhenti sebentar lalu berjalan beberapa langkah lagi, ke arah orang yang dibunuh oleh Meng Ruyu.


"Lihat! Jiang Shaoning kamu masih sangat berguna, Terimakasih sudah bersedia menjadi boneka ku, seharusnya aku menyiksamu dengan lebih baik, selamat tinggal....."


Kata Hua Chenran dengan dingin.


Lalu dia segera mengeluarkan api dari tangannya dan membakar mayat Jiang Shaoning.


Jiang Shaoning? Meng Ruyu hanya merasa seperti ada petir di hari yang cerah! Jadi yang membunuh putri dari keluarga Jiang, Jiang Shaoning, memang adalah Hua Chenran.


Dia dijebak! Ini adalah jebakan dari Hua Chenran, dia kalah! Dari awal memang dia sudah kalah.


"Meng Ruyu ataukah harus aku panggil saja Dai Yuping, hm...?"


Kata Hua Chenran dengan senyum dingin di wajahnya.

__ADS_1


Jari-jari Dai Yuping gemetar, dia sangat terkejut dan bahkan lebih ketakutan, setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran sendiri. Dai Yuping sekali lagi memuntahkan seteguk darah, dia tidak tahan dengan Kenyataan yang ada di depan matanya. Bagaimana mungkin Hua Chenran tahu tentang penyamarannya?


__ADS_2