
"lalala...."
"Say.. lalala...."
Di dalam kamar mandi, seorang gadis cantik yang tampak berusia sekitar 14 tahun, sedang mandi sambil menyanyi dengan riang, tangan nya terus bermain dengan busa-busa.
Setelah cukup lama bermain dengan busa dan juga menyanyi, Lin Huayu tersenyum puas dan segera membilas seluruh tubuhnya. Setelah itu dia mulai memakai seragam sekolah nya.
Melihat tampilan nya di cermin, Lin Huayu tersenyum dan berkata
"Cermin oh... Cermin katakan siapa yang paling bahagia di dunia ini?"
"Tentu saja Lin Huayu..."
Jawab Lin Huayu pada dirinya sendiri. Tapi jika diperhatikan ada kesedihan samar di kedalaman mata Lin Huayu, tapi kemudian menjadi tekad yang tegas.
"Menjadi orang yang bahagia, tentu saja harus menjadi orang yang paling bahagia setiap hari nya"
Kata Lin Huayu pada dirinya sendiri sambil tersenyum manis di depan kaca kamar mandi nya.
Keluar dari kamar mandi, Lin Huayu mulai memasukkan beberapa buku kedalam tas sekolah nya.
Melihat semua nya sudah beres, lalu dia melihat jam di tangan nya itu menunjukkan pukul setengah enam.
Senyum berbahaya muncul di wajah Lin Huayu, kemudian kedua tangan Lin Huayu terkepal sambil berkata
"Xio ran... Kali ini aku akan memberi pelajaran yang baik..huh.. sungguh teman! Meninggalkan Lin Huayu yang imut, cantik, pintar dan berbakat ini sampai beberapa hari. Lihat saja bagaimana aku akan memberinya pelajaran yang sangat bagus dan baik". Begitu keluar dari kamarnya, mata Lin Huayu menyipit, dingin yang keluar dari tubuhnya membuat beberapa pelayan di villa ketakutan.
Dalam hatinya beberapa pelayan berkata, jangan lihat selalu ceria dan tingkah yang konyol, tidak akan pernah melihat nya marah seperti ini.
Benar saja nyonya kecil dan nona Lin ini adalah gadis kecil dengan jenis kedinginan yang sama.
Lin Huayu sangat marah, Hua Chenran ternyata sudah pulang ke rumah, tapi tidak memberitahu nya sama sekali. Untungnya ada kedua putra baptis yang imut, yang selalu menghibur kesedihan nya.
Jika Yi'er dan Yan'er tahu apa yang ada dalam pikiran Lin Huayu saat ini, mereka berdua pasti akan segera berkata dengan sangat menghina
'Potong! Ibu baptis terlalu banyak berpikir, kapan memangnya ibu baptis itu sedih? Menyia-nyiakan air liur jika pun kami menghibur nya'
Begitu sampai di depan pintu kamar nya Hua Chenran, Lin Huayu tidak mengetuk pintu atau pun memanggil Hua Chenran, tetapi langsung pergi mendobrak pintu dengan kasar.
Suara pintu yang di dobrak oleh Lin Huayu, terdengar sampai ke seluruh rumah Sun. Apalagi Hua Chenran, Lan Yueshang, Leng Yuesheng, juga Yi'er dan Yan'er, yang sedang tidur di dalam kamar, semua nya langsung terjaga dari tidurnya.
Lin Huayu sudah bersiap untuk mengomel dan menghadapi Omelan dari Hua Chenran juga nantinya, tapi dia tidak bisa terkejut melihat orang yang ada di dalam kamar Xio ran.
__ADS_1
"Ah.....ah...."
Lin Huayu pun tidak bisa menahan untuk tidak berteriak, karena dia sudah sangat terkejut sekarang.
Hua Chenran baru saja terbangun, begitu mendengar suara keras di sekitar nya. Mata nya masih bingung, tapi saat teriakan Lin Huayu keluar, Hua Chenran bergerak dengan cepat dan segera menutup mulut malang Lin Huayu, Setelah itu dia langsung menutup pintu kamar nya.
"Wow..... wow...."
"Woo.....Woo....."
Suara tangisan bayi pun juga terdengar, saat Hua Chenran ingin berjalan menuju ke box bayi, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng lebih dulu sampai ke sana dan berusaha untuk menenangkan kedua bayi.
Baru saja Hua Chenran bernafas lega, ada beberapa suara dari luar kamar nya. Apalagi kamar Sun Lili juga ada di sebelah kamarnya, ya.. ampun! Ini masalah, biarkan pagi ku damai!
"Xio ran apakah kamu baik-baik saja?"
"Apa yang terjadi?"
"Suara apa itu?"
"Bukankah nona Lin pergi ke kamar nyonya kecil?"
"Tidak apa-apa! Ini hanya tikus"
"Apanya yang tidak apa-apa! Tikus jelek hampir melompat ke wajah ku, ini sangat menyedihkan.."
Keluh Lin Huayu.
"Pantas saja teriakan itu membuat gempar seluruh isi rumah"
"Ternyata hanya tikus"
"Jangan remehkan tikus, jika tikus melompat ke wajah mu, bagaimana rasanya? Apakah kamu tidak akan pernah berteriak? Itu menjijikkan!"
Suara-suara di luar pintu berangsur hilang dan langkah kaki semakin menjauh dari kamar Hua Chenran.
"Lin Huayu... kegilaan apa di pagi-pagi buta seperti ini?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang lembut.
Lin Huayu merasa agak dingin di punggung nya, lalu wajahnya sedikit terkulai, Lin Huayu duduk dengan berjongkok dan menggambarkan lingkaran di lantai. Wajah cantik yang terkulai itu terlihat menyedihkan.
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang sudah memenangkan kedua bayi, sebenarnya juga ingin marah.
Tetapi melihat situasi ini mereka berdua ingin tertawa terbahak-bahak, tapi mereka berdua akhirnya berusaha untuk menahan nya.
__ADS_1
Sudut mulut Hua Chenran berkedut, tidak tahu harus berkata apa, dengan temannya yang otak nya aneh ini.
Kali ini mungkin offline nya lebih parah dari biasanya, 1...2...3!
Lin Huayu tiba-tiba teringat alasan mengapa begitu marah hari ini, dan kenapa dia yang menyedihkan? Tidak dapat diterima! Harus dilawan! Lalu Lin Huayu tiba-tiba bangkit, setelah itu dia segera berkata dengan marah
"Hua.... Chen....Ran! Kemana saja kamu beberapa hari ini? Bahkan hanya mengirimkan pesan saja, tapi tidak pernah menelepon, tahukah wanita yang cantik, imut ( 1000 kata sifat memuji diri sendiri dihilangkan) aku mengkhawatirkan kamu, ngomong-ngomong apakah kamu membeli buku itu?"
Ketika pada pertanyaan yang terakhir, wajah Lin Huayu mulai memerah seperti tomat.
"Batuk... ekhm... ya, aku membeli buku-buku itu"
Jawab Hua Chenran dengan suara yang sangat pelan, wajah dingin itu sedikit memerah.
'Buku-buku....?'
"Xio ran apakah maksud mu ada banyak buku?" Lin Huayu bertanya dengan suara yang penuh semangat.
"Ya, ambil sepulang sekolah nanti"
Kata Hua Chenran agak tidak nyaman, tuhan tahu sangat memalukan untuk membeli buku-buku seperti itu, jadi dia menyuruh Qiang Xie untuk membeli, tetapi hasilnya hubungan Qiang Xie dan dirinya sendiri sekarang menjadi agak canggung sementara waktu.
Senyum ambigu segera muncul di wajah Lin Huayu, begitu melihat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang terlihat masih menahan tawa mereka, Lin Huayu menjadi agak malu, tapi dia segera berkata dengan tenang
"Xio ran apakah.....?"
"Tidak!"
"Tidak seperti yang terlihat"
"Tidak ada apa-apa!"
Mereka bertiga menjawab secara bersamaan, Lin Huayu malah menjadi semakin curiga, lihatlah mereka bertiga tidur sekamar semalam, siapa tahu apa yang terjadi?
Siapa yang akan percaya?
Lin Huayu sendiri tidak percaya.
"Ekhm..aku tahu... kalian bertiga, sampai jumpa di bawah nanti"
Setelah mengatakan itu Lin Huayu sengaja pergi dengan cepat, tanpa menunggu kata-kata Hua Chenran.
"Huayu...ini... bukan.."
__ADS_1
Melihat Lin Huayu yang sudah pergi dan hilang di depan nya seperti bayangan, dia tidak berdaya.