
Tidak lagi mendengar apapun dari Jiang Shaoning, jadi Hua Chenran memulai membuat beberapa sayatan yang dalam di wajah dan tubuhnya.
Hanya suara ratapan penuh dengan rasa sakit dan keputusasaan yang terdengar di seluruh ruangan itu.
"Hua Chenran! Kamu..ka..kamu adalah seorang iblis, kamu tidak akan pernah memiliki kehidupan yang baik selama hidup ini..ah..."
"Aku sudah tahu jika selama ini aku adalah seorang iblis, tidak usah untuk terlalu memuji diriku" jawab Hua Chenran dengan lembut,
Kemudian Hua Chenran segera mengeluarkan benang dan jarum dari ruang Xuantian, melihat benang yang tiba-tiba muncul dari udara hampa membuat Jiang Shaoning waspada.
"Apa...apa.. yang akan kamu lakukan?" Tanya Jiang Shaoning dengan lemah dan gemetaran.
Ide hantu apa lagi yang akan dilakukan iblis ini kepada ku? jika saja dia tidak mengirim orang untuk membunuh iblis jahat ini, apakah hari ini akan berbeda? apakah dia masih di rumah dan
dapat memakan makanan yang lezat?
Dia sangat menyesal sekarang! sangat.. sangat dan sangat menyesal, jika saja bisa kembali ke masa lalu dia hanya akan membuat jalan memutar jika melihatnya. apakah dia masih akan mendapatkan siksaan seperti hari ini?
air mata penuh dengan penyesalan, putus asa dan kepahitan perlahan mengalir di pipinya.
"Ini hanya untuk menjahit sebuah mahakarya sulaman terbaikku di tubuhmu, seharusnya ini menjadi penghargaan baik untuk mu"
Kata Hua Chenran sambil mendengus dingin dan penuh penghinaan pada Jiang Shaoning. "Aku sudah mengeluarkan benang dan jarum, apalagi memangnya yang bisa dilakukan dengan benang dan jarum? ya tentu saja menjahit, terlalu bodoh!, idiot!."
"ka.. kamu... kamu..."
Lalu kembali jeritan putus asa terdengar di seluruh ruangan. "ah..ja..jalang..Hua Chenran"
"Apa katamu tadi?"
lalu perlahan mata Hua Chenran berubah menjadi sangat dingin dan berkata
"Jika ada orang yang menyinggung ku, hanya akan memiliki 2 akhir yaitu kematian dan juga hidup yang tidak lebih baik daripada kematian".
Dan dengan senyuman haus darah di wajahnya, Hua Chenran kembali melanjutkan pekerjaan mulia nya, yang tentunya menyiksa seorang gadis muda yaitu Jiang Shaoning.
Jiang Shaoning yang kedua tangannya dipatahkan, dan tubuhnya yang sudah sangat kesakitan dan lemah karena kehilangan banyak darah, Jiang Shaoning tidak bisa lagi melawan dan hanya bisa dengan putus asa menjerit kesakitan dan meratapi nasibnya yang tragis.
Setelah diam sejenak, kata-kata yang keluar dari mulut Hua Chenran memang akan membuat Jiang Shaoning memuntahkan seteguk darah keluar dari mulutnya.
"Dan contohnya adalah kamu sendiri Jiang Shaoning, lihat bagaimana kamu sekarang berakhir, haha...."
__ADS_1
Hua Chenran tertawa seperti lonceng perak, terdengar indah dan indah, tapi di telinga Jiang Shaoning tentu saja adalah undangan kematian.
Jiang Shaoning segera memuntahkan seteguk darah, ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hua Chenran. Dia tidak tahan lagi dengan penyiksaan yang sangat tidak manusiawi semacam ini, jadi dia menatap Hua Chenran sambil memohon dan dipenuhi air mata yang mengalir. Dia berkata dengan suara yang lemah dipenuhi dengan semacam keputusasaan yang dalam.
"Hua Chenran...kalau... begitu bunuh aku, bunuh aku tanpa rasa sakit"
"Apa katamu?" Tanya Hua Chenran dengan wajah yang terlihat sangat terkejut. Kemudian dia mendesah tidak berdaya dan berkata dengan nada polos tapi penuh keseriusan.
"Bunuh kamu? Tapi aku sudah berjanji untuk membiarkan kamu hidup, Tenang saja! Aku adalah orang yang menepati janjinya. jadi tenang saja aku tidak akan pernah membunuh kamu. Setidaknya tidak untuk saat ini, biarkan aku pergi untuk bermain sebentar"
Jawaban yang sangat tidak masuk akal dari Hua Chenran, membuat mental Jiang Shaoning tidak dapat menerimanya dan segera pingsan.
Melihat ini Hua Chenran hanya terus tersenyum dingin acuh tak acuh.
Kemudian Hua Chenran memasukkan Jiang Shaoning ke sebuah ruangan 'Darah gelap' tempat yang memang dikhususkan untuk penyiksaan di dalam ruang Xuantian.
Ruang ini baru saja terbuka kemarin dan tentunya dia harus mencobanya.
Membuka pintunya, Hua Chenran melihat Qiang Xie sedang bersandar di dinding seperti sedang menunggu dirinya sendiri.
"Ketua!"
"Apakah dari tadi kamu menunggu di luar, hanya untuk mengantarkan ku pulang?" Tanya Hua Chenran dengan ekspresi wajah bercanda. Selama dua hari ini dia mengamati Qiang Xie, bisa dikatakan dia tipe orang yang hampir sama dengannya. Jika orang dengan tulus memperlakukannya, maka dia juga akan memperlakukan orang itu dengan tulus.
Selama kembali lagi ke bumi, dia mencoba untuk berteman, tidak lagi seperti dulu di benua Surga Suci. Ini karena bayang-bayang Dai Yuping, sehingga di benua Surga Suci sangat sulit baginya untuk berteman dan mempunyai sahabat lagi. Sekarang!
Siapa yang memang tulus ingin berteman dengan Hua Chenran nya, tentu saja dia akan dengan tulus untuk mencoba berteman. Makanya dia tidak terlalu terasing untuk Mu Yaning, Yan Jina dan Yun Xi dan dengan tulus mencoba berteman.
Sama seperti Qiang Xie sekarang, karena dia juga akan menjadi wakilnya di Geng Blood Shield ini.
Tidak perlu selalu menghadapi semua orang dengan dingin, kecuali memang orang yang dikenali olehnya.
Qiang Xie lalu menggaruk tengkuk di lehernya yang tidak gatal dan berkata dengan senyum tipis di wajahnya.
"Ketua menebaknya dengan baik"
"Ini baik, jika begitu tolong"
Hua Chenran berkata lagi dengan candaan.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil BMW X6 berwarna putih.
__ADS_1
Qiang Xie berhenti di sebuah restoran dan mereka berdua kemudian masuk ke dalam restoran 'YueFan'.
Setelah itu memesan kotak pribadi beserta makanannya, Hua Chenran pun pergi ke toilet dan beberapa menit kemudian Hua Chenran baru saja kembali dan melihat meja sudah dipenuhi dengan makanan yang sudah dipesan oleh mereka berdua.
Di restoran dalam kotak pribadi, mereka berdua banyak berbicara tentang Geng Blood Shield. Tidak lama kemudian mereka berdua segera untuk membayar makanan dan lalu masuk ke dalam mobil.
Dalam hampir satu jam kemudian, dia telah sampai di depan pintu gerbang rumah Sun. Hua Chenran keluar dari mobil dan berkata kepada Qiang Xie. "Terimakasih!"
"Tentu saja, ketua"
Jawab Qiang Xie dengan sopan.
Ketika Hua Chenran membuka pintu, garis-garis hitam memenuhi dahinya.
Dia melihat Lin Huayu yang sedang menangis dengan getir karena film sedih yang sedang ditonton olehnya.
Lin Huayu mendengar suara pintu tertutup dan menoleh, kemudian dia mulai menangis lagi dan berkata
"Kenapa? Kenapa di saat QinQin benar-benar merasakan kebahagiaan, penyakit kanker itu datang untuk merenggut nyawanya. Padahal rasa bahagia yang dia dapatkan bahkan tidak sampai satu minggu, mengapa terlalu kejam padanya?"
Sudut bibir Hua Chenran berkedut ringan, tampaknya kesedihan film yang ditonton oleh Lin Huayu ini benar-benar sangat mendalam.
"Mungkin saja kebahagiaan QinQin yang sebenarnya itu ada di tempat yang lain, jadi setelah dia pergi dari dunia ini, itu hanyalah awal baginya untuk bahagia" Kata Hua Chenran sambil menepuk punggung Lin Huayu dan menghela nafas berat, dia secara alami juga bercerita tentang dirinya sendiri di kehidupan sebelumnya.
"Xio ran! Kamu benar!"
Setelah mengatakan itu, Lin Huayu segera kembali menjadi ceria seperti biasanya.
Lalu mereka berdua berbicara tentang Yi'er dan Yan'er, juga tentang hal-hal yang ada di sekolah, setelah itu berlanjut hingga drama Korea terbaru yang memiliki sad ending.
Tapi segera ekspresi wajah mereka Syok! Dan sangat terkejut, Ketika mereka berdua tanpa sengaja melihat dan mendengar berita yang ada di TV.
"Pemirsa telah ditemukan mayat seorang gadis muda, berumur sekitar 15 tahun, di toilet perempuan sebuah restoran bernama 'YueFan'. Polisi saat ini sudah selesai mengkonfirmasi identitas gadis muda ini, yang ternyata indentitas hadis muda ini, dia adalah putri kedua dari 5 keluarga besar kota A, keluarga Jiang, Jiang Shaoning. "
"Diduga oleh polisi Jiang Shaoning ini dibunuh oleh seorang pembunuh berantai kejam, yang sudah tidak beraksi lagi empat tahun yang lalu.
Ini bisa dilihat dari luka sayatan pada wajah dan tubuhnya, yang sama dengan kasus pembunuh berantai empat tahun yang lalu. Bukti yang paling kuat adalah setangkai bunga mawar merah, yang dijahit rapi pada lengan kanan korban pembunuhan berantai ini, Jiang Shaoning".
Melihat berita ini, kilatan cahaya kejam dan dingin muncul di mata Hua Chenran, lalu seringai berbahaya muncul di wajahnya dan berkata dengan suara dingin tanpa suhu.
"Ini baru saja dimulai"
__ADS_1