Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 151. Tiga Keluarga Besar (2)


__ADS_3

Untuk meredakan suasana yang agak memalukan, Wei Sichu kemudian berkata kepada Hua Chenran


"Chenran yang di depan mu adalah Yue Qing dan di sebelah nya adalah Yue Ning, di samping Yue Ning itu adalah sepupu ku Mo Yan dan yang di samping Mo Yan adalah adiknya Mo Qinting dan yang tertua disini adalah Xu Menghan" Kemudian Wei Sichu melanjutkan "Kalian semua dia adalah Hua Chenran, kami berada di kelas yang sama di sekolah"


"Wei Sichu! Aku mengingat mu!"


Kata Xu Menghan dengan suara yang keras, kenapa harus selalu saja menyebutkan umurnya? Melihat bahwa Wei Sichu tidak peduli sama sekali, Xu Menghan hanya bisa melihat ke langit untuk meneriakkan ketidakpedulian terhadap diri nya.


Pada saat nama Yue Qing disebut, segera mata Hua Chenran menjadi dingin dan udara di sekitar turun drastis, seringai muncul di wajah Hua Chenran, tapi tidak ada yang melihat. Memang setelah perkenalan udara halus di antara mereka semua mulai mereda, Hua Chenran berinisiatif untuk menyapa dan berkata sambil tersenyum kecil


"Halo, saya Hua Chenran. Aku tidak menyangka bahwa hari ini dapat melihat, tuan muda dan putri dari tiga keluarga besar di Ibukota"


Meskipun dia tahu Xu Menghan bukan dari Tiga keluarga besar, tapi dari lingkar pertemanan mereka dia tahu identitas Xu Menghan pasti juga tidak kecil.


Mo Qinting melihat Hua Chenran berkata dengan tulus dan tidak ada kepalsuan menyanjung mereka, jadi kesan Mo Qinting terhadap Hua Chenran sedikit lebih baik, kemudian Mo Qinting berkata dengan tenang.


"Hei...aku sedikit malu, di mana yang putri, semua sama saja! Oh...iya ngomong-ngomong namaku Mo Qinting, salam kenal"


Sikap tidak sok dan alami ini, juga membuat Hua Chenran nyaman dan Hua Chenran segera tersenyum, lalu pusaran pir muncul di kedua pipinya saat Hua Chenran tersenyum. Segera Mo Qinting merasa agak tersesat, saat melihat senyum Hua Chenran dan dia Mo Qinting terlihat linglung saat ini.


"Ekhm...."


Leng Yuesheng mulai berdeham, dia tahu bahwa Hua Chenran terlihat sangat cantik saat tersenyum dengan pusaran pir di kedua pipinya, tetapi tolong jangan melihat Ran'er ku dengan tatapan linglung seperti itu.


Sekarang apakah dia juga harus berjaga-jaga dengan wanita?


Mo Qinting tersadar dan pipinya memerah karena malu, dia berkata dengan pujian pada Hua Chenran.


"Chenran...kamu sangat cantik, saat tersenyum seperti tadi"


"Potong! Hanya gadis berambut kuning, kecantikan apa yang ada?"


Kata Yue Qing dengan suara yang dingin, ada niat membunuh di kedalaman mata Yue Qing saat ini.

__ADS_1


"Sepupu berkata, itu benar!"


Tambah Yue Ning dengan suara yang tenang, dan tatapan nya terus melihat ke arah Wei Sichu, setiap saat.


"Terimakasih Qinting atas pujiannya"


Kata Hua Chenran masih dengan senyum yang sama di wajahnya dan dia benar-benar mengabaikan dua saudara perempuan keluarga Yue.


"Lihat pesanan nya sudah datang!"


Kata Mo Yan dengan tenang, tapi kilatan gembira di matanya selalu mengkhianati nya. Sudah dari tadi dia kelaparan, tapi makanan nya sangat lama dihidangkan.


Setelah berbagai macam jenis masakan dihidangkan di atas meja, Mo Yan adalah yang pertama mulai mengambil sumpit, dilanjutkan dengan Xu Menghan, lalu tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat seorang laki-laki berusia sekitar 18 tahun berjalan ke meja sambil tersenyum, dan duduk di kursi yang kosong, dia segera berkata dengan tenang, tapi lebih banyak terdengar keluhan dalam nada suaranya.


"Kalian benar-benar memulai makan tanpa menunggu ku"


"Qin Loufei! Ini bukan karena kamu yang tertidur di toilet!"


"Mari semua, selamat makan!"


Kata Wei Sichu mewakili semua nya, karena Wei Sichu yang memesan meja sebelumnya untuk makan.


Dari waktu ke waktu, satu per satu Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan bahkan Wei Sichu memasukkan daging dan sayuran ke dalam mangkuk nya, jadi Hua Chenran tidak perlu bersusah payah mengambil.


Bahkan tanpa malu-malu, Leng Yuesheng menyuapi Hua Chenran dengan sumpit nya, bisa dikatakan ini adalah ciuman tidak langsung. Hua Chenran tidak menolak, karena yang disuapi oleh Leng Yuesheng adalah daging yang terbaik diantara yang lain, bagaimana mungkin Hua Chenran menolak, tapi Hua Chenran tidak memiliki kesadaran untuk curiga atas perilaku Leng Yuesheng yang mencuri ciuman sekali lagi.


"Ran'er ayo coba daging ini"


Kata Leng Yuesheng sambil tersenyum, terus menyuapi daging kepada Hua Chenran.


"Ran'er jangan hanya makan daging saja, sayuran juga jangan lupa"


Kata Wei Sichu yang sumpitnya sudah berada di depan Hua Chenran, jadi Hua Chenran juga memakan sayuran, disuapi oleh Wei Sichu.

__ADS_1


"Ran'er minum sup ini untuk mempermudah pencernaan"


Tambah Lan Yueshang dengan sendok berisi sup, sudah menyentuh bibirnya dan tentu saja Hua Chenran harus meminum sup itu.


Lan Yueshang yang duduk di samping Hua Chenran berbisik di telinga nya


"Ran'er ada sisa saus dan nasi di ujung bibir mu, biarkan aku saja yang mengelap nya" setelah mengatakan hal itu, Lan Yueshang bertindak dengan cepat, tidak memberi Hua Chenran untuk membantah.


Jari-jarinya selesai mengelap sudut bibir Hua Chenran dengan tissue, tapi jari-jari itu masih berlama-lama di bibir merah muda Hua Chenran.


Merasakan udara dingin di punggung nya, Lan Yueshang segera tangan nya menyingkir dari bibir Hua Chenran, dengan senyum penuh kemenangan pada Leng Yuesheng dan Wei Sichu.


Tiga garis-garis hitam memenuhi dahinya, mulutnya mulai berkedut dan Hua Chenran tidak bisa untuk tidak mengutuk dalam hati nya.


Nima! Apa yang terjadi dengan tiga orang di dekatnya ini? Menyuapi makanan pada dirinya terus menerus.


Bahkan temannya Wei Sichu yang murni, juga sepertinya ikut bergabung dengan kesenangan dari Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.


Xu Menghan, Mo Yan, Mo Qinting dan Qin Loufei melihat empat orang yang seperti berada dalam dunia mereka sendiri, dengan terpana. Karena tiga orang tuan muda ini adalah orang yang menyukai kebersihan, kapan ketiga orang ini berbagi sumpit dengan orang lain? Juga kapan suara ketiga tuan muda ini menjadi begitu lembut dan memabukkan? Aneh!!Tetapi setelah terbiasa Xu Menghan tersenyum misterius, Mo Yan sedikit terpana, mata Mo Qinting berbinar dan tidak ada yang tahu Kilauan cahaya apa di kedalaman mata nya. Qin Loufei melihat dengan tatapan main-main di matanya.


Sementara itu Yue Qing dan Yue Ning, memakan daging di depan mereka berdua saat ini, seperti mengunyah daging Hua Chenran. Mata mereka berdua mengandung niat membunuh yang kental, ingin rasanya Yue Qing menembak dengan kekuatan spiritual kepada Hua Chenran.


Yue Ning dan Yue Qing sekarang sangat cemburu dan ingin membunuh Hua Chenran sesegera mungkin, sikap lembut itu mereka berdua tidak pernah mendapatkan nya, walaupun sudah membayangkan sampai beribu-ribu kali, tapi sekarang kelembutan ini diberikan kepada wanita lain tepat di depannya, bagaimana mungkin dia tidak akan membunuh Hua Chenran. Satu kata pasti, dia pasti akan membunuh nya.


Namun demikian, Hua Chenran, Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan Wei Sichu tidak punya kesadaran telah menjadi tontonan dari enam orang dalam ruangan yang sama.


"Aku kenyang!"


Kata Hua Chenran sambil meletakkan sumpitnya di atas mangkuk.


"Aku juga sudah kenyang"


Kata mereka bertiga pada saat bersamaan, lalu mereka bertiga saling memandang dengan senyum dingin dan mata pisau, satu sama lain nya.

__ADS_1


__ADS_2