Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 33. Apa, Terkejut?


__ADS_3

Sementara itu, setelah Yu Qiujie masuk ke dalam ruang kelas B,


Hua Chenran dan Lin Huayu baru saja tiba di gerbang Sekolah Menengah Luocheng.


Mereka berdua turun dari mobil dan bermaksud untuk pergi ke taman dulu, tapi karena telinga Hua Chenran dapat mendengar suara dari jauh, Hua Chenran meminta Lin Huayu untuk memperlambat jalannya.


Hua Chenran tersenyum dingin, ketika mendengar gosip yang sedang dibicarakan oleh murid lainnya.


Ternyata Yu Qiujie kembali bersekolah hari ini, sangat bagus.


Sudah lama dia ingin membalas  perbuatan baik Yu Qiujie untuknya.


Tapi karena Yu Qiujie tidak pernah keluar dari rumah, dia tidak bisa melakukan apapun di rumah keluarga Yu, terlalu merepotkan untuk berurusan dan terlibat dengan anggota keluarga Yu yang lain.


"Xio ran! Kamu kenapa?"


Senyum apa itu? Membuatnya sangat takut dan merinding. Lin Huayu berpikir siapa yang akan sial yang menyinggung leluhur kecil ini.


"Tidak apa-apa! Aku hanya merasa sangat senang hari ini"


Jawab Hua Chenran dengan senyum lembut di wajahnya.


"Bagus lah jika kamu senang"


Lin Huayu tercengang! Xio ran bisakah kamu tidak mengagetkan ku ketika kamu mengubah wajah?


Perubahan ekspresi wajah Hua Chenran sangat cepat.


"Ayo cepat masuk ke dalam kelas"


Kata Hua Chenran.


"Tidak jadi ke taman dulu?"


Lin Huayu heran, bukannya tadi temannya ingin pergi ke taman.


"Tidak jadi, masuk ke kelas saja"


Jawab Hua Chenran dengan santai.


"Terserah! Ayo pergi"


Lin Huayu berkata dengan pasrah.


Kelas inti,


Saat masuk ke dalam ruang kelas,


Hua Chenran mendapat tatapan sinis dan tidak suka dari beberapa teman sekelasnya.


Tapi apa pedulinya?


Jadi Hua Chenran hanya melihat sebentar, lalu memutar matanya dengan malas dan duduk di bangku nya dengan tenang. Karena terlalu malas untuk peduli dengan mereka, hanya membuang waktu dan energi.


Hua Chenran kemudian mengeluarkan buku dan meletakkan nya di atas meja, ketika akan membaca dia dikejutkan oleh suara yang familiar.


"Chenran, pagi!"


Sapa Wei Sichu dengan senyum sehangat matahari di wajahnya.


"Oh.. Sichu, pagi juga"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


Kemudian Hua Chenran kembali membaca buku teks pelajaran.


"Bagaimana kemarin, tidak terlalu telat dijemput oleh supir kan?"


Tanya Wei Sichu agak khawatir.

__ADS_1


"Tidak lama, hanya setelah beberapa menit setelah kamu pergi"


Hua Chenran menjawab dengan jujur.


Mata Wei Sichu benar-benar menunjukkan kekhawatiran, ini membuatnya agak terkejut.


"Baguslah"


Kata Wei Sichu acuh tak acuh.


Jiang Shaoning yang berada di belakang mereka berdua, menggertakkan giginya penuh kemarahan dan kebencian.


Tadi dia benar-benar melihat kekhawatiran di mata Wei Sichu, hatinya sangat sakit, padahal dia sudah mengaku padanya sebanyak


2 kali saat SMP, tapi Wei Sichu tidak peduli sama sekali.


Dia tahu Wei Sichu baik kepada semua orang dalam kelas, tapi hanya sebatas itu saja yang lain hanyalah keterasingan yang tersisa.


Tidak hanya itu setelah mengikuti Wei Sichu selama 4 tahun ini, dia tahu bahwa Wei Sichu sebenarnya tidak pernah peduli atau khawatir kepada orang lain, Wei Sichu selalu memandang orang dengan mata dingin penuh ketidakpedulian.


Tapi matanya benar-benar khawatir, hanya karena supir Hua Chenran telat menjemput, logika apa ini?


Bahkan ketika dia dulu di SMP jatuh didepannya dengan kaki berdarah, tidak pernah ada kekhawatiran dalam mata ungunya yang dingin.


Ini adalah krisis! Saingan cinta ada didepannya, Hua Chenran jangan salahkan aku karena kejam.


Senyum Jiang Shaoning masih selembut biasanya, tapi dalam pikirannya ada 1001 cara untuk menyiksa orang secara perlahan.


"Kenapa punggung ku terasa dingin"


Hua Chenran merasa ada yang menghitung di belakang punggung nya.


Bel masuk berbunyi, murid mulai terdiam dan duduk dengan rapi.


Ketika Guru Liu masuk, dia tersenyum puas karena murid kelas inti selalu seperti ini setiap dia masuk dan memulai pelajaran.


Masih ada waktu 10 menit sebelum masuknya guru, jadi Hua Chenran ingin pergi keluar dari kelas untuk melihat kebodohan Yu Qiujie.


"Xio ran kemana?"


Tanya Lin Huayu saat melihat Hua Chenran keluar.


"Toilet, kamu ikut?"


Jawab Hua Chenran sambil tersenyum kecil.


"Em..aku tidak ikut"


Lagipula dia sedang membaca novel baru, lumayan ada 43 bab.


"Ok, aku pergi dulu"


Kata Hua Chenran sambil tersenyum senang, untungnya Huayu tidak ikut.


Kemudian Hua Chenran keluar dari kelas inti dan pergi ke toilet, keberuntungan berpihak padanya.


Kedua teman Yu Qiujie ada disini,


lalu Hua Chenran memberi mereka sebuah ilusi bahwa mereka melihat Hua Chenran lewat di depan kelas 1B.


"Qiujie, tadi aku melihat Hua Chenran lewat di depan kelas kita"


Kata Li Fanglu dengan terkejut.


"Apa! Tidak mungkin!"


Jawab Yu Qiujie dengan terkejut.


Bukankah dia sedang ditangkap dan dipermalukan oleh orang itu?

__ADS_1


Kenapa Hua Chenran ada di sekolah?


"Jika tidak salah dia sedang berjalan ke arah taman" tambah Li jianjin.


"Ke arah taman? Dengan siapa dia pergi?" Sial! Aku harus memberikan pelajaran yang baik untuk nya, karena telah menyinggung Yu Qiujie dari keluarga Yu.


"Aneh! Biasanya dia selalu dengan temannya, tapi hari ini dia sendiri"


Kata Li Fanglu dengan sinis.


Baguslah jika Hua Chenran hanya sendirian, dia bisa memberi pelajaran yang tidak terlupakan nanti.


"Um...aku pergi ke toilet dulu"


Setelah mengatakan itu, Yu Qiujie berlari dengan tergesa-gesa.


Takut nya, Li Fanglu dan Li jianjin mengikuti nya nanti. Kemudian setelah setengah jalan, Yu Qiujie mulai menyesal tidak membawa mereka berdua, seharusnya nanti


ada yang akan merekam.


Sebelum sampai ke taman, Yu Qiujie menelpon orang itu beberapa kali, tapi tidak ada yang mengangkat.


Apakah orang itu gagal? Juga berarti Hua Chenran tidak dipermalukan sama sekali oleh orang itu.


Beberapa menit kemudian Yu Qiujie sampai di taman, tapi dia tidak melihat ada Hua Chenran dimana pun, bahkan tidak ada seorangpun


di taman jam segini.


Ketika dia menoleh ke arah danau,


Yu Qiujie melihat Hua Chenran sedang memejamkan matanya di bawah pohon di samping danau.


Melihat wajah Hua Chenran yang cantik, hatinya dipenuhi kecemburuan dan dia masih ingat perkataan teman Hua Chenran,


Bahwa kecantikan nya tidak sampai seper tiga Hua Chenran.


Hari ini dia pasti akan menggaruk wajah cantik itu, kemudian menjadi buruk rupa.


Yu Qiujie perlahan mendekat dan berjalan secara perlahan, supaya tidak membangunkan Hua Chenran.


"Yu Qiujie kamu sangat berani untuk memulai dengan ku"


Kata Hua Chenran dengan dingin, kemudian dia kembali membuka matanya dan melihat Yu Qiujie dengan pandangan dinginnya.


"Apa maksud mu?"


Kenapa dia tiba-tiba bangun?


Juga dia tahu, bahwa aku yang menyuruh orang itu untuk mempermalukannya. Ini tidak masuk akal, pasti dia berpura-pura tahu.


"Rencana mu 2 hari yang lalu untuk mempermalukan ku tidak berhasil, sekarang apa yang kamu rencana kan lagi untuk ku, Yu Qiujie?"


Tanya Hua Chenran dengan senyum lembut nya, tapi matanya dingin.


"Aku...aku.."


Yu Qiujie tergagap, tidak tahu harus menjawab apa. terlihat jelas keterkejutan di wajahnya. Ternyata Hua Chenran benar-benar tahu.


"Apa, terkejut?"


Kata Hua Chenran dengan sinis, lalu dia melanjutkan dan berkata.


"Terkejut kenapa aku bisa selamat?


Bagaimana aku bisa pergi dari orang yang cabul itu, hm..?"


Ya, sejujurnya Yu Qiujie sangat terkejut, juga ingin tahu bagaimana bisa Hua Chenran selamat!


Tapi pikiran nya berkata lain, jadi melihat tidak ada orang, pikirannya mulai bengkok, Yu Qiujie tersenyum lalu menjulurkan tangannya untuk mencakar wajah Hua Chenran.

__ADS_1


__ADS_2