Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 148. Penggeledahan Villa


__ADS_3

Hua Chenran baru saja selesai membersihkan mayat dan noda darah di lantai dan dinding lantai 2 villa.


Kemudian dia mulai mengatur lagi beberapa furniture yang rusak, dan memperbaiki tampilan ruangan itu lagi, tampak sedikit lebih rapi.


Setelah selesai mengatur semuanya, Hua Chenran duduk di sofa dan dia berbaring di sofa dengan malas. Ada yang dia lupakan sepertinya, apa itu ya? Mengobati Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sudah selesai, pergi membersihkan semua jejak pertarungan dari ruang lantai 2 ini.


Iya.... seharusnya masih di sana!


"Apa yang sedang dipikirkan tuan?"


Tanya Bing Luanze yang berdiri di bahu kanan Hua Chenran.


"Oh.... itu seseorang yang aku lupakan" kata Hua Chenran dengan suara yang serius. Tapi Hua Chenran masih membolak-balik ingatan nya, tentang siapa orang yang dilupakan.


"Apakah itu bukan si mata ungu?"


Kata Long Houchi dengan sedikit menggoda, ular itu menyeringai, jika ada orang yang melihat seringai ular itu mereka pasti bermimpi buruk tujuh hari tujuh malam. Walaupun mereka tertidur, tetapi beberapa kejadian di luar ruang Xuantian, tentu saja dapat diketahui oleh mereka berdua.


"Uh...Wei Sichu!"


Hua Chenran berteriak sedikit kaget, seperti nya bukan? Tapi memikirkan Wei Sichu, Hua Chenran teringat anak laki-laki yang tersenyum sehangat matahari, menghabiskan makanan bekal nya setiap hari (memikirkan ini bibir Hua Chenran berkedut beberapa kali, jelas dia hanya memasak untuk dirinya sendiri akhir-akhir ini, tapi Wei Sichu ini punya seribu alasan untuk menghabiskan makanan nya.


Penuh kebencian! Lain kali dia tidak akan bermurah hati! ). Juga dia ingat buku catatan yang ditinggalkan oleh dirinya kepada Wei Sichu, dengan ini Hua Chenran memaafkan Wei Sichu dengan enggan.


Saat Hua Chenran sedang hanyut dalam ingatan nya, suara Bing Luanze mengingatkan apa yang dia lupakan.


"Pembunuh bayaran"


Kata Bing Luanze dengan suara yang dingin, kenapa tuan nya tiba-tiba menjadi pelupa seperti ini?


"Ah.... kenapa aku lupa? Ini tidak ilmiah sama sekali! Aku harus pergi memeriksa pembunuh bayaran dulu"


Teriak Hua Chenran dengan suara yang keras, lalu dia berdiri dan segera berjalan ke arah hutan belakang villa.


Sesampainya di sana, Hua Chenran melihat seorang pria berpakaian hitam terbaring di tanah dengan tubuh yang kejang-kejang.


"Aneh, kenapa kejang-kejang? Bukankah seharusnya kedinginan?"


Hua Chenran mengeluarkan jarum akupunktur, setelah memberi si pembunuh bayaran itu akupuntur, Hua Chenran melihat bahwa mata pembunuh bayaran sudah sedikit sadar tanpa ada kebingungan, jadi Hua Chenran tersenyum kecil.


"Siapa target pembunuhan mu semalam?" Tanya Hua Chenran dengan suara yang dingin.


"Hua Chenran!"


Jawab si pembunuh bayaran dengan suara yang sinis.


Mendengar suara yang sinis dari seseorang, Hua Chenran pun segera mengetuk kepala pembunuh bayaran.


Dan dia bertanya sekali lagi


"Siapa yang mengirim mu?"


Mulut pembunuh bayaran itu sudah terkatup rapat, tidak ingin menjawab sama sekali pertanyaan yang diajukan oleh Hua Chenran. Pembunuh bayaran itu memandang ke arah Hua Chenran, seolah dia bodoh karena bertanya pertanyaan seperti itu.


Seringai muncul di wajah dingin Hua Chenran, lalu dia kembali menekan titik akupuntur pembunuh bayaran.

__ADS_1


Setelah tiba di jarum terakhir, senyum di wajah Hua Chenran semakin dalam, "jawab saja, ini adalah kesempatan terakhir mu!"


Kemudian pembunuh bayaran itu merasakan penderitaan yang tidak pernah dia rasakan dan tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup.


Penderitaan ini seperti di ambang hidup dan mati, lebih baik untuk memilih kematian jika ada pilihan.


"Yue....YueQing"


Jawab pembunuh bayaran dengan wajah penuh kesakitan.


"Siapa Yue Qing ini di bumi!??"


Teriak Hua Chenran dengan penuh kesedihan, dia merasa dianiaya.


Sangat-sangat dianiaya! Siapa yang namanya Yue Qing ini? Dia tidak pernah mengenal yang namanya Yue Qing ini, baik di masa lalu maupun sekarang. Atau itu adalah nama dari perempuan di restoran kemarin?


"Keluarga....Yue..!"


Suara lemah penuh dengan kesakitan dari si pembunuh terdengar.


"Karena kamu sudah menjawab, aku akan membebaskan mu!"


Kata Hua Chenran dengan suara yang agak lembut, lalu dia mencabut semua jarum perak di tubuh nya si pembunuh bayaran dan akhirnya si pembunuh bayaran mengembuskan napas terakhir dengan wajahnya yang dipenuhi dengan kelegaan.


Setelah itu segera Hua Chenran mengeluarkan api kelahiran dari tangan nya, pembunuh bayaran itu terbakar tanpa tertinggal abu nya.


Hua Chenran kembali ke villa dan masuk ke dalam kamarnya, setelah itu dia tertidur dengan lelap.


Keesokan paginya, Hua Chenran bangun lebih awal, lalu melihat luka di lengannya yang sudah kering dan tidak mengeluarkan darah lagi. Lalu Hua Chenran mengoleskan salep luka lagi di lengannya, beberapa saat kemudian luka itu berkeropeng dan keropeng itu pun segera terjatuh.


Terlihat kulit yang putih seperti batu giok, dengan bekas luka seperti garis sepanjang 30 cm.


Hua Chenran mandi, kemudian dia pergi ke dapur membuat bubur untuk Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.


Di kamar Lan Yueshang,


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng baru saja terbangun dan hampir berteriak dengan keras, karena sangat terkejut, kenapa mereka berdua tidur di kasur yang sama? Untungnya mereka berdua segera ingat dengan pembunuhan semalam.


"Siapa target pembunuh bayaran itu?" Tanya Leng Yuesheng dengan suara yang pelan pada dirinya sendiri, menundukkan kepalanya, sambil terus berpikir.


"Sepertinya itu adalah Ran'er, lihat saja pembunuh bayaran semalam menyerang Ran'er di setiap saat, jika bukan karena kita berdua berhasil memblokir pedang itu, aku tidak tahu konsekuensi apa akhirnya"


Kata Lan Yueshang dengan wajah yang sedikit melankolis.


"Latar belakang apa yang bisa membuat sebuah organisasi gelap, mengirim sampai tujuh belas orang pembunuh bayaran untuk membunuh Ran'er?"


Tanya Leng Yuesheng sekali lagi dengan penuh kecurigaan.


"Keluarga Yue...Yue Qing"


Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin, sambil membawa dua mangkuk bubur di tangan nya.


Begitu mendengar nama Yue Qing, sudut mulut Lan Yueshang berkedut beberapa kali, wajahnya langsung menjadi gelap, dipenuhi dengan kepahitan dan matanya menjadi lebih dingin dari sebelumnya.


"Kalian mengenalnya?"

__ADS_1


Tanya Hua Chenran dengan suara yang penasaran, hai... tentu saja dia ingin tahu tentang hal ini.


"Orang yang tidak penting!"


Jawab Lan Yueshang dengan suara yang dingin. Seolah-olah Yue Qing itu adalah lalat yang selalu berdengung di sekitar nya setiap hari.


"Oh..."


Karena Lan Yueshang tidak ingin menjawab, maka dia tidak akan menanyakan nya lagi. Sekarang yang terpenting adalah berpartisipasi dalam lelang besar ini, untuk balas dendam akan dikesampingkan dulu.


Tidak dapat dijamin bahwa setelah mendengar jawaban Lan Yueshang, mungkin dia pasti akan membalas dendam langsung di tempat.


"Makan dulu buburnya, jangan lupa oleskan obat luka ini di luka kalian"


Setelah mengatakan itu Hua Chenran pergi ke ruang tamu menonton TV, lalu terdengar beberapa langkah kaki yang semakin cepat mendekat ke villa pribadi Lan Yueshang ini.


"Buka pintunya! Cepat lah, ini polisi, bekerja sama dengan penyelidikan dapat meringankan hukuman anda"


Terdengar suara yang keras dan agak arogan di luar villa.


Hua Chenran yang sedang minum teh, tersedak dan menyemburkan teh itu di seluruh taplak meja.


"benar saja firasat ku tidak salah"


Tapi kemudian ada senyum cerah di wajah Hua Chenran, permainan dari Yue Qing ini diterima oleh dirinya.


Lihat saja siapa yang akan kalah pada akhirnya.


Lalu Hua Chenran pun bangun dan segera berjalan ke depan, lalu dia membuka pintu nya.


Begitu pintu terbuka, kepala polisi dan lainnya memandang Hua Chenran dengan sangat terkejut.


Segera senyum profesional muncul di wajah kepala polisi itu dan berkata


"Gadis kecil, tolong bekerjasama dengan penyelidikan polisi hari ini"


Walaupun di depan nya adalah seorang gadis kecil, dia tidak akan lunak dan tertipu dengan trik ini.


"Maaf...paman polisi...tapi ini...ini, kenapa villa ini harus diperiksa? Ada apa sebenarnya?" Tanya Hua Chenran dengan wajah penuh penasaran dan suara manis, polos dan ketakutan itu memang keluar dari mulut nya Hua Chenran, dia sendiri pun terkejut dengan potensi nya menjadi seorang teratai putih, dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak.


"Ada yang melaporkan pembunuhan massal berencana di villa ini, jadi gadis kecil tolong bekerjasama dengan pihak berwajib" kata kepala polisi itu dengan tegas. " Ini adalah surat ijin penggeledahan nya".


Mendengar kata-kata terakhir dari kepala polisi, Hua Chenran tidak punya alasan lain untuk membantah.


Jadi dia segera berkompromi


"Baiklah..." Jawab Hua Chenran dengan suara pelan, dia menatap polisi dengan mata yang jernih, cemerlang dan tanpa jejak kotoran sedikit pun, dipenuhi kepolosan.


Melihat mata Hua Chenran, sikap kepala polisi menjadi lebih lunak.


"Baiklah permisi.." kata nya kepada Hua Chenran, lalu melihat bawahan nya dan berkata dengan tegas.


"Ingat lakukan dengan rapi, jangan terlalu kasar"


Hua Chenran pun segera menyingkir dari depan pintu, lalu dia berjalan di belakang kepala polisi. Anjing pelacak pun masuk ke dalam villa, Setelah dua jam pemeriksaan, tidak ada bukti apapun ditemukan di villa, bahkan tidak ada bekas pertarungan di villa.

__ADS_1


Setelah mendengar semua laporan dari bawahan nya, kepala polisi itu mengangguk, wajahnya menjadi sangat gelap dan dia merasa ditipu oleh si pelapor. Dia selalu menjadi polisi yang jujur, ini adalah sejarah hitam dalam seluruh karirnya, jadi ini pasti adalah jebakan yang sudah dibuat oleh seseorang yang berkuasa untuk gadis kecil dan dua anak muda yang ambigu di dalam kamar.


(Saat polisi ingin menggeledah kamar Lan Yueshang, mereka berdua sedang bertarung dan begitu polisi membuka pintu yang mereka lihat adalah dua laki-laki yang saling berpelukan dengan baju yang acak-acakan, tidak perlu bertanya lagi semua polisi sudah tahu, jadi segera mereka menutup pintu dengan sangat malu)


__ADS_2