Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 119. Lin Huayu tahu....


__ADS_3

Setelah mendengar keseluruhan cerita dari kedua cucunya yang bau, segera Lan Huang menyadari sesuatu yang sangat janggal, dan memang hal itu sangat tidak masuk akal baginya.


Lalu Lan Huang berkata dengan nada suara yang sangat terkejut.


" Apakah itu...."


Tapi Lan Huang memilih untuk tidak melanjutkan kata-katanya.


"Apakah itu, apa?"


Tanya Leng Yuesheng balik kepada kakeknya.


"Kakek katakan saja, itu apa?"


Kata Lan Yueshang dengan tenang, sambil mengernyitkan keningnya.


"Kalian mengatakan bahwa itu adalah Hua Chenran?" Tanya Lan Huang lagi untuk memastikan nya.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng buru-buru menganggukkan kepala mereka berdua.


Wajahnya menjadi sedikit pucat sekarang, lalu dia bertanya lagi


"Hua Chenran adalah ibu dari kedua bayi, yang mirip dengan kalian berdua dan yang ada di foto itu?


Juga maksud kalian berdua sekarang yaitu ayah dari dua bayi kembar itu adalah kalian berdua, bukan?"


"Ya itu benar kakek!"


Jawab Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng dengan bersemangat secara bersamaan, dan juga dengan senyum cerah di wajah mereka.


"Kalian berdua.... sungguh..!"


Kata Lan Huang dengan sangat terkejut, sambil memegangi dadanya, konsep macam apa ini? aku kira menemukan cucu yang lain, ternyata itu adalah cicit ku.


( kaya judul drama yang di Indosiar gak sih?)


"Kakek! Kakek tidak apa-apa kan?"


Tanya Lan Yueshang dan Leng Yuesheng secara bersamaan, dengan ekspresi khawatir di wajah mereka.


"Tidak apa-apa! Kakek ingin pergi untuk beristirahat sekarang"


Kata Lan Huang dengan serius, sambil menepuk dadanya beberapa kali dan segera berdiri, lalu berjalan menuju ke arah kamarnya sendiri.


Sambil berjalan Lan Huang berpikir dalam hatinya konsep apa ini?


Kenapa ada hal yang semacam ini di dunia ini, dua orang bayi kembar tapi dengan ayahnya yang berbeda.


Dia masih perlu untuk mencerna semua informasi ini dulu, kepalanya masih sangat pusing memikirkan tentang hal ini lagi. Ya ampun, dia perlu untuk menenangkan diri dulu.


Melihat kakek mereka berdua yang masih sangat terkejut, dan belum bisa menerima kenyataan, mereka berdua hanya bisa menghela nafas dengan tidak berdaya.

__ADS_1


"Aku pergi tidur duluan"


Kata Lan Yueshang dengan canggung, dan pergi dari ruang tamu dengan cepat dan berjalan menuju ke arah kamarnya.


"Kalau begitu aku juga pergi dulu"


Kata Leng Yuesheng dari belakang Lan Yueshang, lalu dia kemudian berjalan ke arah yang sama dengan Lan Yueshang, karena kamar mereka berdua itu diatur oleh kakeknya, untuk saling berhadapan.


Pagi harinya, di ruang makan.


"Xiao ran tidak biasanya Yi'er dan Yan'er menangis di malam hari?"


Kata Sun Lili dengan agak khawatir.


"Kakak Lili itu hanya karena Yi'er dan Yan'er itu kelaparan di tengah malam"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


Hua Chenran berbohong selancar air, tanpa tersipu sedikit pun.


Beberapa saat kemudian Hua Chenran selesai sarapan, lalu dia dan Lin Huayu segera pergi keluar dan naik mobil, kemudian berkendara ke sekolah menengah Luocheng.


Kemudian mobil mereka melewati sebuah apartemen, dengan banyak orang yang sudah berkunjung di sana, juga ada garis batas kuning dari polisi yang menyegel area atap apartemen.


"Apa yang terjadi di apartemen itu? sehingga banyak orang yang sudah berkumpul di depan apartemen"


Tanya Hua Chenran dengan tenang.


"Nyonya kecil, ada kejadian sebuah pembunuhan di sana, korbannya adalah seorang wanita yang sedang hamil, dia dibunuh dengan luka tusuk di bagian perut nya. Berita nya sudah dari jam 4 pagi hari tadi diberitakan di televisi" kata paman Zhang.


Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah nya terlihat sedikit ketakutan.


Entah kenapa ada perasaan buruk di hati Hua Chenran, setelah mendengar tentang mayat perempuan hamil ini.


Sepertinya ada yang salah, ataukah dia harus pergi sendiri ke rumah sakit nanti nya, untuk dapat memeriksa mayat wanita itu? Sudahlah lebih baik memutuskan memeriksa atau tidak, saat pulang sekolah nantinya.


Intuisi nya tidak pernah salah tentang bahaya, jadi lihat saja nanti.


Pada saat sedang berpikir tentang intuisi bahaya yang dirasakan nya saat, pertanyaan Lin Huayu segera membuat Hua Chenran tersedak dengan air liurnya sendiri.


"Xiao ran, apakah kedua orang itu sudah tahu tentang Yi'er dan Yan'er?"


Tanya Lin Huayu Secara tiba-tiba, karena dia merasa akhir-akhir ini baik Lan Yueshang maupun Leng Yuesheng, sering berkeliaran di sekitar Hua Chenran, hampir setiap harinya dengan wajah sedih.


"Ya, mereka berdua sudah tahu"


Jawab Hua Chenran dengan suara yang tenang dan acuh tak acuh.


"Jadi kenapa kamu tidak membunuh mereka Xiao ran?"


Tanya Lin Huayu dengan ekspresi senyum aneh di wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya seperti ini?"


Hua Chenran tidak menjawab, tapi bertanya balik pada Lin Huayu.


"Em... seperti Dai Yuping bukankah sudah mati, atau Yu Qiujie sekarang sudah menjadi orang yang cacat, juga Jiang Shaoning itu sudah mati, bukan? Bukankah aku mengatakan dengan benar Xiao ran?"


Kata Lin Huayu dengan tenang dan senyum di wajahnya, sambilĀ  mengedipkan matanya kepada Hua Chenran yang duduk di samping nya.


"Oh... Huayu sepertinya kamu tahu banyak, bukankah kamu ketakutan, sekarang kamu tahu bahwa aku adalah seorang pembunuh?"


Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang, sambil melihat kukunya, tapi diiringi dengan udara dingin yang tiba-tiba berhembus di dalam mobil.


"Kenapa aku harus takut padamu?


Bukankah mereka bertiga itu pantas untuk mati, Xiao ran?"


Kata Lin Huayu dengan seringai dingin di wajahnya dan matanya dipenuhi kilatan dingin dan licik


"Huayu sepertinya aku menemukan bahwa, aku belum mengenalmu dengan baik sampai sekarang"


Kata Hua Chenran sambil tersenyum kecil dan ada kilatan licik di matanya.


"Benarkah...? Kamu akan tahu itu segera, bukan?"


Kata Lin Huayu dengan tenang.


"Segera.., bagaimana..?"


Tanya Hua Chenran dengan tenang, sambil mengernyitkan keningnya.


"Sederhana saja, buatkan camilan lezat setiap hari selama seminggu"


Kata Lin Huayu dengan senyum bahagia di wajahnya sekarang, oh.. camilan lezat ku sedang menunggu.


"Sial...penuh dengan misteri!"


Kata Hua Chenran dengan ekspresi wajah yang agak cemberut.


"Apanya yang misterius, itu hanyalah intuisi seorang wanita dan ditambah atau digabungkan dengan intuisi sebagai seorang teman, tidak kah kamu bakalan tahu?"


Kata Lin Huayu sambil menghela nafas tidak berdaya.


"Aku bertanya-tanya pada waktu itu, kenapa banyak jawaban yang kamu berikan, kepada polisi waktu itu, justru membuat bukti bahwa aku tidak bisa dijadikan tersangka itu.


Jadi dari awal berita kamu bahkan sudah tahu seperti nya?"


Kata Hua Chenran lagi dengan sedikit takjub dalam nada suaranya.


"Ini hanyalah masalah kecil!"


Kata Lin Huayu dengan sombong sambil melambaikan tangan nya, lalu kemudian dia tersenyum malu-malu.

__ADS_1


Sudut mulut Hua Chenran berkedut hingga beberapa kali, sepertinya di masa depan dia tidak boleh memuji Lin Huayu lagi dalam hidupnya.


Jika tidak lihatlah orang aneh yang duduk di samping nya sekarang.


__ADS_2