Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 66. Kasus Pembunuhan Berantai (1)


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, mungkin hanya  bagi Hua Chenran saja. Tapi tidak bagi orang yang berasal dari keluarga Jiang. Hanya ada banyak kesedihan di keluarga Jiang sekarang, karena berita meninggalnya Jiang Shaoning yang menurut mereka tidak wajar, dan menurut Nyonya Jiang tidak mungkin Jiang Shaoning dibunuh oleh seorang pembunuh berantai.


Di Kantor polisi,


"Bagaimana? Kepala Huang Apakah ada petunjuk dari catatan panggilan ponsel putri saya?" Tanya Jiang Zhidao, dia adalah ayah Jiang Shaoning.


"Tuan Jiang dari catatan panggilan pada Kamis malam, kami memang belum bisa menemukan petunjuk apapun, tentang siapa yang memang membunuh Jiang Shaoning. Aksi pembunuh berantai itu ternyata masih sama seperti dulu, setelah empat tahun ternyata kasus Pembunuhan berantai terjadi lagi".


Kata Kepala Huang dengan gigi terkatup, penuh dengan kebencian. Dulu dia sempat memegang kasus ini, tetapi setiap kali pembunuh berantai ini beraksi, semua bukti terhapus dan tidak dapat ditemukan petunjuk sama sekali.


"Periksa sekali lagi, mungkin saja putri saya pernah ditelpon oleh adik angkat yang saleh nyonya Sun. Saya yakin ini pasti dilakukan oleh anak yang bernama Hua Chenran itu"


Katanya penuh dengan arogansi.


Mengenai intuisinya, Nyonya Jiang sangat yakin pada dirinya sendiri.


Sebelum putrinya dibunuh, putrinya pernah bertengkar dengan Hua Chenran, yang notabenenya ternyata adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun. Jadi mungkin saja dia punya koneksi dengan dunia bawah untuk membunuh putrinya.


Kata-kata arogan nyonya Jiang, kini membuat kepala Huang tidak senang, jadi dia juga berkata dengan marah


"Nyonya Jiang kami sudah berapa kali mengatakan bahwa, Hua Chenran tidak pernah sekali pun menelepon putri anda Jiang Shaoning. Bahkan di sekolah mereka berdua tidak pernah berbicara sepatah katapun. Juga dia kemarin setelah pulang sekolah, dia pergi ke taman hiburan, lalu dia pergi ke sebuah restoran 'YueFan' yang memang tempat ditemukan mayat Jiang Shaoning. Tapi dari kamera CCTV dapat dilihat, Hua Chenran tidak pergi ke toilet, melainkan dia pergi ke dapur. Juga para koki juga sudah bersaksi untuk Hua Chenran"


"Putri anda Jiang Shaoning, sudah hilang selama 24 jam, saat anda berdua melaporkan kasus hilangnya Jiang Shaoning kemarin malam.


Ini hanya kebetulan saja jika gadis Hua Chenran itu ada di restoran. Tetapi untuk prosedur, kami juga sudah pergi ke sekolah untuk mengintrogasi beberapa murid di sekolah menengah Luocheng, Hanya untuk mendapatkan kepastian beberapa data"


"Mungkin saja Hua Chenran berhasil menelepon pembunuh berantai itu supaya bisa membunuh putri saya"


Kata Nyonya Jiang dengan suara yang sangat keras.


Orang lain di kantor polisi, hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak berdaya oleh pemikiran sepihak, seperti nyonya yang Jiang.


Tiba-tiba ada suara seseorang yang membuat nyonya Jiang, akhirnya langsung membungkam mulutnya.


"Kepala Huang, kami menemukan sesuatu yang tidak terduga di catatan panggilan telepon Jiang Shaoning. Jiang Shaoning pernah mempunyai transaksi kesepakatan dengan sebuah Geng, Jiang Shaoning membayar Geng Blood Shield untuk membunuh Hua Chenran dua hari yang lalu"


Kata seorang polisi muda dengan suara yang keras dan serius lakukan.

__ADS_1


"Berarti kita juga harus pergi untuk mewawancarai Geng Blood Shield ini juga hari ini, walaupun Geng Blood Shield ini tidak menerima tugas untuk membunuh Hua Chenran, tapi setidaknya Geng ini pernah berinteraksi dengan Jiang Shaoning sebelum kematiannya" Kata kepala Huang dengan penuh keseriusan dalam nada bicaranya.


Lalu Kepala Huang berkata sekali lagi.


"Juga walaupun Hua Chenran terlihat tidak ada hubungannya dengan sang korban, tapi selama beberapa hari ini kita tidak boleh lengah dan harus tetap harus memerhatikan setiap gerak-gerik nya juga"


"Siap, kepala"


Jawab polisi muda itu dengan hormat, teringat sesuatu dia kemudian berkata kepada kepala Huang.


"Kepala Huang tidak perlu lagi kesana, mereka baru saja selesai mengintrogasi anggota Geng Blood Shield, yang berinteraksi dengan Jiang Shaoning. Dan hasilnya nihil, kita hanya bisa menunggu hasil otopsi untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat lagi" Kata polisi muda kepada kepala Huang dengan sopan dan penuh hormat.


"Kenapa sebagai kepala disini aku tidak tahu apapun tentang hal ini?"


Tanya Kepala Huang dengan penuh kemarahan.


"Kepala! Anda dari tadi hanya terus berbicara dan memberi penjelasan untuk Tuan dan Nyonya Jiang. Jadi tidak mungkin kami menunggu dan menunda kasus hanya karena harus menunggu Tuan dan nyonya Jiang menyelesaikan keluhannya"


Jawab polisi muda dengan serius. Jika diperhatikan lebih dalam ada nada penuh ejekan dan sedikit simpati dalam nadanya. Tentu saja ejekan untuk tuan dan nyonya Jiang, dan simpati untuk kepalanya yang dari tadi bahkan belum beristirahat dengan baik dan harus berusaha untuk mendengar keluhan orang tua.


Menghela nafas panjang, kemudian Kepala Huang berkata


Waktunya memang habis terbuang hanya untuk mendengarkan keluhan dari nyonya Jiang. Seharusnya dia bisa menyelesaikan kasus ini lebih cepat, tapi sekarang banyak sekali pekerjaan yang tertunda.


Lalu Kepala Huang kembali melihat ke arah Tuan Jiang dan Nyonya Jiang dan berkata dengan suara sopan, dia berusaha untuk menekan amarahnya.


"Tuan Jiang dan Nyonya Jiang, kasus ini belum selesai diselidiki, menilai dari luka sayatan itu, memang pembunuh ini, adalah yang dilakukan oleh seorang pembunuh berantai yang sama empat tahun yang lalu. Bukti terkuat ada dari sayatan pada wajah dan juga tubuhnya yang sama, tidak ada celah dan perbedaan, apalagi jahitan rapi setangkai bunga mawar merah di lengan kanannya, seperti sudah dilakukan berkali-kali. Tidak salah lagi ini memang pelakunya adalah si Pembunuh berantai. Tapi tenang saja, kami akan membuka kasus ini lagi dan tetap menyelidiki nya. Juga hasil otopsi belum keluar, jadi mari kita tunggu sebentar lagi untuk mengambil keputusan, setelah menemukan bukti yang benar-benar kuat."


"Saya harap kepala Huang kali ini, harus bisa dengan cepat menemukan siapa orang yang membunuh putri saya, Jiang Shaoning."


Kata Jiang Zhidao dengan penuh tekanan kepada kepala Huang.


"Kami mengharapkan hasil yang pasti dan nyata, saya ingin orang yang membunuh putri saya nanti akan diberikan hukuman mati"


Tambah Nyonya Jiang dengan suara yang agak keras.


Setelah mengatakan itu mereka berdua pergi dari kantor polisi, dengan raut wajah agak kuyu dan penuh kesedihan.

__ADS_1


"Kepala! Mengenai gadis yang bernama Hua Chenran ini, apakah kita harus mengintrogasinya sekali lagi?" Tanya polisi muda itu agak ragu-ragu kepada kepala Huang.


"Tidak perlu! Bukankah kamu juga ada di sana saat mengintrogasi dia.


Semua yang Hua Chenran jawab juga sesuai dengan aktivitas nya pada hari Jiang Shaoning ditemukan mati. Untuk saat ini kita hanya harus memperhatikan gerak-gerik nya saja dulu". Jawab kepala Huang dengan pasti. Kemudian dia menarik kursi seperti merenungkan sesuatu dan lalu Kepala Huang berkata dengan nada penuh keseriusan


"Ini juga sangat kebetulan sekali, jika mayat Jiang Shaoning ini ditemukan oleh seseorang di sebuah restoran, yang sama dengan Hua Chenran datangi pada hari itu. Jangan-jangan Apakah ini adalah sebuah konspirasi dari seseorang, untuk menghasut pertengkaran antara kedua keluarga besar di kota A ini?"


"Kepala Huang! Ini mungkin juga benar! Berdasarkan berita yang saya dapatkan dari sekolah menengah Luocheng hari ini, Jiang Shaoning ini pernah menipu kedua temannya untuk menjebak Hua Chenran. Dan dua hari kemudian, Hua Chenran ini segera mengungkapkan identitas nya.


Jadi menurut saya tidak mungkin Hua Chenran ini akan membayar orang untuk membunuh Jiang Shaoning, karena jika dia ketahuan dan banyak berita yang muncul, itu pasti akan berdampak sangat buruk terhadap perusahaan keluarga Sun"


Kata polisi muda itu dengan penuh semangat tentang analisisnya.


Lalu kemudian dia meminum seteguk air dan segera melanjutkan berkata.


"Jadi seseorang mulai memanfaatkan perseteruan antara kedua gadis muda yang tidak tahu apa-apa, tentu untuk membuat kedua keluarga besar saling bertarung satu sama lain. Jadi siapa yang akan mendapatkan keuntungan terbesar dari insiden kejadian ini?"


"Yang akan mendapatkan keuntungan terbesar dari hancurnya perusahaan Jiang dan Sun?" Kepala Huang terus bergumam, kepalanya menunduk, sambil terus berpikir dengan keras tentang hal ini.


Polisi muda yang duduk di samping kepala Huang, juga dengan kepala menunduk, dia sedang dalam mode berpikir dengan sangat serius.


Kemudian keduanya mendongak dan saling menatap, ada percikan api penuh keyakinan dalam mata mereka berdua. Lalu mereka berdua saling mengangguk dan berkata bersamaan.


"Keluarga Yu"


Kenapa mereka berdua berpikir keluarga Yu yang akan mendapatkan semua keuntungan dari inside ini?


Tentu saja karena dengan hancurnya Keluarga Jiang dan Sun, keluarga Yu akan berada di posisi ketiga.


Kenapa tidak menargetkan keluarga Wei yang peringkat ketiga di kota A?


Tapi malah menargetkan keluarga Sun dan keluarga Jiang, kerena tidak ada pendukung yang kuat dibelakang kedua keluarga itu. juga siapa yang ingin menantang keluarga Wei, pasti mereka akan menghadapi kemarahan keluarga Mo yang ada di ibukota dan Juga tidak ada yang ingin menantang keluarga Leng yang memang keluarga nomor 1 di kota A ini.


Kepala Huang dan polisi muda itu sedang mendiskusikan masalah ini dengan sangat serius, bahkan tidak akan mempedulikan orang-orang di sekitar mereka dan lingkungannya.


Polisi-polisi yang lainnya melihat mereka berdua sudah seperti itu, bahkan tidak mempedulikannya.

__ADS_1


Mereka hanya mengatur air dan juga makanan di dekat mereka berdua.


Karena kejadian ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, jadi tentu saja mereka semua sudah terbiasa, dengan fenomena aneh kedua orang yang sedang berdiskusi serius itu.


__ADS_2