
Kediaman Yu
Di sebuah kamar dengan nuansa berwarna merah muda, banyak boneka lucu diletakkan di samping tempat tidur.
Lalu di samping tempat tidur ada meja rias dengan berbagai produk perawatan wajah yang mahal, juga gadis di depan meja rias memiliki fitur wajah yang cantik, tapi matanya terus menatap ke layar ponsel.
Tiba-tiba wajah gadis itu di penuhi
kemarahan dan kekesalan.
"Kenapa orang itu belum juga mengirim kan berita apapun, bahkan Video untuk mempermalukan Hua Chenran belum juga dikirim"
Yu Qiujie sangat kesal karena besok, dia harus kembali ke sekolah dan melihat Hua Chenran lagi.
Tapi, mungkin saja Hua Chenran tidak akan bisa datang besok karena malu bukan? Juga orang itu belum berencana untuk melepas kan
Hua Chenran dan masih ingin bersenang-senang dengan Hua Chenran itu.
Ya, itu adalah yang paling mungkin, besok pasti akan menjadi hari yang paling memalukan bagi Hua Chenran.
Yu Qiujie hanya perlu menunggu berita dari orang itu, kemudian dia akan mempermalukan Hua Chenran.
Memikirkan besok, senyum di wajah Yu Qiujie menjadi lebih cerah.
Rumah Sun,
"Akhirnya sampai, aku sudah sangat merindukan kedua putra baptisku"
Lin Huayu berkata sambil berlari
ke arah kamar Hua Chenran.
"Bukan temanku!"
Kata Hua Chenran sambil berlari ke arah kamar nya, lebih cepat dari Lin Huayu.
Sesampainya di pintu kamar, mereka berdua melihat Jian Zi dan Jian Liu sedang menidurkan kedua bayi.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar dengan pelan, agar tidak menimbulkan suara keras.
Setelah kedua bayi tertidur, Jian Zi dan Jian Liu menidurkan kedua bayi di dalam box.
"Nona kecil, nona Lin"
Sapa Jian Zi dan Jian Liu secara bersamaan dengan suara pelan.
"Terimakasih untuk hari ini"
Kata Hua Chenran dengan senyum tulus di wajahnya.
"Sama-sama nona kecil"
Jawab Jian Zi
__ADS_1
"Kalau begitu kami permisi dulu
nona kecil dan nona Lin"
Kata Jian Liu sambil menarik tangan Jian Zi dan pergi ke luar.
"Mereka berdua baru saja tidur, padahal aku sangat bersemangat untuk bermain hari ini"
Kata Lin Huayu agak kecewa.
"Ya sudah, Xio ran aku kembali ke kamar dulu, bye..."
"Baiklah"
Jawab Hua Chenran.
Kemudian dia pergi ke kamar mandi dan setelah mandi, Hua Chenran kembali mengganti bajunya.
Melihat ke dua bayinya yang masih tertidur pulas, Hua Chenran pun masuk ke ruang Xuantian untuk bisa berkultivasi dengan baik. Karena aura spritual di luar, sangat tipis dan hanya sedikit yang bisa dijadikan energi spiritual untuk bisa maju ke tahap berikutnya.
Sekarang, walaupun Hua Chenran sudah maju ke tahap pemurnian qi tingkat 12, tapi dia merasa masih belum cukup kuat.
Lihat saja! Kemarin adalah kultivator iblis yang muncul, bisa saja ada banyak kultivator iblis lain yang lebih kuat darinya. Juga dulu di kehidupan sebelumnya di bumi, Hua Chenran hanya hidup berbaur dengan orang biasa, jadi bagaimana dia tahu tentang kultivator atau hal-hal yang berbau fantasi atau fiksi lainnya.
Bisa jadi kemungkinan ada kultivator yang lebih kuat di bumi, tapi dengan aura yang sangat tipis ini sangat tidak mungkin ada yang bisa mencapai tahap golden core ( Jindan ).
Tapi, selama para kultivator lain tidak memprovokasi nya, Hua Chenran tidak akan menganggu mereka, karena kehidupan para kultivator pasti sangat dirahasiakan di Huaxia.
Kultivasi tidak mengenal waktu, tanpa terasa sudah pagi di luar.
Jadi Hua Chenran mulai keluar dari ruang Xuantian dengan dipenuhi energi spiritual yang kuat. Walaupun dia tidak tidur, tidak akan ada masalah bagi cultivator yang sudah maju ke tahap pembangunan yayasan untuk berjaga selama beberapa hari.
Untungnya semalam ke dua bayinya tidak rewel dan terjaga atau pun menangis di tengah malam.
Lalu Hua Chenran kembali mengurus Hua Junyi dan Hua Junyan, yaitu mengganti popok dan memberi susu untuk kedua bayinya.
Setelah melihat kedua bayinya sudah kenyang, Hua Chenran bermain dengan mereka berdua sebentar.
Melihat jam sudah hampir setengah tujuh, Hua Chenran kembali bersiap untuk pergi ke sekolah. Ketika kedua Jian Zi dan Jian Liu sampai ke dalam kamarnya, Hua Chenran sudah siap untuk pergi ke sekolah. Jadi melihat ada yang mengurus kedua bayinya Hua Chenran merasa sedikit lega, akan lebih bagus jika dia bisa melihat pertumbuhan mereka 24 jam.
Tapi di abad 21 ini, jika dia tidak sekolah akan sangat sulit untuk hidup kedepan, apalagi Hua Chenran tidak tahu kapan dia bisa maju menjadi tahap Cross jie puncak dan keluar dari lingkup bumi dan menjadi peri.
Jadi dia harus mempersiapkan segala kemungkinan untuk kedua bayinya bisa mendapatkan identitas yang layak, walaupun tidak ada ayah.
Keluar dari kamarnya, Hua Chenran pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Ketika dia sampai di sana, temannya Lin Huayu sudah ada di sana duluan.
"Xio ran, ayo sarapan dulu"
Panggil Lin Huayu sambil mengunyah makanannya.
"Huayu! Bisakah kamu tidak berbicara sambil mengunyah makanan seperti itu, jika tersedak nanti bagaimana?"
__ADS_1
Keluh Hua Chenran yang melihat kebiasaan makan Lin Huayu.
"Kamu akan menolong ku, ya kan?"
Jawab Lin Huayu dengan santainya.
"Iya in aja, terlalu malas bicara dengan mu" kata Hua Chenran sambil memutar matanya dengan malas.
"Pokoknya kamu sudah bicara tadi"
Tambah Lin Huayu sambil mengedipkan mata kanannya
kepada Hua Chenran.
"Sudah kalian berdua, cepat sarapan nanti telat pergi ke sekolah!"
Kata Bibi Lin dengan keras sambil menggelengkan kepalanya geram.
Setiap paginya saat sarapan, kedua teman ini selalu berisik dan ribut hanya karena beberapa hal kecil.
"Baik Bu"
"Baik bibi Lin"
Hua Chenran dan Lin Huayu menjawab secara bersamaan, kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak dan makan sarapan di meja dengan lahap.
Sekolah Menengah Luocheng
"Lihat itu Yu Qiujie kan?"
"Benar! Itu dia, untungnya aku sempat menyimpan video nya yang kejatuhan sisa makanan, sebelum terhapus"
"Video itu sangat spektakuler, apalagi jika kalian melihat secara langsung, akan lebih baik lagi daripada video"
"Apakah keluarga Yu berpikir setelah menghapus, tidak akan ada orang yang bisa membicarakannya"
"Jika tidak bisa lebih baik, jangan cemburu pada kepintaran orang lain"
"Jika dilihat dari video, memang Yu Qiujie bermaksud untuk melempar sisa makanan untuk Hua Chenran, tapi malah terkena dirinya sendiri"
"Apakah ada dendam?"
"Siapa yang tahu?, tapi yang jelas mereka berdua bukan satu SMP"
Ketika turun dari mobil Yu Qiujie melihat beberapa murid berbisik
lalu melihat ke arahnya, kemudian mereka semua tertawa tidak jelas.
Mood baik nya langsung turun, tapi mengingat keadaan Hua Chenran yang sangat memalukan akan terbongkar, Yu Qiujie tersenyum puas. Seketika moodnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Jadi Yu Qiujie menutup telinganya dan tidak lagi mendengar apapun perkataan murid-murid yang lain.
Kemudian dia masuk ke dalam ruang kelasnya masih dengan senyum puas.
__ADS_1