
"huh..penuh kebencian, gadis cantik dan imut ini dibully! Aku mengabaikan kalian semua"
Kata Yun Xi dengan penuh kesedihan di wajahnya.
"Apa kalian mendengar suara keluhan seseorang?" Tanya Yan Jina dengan ekspresi tidak senang di wajahnya.
"Itu hanya angin.."
Jawab Mu Yaning dengan santai.
"Kalian... kalian berdua..!"
Kata Yun Xi dengan wajah cemberut.
"Sudah...ayo masuk ke dalam ruang kelas, hari ini bibi Lin membuat camilan yang lebih banyak, kalian mau makan atau tidak?"
Kata Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya, lalu dia segera berjalan menuju ke gedung sekolah.
"Kenapa masih berdiri seperti patung, lihat Chenran sudah jalan duluan di depan, ayo pergi" kata Yun Xi dengan cepat pergi menyusul Hua Chenran.
Tidak perlu ditanyakan lagi, untuk camilan Lin Huayu sudah berjalan di samping Hua Chenran sekarang, lalu Yun Xi beberapa langkah di belakang, Mu Yaning dan Yan Jina juga segera menyusul yang lainnya.
Kelas inti 1,
"Chenran keluarkan camilan nya"
Kata Lin Huayu dan Yun Xi secara bersamaan dengan tidak sabar.
Hua Chenran hanya tersenyum kecil lalu dia mulai mengeluarkan kotak bekal nya dan membuka kotak bekal camilan itu. Aroma yang keluar dari kotak bekal, membuat air liur Yun Xi dan Lin Huayu hampir mengalir keluar dari mulut mereka berdua.
"Makanlah..."
"Chenran"
Sapa Wei Sichu dengan senyum di wajahnya.
"Hai...Sichu, duduk dulu ayo makan camilan ini juga"
Kata Hua Chenran sambil menawarkan camilan, yang ada dalam kotak bekal berwarna merah muda.
Setelah duduk, Wei Sichu mengambil camilan itu dan segera memakannya.
Wei Sichu selalu menatap ke wajah Hua Chenran dengan senyum cerah di wajahnya. Hua Chenran juga balas senyum pada Wei Sichu.
Lin Huayu, Mu Yaning, Yun Xi dan Yan Jina, melihat ke arah Wei Sichu dan Hua Chenran yang duduk berdampingan, dengan senyum ambigu di wajah mereka berempat.
"Batuk....batuk..."
Yan Jina segera memecahkan suasana ambigu, antara Hua Chenran dengan Wei Sichu.
Namun Hua Chenran tidak menyadari suasana yang ambigu ini sama sekali, tapi hanya menatap Yan Jina dengan kebingungan yang jelas di wajahnya. Dan Wei Sichu yang menyadari situasi hanya tersenyum dengan sedikit malu di wajahnya.
Melihat Hua yang kebingungan dan tidak menyadari nya sama sekali, tatapan mata mereka berempat penuh dengan kebencian, mereka sudah banyak menciptakan peluang, kenapa tidak ada perubahan diantara Hua Chenran dan juga Wei Sichu sama sekali. Sia-sia! Usaha mereka berempat menjadi hal yang sia-sia!
__ADS_1
"Aku tidak menyinggung kalian berempat, kan?"
Tanya Hua Chenran dengan tidak yakin, ada apa sebenarnya dengan keempat gadis ini?
"Huh..."
Mereka berempat mendengus dingin dan terus memakan camilan, tanpa peduli dengan kata-kata Hua Chenran.
Hua Chenran semakin bingung, lalu melihat Wei Sichu dengan tatapan seolah bertanya apa yang terjadi?
Tapi Wei Sichu juga menggelengkan kepalanya, seolah dia juga tidak tahu.
Tapi dalam hatinya dia merasa pahit, Hua Chenran mempunyai IQ yang tinggi, tapi kesadaran emosional nya sangat rendah, terlalu rendah....
Jalan untuk mengejar istri ternyata masih sangat panjang....
Wei Sichu hanya bisa meratap, untuk jatuh cinta pada Hua Chenran harus memiliki kesabaran ekstra. Wei Sichu yakin dia tidak akan kalah dari, dua orang bersaudara Lan dan Leng itu.
Ketika bel masuk berbunyi, semua murid sudah duduk dengan rapi dan guru pun masuk, pelajaran pertama untuk hari ini segera di mulai.
Skip...bel istirahat berbunyi....
Mendengar bel istirahat berbunyi, mata Hua Chenran menjadi dingin dan seringai kejam muncul di wajah cantik nya, walaupun itu hanya sekilas saja, Wei Sichu melihat nya tetapi dia tidak akan bertanya.
"Aku ada urusan sebentar, aku pergi duluan dan tidak perlu untuk tetap menunggu aku di kafetaria"
Karena Hua Chenran yakin dia perlu waktu yang lama untuk hal ini.
"Ran'er kamu sudah datang... hehe..."
Kata Lan Yueshang dengan senyum konyol di wajahnya, dan dia segera mematikan musiknya. Dalam hatinya sebenarnya dia sangat gugup, apalagi wajah Hua Chenran sangat dingin.
"Ran'er jika kamu ingin membalas, aku sangat bersedia" kata Leng Yuesheng dengan suara serak yang terdengar sangat ambigu, Leng Yuesheng duduk dengan posisi yang malas, dengan kancing baju terbuka dan memperlihatkan tulang selangka yang seperti giok. Leng Yuesheng saat ini seperti boneka yang siap untuk dirusak oleh Hua Chenran.
Mata Hua Chenran menjadi dingin, garis-garis hitam memenuhi dahinya dan Hua Chenran merasa merinding dalam hatinya, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mereka berdua?
Tidak peduli apa, dia harus membalas mereka berdua hari ini, jika tidak dia tidak bisa tidur nyenyak.
Lengkungan kecil muncul di wajah Hua Chenran, lalu dia mengeluarkan tali dan segera mengikat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng. Tentu saja, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng tidak melawan sama sekali.
"Ran'er ini tidak terlalu kejam kan?" Kata Leng Yuesheng dengan agak tidak nyaman, dia pernah membaca hal-hal semacam ini di dalam novel.
Hua Chenran tidak menjawab tapi dia mengeluarkan dua bulu angsa dari saku jas serangan sekolah nya. Tentu saja pupil mereka berdua menjadi menyusut, mereka menyesalinya!
Beberapa saat kemudian, hanya bisa terdengar suara dua orang yang sudah terengah-engah, karena tidak bisa lagi menahan tawanya saat ini.
Bulu angsa itu membuat mereka tidak bisa berhenti untuk terus tertawa.
"Ran'er maafkan aku, Oke?"
Jika terus begini, tenggorokan nya akan benar-benar menjadi bisa.
Walaupun hanya tertawa saja, tapi tubuhnya sangat lemas sekarang.
__ADS_1
"Ran'er tidak lain kali, tapi jika kamu ingin membalas dengan ciuman juga tidak apa-apa"
Kata Leng Yuesheng dengan senyum kecil di wajahnya, lalu mengedipkan mata kanannya.
"Huh....kalian tahu itu, aku paling tidak suka dengan orang yang memulai ide tentang ku. Jika kalian berdua bukan ayah dari Yi'er dan Yan'er, tentu saja hukuman tidak akan semudah ini"
Setelah mengatakan itu Hua Chenran berjalan keluar.
"Tunggu!!"
Teriak Lan Yueshang
"Apa?"
Tanya Hua Chenran sambil terus berjalan, lalu kemudian dia segera berhenti.
"Ran'er tali ini belum dilepas"
Kata Leng Yuesheng dengan tatapan sedih, ke arah Hua Chenran.
Hua Chenran benar-benar lupa untuk membuka tali, jadi Hua Chenran mulai melepaskan tali yang mengikat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.
"Jika kalian ingin mengatakan sesuatu, katakan saja"
Kata Hua Chenran dengan suara.
"Oh...itu ada lelang di pulau Cangyun"
Kata Lan Yueshang dengan sedikit senyum misterius muncul di wajahnya.
"Lelang? Lelang macam apa?"
Tanya Hua Chenran sedikit tertarik.
"Ini lelang dari sekte Cangyun, jadi bisa dijamin ini adalah lelang untuk para Kultivator saja"
Kata Leng Yuesheng
"Ran'er jika kamu ingin pergi, lebih baik dengan kami berdua, karena ada satu tiket di tangan ku. Satu tiket ini adalah untuk tiga orang, jadi....?"
Jelas Lan Yueshang
"Baiklah! Kapan itu?"
Kali ini Hua Chenran benar-benar tertarik, dia juga bosan dan pergi untuk melihat lelang di bumi pasti akan sedikit menyenangkan.
"Lebih baik kita berangkat besok, perlu tiga hari untuk sampai ke sana.
Karena sekte itu memang di sebuah pulau kecil" jawab Leng Yuesheng.
"Bagus"
Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, lalu dia keluar dari aula seni beladiri sambil menyanyikan lagu-lagu kecil, sudah lama dia tidak pergi jalan-jalan, ini kesempatan!
__ADS_1