
Yu Lang yang baru-baru ini sedang sibuk diperusahaan, mendapatkan kabar skandal foto-foto tidak pantas putri bungsunya, amarahnya naik.
jadi dia segera menekan opini publik, dengan menghapus semua foto-foto tidak pantas itu di seluruh media sosial. saat dia sedang sibuk mengurus skandal putri bungsunya, tiba-tiba ada telpon dari istrinya dan berkata bahwa anaknya sedang terbaring di rumah sakit, juga terdengar dari suara istrinya, putri bungsunya saat ini pasti benar-benar terluka dan nyata.
jadi dia segera bergegas ke rumah sakit dengan wajah khawatir.
rumah sakit LinCheng
dua wanita sedang duduk di
bangku depan bangsal vip,
wajah mereka berdua sedikit menunjukkan kesedihan.
"bu bagaimana dengan keadaan Qiujie?" tanya Yu Li dengan wajah penuh kecemasan.
"Qiujie... dia mungkin tidak bisa berbicara lagi seumur hidupnya"
kata nyonya Yu dengan wajah sedih.
"apa? apa maksud ibu? sebenarnya apa yang terjadi?"
tanya Yu Li berturut-turut dengan wajah penasaran.
Yu Li sendiri tahu, adiknya Qiujie adalah yang paling manja di rumah dan semua yang dia inginkan harus terpenuhi. tentu saja orang tua punya banyak uang dan selalu memberikan apa saja yang Qiujie mau. karena itu sifatnya menjadi sombong, keras kepala dan menjadi semena-mena, juga banyak sekali mengganggu orang-orang yang lebih cantik dari dirinya sendiri.
dia baru saja pulang dari luar negeri, teman-temannya sudah banyak yang mengirim foto-foto tidak pantas adik nya, dengan banyak ejekan dalam kata-kata mereka. tentu saja dia tidak akan terlalu percaya apa yang dikatakan oleh orang luar, mungkin saja itu hanya foto editan dari orang yang membenci atau pun memiliki dendam dengan Qiujie.
"ibu terkejut saat melihat Qiujie pertama kali membuka mulutnya, hanya terdengar suara yang tidak jelas. ibu mengira itu karena tenggorokannya kering dan ibu
segera memberi minum air, setelah itu ternyata masih sama saja, jadi ibu pergi untuk menemui dokter dan menanyakan dengan jelas tentang kondisi Qiujie saat ini"
wajah nyonya Yu sangat gelap dan suram saat ingin menceritakan hal
ini, kemudian dia melanjutkan
"dokter berkata tidak ada masalah apapun pada pita suara Qiujie dan baik-baik saja, tidak ada luka di tenggorokannya sedikitpun.dokter rumah sakit ini tidak punya cara untuk menyembuhkan suara Qiujie"
"jika tidak ada masalah, bagaimana mungkin Qiujie tidak bisa berbicara?"
tanya Yu Li dengan terkejut.
"kita akan pergi ke rumah sakit terbaik di ibukota"
sela Yu Lang yang baru sampai.
ketika mendengar tentang kondisi putri bungsunya terlalu serius, jadi
dia langsung memutuskan untuk pergi ke rumah sakit ibukota dan mungkin akan ada harapan disana.
nyonya Yu sedikit terdiam setelah mendengar kata-kata suami nya, tapi matanya menyala dengan sedikit harapan. jadi dia segera berkata
"bagus, dokter di sana kemungkinan besar bisa menyembuhkan pita suara Qiujie dan membuat dia bisa berbicara lagi".
"sudah diputuskan, jadi aku
akan menelepon Yu Feng
untuk menyiapkan semuanya"
kata yu lang dengan tenang.
malam ini menjadi malam tanpa
tidur bagi keluarga Yu.
__ADS_1
di dalam mobil terlihat dua
orang gadis, yang satu sedang bermain game dengan ponselnya
dan yang satunya sedang duduk malas sambil memejamkan matanya.
"bagaimana kamu akan menghadapi ketiga orang itu?"
tanya Lin Huayu dengan penasaran, tapi matanya tetap fokus pada game di ponselnya.
tadi pagi, Lin Huayu sudah mendengar rekaman apa yang sebenarnya terjadi dan tahu ada tiga orang yang melakukannya.
kenapa mereka melakukan hal itu kepada hua chenran?
Lin Huayu heran dengan hal buruk apa yang dikatakan oleh jiang shaoning, sehingga membuat Yang Jian dan Fang Yue mengunci Hua Chenran di dalam toilet.
"lihat saja di sekolah nanti"
jawab hua chenran agak misterius.
"Xio ran ini bukan jawaban yang tepat" keluh
Lin Huayu, lalu dia kembali melanjutkan dan berkata
"apakah akan ada kejutan nanti?"
"tentu saja"
jawab Hua Chenran dengan senyum kecil tersungging di bibirnya.
sekolah menengah Luocheng
Hua Chenran dan Lin Huayu segera turun dari mobil dan berjalan ke arah kantor pengawasan sekolah.
rencananya Hua Chenran ingin mengambil rekaman video cctv kejadian kemarin.
melihat Hua Chenran dan Lin Huayu berhenti, murid laki-laki itu mulai mengurangi kecepatan berlarinya.
ketika hampir sampai ke arah Hua Chenran, murid laki-laki itu berkata dengan nafas terengah-engah.
"Hua Chenran, kamu dipanggil oleh kepala sekolah ke kantornya"
Hua Chenran dan Lin Huayu terkejut, tapi wajah Hua Chenran tidak ada ekspresi apapun, dan dia melihat ke arah murid laki-laki itu dan berkata "aku tahu, terimakasih!"
murid laki-laki itu sedikit tersipu, ketika mendengar ucapan terimakasih dari dewi pujaannya.
"sama-sama"
setelah mengatakan itu, murid laki-laki segera pergi berlari dengan wajah memerah ke arah lainnya dengan cepat.
"Huayu! apa aku terlalu menakutkan?" tanya Hua Chenran penasaran, karena murid laki-laki itu lari, setelah dia selesai berbicara.
Lin Huayu melihat Hua Chenran dari atas ke bawah dengan cermat, lalu berkata dengan ekspresi wajahnya yang benar-benar serius
"mungkin saja"
bibir Hua Chenran berkedut-kedut, nima! apakah benar ini temannya?
nanti dia harus memerhatikannya lagi dengan baik. kemudian senyum tersungging di bibir Hua Chenran, tangannya bergerak lebih cepat dan mengetuk kepala Lin Huayu.
"Xio ran ini tidak adil, padahal aku berkata yang sebenarnya"
kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah penuh kesedihan, dengan tangannya mengelus kepalanya.
"sudah, aku pergi ke kantor kepala sekolah dulu"
__ADS_1
kata Hua Chenran dengan tenang.
"aku ikut, kita berdua tidak tahu apa yang sebenarnya, akan kepala sekolah katakan nanti"
kata Lin Huayu agak khawatir, dia takut ini berhubungan dengan masalah Xio ran, yang dia dikunci di toilet umum perempuan kemarin.
"baiklah, ayo pergi"
kata Hua Chenran sambil menarik tangan Lin Huayu.
beberapa menit kemudian, mereka berdua hampir sampai di kantor kepala sekolah, dan banyak siswa yang memiliki ekspresi wajah penuh gosip, menunggu di depan kantor kepala sekolah dengan santainya.
"Huayu tunggu sebentar"
kata Hua Chenran dengan tenang, kemudian senyum dingin tersungging di wajahnya.
Hua Chenran mengambil ponsel dari dalam tas sekolahnya, kemudian dia setelah beberapa saat, dia menaruh kembali ponsel ke dalam tasnya.
"aku menunggu di luar"
kata Lin Huayu dengan khawatir.
"terimakasih, Huayu"
kata Hua Chenran dengan tulus.
"cepat masuk, nanti kepala sekolah marah, karena menunggu lama"
kata Lin Huayu dengan serius.
"kenapa kamu semakin menjadi seperti seorang ibu tua?"
tanya Hua Chenran bercanda, untuk mengurangi kekhawatiran temannya.
balasan dari Lin Huayu karena dikatakan seperti itu, tentu saja tangannya bergerak lebih cepat untuk mengetuk kepala Hua Chenran.
"ini kan hanya bercanda"
kata Hua Chenran dengan bibir mengerucut, sambil mengelus kepala yang diketuk oleh lin huayu.
"pergi...pergi sana"
usir Lin Huayu dengan melambaikan tanganya beberapa kali.
"untung teman"
kata Hua Chenran dengan tenang, sambil menggelengkan kepalanya.
kemudian Hua Chenran berbalik dan berjalan, ke depan pintu kantor kepala sekolah, lalu Hua Chenran perlahan mengetuk pintunya.
"masuk"
kata Kepala sekolah dari dalam kantornya.
lalu Hua Chenran membuka pintu dan masuk. kemudian dia melihat Fang Yue dan Yang Jian sedang berdiri di depan meja kepala sekolah, sambil menundukkan kepala mereka.
juga guru Ma berdiri di samping kepala sekolah.
dalam hatinya Hua Chenran berkata
'seperti dugaan ku, kepala sekolah memang memanggilnya, karena insiden aku dikunci di toilet. tapi bahkan aku belum ke kantor pengawasan, untuk mengambil rekaman video dari cctv. bagaimana kepala sekolah mengetahui hal ini?
apakah karena ada yang melihat rekaman cctv kemarin? dan ada yang berbaik hati, untuk melaporkan masalah bully-ing di sekolah?
tidak! dia, Hua Chenran tidak akan percaya hal-hal seperti itu'
__ADS_1
setelah itu Hua Chenran berjalan ke arah kepala sekolah dan berhenti di samping Fang Yue dan berkata
"kepala sekolah saya Hua Chenran"