
Setelah kepergian Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng saling memandang dengan mata dingin.
"Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" Tanya Leng Yuesheng secara langsung pada Lan Yueshang.
"Rencana apa?"
Lan Yueshang berkata kepada Leng Yuesheng dengan wajah polos.
"Tidak biasanya kamu menjadi baik untuk berbagi jatah tiket itu padaku"
Kata Leng Yuesheng dengan sinis.
"Satu lagi pengawal gratis, bukankah itu menjadi lebih baik?"
Jawab Lan Yueshang sambil tersenyum kecil di wajahnya.
"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas, aku tidak suka berbelit-belit!"
Leng Yuesheng yakin pasti ada yang di sembunyikan oleh Lan Yueshang.
"Ini adalah bunga Xue Tianshan, kamu juga tahu tentang bunga ini"
Kata Lan Yueshang dengan wajah serius, beda dengan saat dulu dengan senyum sinis di wajahnya.
"Apakah ini benar..?
Tanya Leng Yuesheng dengan senyum gembira di wajahnya dan tangannya sedikit gemetar. Tuhan tahu, dia sudah setahun mencari informasi mengenai bunga aneh ini, jika bunga ini berhasil di dapatkan kakek pasti akan segera sembuh, jadi bagaimana mungkin dia tidak gembira.
"Ini benar"
Jawab Lan Yueshang dengan senyum langka di wajahnya, lalu raut wajah itu sedikit menggelap dan berkata
"Tapi itu tidak menyembuhkan, tapi hanya bisa menekan racun sementara waktu dan menurut informasi yang di dapatkan oleh Ji Lang, bunga Xue Tianshan ini adalah satu-satunya dan perlu 100 tahun lagi untuk matang"
Raut wajahnya sekarang menjadi khawatir lagi, kemudian menghela nafas panjang.
"Ini benar-benar......"
Leng Yuesheng tidak tahu harus berkata apa, raut wajahnya penuh dengan kesedihan. Untuk kakeknya dia sangat berterimakasih, di dunia ini yang benar-benar menyayangi nya hanyalah kedua kakeknya. Lalu dia memikirkan sesuatu dan bertanya
"Bukankah ini akan menjadi lelang yang sangat besar, apalagi ada bunga Xue Tianshan di sana, juga kenapa kamu mengajak Ran'er ke sana, kamu juga tahu sampai saat ini kita masih belum menemukan yang meracuni Kakek, dan kepergian kita ke pulau Cangyun ini pasti tidak akan mudah"
Leng Yuesheng saat ini memandang Lan Yueshang dengan dingin.
"Menurut ku, Ran'er sudah lama diam dan dia juga perlu untuk melatih ketrampilan bertarung nya"
Jawab Lan Yueshang dengan santai.
"Kamu tidak khawatir sama sekali?"
Tanya Leng Yuesheng dengan marah.
Apa yang sebenarnya direncanakan oleh si biru ini? Dia tidak pernah memahami apa yang dipikirkan oleh musuhnya sendiri, Leng Yuesheng menggertakkan gigi penuh dengan kebencian.
"Apakah kamu tidak akan menjaganya?" Tanya Lan Yueshang dengan senyum provokatif di wajahnya.
"Tidak perlu kamu menanyakan hal ini, tentu saja aku akan menjaga nya"
__ADS_1
Jawab Leng Yuesheng dengan raut wajah yang dipenuhi oleh keseriusan, lalu dia mendengus dingin pada Lan Yueshang.
"Aku tahu"
Kata Lan Yueshang dengan nada suara yang datar, kemudian dia mulai memejamkan matanya dan tertidur.
Melihat ini Leng Yuesheng pun berdiri, lalu dia segera berjalan keluar dari aula seni beladiri.
Sementara itu Hua Chenran kembali ke dalam kelas dengan senyum cerah di wajahnya, ini menandakan bahwa dia memang sangat senang hari ini.
Wei Sichu yang duduk di sebelah Hua Chenran, menjadi penasaran dengan Hua Chenran yang terus tersenyum dari saat kembali ke dalam kelas tadi.
Jadi Wei Sichu bertanya
"Chenran, apa yang sangat membahagiakan?"
"Tentu saja senang, aku akan libur mungkin sekitar satu minggu lebih, aku ada sesuatu yang harus dilakukan dalam minggu ini"
Jawab Hua Chenran masih dengan senyum cerah di wajahnya, lelang ini mungkin bukan lelang biasa, karena dia melihat Lan Yueshang serius saat mengatakan nya. Mungkin juga akan ada sesuatu yang bagus di lelang ini.
Hua Chenran menantikan nya.
Keesokan harinya, langit yang cerah tapi terganggu dengan suara keras tangisan seorang gadis muda.
"Woo....Xiao ran bagaimana kamu tega meninggalkan sahabatmu yang imut, pintar ( 1000 kata dihilangkan )"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat sedih, dua baris air mata mengalir di wajahnya membuat orang merasa kasihan, tapi itu jika kalian mengabaikan kilatan licik di mata Lin Huayu.
"Aku tahu"
Jawab Hua Chenran sambil menganggukkan kepalanya.
"Xiao Ran kamu adalah sahabat ku yang paling terbaik..(1000 kata sudah di hilangkan), jadi oleh-oleh nya harus yang spesial, Oke?"
Hua Chenran memutar bola matanya dengan malas, wajahnya sedikit kaku.
Dia tidak pernah tahu bahwa teman yang satu ini, mengubah wajahnya lebih cepat dari pada membalikkan halaman buku. Sebenarnya temannya ini mengikuti sifat siapa? Lihat bibi Lin yang selalu lembut dan anggun, tidak mencerminkan Lin Huayu ini sama sekali. Bahkan bakat dalam hal memasak sangat berlawanan.
"Tentu saja, Oh...ya tolong jaga Yi'er dan Yan'er untukku dalam minggu ini, mungkin ke pulau Cangyun ini memerlukan waktu lebih dari satu minggu, aku menantikan nya"
Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang dan masih ada senyum lembut di wajahnya.
"Kenapa begitu bertele-tele! Jadi dengan siapa kamu ke sana?"
Tanya Lin Huayu dengan ekspresi penasaran di wajahnya, Lin Huayu masih terus memeluk lengan kanan Hua Chenran, seolah berkata jika kamu tidak mengatakan apapun, aku tidak akan melepaskan pelukannya.
"Lan Yueshang dan Leng Yuesheng"
Jawab Hua Chenran dengan tenang, dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya.
"Oh... apakah kedua musuh abadi ini sudah berbaikan satu sama lain, jika tidak kenapa sekarang mereka berdua ini menjadi sangat bersatu?"
Lin Huayu semakin tidak mengerti, tidak mungkin kedua saingan cinta melakukan kerjasama. Sudah lah, dia merasa akan menyia-nyiakan otak nya untuk berpikir.
"Bagaimana aku bisa tahu?"
Jawab Hua Chenran dengan tatapan polos dan wajahnya yang bingung.
__ADS_1
Lin Huayu terdiam, yang penting dia sudah mengatakan tentang oleh-oleh yang lain dia tidak akan menanyakan pertanyaan lagi. "Oke... hati-hati saja"
"Em...., Aku berangkat dulu"
Kata Hua Chenran sambil melambaikan tangannya, lalu dia berjalan ke luar rumah dan Hua Chenran melihat, sudah ada yang menunggu di depan rumah Sun.
Lalu dia melihat mobil Sun Lili yang baru saja masuk, segera mobil itu berhenti di samping Hua Chenran.
Sun Lili membuka kaca jendela nya, melihat koper kecil di tangan Hua Chenran, dia tidak bisa menahan untuk bertanya pada Hua Chenran
"Xiao Ran, kemana kamu pergi?"
"Kakak Lili, aku pergi liburan ke ibukota, belum pernah pergi ke ibukota sekali pun, jadi aku masih sangat menantikan nya"
Jawab Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.
"Dengan siapa kamu pergi?"
Tanya Sun Lili dengan khawatir, tidak biasanya tidak ada Lin Huayu di sisi Hua Chenran, jadi Sun Lili bertanya tentang hal ini juga.
"Kakak Lili tenang saja, aku pergi dengan tuan muda es dari ibukota dan juga tuan muda nomor 1 di kota A ini, jadi tidak perlu khawatir"
Hua Chenran tahu bahwa Sun Lili mengkhawatirkan dirinya, siapa yang tidak khawatir gadis berusia 14 tahun pergi ke ibukota sendirian.
"Tuan muda es...?" Kata Sun Lili pelan sambil memikirkan nya, lalu Sun Lili berkata dengan nada terkejut
"Apakah itu Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng dari kota A?"
"Tepat! Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali, hahaha....."
Kata Hua Chenran, lalu dia tertawa terbahak-bahak.
Garis-garis hitam memenuhi dahinya, Sun Lili tidak mengerti mengapa dia semakin lama melihat adik angkat ini semakin menjadi penggemar uang.
"Hati-hati di sana, mengenai Yi'er dan Yan'er kamu dapat yakin, ada banyak orang di rumah" kata Sun Lili sambil menepuk bahu Hua Chenran untuk menyakinkan, supaya Hua Chenran tidak selalu khawatir dan berlibur dengan tenang dan senang. Kemudian mobil Sun Lili berjalan ke arah tempat parkir.
"Oke...."
Jawab Hua Chenran dengan tenang, sambil melihat ke arah mobil nya Sun Lili, setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil Lan Yueshang.
Setelah masuk ke dalam mobil, dia tidak melihat Leng Yuesheng jadi Hua Chenran bertanya
"Oh....di mana si cabul itu?"
"Ran'er kenapa kamu bertanya tentang dia, kenapa tidak bertanya tentang aku saja" kata Lan Yueshang dengan sedikit protes, tapi lebih banyak botol cuka yang terbuka.
"Kamu jelas ada di sini, jadi kenapa aku harus bertanya?"
Kata Hua Chenran dengan bingung.
Melihat Hua Chenran yang bingung, Lan Yueshang menyerah dan berkata
"Tidak... tidak ada!"
"Oh...."
Lalu setelah itu Hua Chenran mulai memejamkan matanya dan tertidur.
__ADS_1
Ji Lang yang dari tadi mengemudi, mendengar percakapan antara Hua Chenran dan Lan Yueshang hanya bisa terus menahan tawanya, nona Hua ini benar-benar lucu, seperti nya jalan tuan muda ini tidak mudah.