
"Kenapa beruntung untuk bisa melihatnya?" Tanya Lin Huayu dengan dingin dan penuh ejekan.
Kenapa harus beruntung untuk bisa melihat laki-laki yang menghamili Hua Chenran, dia ingat pada hari pertama bertemu dengan Xio ran, pernah berkata bahwa dia akan melindungi Xio ran, juga siapapun yang sudah melakukannya pada Xio ran, aku pasti akan merobeknya menjadi berkeping-keping.
Mata Lin Huayu berkedip cahaya dingin tapi hanya sesaat dan tidak ada yang bisa melihat ataupun juga menyadarinya.
"Hush.. hati-hati mulutmu, banyak fans nya di sekitar sini. Jika ada yang mendengarnya kita habis, penggemar nya benar-benar gila"
Yun Xi memperingatkan dengan suara yang pelan.
"Oh... katakan siapa itu, bukankah kamu mengetahuinya. Cepat katakan saja padaku" kata Lin Huayu mulai tidak sabar. Kenapa hari ini dia harus bertemu dengan 2 orang yang sangat mirip dengan Yi'er dan Yan'er, keempat orang itu seperti terbuat dari cetakan yang sama.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada dua orang? Tidak mungkin....
Lin Huayu shock! Hal macam apa ini?
Pikiran Lin Huayu mulai bertraveling, kejadian ini sungguh tidak ilmiah, sama sekali tidak sesuai logika yang ada di dalam sains. Wajah Lin Huayu menunjukkan ekspresi horor, jika terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi, mungkin otaknya menjadi korslet dan bakal offline nanti.
Suara Yun Xi tiba-tiba menyadarkan Lin Huayu dari pikirannya yang sudah kemana-mana.
"Yang kamu lihat tadi, adalah salah satu dari rumput sekolah terbaik.
Dia adalah Lan Yueshang, tuan muda pertama dari keluarga Lan, yaitu keluarga nomor 1 di ibukota"
Yun Xi berkata dengan serius.
"Keluarga Lan?" Teriak Lin Huayu dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut, kemudian dia teringat dengan perkataan Wei Sichu hari itu. Dia bergumam dengan bingung
"Ibukota, ya sepertinya benar"
"Apa yang sepertinya benar?"
Tanya Yun Xi penasaran.
"Sepertinya benar yang aku lihat adalah Lan Yueshang"
Kata Lin Huayu dengan santainya.
"Wah...jika benar seharusnya tadi kamu memanggil ku juga untuk melihat Senior Lan" kata Yun Xi dengan wajah cemberut, kemudian dia melanjutkan dan berkata dengan penuh semangat.
"Juga apakah kamu tahu? Lan Yueshang sekarang juga punya nama panggilan lain yang cukup terkenal di ibukota, pangeran ibukota"
Lin Huayu mengabaikan kata-kata Yun Xi yang terlalu antusias.
"Oh... kenapa Yaning dan Jina lama pergi ke toilet?" Keluh Lin Huayu dengan suara yang pelan. Dia hanya mengatakan ini untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Tapi Yun Xi mendengar suara Lin Huayu dengan jelas dan segera dia mempelototinya dan berkata
"Ini adalah salahmu sendiri tadi yang menyemburkan makanan"
"Aku tahu...aku tahu...."
Kata Lin Huayu dengan malas sambil melambaikan tanganya.
"Ayo kita susul saja, aku juga ingin pergi ke toilet juga"
"Baiklah, ayo"
Jawab Yun Xi sambil mengangguk.
Lin Huayu dan Yun Xi, mereka berdua pun pergi ke toilet.
__ADS_1
Taman Sekolah
Langit biru tanpa awan di langit,
Semilir angin sepoi-sepoi berhembus menyejukkan di cuaca yang panas.
Di bawah pohon hijau yang rindang, seorang pemuda sedang tertidur terlentang dengan mata menatap ke arah langit yang cerah.
Pemuda itu mempunyai fitur wajah yang terlihat lembut, kulit seputih salju yang dapat ditiup, alis pedang, bulu mata panjang melengkung dan melengkung, mata coklat persik yang penuh dengan kelembutan, seolah-olah akan jatuh ke dalamnya hanya dalam satu pandangan. hidung tinggi, bibir kecil kemerahan dengan rambut coklat agak keriting.
pemuda itu adalah Leng Yuesheng.
Tapi sekarang matanya dipenuhi oleh kebencian yang dalam, sudut mulut nya sedikit melengkung membentuk senyuman lucu.
"Tadi Si biru itu tidak masuk ke dalam kelas, lebih baik untuk tidak pernah melihat wajah es seribu tahun nya"
"Kring..."
Bel masuk berbunyi.....
Mendengar suara bel, Leng Yuesheng segera bangun dan berjalan perlahan ke arah kelas inti 2.
Saat dia berjalan teriakan para gadis terdengar dengan jelas.
Seorang gadis tanpa sengaja melihat Leng Yuesheng di taman sekolah dan segera berteriak dengan keras.
"Lihat itu senior Leng"
Karena teriakan gadis itu, gadis-gadis yang lainnya yang sedang duduk di taman sekolah, segera menoleh dan melihat Leng Yuesheng.
Mereka menatap Leng Yuesheng tanpa berkedip, kemudian mulai berteriak dengan keras bersama.
"Senior Leng....."
"Ah.... senior Leng"
Leng Yuesheng yang mendengar teriakan dari gadis-gadis yang berjalan di sampingnya, dia lalu menoleh dan melihat ke arah mereka, kemudian dia tersenyum lembut kepada mereka yang disampingnya.
Senyuman lembut itu hampir membuat gadis-gadis yang ada disampingnya meleleh.
"Ah... lihat, senior Leng tersenyum kepadaku"
"Jelas-jelas senior Leng hanya tersenyum padaku"
"Jangan terlalu menipu, matanya jelas menatap ku dengan lembut"
"Bah! kamu bermimpi, kamu hanya berkhayal di siang hari. Mata senior Leng hanya menatap kearah ku dan tersenyum lembut padaku"
All : "..."
Suara-suara teriakan gadis-gadis itu tidak lagi terdengar, karena Leng Yuesheng sekarang sudah berada di depan pintu kelas inti 2.
Membuka pintunya, dia menghela nafas lega melihat guru belum datang.
Lalu Leng Yuesheng berjalan ke arah tempat duduknya, setelah duduk dia tiba-tiba merasakan tatapan penuh kebencian yang diarahkan kepadanya.
Melihat ke samping di ujung lainnya, mata coklat persik Leng Yuesheng juga segera menunjukkan kebencian yang dalam. Leng Yuesheng hanya tersenyum provokatif saat menatap ke arah pemuda bermata biru dengan wajah es seribu tahun.
Tentu saja pemuda bermata biru yang wajahnya tampak dingin seperti es seribu tahun itu, menerima provokasi dari Leng Yuesheng. Mata birunya yang dingin menjadi lebih tanpa suhu, seringai berbahaya tersungging di bibirnya yang kemerahan.
Segera suhu di ruang kelas inti 2 menjadi turun beberapa derajat, teman sekelas lainnya hanya terasa dingin di punggung mereka. Lalu mereka kembali seperti biasanya, karena tentu saja murid kelas inti 2 ini sudah terbiasa dengan provokasi kedua rumput sekolah ini setiap harinya, untungnya mereka berdua tidak pernah berkelahi di dalam kelas.
__ADS_1
Tapi tetap saja mata mereka berdua yang saling menatap tampak sangat dingin, teman sekelas lainnya hanya bisa meneguk ludah mereka.
Jadi hanya teman sekelas mereka berdua yang tahu bahwa tidak hanya Lan Yueshang yang dingin, bahkan Leng Yuesheng sesekali bisa tampak lebih dingin dari Lan Yueshang.
Bila ada orang yang mengatakan Leng Yuesheng selalu lembut dan ramah, teman sekelas dari kelas inti 2 pasti akan segera membantah. Tapi yang pasti orang itu dapatkan adalah pelajaran yang tidak akan pernah orang itu bisa lupakan dalam hidupnya, fans dari Leng Yuesheng terlalu menakutkan.
Pintu terbuka dan guru pun masuk ke dalam kelas, mereka berdua segera menghentikan tatapan dingin di mata keduanya. Suhu dalam kelas langsung kembali menjadi normal, seperti tidak terjadi apapun! Kebencian di mata Lan Yueshang dan Leng Yuesheng lenyap tak berbekas seolah-olah tidak pernah ada sama sekali.
Kelas inti 1
"Kenapa rasa makanan tadi berbeda dari biasanya yang kamu bawa kemarin-kemarin?" Tanya Wei Sichu dengan ekspresi wajah penasaran.
Hua Chenran sedikit bingung jadinya dia tidak menjawab pertanyaan dari Wei Sichu, tetapi dia bertanya balik.
"Berbeda bagaimana?"
"Rasanya memang sama-sama lezat, tapi secara pribadi aku lebih suka yang kamu bawa biasanya"
Wei Sichu mengatakan pendapatnya sendiri dengan jujur.
Mengetahui makanan yang dimasak olehnya dipuji lebih baik, gadis mana yang tidak akan senang, Hua Chenran juga tidak terkecuali.
Tanpa sadar senyuman tipis muncul di wajah cantik Hua Chenran.
"Makanan hari ini semuanya dimasak oleh bibi Lin, bukan aku yang memasaknya. Mungkin itu kenapa membuat rasa masakan berbeda"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
"Oh...bagus, supaya aku lebih cepat sembuh, kamu bisa membawa bekal yang kamu masak ke sekolah setiap hari sampai aku sembuh"
Kata Wei Sichu tanpa malu-malu.
"Kamu....kamu Wei Sichu berpikir cantik, tidak ada waktu!"
Kata Hua Chenran dengan sedikit kemarahan.
Wei Sichu tahu Hua Chenran pasti merasa bersalah, makanya dia meminta maaf. Jadi tentu saja dia harus memanfaatkan kesempatan ini, untuk terus memakan makanan yang lezat setiap harinya.
"Chenran...kamu harus bertanggung jawab, aku belum sembuh. Jadi kamu harus mengkompensasi nya dengan memasak makanan lezat untuk ku setiap harinya"
Wei Sichu terus berkata tanpa malu-malu.
Merasa dirinya salah, jadi Hua Chenran mulai berpikir, itu hanya memasak dan dia juga tidak kehilangan sepotong daging. Jadi Hua Chenran memutuskan untuk memasak dan membawa bekal ke sekolah sampai Wei Sichu sembuh.
"Baiklah, aku akan melakukannya"
Hua Chenran berkata sambil menganggukkan kepalanya.
"Benarkah?"
Tanya Wei Sichu untuk memastikan.
"Ya, benar. Kenapa aku harus berbohong"
Balas Hua Chenran agak kesal dengan pertanyaan Wei Sichu.
Mengetahui dari wajah Hua Chenran yang terlihat kesal, Wei Sichu hanya berkata dengan pelan.
"Baguslah"
Dalam hatinya Wei Sichu sangat senang, mulai besok dia akan memakan makanan yang lezat setiap harinya. Memang apa yang lebih baik daripada makan makanan lezat?
__ADS_1
Tidak lama kemudian guru pun masuk ke dalam kelas, Hua Chenran dan Wei Sichu mengakhiri obrolan mereka berdua dan berfokus untuk mendengarkan pelajaran.