
"Kamu benar Xiao Ran, bagaimana bibi Lin melupakan hal sepenting ini?! Untungnya kamu mengingatkan bibi tentang hal ini"
Kata bibi Lin dengan sedikit terkejut.
Lalu mereka berdua tertawa dan mulai berbicara pengalaman hidup masing-masing dari kedua sisi, tapi tetap saja Hua Chenran tidak akan menceritakan penyeberangan nya di benua Surga Suci dan juga ruang Xuantian yang sudah menyatu dengan jiwanya.
"Grululu......!"
(Suara perut kelaparan)
Ketika suara itu terdengar, bibi Lin sedikit malu dan mengelus perutnya.
Karena khawatir tentang Lin Huayu, bahkan dia tidak makan hampir seharian ini. Jadi sepertinya perutnya memprotes dengan suara yang keras!
"Eh... bibi Lin, lebih baik kita turun ke bawah dan makan malam dulu"
Kata Hua Chenran dengan suara yang agak pelan, pada Rong Lin yang sedang kelaparan di depannya. Sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.
"Baiklah!"
Kata Rong Lin dengan sedikit malu, sambil menganggukkan kepalanya.
Kemudian kedua nya keluar dari kamar Lin Huayu. Tetapi Lin Huayu yang sudah terjaga juga merasa lapar, karena dia berpura-pura masih belum bangun dari komanya, dia menderita! Sekarang tidak ada seorang pun di dalam kamarnya, untuk dimintai tolong mengambilnya makanan. Luka cambuk di tubuhnya masih belum kering, jika dia memaksa untuk terus bergerak, mungkin luka ini robek dan mengeluarkan darah lagi.
Untuk situasi yang seperti ini, Lin Huayu hanya bisa menangis tanpa air mata.
Oh...Xiao Yu yang cantik dan manis menderita!!
__ADS_1
Kembali ke Hua Chenran dan bibi Lin.
Keduanya saat ini sedang berjalan turun dari tangga, lalu berjalan menuju ke arah ruang makan di lantai 1 villa nya Lan Yueshang.
Hua Chenran dan Rong Lin melihat Lan Yueshang yang sedang mengatur hidangan di atas meja makan, lalu Hua Chenran berjalan ke arah dapur
Lalu dia melihat, seorang laki-laki dengan rambut coklat sedikit keriting, mengenakan baju kasual biasa, dan memakai celemek, saat ini mata bunga persik coklat itu penuh dengan keseriusan dan ada aura yang lembut dan tenang keluar dari tubuh nya saat sedang memasak saat ini.
Melihat ini, mata Hua Chenran sedikit berkedip. Apakah ini masih seorang pembunuh bayaran? Leng Yuesheng saat ini lebih seperti seorang adik laki-laki yang hangat dan lembut.
Mau tidak mau Hua Chenran melihat dengan sedikit linglung.
"Sudah selesai!" Setelah mengatakan itu Leng Yuesheng menuangkan makanan itu ke dalam piring, lalu dia segera berbalik dan agak terkejut ketika melihat Hua Chenran ada di dapur dan melihat ke arah nya. "Ran'er kamu disini..., Makanan sudah siap, ayo kita makan malam bersama!" Kata Leng Yuesheng dengan sedikit linglung, matanya terus menatap wajah Hua Chenran dan terpaku pada bibir kecil merah muda Hua Chenran, yang terlihat lembut seperti kelopak mawar.
Suara jentikan jari terdengar dari tangan nya Hua Chenran, seketika Leng Yuesheng terkejut dan pulih dari Linglung nya. Pipinya mulai memerah hingga ke lehernya, dia sangat malu!
"Hei... Yuesheng! Kemana pikiran mu mengembara lagi? Apakah ini hal-hal yang cabul?!!" Tanya Hua Chenran dengan suara yang lembut, tetapi mata Hua Chenran menyipit dengan berbahaya. Karena tadi dia merasa bahwa Leng Yuesheng terus menatap bibirnya dengan lurus.
Kilatan bersalah terlihat di mata nya Leng Yuesheng, lalu dia dengan cepat memalingkan wajahnya, takut nya nanti Hua Chenran melihat wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
Biasanya Leng Yuesheng akan selalu membantah, atau bertengkar dengan dirinya beberapa patah kata. Tetapi hari ini sangat aneh! Lihatlah kenapa Leng Yuesheng memalingkan muka?
Tentu saja Leng Yuesheng memalingkan wajahnya secara tidak wajar, karena dia merasa bersalah. Lalu Leng Yuesheng teringat sesuatu, bukankah Ran'er hanya akan semakin curiga dan terus bertanya?! Tidak...!
Jadi Leng Yuesheng buru-buru untuk mengganti ekspresi di wajahnya, dia meletakkan piring yang ada di tangan nya, lalu dia memperlihatkan seringai jahat di wajahnya, dia perlahan maju dan mendekati, lalu dia mengurung Hua Chenran di dalam pelukannya.
Kemudian dia berbisik dengan suara rendah di telinga Hua Chenran "Ya, ini memang hal yang cabul, tapi aku hanya akan cabul pada Ran'er saja, bukankah itu baik?" Lalu segera dia menatap Hua Chenran dengan sentuhan main-main di mata bunga persik coklat yang terlihat agak jahat, lebih tepatnya memang seperti hooligan.
__ADS_1
Pelukan tiba-tiba, membuat kemampuan berpikir Hua Chenran menghilang, dia masih sedikit bingung, tetapi dia tidak tahu kenapa tidak menendang Leng Yuesheng hari ini dengan keras, yang lebih aneh nya bahkan dia tidak melawan ataupun menolak, pelukan dari Leng Yuesheng sama sekali. Ketika melihat tatapan main-main di mata Leng Yuesheng, Hua Chenran sangat marah dalam hatinya, dia kemudian berkata
"Cabul mati! Kamu....!!"
Sebelum bahkan Hua Chenran selesai mengutuk Leng Yuesheng, suara kaget Leng Yuesheng segera saja membuatĀ Hua Chenran sedikit malu.
"Ran'er, bibi Lin...!"
Kata Leng Yuesheng dengan terkejut, lalu melihat ke arah pintu dapur.
Hua Chenran menghentikan kata-kata nya, lalu melihat ke arah pintu dapur dengan sedikit malu karena dia kira dilihat oleh bibi Lin dari balik pintu, tetapi melihat tidak ada seorangpun di sana, Hua Chenran marah lagi, dia tertipu oleh si cabul mati!
Melihat wajah Hua Chenran yang baru saja berubah menjadi gelap, karena sangat marah oleh tipuan nya. Leng Yuesheng tersenyum kecil, lalu dia segera mencium pipi kanannya Hua Chenran, mengambil piring itu dengan cepat, lalu dia segera pergi ke ruang makan untuk menghindari amarah dari Hua Chenran.
Merasakan ada sedikit rasa dingin dan lembut di pipi kanannya, Hua Chenran melihat Leng Yuesheng yang baru saja selesai mencium pipi kanannya, dan Leng Yuesheng juga sangat cepat melarikan diri darinya.
Itu hanya berlangsung selama beberapa detik, saat Hua Chenran ingin mengejar, Leng Yuesheng sudah menghilang dari pandangan nya.Wajah Hua Chenran menjadi lebih gelap, sebanding dengan dasar pot.
Hua Chenran berlari menuju ke arah ruang makan, sambil berteriak
"Cabul mati...ka...kamu....." Ketika Hua Chenran mengatakan kata kamu, jelas suaranya menjadi lebih kecil, karena dia melihat bibi Lin yang menatap ke arah nya dengan sedikit aneh. Lalu dia melihat ke arah Leng Yuesheng yang duduk dengan tenang, seolah tidak ada hubungannya dengan dia, dengan tatapan sengit dan giginya terkatup penuh kebencian. Cabul mati itu pasti sengaja menggoda nya, supaya membuat dirinya sendiri menjadi malu! Penuh kebencian!
Leng Yuesheng juga melihat ke arah Hua Chenran, dengan tatapan mata lembut dan juga kilatan main-main.Tentu saja bagi Hua Chenran, itu adalah tatapan provokatif! Jadinya Hua Chenran menatap Leng Yuesheng dengan tatapan yang lebih sengit lagi.
"Ekhm...." Lan Yueshang berdeham ringan, semua orang di ruang makan adalah kultivator, jadi semua orang di ruang makan dapat mendengar suara Lan Yueshang. Melihat Leng Yuesheng dan Hua Chenran saling memandang dengan penuh kasih sayang, cemburu dan rasa asam memenuhi hatinya, jadi Lan Yueshang tentu nya ingin menghancurkan tatapan empat pasang mata, yang penuh kasih sayang di sampingnya saat ini.
(Seperti yang di katakan bahwa cinta itu buta dan cemburu itu membuat orang bahkan lebih buta lagi, dan membuat orang tidak bisa melihat kebenaran yang ada di depan mata mereka. Sudah sangat jelas bahwa Leng Yuesheng dan Hua Chenran, saling memandang dengan tatapan provokatif dan permusuhan. Tetapi di mata Lan Yueshang yang merasa sangat cemburu, tatapan mata mereka berdua di matanya Lan Yueshang itu jelas, tatapan mata penuh kasih sayang! Kekacauan! Kesalahpahaman besar! )
__ADS_1
"Huh..." Hua Chenran mendengus dingin ke arah Leng Yuesheng, lalu dia memalingkan wajahnya, dengan cepat duduk di samping Rong Lin dengan senyum lembut di wajahnya.