Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 50. Sun Lili Kembali


__ADS_3

Tidak lama kemudian guru pun masuk ke dalam kelas, Hua Chenran dan Wei Sichu mengakhiri obrolan mereka berdua dan berfokus untuk mendengarkan pelajaran.


Kali ini adalah pelajaran matematika, terlihat wajah guru Ma hari ini agak tidak baik, jadi banyak murid tentu saja berhati-hati.


Banyak murid yang bisa maju ke depan dan menyelesaikan soal di papan tulis dengan benar, wajah guru secara bertahap menjadi lebih baik.


Sedikit senyum terlihat di wajahnya.


2 jam kemudian, pelajaran berakhir dan waktunya pergantian guru lagi.


Jadi nya Wei Sichu pergi keluar bersama anak laki-laki kelas inti 1.


Begitu guru Ma keluar dari kelas,


Lin Huayu, Yan Jina, Mu Yaning, juga Yun Xi menarik bangkunya dan ikut duduk di sekitar Hua Chenran.


Akhirnya Hua Chenran yang pertama berbicara dan bertanya


"Yaning kenapa tadi saat masuk, rambut mu sepertinya basah?"


"Huh...ini bukan karena perbuatan baik Huayu"


Mu Yaning masih merasa sedikit kesal, walaupun dia sudah berkata untuk memaafkan Lin Huayu.


"Ok...ok...oh Ningning ku yang cantik, baik dan manis, juga rajin menabung tolong maafkan adik Yuyu"


Tanpa rasa malu, Lin Huayu menyanyikan segala macam pujian dengan tulus dan suara yang manja, tapi isi kata-katanya membuat yang lainnya tertawa.


"Hahaha....."


"Haha..., Aku tidak bisa menahannya lagi, adik Yuyu benar-benar lelucon"


Yan Jina tidak bisa untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


"Oh.. Ningning yang cantik sepertinya kamu harus memaafkan adik Yuyu, lihatlah adik Yuyu yang sedih"


Tambah Hua Chenran, lalu dia kembali tertawa terbahak-bahak.


Bahkan Mu Yaning sendiri tidak bisa menahan tawanya sendiri, kekesalan di hatinya juga menghilang.


"Huh... karena adik Yuyu sudah dengan cukup tulus meminta maaf, maka sebagai Ningning yang cantik aku akan cukup enggan untuk memaafkan adik Yuyu"


"Engah....hei Lin Huayu... panggilan adik Yuyu sebenarnya sangat cocok untuk mu" kata Yun Xi dengan keras, sambil terus menepuk pundak Lin Huayu selama beberapa kali.


Suara keras Yun Xi membuat yang lain juga mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Yun Xi tadi.


"Adik Yuyu cocok untuk wajahnya yang imut"


"Tidak cocok sama sekali"


"Kenapa memangnya?"


"Nama yang imut tapi bar-bar, jelas sangat tidak cocok"


Suaranya pelan dan sedikit gemetar.


"Oh..."


Dia segera menyadari sesuatu, teman di sampingnya telah mendapatkan


ke bar-baran Lin Huayu. Cetak tapak sepatu itu belum hilang dari punggungnya selama beberapa hari.


"Jangan membicarakannya lagi"


Takutnya Lin Huayu mendengarnya, nanti dia terkena lemparan sepatu itu lagi. Apakah dia sekarang jadi phobia lemparan sepatu?


Kata-kata Yun Xi langsung membuat wajah Lin Huayu menjadi gelap, dia sekarang tahu mengangkat batu tapi akhirnya membanting kakinya sendiri, oh... dia tidak ingin dipanggil adik Yuyu. Jadi Lin Huayu segera mengalihkan topik pembicaraan dengan bertanya pada Hua Chenran.


"Xio ran, kapan seleksi di klub seni beladiri karate?"

__ADS_1


"Oh... seleksi di klub seni beladiri akan dilakukan pada hari Rabu"


Jawab Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.


"Kalian tahu apa?"


Tanya Yun Xi dengan sengaja untuk memancing rasa penasaran dari teman-temannya.


"Apa kamu mendengar ada suara?"


Tanya Mu Yaning dengan sengaja membuat ekspresi wajah ketakutan.


"Ya, aku mendengar suara itu, tapi tidak terlihat ada orang"


Tambah Hua Chenran membuat ekspresi wajah yang sama dengan


Mu Yaning.


"Hei....ini agak menakutkan"


Yan Jina tidak ketinggalan untuk menambah bahan bakar pada api.


"Apakah hantu kelas? Aku dengar nama hantu itu Yun Xi"


Lin Huayu berkata dengan seringai licik di matanya.


"Huh... kalian menindas ku! Gadis yang cantik dan manis seperti ku ditindas oh... sangat menyedihkan" Ekspresi wajahnya benar-benar sedih dan menyedihkan, jika anak laki-laki yang melihatnya mereka pasti akan membantunya. Sayangnya mereka berempat adalah perempuan, jadi tidak terpengaruh dengan wajah sedih dari Yun Xi. Dia berkata


"Aku marah sekarang! Kalian harus membujukku dengan tulus, supaya aku bisa memaafkan kalian..huh..."


Yun Xi mulai bersenandung dengan sedikit amarah, lalu memalingkan wajahnya dengan pipi mengembung.


"Jadi Yun Xi, apa yang sebenarnya harus kita tahu?" Tanya Hua Chenran dengan suaranya yang lembut dan mengalir, seperti musik yang tampak menyenangkan dan menenangkan.


"Aku mendengar gosip dari para fans rumput sekolah, pada hari seleksi klub seni beladiri karate, ketua klub seni beladiri juga akan datang untuk menjadi juri dalam hari seleksi itu" Jawab Yun Xi dengan antusias dan


Lin Huayu, Mu Yaning, dan Yan Jina hanya bisa menepuk dahinya dengan tidak berdaya. Tadi dia sangat marah dan menyuruh orang-orang untuk membujuk, tapi sekarang hanya satu kalimat pertanyaan dari Hua Chenran


Yun Xi kembali menjadi antusias. Jadi di mana kesedihan yang tadi juga?


Tidak memahami, jelas tidak ada yang memahami. Lin Huayu juga berpikir otak aneh Yun Xi benar-benar mirip dengan seseorang.


"Ketua klub seni beladiri? Memang siapa dia?" Tanya Lin Huayu dengan penasaran.


"Ini rahasia! Tentu saja kamu akan mengetahuinya saat kamu melihatnya lusa nanti" jawab Yun Xi sambil tersenyum kecil.


"Guru sudah datang...."


Kata seorang murid di samping pintu dengan keras.


Mereka dengan cepat memindahkan bangkunya ke meja masing-masing.


Juga terlihat Wei Sichu dan teman sekelas laki-laki lainnya baru saja kembali.


Hanya 3 menit kemudian guru pun melangkah masuk ke dalam kelas inti 1, guru itu pun segera mengintruksi mereka untuk membuka bukunya dan melanjutkan pelajaran.


"Kringg......"


Bel pulang sekolah berbunyi, adalah yang paling membahagiakan dalam hidup.


Lin Huayu dan Hua Chenran segera berjalan dengan cepat ke arah gerbang sekolah, melihat ada banyak gadis-gadis yang menunggu di gerbang sekolah, untungnya mereka berdua berjalan dengan cepat. Jika tidak entah berapa banyak lagi nanti gadis yang akan memblokir pintu gerbang sekolah menengah Luocheng.


Melihat mobil yang akrab, mereka lalu berlari dan segera masuk ke dalam mobil. Mereka berdua bahkan belum bernafas dengan teratur, teriakan-teriakan gadis di depan pintu gerbang sekolah menengah Luocheng terdengar dengan jelas.


"Untungnya kita cepat berlari"


Kata Hua Chenran sambil menghela nafas lega.


"Ya benar"

__ADS_1


Balas Lin Huayu sambil duduk dengan bersandar dan memejamkan matanya, dia juga ikut menghela nafas lega.


Mobil mereka berdua pun berjalan, sementara itu di belakang mobil mereka berdua,


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng berjalan berdampingan ke arah gerbang sekolah. Dari permukaan fans Lan Yueshang dan Leng Yuesheng melihat mereka berdua sangat akur, tetapi ternyata itu adalah benar-benar kebalikannya.


Leng Yuesheng berjalan ke arah mobilnya dan dia berkata tidak keras atau pun pelan, tapi Lan Yueshang dapat jelas mendengar kata-katanya.


"Jangan lupakan itu dan taruhannya"


Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dingin.


"Tentu saja, tidak perlu bertaruh pun pemenangnya sudah terlihat"


Balas Lan Yueshang tidak kalah dingin dan ada ejekan dalam kata-katanya.


Tentu saja Leng Yuesheng tidak akan peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Lan Yueshang.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mulai berkendara ke rumahnya masing-masing.


Rumah Sun


Sesampainya di rumah Sun, entah kenapa Lin Huayu dan Hua Chenran merasakan atmosfer berbeda hari ini.


Keduanya saling memandang, lalu masuk ke dalam rumah dengan cepat.


Ketika mereka masuk dan berjalan melewati ruang tamu, mereka berdua terkejut lalu tersenyum dengan senang dan gembira.


"Kakak Lili, Kakak Mei, Ling"


Kata mereka berdua secara bersamaan dan berjalan ke arah mereka bertiga dengan cepat.


Duduk di sofa, suasana bahagia sekarang jelas terasa.


"Kakak Lili! Kenapa tidak mengabari kami? Jika kalian bertiga akan pulang hari ini" Tanya Hua Chenran agak tidak senang.


"Xio ran ini adalah kejutan! Tentu saja tidak boleh diberitahu"


Jawab Sun Lili dengan lembut.


"Aku masih sedih dan hatiku masih sakit, jadi kalian bertiga harus mencoba membujukku dengan baik"


Kata Hua Chenran dengan pipi mengembung.


"Ya.. ya, benar kata Xio ran! Oh...hatiku yang rapuh ini"


Tambah Lin Huayu dengan tangan kanannya mengelus-elus dadanya, seolah-olah kesakitan.


Sun Lili, Mei dan Ling saling memandang, lalu mereka bertiga mulai mengeluarkan 2 kotak hadiah masing-masing.


Melihat kotak hadiah di atas meja, Hua Chenran dan Lin Huayu saling memandang dan tersenyum kecil.


Lalu mereka berdua pun ber tos ria.


"Aku tahu Kakak Lili, kakak Mei dan Ling adalah yang terbaik"


Lin Huayu dan Hua Chenran berkata secara bersamaan, lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


Mereka berdua mengambil hadiah itu dengan senyum di wajah keduanya.


"Xio ran, Huayu, bagaimana dengan Yi'er dan Yan'er? Seminggu tidak melihat mereka berdua, kakak sangat merindukan keduanya"


Kata Sun Lili dengan lembut.


"Lihatlah! Kalian akan mengetahuinya" jawab Hua Chenran dengan tenang.


Baru selesai Hua Chenran mengatakannya, ketika dia menoleh, Sun Lili, Mei dan Ling tidak ada, bahkan Huayu yang disampingnya sudah berlari lebih cepat ke arah kamarnya.


Hua Chenran ditinggalkan di ruang tamu sendirian, jadi dia juga dengan cepat pergi ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2